Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 19 : Waves


__ADS_3

"Ke-kenapa ... kau kembali lagi Fino ? Bukannya kau harus menyelamatkan Ayahmu ?" Tanya Ikka.


"Ya, itu memang tujuanku, tapi ... Aku ingat, ada seorang teman yang sedang membutuhkan pertolongan" Jawab Fino dengan senyumnya.


~ Beberapa waktu ke belakang.


Fino yang sedang berlari, berusaha untuk sampai ke tempat pengungsian sebelum fajar tiba, menyisir tiap pinggiran kota. Suasananya amat sangat hening dan suram, bekas penyerangan di mana-mana, kota ini benar-benar telah porak poranda.


"Kota ini benar-benar hancur" Gumam Fino melihat sekitarnya.


"Tetap waspada Fino, langsung panggil aku kalau tiba-tiba ada penyerangan mendadak kembali" Kata Biru melalui Hexa-Voice.


"Yaa, itu pasti. Aku sangat mengandalkanmu, Biru !" Jawabnya.


"DUARRR !!!"


Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang amat sangat keras dari arah perbatasan kota, sudah pasti itu karena pertarungan antara Hexamon milik Ikka dan juga Sheila si perempuan berkacamata.


"Ledakannya besar, sekali ..." Seketika Fino menghentikan langkahnya saat mendengar ledakan tersebut.


"Suaranya berasal dari arah perbatasan, Nai pasti sedang bertarung dengan si lebah itu" Sahut Biru.


"Heem ..." Fino mengangguk kecil sambil terus melihat ke arah suara ledakan.


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan ? Apa kita harus kembali lagi, menolong Ikka dan Nai ??" Tanya Biru.


Fino terdiam seketika.


"Heem ... Kita akan kembali !" Ungkap Fino dengan yakin.


"Tapi, bagaimana dengan Ayahmu ??" Tanya kembali Biru.


"Aku yakin, Ayah akan baik-baik saja. Ikka kini lebih membutuhkan bantuan, jika ia kalah maka harapannya melukis senyuman tiap orang akan pupus ..."


"Maka dari itu, kita harus kembali menolongnya !!" Lanjut Biru.


"Heem !" Angguk Fino dengan senyum semangatnya.


"Aku suka Fino yang seperti ini !" Kata Biru.


"Ayo, kita bergegas sebelum semuanya terlambat !"


Fino berbalik mulai berlari mengikuti arah suara ledakan yang di dengarnya, berharap semuanya belum terlambat, karena yang dia tahu, kekuatan si lebah tidak bisa di anggap remeh. Meskipun sebelumnya Biru kalah telak saat berhadapan dengan Beep si lebah, kini dengan tekad mereka yang sudah lebih kuat, Biru siap berhadapan kembali dengan si lebah sekuat apapun dan sebesar apapun resikonya.


~ Kembali ke masa sekarang


"Kau kembali lagi penakut ?!" Kata Sheila.


"Ya, aku adalah seorang anak penakut yang telah menemukan tekadnya !" Balas Fino.


"Kau yakin bisa melawanku ?! Haha" Sombong Beep.


"Sekuat apapun kau, pasti memiliki titik lemah !" Balas Biru.


"Kau boleh beristirahat sebentar Ikka, aku akan memulai gelombang kedua !!" Kata Fino sangat yakin.


"Cih !" Sheila memalingkan wajahnya


"Serang, Biru !!" Teriak instruksi Fino.


Biru dengan tekadnya yang membara melaju menghadang Beep.


"Aku akan mengalahkanmu, sebelum kau mendekatiku, LIGHTNING MOVE !!" Beep bergerak secepat kilat.


"Dia mulai bergerak, pasti dia berpindah posisi ke belakangku" Analisis Biru dalam hati.


"Kena kau !!" Beep hendak melancarkan serangan.


"Benar, SPINNING DOLPHIN !!!" Biru mengeluarkan skill gasingnya kembali.


Karena Beep yang berada di dekatnya, tidak menyangka kalau Biru dapat membaca pergerakannya, Beep terhempas terkena serangan gasing milik Biru.


"Bagus, Biru !" Teriak Fino.


Biru langsung kembali melesat menghadang Beep yang sedang terhempas jauh menabrak permukaan.


