
Dering alarm berbunyi, membangunkan semuanya untuk bergegas memulai segala aktivitas hari ini. Fino yang bangun lebih dahulu segera membangunkan Deri yang berada di kamar sebelah, setelahnya ia menuju ke kamar Raka, namun ternyata kamarnya sudah di benahi dengan rapi dan tak nampak Raka di sana. Tercium aroma sedap yang menggugah selera dari arah dapur, Fino yang penasaran segera menghampiri asal aroma tersebut.
"Ouh, ternyata kau sudah bangun lebih dulu ya" Terkejut Fino, melihat Raka yang sedang memasak di dapur.
"Hehe, yaa, aku dapet resep makanan sehat dari internet semalem, soalnya kan kemarin kita makan besar makanan yang berlemak, sekarang saatnya yang sehat-sehat" Ucap Raka mengedukasi.
"Ya, aku sih pasti bisa makan, tapi Deri, entahlah haha" Fino menyindir Deri.
"Kita paksa dia jadi vegetarian, hihihii. Tapi, apa dia udah bangun sekarang ?" Menyusun rencana bak pemeran antagonis.
"Ya, dia udah bangun sih, cuma dia masih duduk dengan keadaan setengah sadar" Beritahunya.
"Gapapa nanti kita bangunin dia dengan cara baik-baik, muehehehe" Terdapat sebuah rencana di balik tawa mencurigakannya.
Setelah selesai menghidangkan makanan di ruang makan, serta menata rapi mejanya. Raka dan Fino langsung saja menuju kamar Deri, di intipnya sedikit dari celah pintu, terlihat Deri yang terlelap kembali dalam keadaan posisi sedang duduk. Raka dan Fino saling menoleh satu sama lain, kemudian tertawa tipis bak pemeran antagonis yang tengah merencakan sesuatu yang jahat. Sebelum masuk, Raka dan Fino memanggil keluar Kero dan Biru untuk membantunya menjalankan rencana yang telah di rancang sedemikian rupa. Dibukakannya pintu perlahan demi perlahan, berupaya supaya tidak membuat suara sedikit pun, sampai di dalam, suasana hening di buatnya, bersiaplah rencana akan segera dimulai.
"Pokoknya kita harus bisa jalankan sesuai rencana oke, satu ... dua ... tiga" Raka berbisik pada semua yang berada di ruangan.
~Skenario pun di mulai ...
"KEBAKARANN !!! KEBAKARAN !! TOLONG, KEBAKARANN !!" Raka berakting setotalitas mungkin, berteriak histeris seakan terjadi kebakaran di kamar tersebut.
Kero pun di sana menyembur-nyemburkan api kecil, mengitari ruangan. Bagi mereka yang sedang dalam kondisi setengah sadar melihatnya akan seperti kebakaran yang sebenarnya, menciptakan sebuah ilusi.
"Derr, bangun Derr !!! Cepet lari, Der kebakaran !!" Fino membangunkan Deri sepanik mungkin, supaya rencana dapat sepenuhnya berhasil.
Benar saja, Deri terbangun dalam keadaannya yang terkaget-kaget, termakan rencana jahil Raka bahwa telah terjadi kebakaran dalam ruangan, Deri pontang-panting hilang arah entah kemana, dia pun ikut teriak-teriak.
"Panggil pemadan kebakaran dong !! Gimana nihh, kita di lantai 15 masa iya harus lompat dari jendela, ada tabung pemadan api gak atau ambil air di kamar mandi !!" Cerewetnya Deri, masih merasa panik seakan kebakaran benar-benar terjadi.
"Ini Der, airnya Derr !!" Ujar Fino, sebagai ******* dari rencana ini.
"Manaa ?? Mana ?!!" Deri ikut ucapan Fino.
"Di sini, BWURRRRRRRRRR !!!" Biru menyemburkan air tepat di hadapan wajah Deri, membuat seluruh tubuh basah kuyup di buatnya.
"Gimana ?? Udah padam kan apinya, hehe" Ucap Raka tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Karena efek kejut yang secara-tiba di sembur dengan air, Deri menyemburkan kembali air keluar yang masuk ke dalam mulutnya, sejenak ia terdiam dengan air yang bercucuran dari pakaiannya yang basah.
"ERGHHHHHH!!!!" Wajah Deri mulai memerah, aura panas mulai terasa layaknya air yang mendidih, kedua tangannya mengepal kuat.
