
Nampak dari ufuk timur sang fajar yang perlahan mulai terbit, langit malam berwarna hitam legam mulai berubah warna menjadi kebiruan layaknya hamparan laut yang menggantung di langit-langit, tak luput kokok ayam pun bersenandung di mana suasana angin pagi khas pedesaan yang masih sangat kental terasanya, seperti kembali ke zaman tahun 2000-an dan 90-an. Hari ini, hari di mana sebuah pertandingan untuk mempertahankan sebuah hak sudah tiba, Aji mempersiapkan diri, mengenakan busana serba hitam yang di sebut pakaian pangsi, pakaian khas Sunda, tak lupa atribut ikat kepalanya pun di kenakannya serta kain sarung yang di selempangkannya.
"Siap, Kong ?" Tanya Aji sambil memandang ke arah cermin.
"GASKEUNN !!" Jawab semangat Okong melalui Hexa-Voice.
Aji yang sudah siap pun, segera keluar dari kamarnya untuk berpamitan serta meminta restu dan dukungan dari keluarga terutama kedua orang tuanya.
"Aji, yakin moal di baturan ? (Aji, yakin gamau di temenin ?)" Tanya Ayahnya Aji.
"Yakin pak, Aji alim lamun aya korban deui (Yakin pak, Aji gamau kalo harus ada korban lagi)" Kata Aji sangat yakin.
"Sing meunang nya Jang, ku emak di doakeun (Semoga menang ya nak, nenek bakal doain)" Terdengar suara kecil dari sosok nenek yang sudah renta.
Kemudian Aji di peluk oleh neneknya.
"Hatur nuhun, Mak. Aji bakal berusaha satiasana, kanggo nyanak deui hak arurang (Makasih, Mak. Aji bakal berusaha sebisa mungkin, untuk mengambil kembali hak kita)" Kata Aji tak kuasa menahan haru dalam dekapan neneknya.
"Terus, tong sampe hilap bawa kembali deui si amang (Terus, jangan sampai lupa bawa kembali Paman mu)" Kata Ibu nya.
"Etamah pasti, Ambu (Itu sudah pasti, Ibu)" Kata Aji sambil mengangguk.
"Bapa, tos nyiapkeun Moto-sky di payun, pakenya meh lebih cepet sampe ka tujuan (Bapa, udah nyiapin Moto-sky di depan, pakailah biar lebih cepat sampai ke tujuan)" Ayah Aji telah menyiapkan semuanya.
"Hatur nuhun, pak (Terima kasih, pak)" Senyumnya sembari mengangguk.
Aji berpamitan dengan semua orang yang berada di rumah, setelah itu ia pun bergegas menuju lokasi yang telah di janjikan menggunakan Moto-sky yang sudah di berikan oleh Ayahnya Aji, tempat yang ia tuju tak lain dan tak bukan adalah tempat kemarin ia di kalahkan dengan telaknya.
- Cyanzour, Lahan kosong belakang sekolah.
Hari ini juga Deri menerima tantangan dari Rafael untuk yang kedua kalinya, bertanding di tempat yang sama seperti sebelumnya, kini pertandingan hanya di saksikan oleh Raka dan Fino tanpa ada orang lain satupun
"Akan sangat mengecewakan kalau performa bertarung Hexamon mu masih sama seperti Minggu kemarin" Rafael yang sombong karena telah memenangkan pertandingan sebelumnya.
"Kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya" Ucap Deri dengan lebih tenang di bandingkan minggu kemarin yang penuh emosional.
"Hah, oke" Nadanya yang seperti meremehkan.
"Kedua Hexover bersiap, ... " Raka yang menjadi Judge Battle mempersiapkan keduanya.
Deri dan Rafael bersiap dalam posisinya.
" .... Ready .... FIGHT !!!" Raka memulai pertandingannya.
"HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Ucap serentak Deri dan Rafael dengan penuh semangat membara antar keduanya.
Keluarlah kedua Hexamon masing-masing setelah Hexapets menghantam permukaan, Gamoru dan Blash sama langsung berlari menyerang antar satu sama lain.
"Bekukan permukaannya Blash, biar dia kesulitan untuk bergerak" Strategi awal dari Rafael.
"ICE SURFACE !!" Blash melancarkan serangannya yang membuat permukaan menjadi es, menjadikannya licin dan dingin.
Gamoru menjadi kesulitan untuk bergerak di buatnya, bahkan untuk berdiri pun sulit.
