
Sontak semua yang berada di sana terkejut dengan kejadian tersebut, bahkan Fino pun sampai terbelalak dengan apa yang di lihatnya.
"Sekarang, saatnya kita melakukan serangan balasan !!" Teriak lantang Raka kepada sang Bos mafia.
"Tidak mungkin !! Lancarkan serangan berikutnya, tembaki burung itu" Arahan sang Bos mafia kepada robot beruang beserta anak buahnya.
"Serang mereka !!" Raka memberikan instruksi kepada monster burung tersebut.
"YES, KERO !! FLAME BURST" Burung itu menyemburkan api besar yang menyala-nyala.
"Wihh ?!! Keren, bisa nyemburin api ?!!" Raka di buat takjub dengan kemampuan Hexamon burung berwarna merah itu.
Semburan api besar yang menyala-nyala menghadang semua serangan yang berada di hadapannya, meluluh lantakkan para komplotan mafia yang jumlahnya tak sedikit.
"Kekuatannya ... Dahsyat sekali" Fino benar-benar sangat takjub melihatnya.
"Bedebah, kalian semua tidak berguna, dengan robot ini saja sudah cukup untuk mengalahkan bocah itu ... Serang, dia !!" Robot beruang tersebut berlari menghampiri Raka untuk menyerang secara langsung.
"Kita pasti bisa menyerangnya, lawan dia melalui serangan udara !" Intruksi Raka.
"YESS, KERO !!"
Sang burung api tersebut mencoba menyerang robot beruang itu melalui serangan udara. Namun ternyata robot beruang tersebut malah menghiraukan serangannya, karena yang menjadi incaran sebenarnya ternyata adalah Rakanya sendiri.
"Awass, RAKAAA !!!" Teriak Deri.
Dengan sigap si Burung api itu melesat, memasang badan untuk melindungi Raka tepat berada di hadapannya, semburan api pun kembali ia keluarkan.
"FLAME BURST !!"
Semburan api tersebut hanya membuat si Robot beruang terdorong ke belakang tanpa mengakibatkan efek yang fatal, besi bajanya sangat kuat dari serangan api, membuatnya hanya memiliki dampak sedikit bekas gosong pada tubuhnya.
"Haha, api mu itu tidak akan mempan pada robotku, sekarang !!" Betapa sombongnya sang Bos mafia.
Di saat lengah semuanya lengah, dengan instruksi sang Bos mafia, robot beruang itu langsung saja meluncurkan kedua rudal roket kembali. Tanpa adanya pertahanan, dengan empuknya rudal tersebut melesat hingga pada akhirnya mengenai Raka beserta dengan Burung apinya.
"RAKAA ?!!!" Teriak Fino dan Deri.
Bukannya bala bantuan yang datang, ternyata malah gerombolan media massa yang hanya sekedar ingin meliput kejadian secara langsung guna menjadikannya berita live terkini.
"Haha, liputlah, beritakanlah, supaya aku di kenal sebagai mafia yang harus di segani" Ucapnya merasa amat percaya diri.
"Fino ... " Panggil Deri sembari menatap tajamnya.
"Heem" Fino mengangguk, seakan mengerti apa yang di maksud oleh Deri.
Fino dan Deri berjalan mengambil koper yang tergeletak, kemudian mengambil 2 set Hexamon yang tersisa. Di kenakannya Hexawatch di pergelangan tangan mereka, Fino dengan Hexamon elemen airnya dan Deri dengan Hexamon berelemen tanah.
"Apa kalian fikir dengan mengeluarkan 2 monster itu dapat mengalahkan robot ku hah?!! Bwahahaha" Tawa jahat sang Bos mafia.
"Hexamon, tolong pinjami kami kekuatan kalian untuk mengalahkan para mafia ini" Bisik Fino pada Hexawatch-nya sembari memejamkan mata.
"Ayo, Fino !!" Deri bersiap untuk memulainya.
"Heem" Fino menganggukkan kepalanya.
"HEXAMON BATTLE ... " Ucap serempak mereka berdua.
"Lancarkan serangan !!" Belum saja Fino dan Deri menyelesaikan kode suaranya, sang Bos mafia langsung memberi intruksi penyerangan.
" .... GOO !!!"