"RAKAAA !!!!! FINOOO !!!!!" Teriaknya yang sangat menggelegar, karena amat kesal.
...***...
"Der, sampe kapan nihh, kita harus kayak gini, cape tahu" Fino mengeluh karena hukuman dari Deri yang harus berdiri dengan satu kaki.
"Iya, kita juga sampe sekarang belom makan sama mandi, nanti yang ngejemput kita keburu datang loh !" Raka memohon kepada Deri.
"Ehh, Dino turunlah berat nihh, aduhh !!" Kero merengek karena di duduki oleh Gamoru.
"Huwaaa, kenapa aku paling bawah, lama-lama jadi Lumba-lumba penyet ini, tega banget sih" Biru merasa sangat tersiksa, karena tertindih paling bawah.
"Ya, karena kau lah puncak dari rencana ini" Dengan tegasnya Gamoru berkata, menjalankan perintah dari Deri.
"Terima aja hukuman ini, gamau tahu, aku kaget setengah mati gara-gara tadi" Ucap Deri sambil mengupas kulit apel, seusai sarapan.
Dan ternyata Deri juga menyukai menu sarapan yang di buat oleh Raka, mungkin karena efek terlalu lapar dan kesal akhirnya tidak peduli apa bentuk makanannya, yang penting perut terisi.
~Tiba-tiba saja mendadak bel berbunyi.
__ADS_1
"Ada yang datang, jangan-jangan ... " Raka melirik Fino.
Deri yang sedang mengupas kulit apel, dengan santainya berjalan untuk membukakan pintu. Setelah di buka, benar saja, orang yang akan menjemput mereka sudah datang.
"Permisi, apakah tuan-tuan telah siap untuk berangkat ?" Tanya sopan orang yang bersedia menjemput Raka dan kawan-kawan.
"Ouhh, sebentar ya, kita masih beres-beres, 5 menit lagi selesai lalu kami akan segera turun ke bawah" Deri meminta waktu 5 menit untuk menunggu.
"Baik kalau begitu, saya akan menunggu di mobil tuan".
Raka dan Fino yang mendengarnya dari dalam lantas langsung kocar kacir di buatnya, masa bodo dengan hukuman yang di berikan Deri, mereka harus segera bersiap-siap. Raka dan Fino berebut kamar mandi, keadaan menjadi kisruh.
"Dasar Deri, memang cukup buat ngelakuin semuanya dalam 5 menit ?!!" Gumam Raka kesal dibuatnya sembari memasuki kamar mandi.
"Hahh ?!! Semua makanan, habiss ?!!" Fino terkejut setelah melihat bahwa tak nampak makanan tersisa di meja makan.
"Lohh, kok air dari showernya gak keluar sedikitpun sih ?!" Ucap Raka merasa heran.
"DERIIII ?!!!!!!!!" Teriak Raka dan Fino bersamaan dari dua ruangan yang berbeda.
"Udahh udahh ayo cepetan, gak enak loh buat orang nunggu lama-lama haha" Deri merasa puas dengan apa yang terjadi, ia bersantai menonton televisi bersama Gamoru menunggu mereka selesai.
Waktu terus berjalan, Raka dan Fino masih saja bingung apa yang harus dilakukan, sampai akhirnya muncul ide cemerlang di kepalanya Fino.
"Biru, kamu bantu Raka di kamar mandi, Kero kamu bantu aku menyiapkan roti, ayo kita harus bergerak cepat !!" Fino membagi tugas kepada Biru dan Kero.
Biru dan Kero dengan sigapnya menerima arahan dari Fino, bergegas menjalankan tugasnya masing-masing.
"Loh, heii Biruu, ngapain kamu masuk ke kamar mandi ?!!" Raka merasa kaget dengan kehadiran Biru yang tiba-tiba.
"Aku kesini karena di suruh sama Fino" Dengan polosnya dia berkata.
"Ouhh, yaa aku paham, baiklah oke aku siapp, kita harus bergegas !" Raka paham dengan apa yang di rencanakan Fino.
"Baiklah, mohon tahan ya, WATER SPRAY !" Biru menyemprotkan air dalam skala yang cukup besar ke sekujur tubuh Raka.