"Terima ini, WATER SPLASH !!" Sambil melaju, Biru berputar mengibaskan ekornya mengeluarkan cipratan air.


"Kau pikir bisa dengan mudah mengalahkanku, THUNDER SPARKLE !!" Beep mengeluarkan skill di mana petir menyengat-nyengat melindungi dirinya dari serangan milik Biru.


Serangan Biru dapat dengan mudahnya si halau dengan skill pertahanan yang di miliki oleh Beep.


"Giliran ku, LIGHTNING MOVE !!"


" !!!!! " Biru tercengang.


Beep menggunakan gerakan kilatnya, bergerak memutari Biru yang berada di tengahnya, mengakibatkan tercipta arus daya listrik yang menyengat-nyengat kepada Biru sehingga membuatnya tak bisa berkutik.


"Fino ... Kekuatanku semakin melemah ..." Kata Biru dengan kondisi yang semakin melemah.


"Kita harus membantunya, Nai ! Mari kita bertarung kembali" Ucap Ikka pada Nawha Hexamonnya.


"Jangan !! Aku akan tetap mencobanya, meskipun ini beresiko ... Biruu, lindungi dirimu sendiri dengan gelombang air milikmu !!" Teriak Fino.


"Heem ! BUBBLE WATER !!"


Biru mengeluarkan skill gelembung air untuk melindungi dirinya sendiri sehingga membuatnya harus berada dalam gelembung, berharap dapat menahannya dari sengatan petir si lebah yang mematikan.


"Heumm, kau pikir bisa bertahan dari serangan ku hanya dengan gelembung air seperti itu ?!!" Kata Beep dengan sombongnya.


Beep menyerang Biru berkali-kali dengan gerakan kilatnya, menghancurkan pertahan milik Biru, sampai akhirnya kekuatan Biru sampai pada batasnya, Biru pun mendapatkan serangan beruntun dari Beep dengan gerakan kilatnya. Akhirnya, Biru terhempas menabrak permukaan dengan dirinya yang semakin melemah.


"Eksekusi dia, Beep !!" Teriak Sheila.

__ADS_1


"Ya, LIGHTNING AREA !!!" Beep menancapkan sengatnya ke permukaan, mengeluarkan skill area kilat.


"Sekarang, Biru !!!" Teriak Fino.


"Apaa ?!!" Sheila yang tiba-tiba tercengang menoleh kepada Fino.


"WATER BLOOM !!"


Biru mengeluarkan skill di mana muncul lingkaran air tepat di bawah Beep, yang kemudian memantulkannya. Karena tak menyadarinya, Beep tentu saja secara mentah terkena serangan itu membuatnya masuk pada jebakan milik Biru. Karena, rencana Biru dan Fino sedari awal adalah memancing supaya Beep dapat menancapkan sengatnya pada permukaan, supaya bisa mengeluarkan skill ini, meskipun resikonya cukup besar, di mana saat Biru terlambat sedikit mengeluarkan skill-nya, ia yang akan terkena oleh skill sengatan area kilat milik Beep.


"Langsung, Biru !!" Teriak Fino kembali.


"SPINNING DOLPHIN !!" Biru mengeluarkan skill gasingnya kembali.


Ia berputar di tempat terlebih dahulu, mengumpulkan dan memusatkan kekuatan yang tersisa, kemudian melesat dan melaju dengan kecepatan penuh menghadang Beep.


" !!!! , Errghh, THUNDER SPARKLE !!" Beep terkejut karena Biru melesat dengan cepat, dengan sigap ia mengeluarkan skill yang dapat melindungi dirinya.


Namun, kini pertahanan kuatnya dapat di hancurkan oleh Biru, tak membuang kesempatan, Biru langsung menyerang Beep dengan serangan skill gasing yang di milikinya secara beruntun.


"Bagaimana bisa ?!!" Sheila seakan tidak percaya melihat Beep yang terdesak.


"Air yang terlihat tenang, bukan berarti di dalamnya tidak ada ancaman" Kata Fino pada Sheila dengan senyumnya.


"BUBBLE WATER !!" Biru mengeluarkan skill gelembung airnya kembali, membuat Beep terperangkap ke dalam gelembung tersebut.


"Errghh, THUNDER SPARKLE !!" Beep mencoba menghancurkan gelembung tersebut dengan pertahanan kilat miliknya.


"ARGHHHHH !!!"