Rudal tersebut melesat cepat mengenai mereka, kepulan asap tebal pun memenuhi kawasan sekitar. Namun, sama halnya seperti yang di alami Raka, Dinding tebal yang terbuat dari tanah melindungi mereka dari serangan rudal tersebut.
"Kerja bagus, Dino haha" Puji Deri pada Hexamon yang di keluarkannya.
"Dino ? Aku seekor Naga, tahu ?!!" Ucap Hexamon tersebut sedikit kesal.
"Sekarang, tolong serang balik robot itu ya" Fino memberi arahan kepada Hexamon yang berhasil di panggilnya berwujud lumba-lumba.
"Baik, SPINNING DOLPHIN !!" Lumba-luma itu berputar layaknya gasing, melakukan perlawanan kepada si robot beruang.
Robot beruang itu berusaha menahan serangan dengan kedua tangannya, Serangan layaknya gasing tersebut berhasil mendorong mundur si robot beruang dan menghempaskannya.
"Uwahhh, hebat sekali !!" Fino di buat terpukau dengan kekuatan Hexamon si Lumba-lumba.
"Sekarang giliran kita, Dino" Ucap Deri pada Hexamonnya.
"Sudah ku bilang, aku ini seekor NAGAA !" Hexamon itu semakin kesal karena selalu di panggil Dino oleh Deri.
"Apapun itu, kita serang besi rongsokan itu !" Tatap tajam Deri mengarah pada si robot beruang.
"Apa kau bilang ?!" Bos mafia merasa geram.
"Heumm, okee" Hexamon yang di keluarkan Deri mulai bisa bernegosiasi.
"Beritahu aku bagaimana kemampuanmu, serangg !!" Intruksi penyerangan dari Deri.
__ADS_1
"Lihat dan perhatikan, GROUND SPIKE !!" Hexamon berwujud Dino blasteran Naga itu, memukul permukaan sekerasnya dengan bogem mentahnya.
Tanpa di sadari, tiba-tiba sebuah lonjakan tanah yang beruntun menghantam si robot beruang tanpa sempat ia menghindar.
"Bagaimana ?" Tanya si Hexamon pada Deri merasa keren.
"Heumm, boleh tahan" Jawab Deri.
"Masih terlalu awal untuk merayakan kemenangan, tugas kita belum selesai, lihat ... " Ucap Raka menghampiri Fino dan Deri, menunjuk bahwa ternyata robot beruang itu belum sepenuhnya takluk.
"Sepertinya jika kita bekerja sama, akan lebih cepat mengalahkannya" Ujar Fino yakin dengan pemikirannya.
"Heem" Raka dan Deri menganggukkan kepalanya, setuju dengan perkataan Fino.
"Dasar bocah keparatt !! Serang mereka kembali !!" Sang Bos mafia terus saja memberikan intruksi penyerangan kepada si robot beruang walaupun telah banyak kerusakan pada robotnya.
Si robot beruang berlari menghampiri mereka sembari mengeluarkan kembali kedua rudal roket dari mesin peluncur di pundaknya, berusaha untuk membuat serangan balik kepada Raka dan kawan-kawan.
"Mari kita akhiri sekarang juga !" Raka merasa sangat optimis.
"Lumba-lumba, netralisir rudal itu" Intruksi Fino kepada Hexamonnya.
"Baik, BUBBLE WATER, tembak !!" Hexamon berwujud lumba-lumba itu mengeluarkan serangan gelembung air.
Akibat serangan gelembung air tersebut, kedua rudal dapat di netralisir dengan cara memerangkap nya di dalam gelembung, tapi di sisi lain si robot beruang itu semakin dekat dan mencoba menyerang mereka.
"Dino, buat pertahanan !!" Intruksi cepat Deri kepada Hexamonnya.
"EARTH WALL !!" Kedua kepalan lengannya menghantam keras permukaan, mengeluarkan sebuah dinding tanah yang sangat kokoh.
Akibatnya, si robot beruang gagal melakukan penyerangan, lengannya pun mengalami kerusakan akibat memukul dinding tanah yang kokoh itu. Kemudian, muncul dari atas, Hexamon yang di panggil Deri melompati dinding, melancarkan serangan kepada si robot beruang.
"Rasakan ini, EARTH PUNCH !!" Lengan kanan Hexamon Dino seketika di lapisi tanah bebatuan, melayangkan pukulan keras kepada si robot beruang.