Berbeda dengan Kero, ia membantu Fino untuk membuat sarapan, setidaknya bisa sedikit mengganjal lapar semasa perjalanan daripada perut kosong sama sekali. Kero mengoles-oles selai stroberi, menyiapkan roti untuk Raka sedangkan Fino menyiapkan untuk dirinya sendiri. Setelah melihat Raka keluar dari kamar mandi, kini giliran Fino untuk memasuki kamar mandi, Kero memberikan roti yang telah ia buat langsung kepada Raka, Raka pun langsung menyantap dengan lahap roti dan menghabiskan susu hanya dengan beberapa kali tegukan. Mereka semua saling bekerja sama, membuatnya dapat selesai sebelum waktu yang telah di tentukan.
"Oke, semuanya sudah siap ?" Ucap Raka dengan pakaian yang telah rapi dan segar untuk di pandang.
"Masih untung kalo perihal barang-barang sudah kita siapkan sejak malam" Fino merasa bersyukur.
"Kerja sama kalian bagus juga, tapi gak bagus kalo untuk kerja sama yang awal" Deri masih merasa kesal jika mengingatnya.
"Fino, aku tidak mau seperti tadi lagi, aku melihat yang seharusnya tidak ku lihat" Ucap Biru dengan wajah yang memerah.
"Maksudmu ?" Tanya Fino merasa bingung.
"Tidak !" Biru menutup wajah dengan kedua siripnya, merasa malu.
"Ya, udah yok, sekarang kita semua berangkat ! Nahh, kalian para Hexamon masuk dulu ya ... " Ucap Raka.
"Tunggu, sebelum kami di masukkan kembali, bolehkah kami memeluk kalian ?" Ucap Kero memasang wajah melasnya.
Atas permintaan Kero, akhirnya masing-masing Hexamon di peluk oleh partnernya sebelum kemudian di masukkan kembali ke dalam Hexapets.
"Ku harap ini bukanlah sebuah perpisahan" Ucap Raka sembari memeluk erat Kero.
"HEXA-IN !!" Kode suara di bunyikan bersamaan, para Hexamon masuk kembali ke dalam wadah Hexapetsnya.
Raka dan yang lainnya bergegas menuju ke bawah, tak lupa membawa koper yang berisi 3 Hexamon di dalamnya. Sampai di bawah, langsung saja mereka masuk ke dalam mobil karena telah lumayan lama membuat menunggu, masuknya Raka beserta kawannya ke dalam mobil di sambut ramah oleh seseorang yang telah menjemputnya. Mobil melaju cepat membawa mereka ke Hexamon Center cabang pusat Indonesia .
__ADS_1
Sesampainya di sana, bahkan dari luarnya saja sudah berkerumun wartawan yang sudah bersiap untuk meliput berita hari ini. Dengan penjagaan yang begitu ketat, Raka dan kawan-kawan di bawa ke dalam menuju ruang tunggu sebelum nantinya di bawa ke aula untuk di berikan sebuah penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
"Berasa artis dadakan banget ya, kitaa, terhuraa hiks" Deri merasa terharu.
"Di luar sana ramai sekali, banyak banget yang nonton, aulanya juga luas banget" Fino tak habis-habisnya terpukau.
Setelah acara berjalan cukup lama, karena pada dasarnya rangkaian acara ini pun sebenarnya adalah lanjutan acara launching kemarin yang sempat kacau karena penyerangan dadakan para mafia, akhirnya sampai pada waktunya giliran Raka dan kawan-kawan di panggil untuk menaiki panggung aula yang besar, di lirik oleh banyaknya pasang sorot mata, kilat jepretan kamera yang silih berganti tiada hentinya serta kamera yang sudah berdiri dengan kaki tiganya siap untuk merekam.
"Kita panggilkan, tiga remaja yang pemberani untuk naik ke panggung, silahkan !!" Panggil sang MC.
Mereka banyak menghela nafas saking nervous-nya, memberanikan diri untuk melangkahkan kaki ke atas panggung, meski tak dapat di pungkiri bahwa kaki mereka gemetaran, tapi mereka berusaha menenangkan diri sebisa mungkin. Di sambut langsung oleh kepala cabang, membuatnya semakin gugup.
"Sambutlah mereka, tiga anak muda yang pemberani !!"
Sorak tepuk tangan bergemuruh, sampai berhasil menyamarkan pendengaran, semua yang berada di sana memberi sambutan yang sangat meriah kepada Raka dan kawan-kawan.