"Mengamuklah, Gamoru ..." Kata Deri tenang.
"Yaa ... GROUND SHAKING !!" Gamoru memukul keras permukaan, membuat tanah bergetar dan permukaan es itupun hancur di buatnya.
"Karena pada dasarnya itu hanyalah es yang menempel di atas tanah ... !!! " Kata Gamoru sambil berlari ke arah Blash.
"EARTH PUNCH !!!" Bongkahan tanah menyelimuti bogem lengan kanan Gamoru, pukulan pun di layangkan.
"Cih, ICE FREEZE !!!" Dengan tenangnya, Blash membekukan bogem yang melayang di hadapannya, lalu berputar menendang Gamoru dengan keras
Gamoru pun langsung terpelanting dan tersungkur.
"Cuma segitu ... " Kata Blash yang sombong sama seperti partnernya.
"Menurutmu .. " Gamoru yang langsung bangkit sambil senyum menyeringai.
- Cywhiter, Hutan kaki bukit Manangel.
Aji melaju cepat dengan Moto-sky yang di kendarainya, nampak hanya Tony seorang yang telah menunggunya di hadapan sana sedang bersandar pada Helikopternya.
"Akhirnya, datang juga ..." Gumam kecil Tony.
"Di mana pamanku ?" Tanya Aji langsung pada Pamannya, karena tidak melihat siapapun di sana selain Tony seorang.
"Tenang saja, Pamanmu aman kok ... " Tony menekan tombol remot yang di keluarkannya.
Muncul sebuah layar hologram besar, yang memperlihatkan kalau pamannya Aji sedang di ikat kedua lengan beserta kakinya oleh tali yang memiliki kekuatan elektromagnetik, terlihat juga banyaknya memar seperti bekas cambukan di sekujur tubuh pamannya.
"Kau ... Kau bilang tidak akan apa-apa kan pamanku ?!!!" Kata Aji dengan penuh rasa kesal mengepalkan kedua lengannya.
"Aku hanya bilang tidak akan mengeksekusinya sebelum melihat hasil dari pertandingan hari ini, selebihnya ... Aku tidak janji akan hal itu" Tony benar-benar memiliki jiwa seorang psikopat.
"Manusia macam apa kau ..." Aji yang di penuhi rasa emosional dan rasa kesal.
"Lagipula aku sengaja melakukan ini semua, supaya kau dan Hexamonmu bisa mengeluarkan seluruh kemampuanmu, kita mulai saja sekarang, aku tidak akan berbual terhadap janjiku, saat Hexamonnmu bisa menyerang mundur Hexamonku minimal satu kali saja ... Maka, kau akan di nyatakan menang, proyek ini akan di batalkan dan pamanmu ku bebaskan" Kata Tony mulai serius.
"Baiklah ..." Aji terpaksa menerima tawaran yang penuh resiko itu.
"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Ucap serentak keduanya dengan penuh semangat membara.
Setelah Hexapets menghantam permukaan, keluarlah kedua hewan desa yang siap melumpuhkan salah satu di antaranya, keduanya langsung berlari menyerang satu sama lain.
"RAMMING HORNS !!" Baron dengan beringasnya langsung saja siap menyeruduk Okong yang juga sedang berlari ke arahnya.
Okong dengan berani sama-sama berlari ke arahnya.
"Lompat, Kong !!" Teriak Aji.
Saat sedikit lagi saja serudukannya Baron akan mengenainya, Okong langsung saja melompatinya dan berada di belakangnya.
"Heum, ingin menyerang di titik buta rupanya, berbalik Baron !!" Tony mengetahui strategi yang di gunakan oleh Aji.
"Tidak semudah itu untuk menyerang ku, BOULDER KICK !!" Baron langsung berbalik, kaki kanannya menghentakkan permukaan sampai keluar bongkahan tanah bebatuan, lalu menendangnya sampai mengenai Okong.
Okong terpental jauh sampai menghantam pepohonan yang rimbun karena terkena serangan Baron. Namun, Okong langsung bangkit dan kembali berlari mengarah kepada Baron.
"Haha, melakukan trik yang sama untuk kedua kalinya ?" Kata Tony meremehkannya.
"STEP GROUND THE BEAT !!" Baron menghentak-hentakkan kakinya, membuat tanah menjadi bergetar-getar.
Okong yang sedang berlari pun menjadi hilang keseimbangan tiap langkahnya. Tapi, Okong tak akan pernah menghentikan langkahnya, ia terus maju dan menghadangnya.