Robot beruang itu terkena pukulan yang sangat kuat, mengakibatkan kerusakan parah di bagian kepalanya. Tak berhenti di situ, Fino dengan Hexamonnya pun langsung melancarkan serangan kembali.
"RAIN OF THORNS !!" Si lumba-lumba itu berputar ke langit-langit, mengeluarkan banyaknya cipratan air yang sangat tajam berupa serangan hujan berduri.
Serangan dari Hexamon yang di panggil oleh Fino, berhasil mengaburkan pandangan si robot beruang, membuatnya hilang fokus sehingga tak dapat memperhatikan sekitarnya. Tak ada hentinya, serangan berikutnya pun tiba.
"Sekarang !!" Teriak Deri.
"GROUND GRIP" Hexamon Dino memukul dengan keras permukaan, tiba-tiba keluar sebuah tanah yang berhasil mencengkeram kedua kaki si robot beruang.
Akhirnya, si robot beruang telah terjebak karena kakinya berhasil di cengkeram oleh Hexamon yang di panggil oleh Deri, dengan kerusakan yang cukup parah seperti itu akan sulit untuknya dapat melarikan diri.
"Sekarang, Raka !!" Teriak Deri pada Raka.
"Yes, Kero !! JET, FLAMING SLASHH !!!" Hexamon berwujud burung itu melesat, mengunci target tepat kepada si robot beruang, seluruh tubuhnya berapi-api beserta denhan sayapnya yang menyala-nyala.
"Dasar, robot tidak berguna, luncurkan rudal roket sekarang !!" Sang bos mafia amat sangat marah dan kesal.
Tak dapat bergerak, si robot beruang hanya dapat kembali meluncurkan rudal roket. Namun, layaknya pesawat jet yang sedang melesat cepat, dengan lihai kedua rudal itu dapat di hindarinya. Akhirnya, serangan tebasan sayap berapi berhasil mengenai si robot beruang tanpa adanya perlawanan, kerusakan yang di akibatkannya sudah sangat parah, dan pada akhirnya si robot beruang itu meledak, membuatnya berakhir layaknya benar-benar sebuah besi rongsokan yang usang.
"Tidak ... Mungkin ..." Sang Bos mafia kehabisan kata-kata, seakan tak percaya bahwa dirinya telah di kalahkan.
"Sekarang kau sudah kalah" Ucap Raka sembari tersenyum.
Selang tak lama setelah sang Bos mafia berhasil di kalahkan, bala bantuan pun tiba. Aparat kepolisian yang telah tiba di TKP segera mengamankan sang Bos mafia beserta dengan anak buahnya. Tenyata, aparat kepolisian juga datang bersama dengan wali kota, melihat para Hexamonnya lemah dan kehabisan tenaga, Raka dan kawan-kawan langsung saja memasukkannya kembali ke dalam wadah Hexapets.
"HEXA-IN !!!" Ucap Raka, Fino, dan Deri secara bersamaan, kode suara untuk memasukkan kembali Hexamon ke dalam Hexapetsnya.
Nampak, seorang pria berpakaian jas hitam berdasi sekaligus dengan sepatu pantofel yang di kenakannya, berjalan menghampiri Raka dan kawan-kawan, tak lain dan tak bukan pria tersebut adalah sang wali kota.
"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian karena telah berhasil mengalahkan para komplotan mafia ini, kalian bertiga anak-anak yang sangat berani ... " Ucap terima kasih wali kota kepada Raka dan kawannya.
"Terima kasih pak sebelumnya, namun kami tak mungkin bisa mengalahkan para mafia itu tanpa bantuan Hexamon ini" Sahut Raka.
" ... Ya, dan kalian juga rela mengambil resiko hanya untuk mengambil kembali Hexamon ini supaya tidak jatuh kepada oknum yang tidak bertanggung jawab, tindakan kalian perlu di apresiasi, maka dari itu untuk membalas keberanian kalian, karena hari semakin senja, kalian akan di berikan penginapan selama satu malam di hotel secara percuma, sebelum esoknya kalian akan kami antar pulang" Wali kota sangat mengapresiasi apa yang telah di lakukan Raka dan kawan-kawan.
