
"... Iya, Bun. Aku di sini baik-baik saja, maaf sudah membuat Bunda khawatir karena tidak memberi kabar kemarin ..." Fino yang sedang memberi kabar kepada Ibunya melalui sambungan telepon.
"Baik, Bun. Fino bakal selalu kasih kabar setiap perkembangannya ..."
Fino memutus sambungan telepon, karena pembicaraan dengan Ibunya telah usai.
"Fyuhh, untung aku ingetin kan ~" Kata Biru melalui Hexa-Voice.
"Hehe, iya makasih, Biru. Heummm ..." Fino menghela nafasnya.
"Kamu kenapa Fino ?" Tanya Biru.
"Hari ini ... Apakah semua yang telah kita rencanakan akan berhasil ? Apakah aku bisa bertemu dengan Ayah ?? Aku ... takut dan ragu ..." Ungkap Fino.
Tepat dini hari, hari ini Fino bersama Ikka akan menjalankan strategi yang sudah di rancangnya semalam. Namun, Fino masih belum bisa menghilangkan rasa takutnya, banyak hal yang ia takutkan, membuatnya sedikit ragu untuk melangkah. Ikka yang tidak sengaja mendengarnya dari luar ruangan, mencoba masuk untuk meyakinkan Fino.
"Anu, maaf aku mendengar percakapan kalian barusan, bahkan yang semalam ... Wajarlah, gubuk ini kecil, jadi percakapan kalian tidak sengaja terdengar olehku ..." Sahut Ikka memasuki ruangan.
"Aihh, berarti semalam pembicaraan kita cukup keras ya ..." Ujar Biru.
"Hilangkanlah takutmu, tidak perlu ada yang di takutkan dalam perjalanan ini, kau punya Biru ... Sosok partner yang akan selalu melindungimu dalam segala keadaan" Beritahu Ikka.
"Ta-tapi ... Aku tidak bisa, ketakutan ini terus menghantuiku, setiap orang memiliki sifat yang berbeda, aku bukanlah dirimu yang bahkan berani dan siap menghadang para mafia itu ..." Kata Fino sembari menunjukkan rasa takutnya.
"Kau tidak perlu menjadi aku untuk menjadi seorang yang pemberani ..." Balas Ikka.
" !!!! " Fino terkejut saat mendengar perkataannya, pasalnya kalimat itu sama dengan kalimat yang di katakan oleh Biru.
"Untuk menjadi seorang yang berani, kau hanya perlu yakin dan percaya diri tanpa mempedulikan seberapa besar resikonya ... dan pastinya, percayakan juga pada kekuatan Hexamonmu, jika kau sendiri ragu, bagaimana dengan Hexamonmu ??" Ikka sosok yang periang tiba-tiba menjadi sosok yang serius.
"Kalian harus salin meyakinkan dan menguatkan, aku tahu ... Bukannya sebelumnya juga kau pernah melawan para mafia kan, saat terjadi penyerangan di ibukota ??"
Fino yang langsung menatap terkejut pada Ikka, saat dirinya mengungkapkan kalau ia mengetahui Fino pernah bertarung melawan mafia sebelumnya.
"Saat aku melihat cuplikan videonya, tak terlihat sedikitpun ketakutan dari matamu, kemudian tiap intruksi di arahkan mempercayakan semuanya pada kekuatan Hexamonmu ... Itu semua, karena kau yakin dan percaya diri, Fino !" Ikka meyakinkan Fino, memegang kedua bahunya
Fino terdiam seketika saat mendengarnya.
"Benar ... Sebelumnya aku pernah bertarung bersama, Biru ..." Kata Fino dengan nada serius.
Ikka yang mulai tersenyum melihat Fino yang perlahan menemukan kembali keberaniannya.
"Biru, mohon bantuannya !!" Kata Fino tegas.
"Ya !! Jangan pernah ragu, Fino !!" Jawab Biru dengan semangat.
"Kita juga, Nai !!" Kata Ikka pada Nawha, Hexamonnya.