Namun, tindakannya itu hanya membuatnya menyiksa dirinya sendiri, karena sengatan kilat yang di hasilkan bukannya menghancurkan gelembung malah berbalik menyengat dirinya sendiri.


"Akhiri semua ini sekarang, Biru !! Ada tempat yang harus secepatnya kita tuju !" Kata Fino berteriak.


"Oke, huftttt" Biru menarik nafasnya dalam-dalam.


"WATER SPRAY !!!" Biru mengeluarkan skill semburan air yang berpusat menghadang Beep.


Karena dirinya yang sedang tak bisa berbuat apa-apa, serangan yang di lancarkan oleh Biru terkena secara mentah-mentah mengenai Beep tanpa ada perlawanan sama sekali, dengan damage besar yang di hasilkannya, membuat Beep langsung kembali kepada wujud Hexapetsnya.


"Kita ... Menang ... ?" Gumam Biru seakan tidak percaya kalau dirinya berhasil mengalahkan Beep sambil terus menghela nafas.


"Ti-tidak ... Tidak mungkin !!" Sheila yang terbelalak melihat kekalahan Hexamonnya.


"Kau hebat, Biru !!" Fino memberi jempol sebagai tanda apresiasi.


Biru tersenyum bahagia meresponnya.


Ikka berjalan dengan tenangnya, menghampiri Sheila yang sedang terdiam dengan ekspresi yang masih tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya.


"Kau orang baik, Sheila. Masih ada waktu untuk kau memperbaiki semuanya ..." Kata Ikka.


"DIAMM !! DIAMM DIAMM !!!" Bentak Sheila pada Ikka.


"Terima kasih, Biru atas bantuannya. Kau pasti lelah, beristirahatlah ... HEXA-IN !!" Fino mengembalikan Biru ke dalam wujud Hexapetsnya.


"Terima kasih juga Nai atas usahamu, HEXA-IN !!" Ikka juga mengembalikan Nawha ke dalam wujud Hexapetsnya.


"Ayo, Fino kita lukis senyuman dan warnai kembali kota ini menjadi penuh warna warni kebahagiaan" Ajak Ikka.


"Heem" Angguk kecil Fino meresponnya.


Akhirnya, Fino dan Ikka melangkah pergi dari tempat, mulai menjauh dari Sheila yang masih terdiam meratapi keadaannya sekarang.


" .... Adikmu akan lebih bangga saat tahu kakaknya adalah seorang pahlawan, daripada sebagai lawan !" Teriak Ikka sambil melambaikan tangannya dengan kaki yang terus melangkah menjauh meninggalkan tempat.


Sheila yang mengepal erat kedua lengannya, tak kuasa menahan tangis, hingga akhirnya air mata keluar membasahi wajahnya, nampak kesedihan yang amat sangat mendalam.


...***...


Fino dan Ikka berlari dengan memanfaatkan tenaga yang tersisa, terus mengobarkan semangatnya untuk bisa sampai ke pengungsian. Terutama, Fino yang bertekad untuk membawa pulang kembali ayahnya ke rumah.


"Apakah ini masih sangat jauh, Ikka ??" Tanya Fino sambil berlari menghela nafas kelelahan.


"Seharusnya sebentar lagi, kita akan sampai" Jawab Ikka.


"DUARRR !!!!" Terdengar suara ledakan yang amat sangat besar.


"Suara ledakannya sangat besar sekali, apa mungkin ??" Fino terkejut saat mendengar suara ledakan yang besar tersebut.


"Ya ... Penyerangan gelombang ke-4, suara ledakannya terdengar jelas dari arah medan perang ..." Beritahu Ikka.


"Penyerangan ini tiada hentinya ... Apa kita harus ke sana ??" Tanya Fino.


"Bagaimana denganmu ?" Namun, Ikka malah bertanya balik.


"Ayoo, FINOO !!" Sahut Biru dengan semangat melalui Hexa-Voice.


"Aku juga, Ikka !!" Sahut Nawha juga melalui Hexa-Voice.


"Baiklah, Ayo Ikka !!" Ungkap Fino keputusannya.


"Ya !!" Balas Ikka.