Mendengar kabar tersebut, tentunya Raka dan kawan-kawan girang tak karuan layaknya anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Karena banyak media yang meliput kejadian ini, menjadikannya banyak orang yang mengetahui bahwa Raka dan kawan-kawannya telah berhasil menyelamatkan kota dari serangan para mafia. Sekelompok mafia itu sekarang telah berhasil di amankan oleh aparat kepolisian, mereka di amankan ke kantor polisi untuk menanggung akibat dari kesalahannya, Raka dan Kawan-kawannya pun beranjak pergi dari tempat menuju penginapan dengan mobil terhormat sang wali kota.
...***...
Sesampainya di sana Raka dan kawan-kawannya langsung di arahkan oleh ajudan sang wali kota kepada resepsionis, untuk mengetahui letak kamar yang telah di pesan. Setelah sampai di kamar yang di tuju, ajudan pergi dengan hormatnya untuk kembali ke mobil sang wali kota.
"Ahh, hari yang sangat melelahkan" Deri langsung merebahkan tubuhnya, terjun ke atas kasur yang sangat empuk.
"Mandi dulu kali, Der. Seharian kita belum mandi" Beritahu Fino pada Deri.
"Ya, udah mandi gihh, dah pada bau badan banget kalian" Lanjut Raka.
"Yee, kayak yang sendirinya gak bau aja" Balas Deri.
Akhirnya mereka bertiga pun mandi terlebih dahulu untuk membersihkan badan dari segala kotoran, dan menyegarkan kembali pikiran. Deri selesai mandi lebih dahulu, terdengar suara bel berbunyi, ternyata menu makan malam yang sangat sedap untuk di santap telah tiba.
"Wahhh, makan enak nihh, haha" Deri merasa tergiur dengan hidangan yang telah di sediakan.
__ADS_1
"Makan, terosss" Sahut Raka sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Makan terus darimana, kita seharian belum makan, hadeuhh" Balas Deri sinis.
Setelah semuanya berkumpul, langsung saja mereka bertiga makan bersama, menyantap hidangan yang akan membuat perutnya senang dan kenyang.
"Mari kita, makann !!" Deri bersiap mengambil salah satu lauknya.
"Heyy, aku juga mau dong !!" Tiba-tiba saja keluar suara dari Hexawatch yang di kenakan Deri.
"Hahh, kamu bisa bicara meski di dalam Hexapets ?" Deri merasa terkejut.
"Iyalah, karena Hexawatch sekarang telah di lengkapi fitur Hexa-Voice, yang membuat pemiliknya dapat berkomunikasi dengan Hexamonnya meski berada dalam Hexapets, sudah sekarang keluarkan aku, aku juga lapar" Hexamon yang di miliki Deri ingin di keluarkan dari Hexapetsnya, karena merasa lapar.
"Aku juga" Lanjut Hexamon milik Raka dan Fino pun ikut ingin di keluarkan.
"Heumm, okedeh" Ucap Deri
"HEXAMON BATTLE, GOO!!" Ucap serentak mereka bertiga, mengeluarkan Hexamonnya.
"Waaa, sepertinya makanannya enak sekali !" Setelah di keluarkan, bahkan Hexamon milik Deri langsung tergiur untuk secepatnya menyantap hidangan.
"Aku baru tahu, kalau Hexamon memakan makanan manusia" Deri masih sangat heran.
"Tentu saja, karena kami di rancang se-interaktif mungkin" Ucap Hexamonnya sembari lahap menyantap paha ayam goreng.
"Heh, itu paha ayam goreng punyaku -_- " Kata Deri dengan ekspresi yang datar.
Sambil menyantap makanan, mereka semua berbincang-bincang antar satu sama lain, di tengah kehangatan malam yang syahdu.
"Anu ... Aku mau tanya, apakah kalian pemilik kami ?" Tanya canggung si Lumba-lumba kepada Fino.
"Benar, biasanya orang yang pertama kali mengaktifkan Hexamonnya, berarti dialah pemiliknya" Lanjut si Burung berkata.
"Sebenarnya kami hanya meminjam kekuatan kalian untuk mengalahkan para mafia itu" Raka mencoba menjelaskan.