"Heem, pastinya" Jawab Nawha dengan riang gembira.
"Tidak ada yang perlu di takutkan, Fino. Aku sengaja memulai strategi ini dini hari, supaya kau memiliki peluang 70% tidak akan bertemu dengan para mafia dalam perjalanan dan aku akan menghadang Sheila dengan Hexamonnya untuk mengalihkan perhatian ..." Ungkap Ikka alasannya.
"Heem" Fino mengangguk kecil dengan wajah yang mulai serius.
"Ayo, kita mulai bergerak !!" Titah Ikka.
Gubuk kecil tempat persembunyian Ikka selama berada di kota ini, menjadi titik pisah antara Fino dan juga Ikka. Fino yang berlari dengan tujuan menuju tempat pengungsian untuk menemukan Ayahnya, sedangkan Ikka berlari dengan tujuan untuk menghadang Sheila bersama si Hexamon lebahnya untuk mengalihkan perhatian, bahkan sang fajar pun masih terlelap belum menunjukkan kehangatannya.
"Fino, apakah aku harus keluar sekarang menemanimu berlari, barangkali kau takut" Tanya Biru pada Fino yang sedang berlari.
"Tidak apa-apa, Biru. Simpan stamina mu untuk pertarungan yang telah menunggu kita di hadapan nanti, aku tidak akan pernah mundur sekarang ..." Jawab Fino dengan penuh rasa percaya diri.
"Heem, inilah sosok Fino yang berani dan jenius, let's goo !!" Balas Biru.
Di arah yang lain, Ikka juga berlari dengan tekad kuatnya untuk menghadang Sheila sekaligus mencoba menyadarkannya kembali ke jalan yang lebih baik.
"Menghindar, Ikka !!" Teriak Nawha karena sensornya merasakan pergerakan.
"DUARRRR !!!" Bunyi ledakan yang cukup memekakkan telinga.
Ikka melompat untuk menghindari serangan tiba-tiba yang tidak diketahui arahnya itu.
"Pagi buta seperti ini sudah bergerak, kau memang benar-benar hama pengganggu !" Sheila yang datang secara tiba-tiba bersama dengan Hexamon lebahnya.
"Bagaimana denganmu ? langit masih gelap, kau sudah mulai berjaga, apa ini perintah dari Bos mu ?" Tanya Ikka.
"Jangan banyak bicara kau ! Serang, Beep !" Instruksi penyerangan Sheila.
"ELECTRIC SHOCK !!" Kembali, Bee melancarkan serangan andalannya.
"Sekarang, Ikka !!" Teriak Nawha melalui Hexa-Voice.
"Heem, HEXAMON BATTLE, GOO !!" Teriak Ikka dengan wajahnya yang mulai serius.
Keluarlah Nawha atau Nai, yang langsung melancarkan serangan miliknya juga.
"RAINBOW VULCAN !!" Ikka melancarkan serangan tanduk pelanginya.
Kedua serangan itu saling beradu, hingga menyebabkan ledakan di udara.
"Kenapa kau selalu menggangu pekerjaanku ?!" Tanya Sheila dengan nada yang emosional.
__ADS_1
"Karena ... Aku ingin mengembalikan kembali warna di hidupmu, kembali ke jalan yang benar ..." Ungkap Ikka dengan nada yang serius.
"Omong kosong macam apa kau, cepat selesai pertarungan ini, Beep !!" Kata Sheila, membantah perkataan Ikka.
"LIGHTNING MOVE !!" Dengan cepat, Beep langsung berada di belakang Nawha.
"Di belakangmu, Nai !!" Teriak Ikka.
"RAINBOW SPARKLE !!" Dengan sigapnya, Nawha langsung mengeluarkan skill yang di mana tanduknya mengeluarkan cahaya pelangi yang sangat berkilau.
Karena skill pertahanan milik Nawha, membuat Beep yang tadinya akan menyerang, menjadi terhenti karena Kilauan cahayanya yang sangat menyilaukan. Tidak membuang kesempatan, Nawha langsung mengibaskan ekornya menyerang Beep yang sedang silau untuk membuatnya terpukul mundur.