"Pertama yang akan saya ucapkan, selaku kepala cabang, berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian, atas keberanian kalian yang berani mengambil resiko demi ikut mengejar para mafia kemarin, saya sudah melihat semua aksi kalian yang tersebar luas di banyak jejaring media sosial. Saya juga mendapat titip pesan dari pihak kepolisian untuk menyampaikan terima kasihnya kepada kalian, karena telah membantu menangkap para mafia yang sudah jadi buronan selama beberapa bulan terakhir, dan terakhir terima kasih karena telah membawa kembali koper itu dengan selamat serta menggunakan kekuatan para Hexamon untuk sebuah kebajikan .... " Ucapan terima kasih yang cukup panjang dari kepala cabang.
"Kami ... Juga berterima kasih atas semua respon positif dari semuanya, memiliki sebuah Hexamon adalah mimpi kita bertiga, mengejar para mafia kemarin juga bukanlah sebuah kesengajaan, semua bermula dari tindakan gegabah temanku yang satu ini .... sebab kecintaannya kepada Hexamon dia bertekad untuk mengambil kembali Hexamon tersebut dari tangan yang tidak bertanggung jawab" Ucap Raka.
"Jujur kami berdua sebenarnya takut, tapi Raka ... Temanku ini, meyakinkan ku dan membuat tekad ku bulat untuk ikut membantu teman kami ... Deri, yang turut ikut melakukan pengejaran para mafia itu. Karena bagaimanapun Deri adalah teman kami, kita datang bertiga, maka pulang ke rumah pun harus bertiga, jadi kita berdua juga bertekad untuk ikut dalam pengejaran mengambil kembali Hexamon itu dari tangan para mafia" Lanjut Fino.
"Karena memiliki sebuah Hexamon adalah mimpi kami, kami sudah sangat bersyukur kemarin kami bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki rekan Hexamon dan bertarung bersamanya, terima kasih telah mengizinkan kami meminjam kekuatan Hexamon ini" Ucap Deri.
"Maka dari itu, kami serahkan kembali koper yang berisi 3 Hexamon ini, kepada bapak selaku kepala cabang Hexamon center di Indonesia ... " Raka menyerahkan koper tersebut dengan hormat.
"Terima kasih, kami terima kembali ini, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian kalian, kami mengetahui bahwa kalian bertiga adalah seorang pelajar, maka dari itu kami dari pihak Hexamon center akan memberikan kalian sebuah Beasiswa pendidikan, uang untuk menunjang pendidikan dan set lengkap perlengkapan sekolah serta piagam penghargaan ... " Pihak Hexamon center memberikan sebuah apresiasi kepada Raka dan kawan-kawan.
"Terima kasih" Ucap mereka bertiga, di iringi gemuruh tepuk tangan yang riuh.
" .... Terakhir, sebagai hadiah spesial dari kami, kalian bertiga berhak memiliki kembali ketiga Hexamon ini, ambillah" Perkataan sang Bapak kepala cabang kepada mereka sembari membuka kopernya.
"EHHHH ?!!" Ketiganya merasa sangat terkejut.
"Be-benarkah ?!" Deri seakan tidak percaya.
"Benar, ambillah, saya merasa bahwa kalian bertiga memang pantas memilikinya, lagipun siapa yang mengaktifkannya pertama kali maka mereka adalah partnernya kan"
Mereka bertiga bingung harus bagaimana, yang di rasakan adalah haru karena terlalu senang dapat bertemu kembali dengan rekan Hexamon mereka masing-masing, di kenakanlah Hexawatch ke pergelangan tangan mereka, kini mereka siap berpetualang sebagai seorang Hexover.
"Ayo, keluarkanlah Hexamon kalian, dan jadilah Hexover handal yang akan di kenal oleh dunia kelak" Ucap sang kepala cabang Hexamon center.
"HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Dengan semangatnya mereka bertiga serentak menyuarakan kode suara dengan penuh semangat.
Keluarlah kembali Kero, Biru, Gamoru dengan wajah yang lebih bersemangat dan sumringah bahagia.
...***...
Acara pun selesai, berkesannya hari ini bagi Raka dan kawan-kawan karena banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa mereka dapat. Mereka bertiga di antar pulang kembali sampai ke rumah masing-masing dengan mobil yang telah di sediakan oleh Hexamon Center, mobil yang sama dengan yang tadi pagi menjemputnya. Mentari perlahan terbenam, lembayung senja menemani perjalanannya, karena lelah, mereka bertiga terlelap dalam perjalanan pulangnya.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1