"Ya, karena pada awalnya kalian bertiga ini berusaha di curi oleh para mafia itu, kita bertiga berusaha mengambil kembali koper yang berisi Hexamon kalian supaya tidak jatuh ke tangan orang jahat, meski kami juga tidak tahu apa motif mereka mencuri Hexamon kalian" Lanjut Fino juga ikut menjelaskan.
"Jadi, kalian bukan partner kami ?" Tanya Hexamon milik Deri sembari tetap menyantap makanan.
"Euhmm, ya, karena pada dasarnya kita terpaksa meminjam kekuatan kalian untuk melawan para mafia itu, dan besok ... Kalian semua akan kita kembalikan, ke pemilik cabang Hexamon di Indonesia" Ucap Deri sedikit berat mengatakannya.
"Tapi, kami juga berterima kasih kepada kalian, memiliki Hexamon adalah salah satu keinginan terbesar kita bertiga, jadi meskipun kami bukan partner kalian .... kami harap kita semua bisa selalu menjadi teman" Raka mengungkapkan perasaannya.
"Entah kenapa, meskipun kalian bukan pemilik dari kami, kami merasa sangat dekat dengan kalian" Hexamon milik Raka pun mengungkapkan perasaannya.
"Seperti memiliki sebuah ikatan" Lanjut Hexamon milik Fino.
"Kalian boleh memberikan kami sebuah nama, supaya saat nanti kita bertemu kembali dengan kalian, bisa memanggil kami dengan nama tersebut" Sahut Hexamon milik Deri.
"Apa boleh ??" Tanya Fino
"Tentu saja boleh" Jawab Hexamonnya.
"Kalau begitu aku akan memberikanmu nama, Kero. Soalnya aku ingat tiap kamu menjawab intruksi ku selalu di akhiri dengan kata Kero" Raka memutuskan memberikan nama pada Hexamonnya.
"Itu nama yang bagus, Kero" Hexamonnya pun setuju.
"Kalau kamu apa, ya ? Heumm, aku orangnya gamau ribet sih, aku kasih kamu yang simpel dan mudah di ingat aja deh, bagaimana kalau Biru ? Sesuai dengan warna dan elemen mu" Fino juga ikut memutuskan memberikan nama pada Hexamonnya.
"Boleh, aku suka, Biru nama yang cukup bagus" Hexamonnya pun turut menyukainya.
"Kau juga boleh memberiku nama, supaya tidak memanggilku Dino" Ucap Hexamon milik Deri agak kesal.
"Memang salah ? Bukannya wujudmu emang Dino kan ?" Jawa Deri.
"Arghhh, apa kau tidak bisa lihat sayap yang berada di punggungku ? Itu sayap Naga, jangan samakan aku dengan hewan kuno, naga lebih keren tahu !!" Hexamonnya sangat geram, dan memicu perdebatan.
"Tapi sayapmu itu kecil, mana ada naga sayapnya kecil, pfttt" Deri malah sengaja menggodanya.
"ERRRRGGHHH" Karena sangat kesal, Hexamonnya memukul permukaan mengakibatkan terjadi sedikit guncangan.
"Deri, yang bener dong, kalo ni hotel roboh bisa bahaya nihh, aduuhh" Ucap Raka pada Deri.
"Iyaa iyaa, mau kau itu Dino ataupun Naga, bagaimana kalau nama mu Gamoru ? random banget sih, soalnya kan kekuatan kamu kuat banget dan terkesan gagah terdengernya, bagaimana ? terlintas di pikiran aja" Deri pun memutuskan nama untuk Hexamonnya.
"Tch, sangat tidak keren ... Heumm, ya sudah, asalkan bukan Dino, oke aku setuju" Hexamonnya menyetujuinya dengan sedikit terpaksa.
Setelahnya mereka semua bersenda gurau bersama, malam pun semakin larut. Setelah melewati hari yang cukup berat di hari ini, sekarang adalah saatnya Raka dan kawan-kawan untuk merehatkan kembali diri mereka masing-masing. Hari esok pun mereka harus menghadiri undangan dari Hexamon Center cabang Indonesia, sekaligus menyerahkan kembali ketiga Hexamon yang sempat hampir di curi. Raka dan kawan-kawannya pun bersyukur setidaknya mereka sempat merasakan bagaimana rasanya memiliki Hexamon, esok juga adalah hari di mana mereka akan pulang kembali ke rumahnya masing-masing.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
__ADS_1
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_