"Sekarang, Nai !!" Kata Ikka.
"RAINBOW PLASMA !!" Nawha menembakkan cahaya pelangi layaknya laser dari mulutnya kepada Beep yang sedang terhempas.
Alhasil, Beep terkena serangan Nawha secara mentah-mentah.
"Errghh, langsung bangkit kembali Beep !!" Nampak Sheila yang mulai kesal di buatnya.
"LIGHTSPEED RAINBOW !!" Nawha melesat ke belakang Beep, sama seperti yang di lakukan Beep sebelumnya.
"Cih, THUNDER SPARKLE !!" Memiliki skill yang sama seperti Nawha, Beep mengeluarkan petir yang menyengat-nyengat melindungi dirinya.
Nawha yang berusaha mendekatinya, tanpa dapat menghindar terkena sengatan petir akibat skill pertahanan yang di miliki oleh Beep.
"ELECTRIC SHOCK !!" Tidak membuang kesempatan, Beep langsung melancarkan serangan kembali.
Karena Nawha yang sedang terkena sengatan petirnya, membuatnya dengan mudah terkena serangan bola-bola petir milik Beep sampai terhempas jauh.
"Kau ternyata pandai meniru taktik orang ya ..." Kata Ikka dengan tatapan tajamnya.
"Tidak, ini belum selesai .." Jawab Sheila dengan senyum sinisnya.
"LIGHTNING MOVE !!" Beep bergerak secepat kilat mengejar Nawha yang sedang terhempas.
"Terima ini, HYAHHH !!!" Beep berputar lalu mengibaskan dirinya, membuat Nawha terhempas kembali dan tersungkur.
"BRAKKK !!" Nawha tersungkur ke dalam tanah, sampai tanah tersebut berbekas.
"Next, LIGHTNING AREA !!!" Beep langsung ke bawah, menancapkan sengatnya pada permukaan lalu melancarkan serangan sengatan area petir.
"ARGHHHH !!!" Teriak Nawha yang tidak berdaya merasakan sakitnya serangan milik Beep.
"Bwahaha, this final ... THUNDER STING !!" Beep melepaskan sengatnya yang menancap pada permukaan, dan melancarkan serangan sengatan petir miliknya pada Nawha.
"ARRGHHHHH !!!"
"Naii ~ NAIII !!!" Ikka yang langsung membawa Nawha kepada dekapannya.
"Jika kau tidak ingin Hexamonmu mati, kembalilah ke kota mu, mumpung aku sedang berbaik hati, ini bukanlah tempatmu !!" Tegas Sheila pada Ikka.
"Ini ... Juga bukan tempatmu, dan yang di hadapanku ini juga bukanlah sosok Sheila yang ku kenal, apa kau yakin Bos mafia itu akan membayarmu setimpal dengan usahamu ini ?" Ucap Ikka dengan nada yang serius sambil terus merunduk.
Sheila yang menatap tajam pada Ikka, seketika pertarungan berhenti sejenak.
"... Aku ragu, kau harus tahu Sheila ... Para mafia itu licik, mereka hanya memanfaatkanmu, aku juga tahu bahwa kebutuhanmu mendesak, tapi yang kau lakukan ini adalah hal yang salah Sheila ..." Kata Ikka perlahan mencoba untuk menyadarkannya.
"Berisik kau--"
"Meski pertemuan kita saat itu singkat, namun setidaknya aku cukup mengenalmu ..." Ikka memotong pembicaraan Sheila.
~ Flashback
"Wahh, hasilnya bagus sekali, baiklah saya bayar ini 100 ribu ya ..." Kata seorang pria paruh baya yang sedang melihat hasil lukisan dirinya.
"Apa ?!! Apa kau gilaa, berilah bayaran yang sepadan dengan hasilnya, lukisan ini memiliki nilai seni yang tinggi !" Emosi seorang perempuan berkacamata yang sedang berada di samping sang pelukis.