__ADS_1
"Benar kan trik yang sama ..." Tony yang merasa yakin tebakannya benar.
Okong melompat untuk menyerang Baron.
"STONE FOOTING !!" Kaki sebelah kanan Baron di lapisi tanah bebatuan, lalu melayangkan tendangannya pada Okong.
Namun, di saat yang bersamaan juga Okong ternyata mengeluarkan skillnya.
"WOOD REACH !!!" Saat Baron sedang melakukan penyerangan terhadapnya, Okong mengeluarkan skill di mana sebuah balok kayu muncul dari permukaan bersiap menghantam Baron dari belakang.
Dengan sigapnya, Okong di tendang keras oleh Baron lalu ia berbalik membuat sebuah perisai untuk melindungi dirinya dari hasil serangan Okong.
"... ROCKY SHIELD !!" Baron merapatkan kedua lengannya ke depan, lalu perisai tanah bebatuan pun terbentuk melindunya terkena hantaman balok kayu itu.
Okong yang terpental jauh untuk kedua kalinya, kini tersungkur.
"Ternyata trik mu cuma trik murahan, berusaha menyerang Hexamonku dengan memanfaatkan titik buta .. haha" Tony yang semakin besar kepala.
"Okong ... " Teriak Aji pada Okong.
"Ti ... dak ... apa ... apa ... Ini, belum seberapa, hehe ... " Okong yang masih berusaha untuk bangkit.
"Dia mempunyai refleks yang sangat bagus, gerakannya sangat cepat dan sigap ..." Kata Okong menganalisis lawannya.
"Ouhh, masih bisa bangkit rupanya ... Ku buat hancur saja sekalian Hexapets mu ya .." Tony tersenyum sinis.
Kedua pasang sorot mata antara Aji dan Tony saling menatap tajam, pertarungan akan menjadi semakin sengit.
- Cyanzour, Lahan kosong belakang sekolah.
Pertarungan antara Gamoru dan Blash yang semakin sengit antara keduanya. Namun, tetap saja Gamoru belum cukup kuat untuk bisa melawannya, tapi itu tidak membuat Gamoru menyerah dengan begitu saja, ia tetap bangkit kembali.
"Gamoru, tolong kali ini jangan terlalu memaksakan, jika kita kalah ... Tidak apa-apa kita akui saja kalau kita kalah ..." Deri yang terlalu mengkhawatirkan Gamoru takut kejadian kemarin terulang kembali.
"Tidak apa-apa Deri, masih tersisa setengahnya kok, kenapa seorang Deri menjadi lembek seperti ini ? ... Kemarin kau mungkin salah karena terlalu keras, tapi menjadi lembek seperti ini juga bukan diri mu ... " Kata Gamoru yang berusaha mengembalikan jati diri seorang Deri.
"Ya, benar ... Aku hanya terlalu khawatir dan takut, jangan ragu untuk mengerahkan semua kekuatan Moru !!" Deri yang mulai kembali bersemangat.
"GROUND SPIKE !!" Sambil berlari Gamoru memukul permukaan sekerasnya, membuatnya mengeluarkan serangan lonjakan tanah yang beruntun.
"Harus berapa kali ku bilang, bahwa seranganmu bisa dengan mudah ku bekukan, ICE FREEZE !!" Lonjakan tanah besar yang siap menghadangnya, dengan mudahnya di bekukan oleh Blash membuat laju serangannya pun terhenti.
Namun ternyata, tanpa di ketahui oleh Blash saat tanahnya sedang melonjak ke atas, Gamoru ikut mengikuti pergerakannya yaitu berlari di atasnya. Setelah serangannya di bekukan, Gamoru melompat dan bersiap melancarkan serangan kepada Blash, santak itu membuatnya terkejut.
"Terima ini, EARTH PUNCH !!!" Bongkahan tanah menyelimuti bogem lengan kanan Gamoru, pukulan pun di layangkannya.
"HEXAGONAL ICE !!!" Dengan sigapnya Blash langsung membuat sebuah pertahanan, yaitu sebuah perisai es berbentuk Hexagon.
Meskipun Blash sudah dengan sigapnya membuat sebuah pertahanan, namun pukulan dari Gamoru ini ternyata dapat menghancurkan dengan mudah pertahanannya seperti menghancurkan sebuah gelas-gelas kaca, Blash pun terpental karena terkena bogem mentah dari Gamoru.