Menunda langkahnya yang semula berniat menuju ke pengungsian, kini Fino dan Ikka bertekad untuk turut hadir terjun ke dalam medan tempur. Dengan dukungan dari partner Hexamonnya masing-masing, membuat mereka berdua juga semakin yakin dan menguatkan tekadnya.


Karena lokasi medan tempur yang tak jauh dari tempat mereka berhenti sebelumnya, membuatnya tak menghabiskan banyak waktu dalam perjalanan, asap pekat pun sudah mulai nampak dengan jelas. Saat asap pekat itu mulai menghilang, pemandangan yang terlihat sudah sangat memprihatinkan, banyak anggota militer yang telah gugur serta tank baja yang di lengkapi teknologi mutakhir pun berhasil di hancurkannya.


"Ini sudah hari ke-4, kalian masih belum mau memberitahukannya ?!! Aku sudah sangat hilang kesabaran, Lyze ratakan mereka semua sekarang juga !!" Kata seorang mafia kepada Hexamon kadal yang di milikinya.


"SOLARYON CRUSH !!"


Hexamon dengan wujud kadal bernama Lyze itu mengeluarkan bola matahari dengan tipe penghancur dari mulutnya, yang siap di lempar meluluh lantakkan semua yang berada di hadapannya. Semua orang di sana sudah kehilangan harapan.

__ADS_1


"Sekarang, BIRUU !!!" Teriak keras Fino.


"WATER SHELL !!!"


Biru menciptakan pelindung dari air dengan bentuk yang menyerupai tempurung namun hanya tercipta setengah darinya karena stamina yang tidak mencukupi, pelindung yang ia buat ini termasuk skala besar karena di buat untuk melindungi semua anggota militer dan orang yang berada di sana, tentu saja tindakannya ini beresiko karena menguras stamina yang banyak.


"Siapa mereka ?!!" Seluruh mafia yang berada di sana, terkejut karena kehadiran Fino dan Ikka yang secara tiba-tiba.


Bukan hanya para mafia saja, seluruh orang yang di sana terkejut atas kehadiran Fino dan Ikka.


"Sekarang, Naii, aku tidak bisa menahan lebih lama serangannya ini ..." Kata Biru sambil terus menahan bola matahari yang cukup besar itu.


"Yaa !!! .... Huftttt" Nawha dengan sigapnya langsung berada di samping Biru lalu menarik nafas panjang.


"RAINBOW PLASMA !!!" Nawha melepaskan skill tembakan laser pelangi yang mengarah kepada dua Hexamon milik para mafia.


"Biru, apa kau masih bisa bertahan dan melakukan penetralisiran ... ??" Tanya Fino.


"Ya ... Aku .. harus bisa ... Aku tidak bisa hanya ... Menahannya seperti ini terus ... Bersiaplah ..." Kata Biru tersendat-sendat.


"BUBBLE ... WATER ... HYAHHH !!!" Sambil terus menahannya, Biru mengeluarkan skill gelembung air dengan skala besar yang memerangkap bola matahari itu untuk di netralisir.


"Serangan macam apa itu ?!! Kii, hadang dengan serangan milikmu !" Kata salah satu mafia dengan Hexamon kera yang di milikinya bernama Kii.


"WOODEN FIST !!" Kii si Hexamon kera mengeluarkan skill kayu besar yang membentuk sebuah kepalan tangan menghadang serangan milik Nawha.


Hingga pada akhirnya, kedua serangan itu saling beradu antara sama lain untuk melumpuhkan salah satunya.


"Kerahkan seluruh tenagamu, Naii !!!" Teriak Ikka.


"Lyze, bantu Kii !" Kata mafia pemilik Hexamon kadal.


"Pengganggu harus di musnahkan, BWAHHH !!" Lyze si kadal menyemburkan api, membuat pukulan tinju kayu milik Kii menjadi berapi-api.


"Arghhh, serangannya menjadi lebih kuat ..." Nawha yang merasa mulai kehabisan stamina.


"Lempar, sekarang Biru !!" Teriak Fino.


Akhirnya, Biru melepaskan perlindungannya.


"Aku berikan lagi bola matahari ini, padamu ... HYAHHH !!!" Biru melemparkan kembali bola matahari yang sudah di rangkap oleh gelembung air miliknya kepada dua Hexamon yang berada di hadapannya.