"Kenapa malah anda yang nyolot kepada saya ?!" Si pria paruh baya itu tersulut emosi.
"Ehh, sudah sudah, gapapa kok pak, saya terima dengan bayaran segitu" Si pelukis mencoba melerai keduanya.
"Nahh begitu dong, pelukisnya aja gak ngomel, masih untung juga saya bayar" Kata pria itu sambil menyerahkan sejumlah uang.
"Ya, emang harus di bayar !!!" Kata perempuan berkacamata itu dengan nada tinggi.
"Sudahlah, gapapa Sheila, lagipun aku juga dari awalnya emang gak matok kan untuk harganya" Ucap dengan tenang sang pelukis.
"Tapi kan Ikka, itu gak sebanding loh .."
Sang pelukis yang bernama Ikka itu menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, si pria paruh baya itu juga telah meninggalkan tempat.
"Lanjut ceritamu yang tadi, jadi kau dan adikmu ini adalah seorang yatim piatu ?" Tanya Ikka.
"Ya ... Tepatnya satu tahun yang lalu, setelah di tinggalkan kedua orang tua, hidupku benar-benar kacau ... Sehingga aku terpaksa turun ke jalanan mencari uang, untuk menghidupi kehidupanku dan pastinya adikku ..." Ungkap Sheila si perempuan berkacamata.
"Kakak, apakah kakak bisa menggambar aku dengan kartun ini ?? Aku sangat suka sekali dengan kartun ini" Pinta adiknya Sheila dengan begitu polosnya.
"Ehh, Chiko kamu apa-apaan sihh, kita kan gak punya uang, gapapa Ikka gak usah di dengerin, biasalah anak kecil ... Seandainya aku punya uang banyak, aku pasti akan membayar mahal karyamu yang sangat menakjubkan ini" Kata Sheila.
"Gapapa, aku bakal gambaran gratis, aku seneng liat anak kecil bahagia, rezeki gak bakal kemana kok ..." Kata Ikka memenuhi pinta si adik.
__ADS_1
"Apa ?!! Beneran kak, horee !!" Dengan sangat girangnya si Adik.
"Ihh kamu, udah gak usah di denger Ikka, udah yuk istirahatnya, kita ngamen ke jalanan lagi ..." Sheila menarik tangan si Adik lalu pergi.
"Tunggu, di mana rumahmu ?!" Teriak Ikka pada Sheila.
"Di sebuah gubuk kecil, dekat bekas pabrik tua !!" Teriaknya menjawab.
Karena Ikka adalah tipikal orang yang selalu senang melihat senyum bahagia seseorang terutama anak kecil, akhirnya ia memenuhi keinginan kecil si adik perempuan berkacamata yang selalu ia jumpai selama beberapa hari ini. Ikka merasa memiliki teman, karena profesi mereka yang sama-sama terjun ke jalanan, meskipun hasilnya tidak seberapa dan tak menentu, Ikka selalu mensyukuri apa yang di dapatkannya hari ini. Memenuhi janjinya, ia mendatangi tempat tinggal si perempuan berkacamata itu pada sore hari.
"Di mana adik kecilmu ??" Tanya Ikka saat memasuki kediamannya.
"Dia ada di kamar, penyakitnya kambuh, demamnya cukup tinggi ..." Beritahu Sheila dengan wajah yang gelisah.
"Boleh aku melihatnya ??" Ikka meminta izin.
Setelah di izinkan, Ikka memasuki ruangan kamarnya yang kecil dan cukup pengap, dengan kondisi yang memprihatinkan.
"Hai, adik kecil, kakak sudah datang membawa lukisan yang kamu inginkan ..." Bangunkan Ikka dengan mengelus-ngelus kepalanya.
Adik kecil itu terbangun dengan kondisinya yang sangat lemah.
"Lihat, kakak sudah lukisin kamu sama kartun kesukaanmu, bagus kan ? Kakak denger kamu lagi sakit, cepet sembuh yaa" Kata Ikka menyerahkan lukisannya.