"Haha, nahh seperti itu, pertandingan baru semakin menarik, hahaha ... " Rafael malah tertawa girang merasa tertantang.
"Apa dia sudah gila ... " Gumam Gamoru.
"Tidak ada rasa takut sedikitpun, terlihat darinya ... " Gumam Raka.
"Buat semuanya semakin menarik, Blash !!" Intruksi dari Rafael.
"ICE STORM !!!" Rafael yang bangkit kembali, langsung mengeluarkan skill badai es nya.
"Badainya kali ini lebih kuat dari sebelumnya ... " Kata Gamoru merasakan perbedaannya.
Pandangan Gamoru benar-benar kabur dan tak dapat melihat apa-apa karena tertutupi oleh badai es yang sangat pekat ini.
"Dia pasti akan melompat ke atas seperti Minggu yang lalu ..." Gumamnya Gamoru memperkirakan kemunculannya.
Ternyata benar saja, Gamoru yang terus memperhatikan langit-langit, langsung saja melihat bayangan hitam yang samar-samar sedang melompat ke atas.
"GROUND GRIP !!!" Gamoru langsung saja mengeluarkan skill cengkeraman tanahnya.
Blash yang sedang berada di langit-langit siap untuk menyerang Gamoru, namun ia tidak tahu bahwa Gamoru telah melancarkan skillnya. Cengkeraman tanah itu menjulang tinggi sampai ke atas, hingga akhirnya Blash pun dapat di cengkeramnya tanpa sempat menghindar.
"Apaa ?!! Bagaimana bisa ?!!" Blash yang terkejut pun tak dapat berkutik, karena serangan Gamoru yang mencengkeram seluruh tubuhnya.
"Kau semakin kuat, Moru ..." Deri yang tidak menyangka kalau kekuatan skill nya bisa meningkat drastis seperti ini.
"Jangan senang dulu, kau !!" Sekarang nampaknya Rafael yang mulai merasa kesal.
"FREEZE BREATH !!" Blash mengeluarkan skill nafas bekunya, untuk membekukan tanahnya lalu keluar dari cengkeramannya dan berhasil.
"Tak ada celah untukmu, GROUND SPIKE !!!" Dengan sigap Gamoru langsung kembali mengeluarkan serangan lonjakan tanah miliknya pada Blash yang tidak siap karena terjatuh.
Santak, meskipun Blash telah mengeluarkan pertahanannya, ia tetap saja terpental terkena serangan Gamoru yang bisa di bilang serangan kejutan, untuk kedua kalinya Blash di buat tersungkur oleh Deri.
"Arghhh, pertandingan kemarin memang membosankan, tapi kalah juga menyebalkan ... bangun, BLASHH !!!!" Rafael yang semakin kesal karenanya.
Blash bangkit kembali dan langsung berlari ke arah Gamoru dengan penuh rasa amarah, sama seperti itu Gamoru pun berlari ke arah Blash, keduanya siap melakukan penyerangan kembali.
"Langsung, BLASHH !!" Teriak Rafael.
"ICE TRUCE !!!" Sambil berlari Blash melancarkan serangan gencatan es miliknya.
"EARTH WALL !!" Gamoru yang dengan sigapnya langsung memukul permukaan untuk membentuk sebuah pertahanan berupa dinding tanah.
Tapi, mengejutkan serangan gencatan es milik Blash dengan mudahnya mengenai Gamoru, dan tidak ada dinding tanah yang menghalangi di depannya, Gamoru hanya menahan serangan Blash dengan menyilangkan kedua lengannya saja yang bahkan itu tidak berdampak apapun, membuatnya terkena serangan Blash. Tapi Gamoru terus berlari menghadangnya meski Blash sedang mengeluarkan serangannya.
"Haha, cari mati kau ..." Kata Blash yang sombong.
"Hati-hati Blash, dindingnya ada di belakangmu !!" Teriak Rafael
"Apaa ?!!" Mata Blash yang terbelalak saat mendengarnya.
"Semuanya itu harus ada pengorbanan ..." Gamoru yang semakin dengan cepat berlari ke arahnya.
Blash yang takut terus mundur, sampai akhirnya langkahnya terhenti karena di belakangnya ada dinding tanah yang telah di buat oleh Gamoru sebelumnya, di maksudkan supaya Blash terpojok tidak bisa berkutik.
"Jadi ... Ini rencananya !!" Blash yang baru menyadari rencana milik Gamoru pun terkaget karena sekarang posisinya benar-benar terpojok.