Karena daya kekuatannya yang sangat besar, Biru terhempas ke belakang saat melempar bola matahari tersebut. Bahkan, para Hexamon milik kedua mafia itu tidak sempat membuat pertahanan karena sedang menghadang serangan dari Nawha, sehingga bola matahari yang di lempar oleh Biru mengenai mereka secara mentah-mentah, mengakibatkan ledakan yang besar.


"DUARRRRRR !!!!"


"Siapa mereka sebenarnya ?! Beraninya mengganggu kita ..." Gumam mafia pemilik Hexamon kadal.


"Kali ini kalian hanya sedang beruntung, besok kami tidak akan segan-segan membumi hanguskan kota ini sekaligus dengan para penduduknya ... Bersiaplah, esok akan lebih mengerikan dari penyerangan gelombang pertama !!" Ancam mafia pemilik Hexamon kera.


Kedua mafia itu pergi bersama anak buahnya yang masih tersisa, dengan meninggalkan sebuah ancaman. Biru dan Nawha yang telah berjuang sekuat tenaga, hanya memiliki tersisa 1% dari setiap bar sehingga Fino dan Ikka langsung mengembalikannya ke dalam wujud Hexapets.


"Terima kasih atas keberanian kalian ..." Kata seseorang dengan pangkat jenderal menghampiri mereka.


"Aaa, tidak ... Itu bukan masalah ... Ini semua belum sepenuhnya selesai" Kata Ikka.


"Dan, lebih baik kita membawa para korban secepatnya untuk segera di tangani ..." Lanjut Fino.


"Ya, dan sebaiknya kalian juga ikut kami ke pengungsian, hanya di sana tempat yang paling aman di kota ini ... " Kata sang Jenderal.


...***...


Fino dan Ikka mengikuti ajakan dari sang jenderal, sembari membantu korban-korban yang berjatuhan, meskipun darah bersimbah di mana-mana mereka tetap gigih untuk membantu. Sampai akhirnya mereka sampai di tempat pengungsian, tempat itu benar-benar di jaga seketat mungkin dengan sistem pertahanan yang berlapis-lapis.


"Ayo, bawa korban itu ke sini" Panggil salah satu perawat yang berada di sana kepada Fino dan Ikka yang sedang membawa korban.


"Ini, Sus. Semoga korban ini masih bisa terselamatkan ... " Kata Fino sambil membaringkan korban.


"Kami akan melakukan yang terbaik, terima kasih atas bantuan kalian" Balas suster cantik dengan senyum manisnya.


"Banyak sekali yang menjadi korban ..." Ikka melihat banyaknya pejuang yang gugur.


"Bersyukurlah, kondisi anda semakin membaik, tapi tentu saja jangan banyak bergerak dulu ya ..."


Tiba-tiba Fino mendengar suara yang tidak asing di telinganya, ia benar-benar mengenalinya. Ini suara, Ayahnya. Namun, saat Fino akan berbalik ...


" ... Kalian di panggil oleh Jenderal, untuk menuju aula" Kata salah seorang prajurit menyampaikan pesan.


Mengurungkan niatnya untuk melihat darimana asal arah suara tersebut, dirinya bersama Ikka memenuhi panggilan sang Jenderal, bersamaan dengan di panggilnya mereka semua penduduk serta prajurit dan beberapa tenaga medis juga turut berkumpul di aula memenuhi panggilan.


"Hari ini ... Adalah hari keajaiban, di medan tempur tadi, kita semua di bantu oleh kedua anak remaja pemberani bersama dengan Hexamon yang di milikinya, mereka berhasil mengalahkan para mafia, semoga hari ini bisa menjadi titik balik kemenangan kita semua, beri apresiasi pada mereka ..." Kata sang Jenderal.


"PROK !! PROK !! PROK !!" Gemuruh tepuk tangan semua orang yang ada di sana.


"Boleh perkenalkan diri kalian ??" Kata komandan yang berdiri di samping Jenderal.


"Perkenalkan semuanya, namaku Ikkarciel, biasa di panggil Ikka" Ucap Ikka melambai-lambaikan tangannya.


"Euhmm ... Anu, perkenalkan namaku Fino Ardiansyah, panggil saja Fino ... Salam kenal semuanya" Dengan sopan Fino memperkenalkan dirinya meski sedikit gugup sembari membungkukkan tubuhnya.


"FINO ... ??!!"


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_

__ADS_1


__ADS_2