"Bagus banget, terima kasih kak :)" Respon adik kecil itu dengan senyum yang terlukis pada wajahnya.
Ikka ikut tersenyum melihatnya kemudian mengelus-elus kembali kepalanya, setelahnya mereka keluar dari ruangan kamar.
"Sheila, aku tidak bisa memberi banyak, tapi setidaknya ada untuk kalian makan malam ini" Ikka memberikan 2 nasi kotak pada Sheila.
"Kau tidak perlu repot-repot seperti ini Ikka, 1 nasi kotak saja sudah cukup untuk kita berdua"
"Gapapa, ambillah, buat adik kecilmu itu lahap makan, biar cepet sembuh" Ikka tetap menyerahkan keduanya.
Akhirnya, Sheila menerima pemberian dari Ikka. Singkat cerita, keesokan harinya Ikka merasa bingung karena tidak melihat Sheila dengan adiknya seharian ini, karena penasaran sore harinya Ikka langsung kembali mengunjungi kediamannya. Saat tiba di sana, ia melihat hal yang membuatnya terkejut.
"Jadi, kau bersedia memenuhi segala perintahku untuk mendapatkan bayaran supaya bisa mengobati adik kecilmu ini ?" Tanya seorang pria misterius.
"Iya, tuan" Angguk kecil Sheila sembari merunduk.
"Baiklah, kebetulan beberapa Minggu yang akan datang kita akan ada project besar-besaran, ambillah Hexamon ini, turuti segala perintah saya ... Jangan beri ampun, semua orang yang menghalangi project ini" Pria misterius itu memberikan Sheila satu set Hexamon.
Ikka terkejut mendengarnya, pasalnya Sheila telah membuat kesepakatan dengan sang bos mafia, tindakan yang di lakukannya ini adalah hal yang salah.
~ Kembali ke masa sekarang.
"Seandainya adikmu tahu yang kau lakukan ini, dia pasti akan sangat kecewa ..." Ucap Ikka dengan Nawha yang masih berada di dekapannya.
"BERISIKK !! TAHU APA KAU !! Beep, habisi saja keduanya !!" Titah Sheila dengan penuh emosional.
Nawha melepaskan dirinya dari dekapan Ikka, berusaha untuk melakukan penyerangan kembali pada Beep. Keduanya pun saling berjibaku dengan sengit di udara.
"Seharusnya ... Kau lebih bersyukur memiliki sosok berharga di sisimu, yaitu adikmu, jangan buat dia kecewa, kau tahu ... Aku juga seorang yatim piatu yang bahkan tidak punya siapa-siapa di sampingku !!!" Baru kali ini Ikka menunjukkan sisi emosionalnya.
"DEG !!" Sheila yang terkejut mendengar perkataannya.
"Errghh, kau semakin membuatku kesall !! Selesaikan sekarang Beep, SECEPATNYA !!" Sheila merasa geram, mengepalkan kedua tangannya.
"ELECTRIC SHOCK !!!"
"BUBBLE RAINBOW !!!" Nawha juga mengeluarkan skill gelembung cahaya pelangi miliknya.
"DUARRR !!!!" Kedua serangan itu beradu, mengakibatkan ledakan yang cukup besar di udara.
Karena kepulan asap pekat yang di sebabkan oleh ledakan tadi, membuat Beep menggunakan ini sebagai kesempatan.
"LIGHTNING BEAM !!!" Beep mengeluarkan skill tembakan laser kilat dari sengatnya.
"Habislah kalian !" Gumam kecil Sheila.
"SPINNING DOLPHIN !!!"
Tiba-tiba datang Biru yang langsung menghadang serangan yang di lancarkan oleh Beep, Biru mencoba untuk menangkisnya.
"Fyuhh, untuk tidak terlambat ~" Ucap Biru merasa lega.
Karena kedatangan Biru yang tiba-tiba, semua orang yang berada di sana melirik ke suatu tempat, kemudian terkejut melihatnya.
"Aku kembali, Ikka ~" Kata Fino dengan wajah yang serius lalu menunjukkan senyumnya.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1