"Terima ini ... EARTH PUNCH !!!!" Bogem mentah yang di lapisi bongkahan tanah itu memukul Blash yang terpojok dengan sangat kerasnya.
Blash terkena pukulan keras dari Gamoru, membuatnya kini benar-benar tersungkur tak berdaya, Gamoru pun di buat terengah-engah setelahnya.
"HEXA-IN !!" Tiba-tiba saja Rafael langsung mengembalikan Blash ke dalam Hexapetsnya.
"Aku tahu bahayanya jika terus memaksakan Hexamon, jadi ... ku akui kalau sekarang aku kalah, tapi ... Jangan senang dulu, kita akan bertemu kembali suatu hari, dan saat itulah kedudukannya akan menjadi 2-1 ... dan aku menang !!" Rafael yang selalu yakin bahwa dia akan kembali mengalahkan Deri.
__ADS_1
"Ya !! Ku tunggu hari itu tiba !!" Deri menjawabnya dengan senyum penuh semangat".
"Heumm" Rafael yang tampak tersenyum tipis, berbalik badan meninggalkan mereka dan melambaikan tangan menaiki mobil sportnya.
Gamoru berbalik menoleh ke arah Deri.
"Kita ... Menang Deri !!" Kata Gamoru tersenyum pada Deri.
"Heem" Deri mengangguk meresponnya.
Gamoru pun berlari ke arah Deri dan melompat kepada dirinya, mereka berdua saling berpelukan untuk merayakan kemenangannya.
"Semuanya sudah selesai, ayo sekarang kita ke sana" Ajak Raka pada Kero, Fino, dan Biru untuk ikut berkumpul bersama Deri & Gamoru.
Raka dan yang lainnya ikut memeluk Deri dan Gamoru, sama-sama bangga atas kemenangan pertamanya.
- Cywhiter, Hutan kaki bukit Manangel.
Pertarungan yang masih sengit antara kedua hewan desa, namun sampai sekarang semua serangan Okong belum ada yang bisa mengenainya, bahkan Okong pun nampak lusuh karena terus terkena serangannya Baron.
"Ternyata masih sama membosankannya, dan sudah di ketahui kan siapa yang akan menangnya ..." Kata Tony yakin bahwa dirinya akan memenangkan pertandingannya.
"Okong, geus nyerah we nya ... arurang emang masih belum cukup kuat jang mengalahkannya ayeuna (Okong, udah nyerah aja ya ... kita emang masih belum cukup kuat untuk mengalahkannya sekarang)" Kata Aji yang benar-benar sudah pesimis.
"Kau yang bilang kan seberapa kali pun terjatuh harus tetap bangkit, kau sendiri kan yang bilang meski gagal tapi pasti selalu ada tapak bekas usaha tersebut ..." Kata Okong sambil bangkit kembali meski tertatih-tatih.
Aji hanya bisa merunduk mendengarnya.
"Jangan khawatir Ji, mungkin aku banyak gagal, tapi sebagai balasnya aku sekarang mengetahui cara melumpuhkannya ..." Gumam kecil Okong pada Aji.
Tiba-tiba saja terlihat dari jauh sana gerombolan massa yang menghampirinya, tak lain dan tak bukan itu adalah para warga Cywhiter beserta Ayah Aji yang turut datang dengan kursi roda terapung nya, bermaksud untuk memberi dukungan kepada Aji supaya lebih bersemangat. Aji yang melihatnya, terharu karena merasa tidak menyangkanya.
"Semuanya ..." Kata Aji berkaca-kaca.
"Semangat Kakang Ajii !!!" Teriak kecil para anak-anak desa yang lugu bersorak semangat.
"Seberapa banyak dukungan yang datang, jika sudah seharusnya kalah, ya terima saja kekalahannya haha" Tony yang semakin besar kepala.
"Mereka semua datang ke sini dengan penuh harapan, dan aku akan berusaha untuk tidak mengecewakannya !!" Ucap Aji dengan penuh ketegasan.
"Hehh, langsung saja Baron !!" Intruksi dari Tony.
"Ayoo, Kong !!!" Teriak Aji pada Okong.
"MMMOOOOO ~ !!!" Okong merespon dengan bersenandung layaknya sapi.
Tapi, bukannya sama-sama menyerang, Okong malah tertidur di tengah-tengah pertandingan. Baron yang bersiap akan menyerangnya, seketika menghentikan langkahnya.
"Heumm, penyakitnya kumat lagi ??" Baron yang bingung melihatnya.
"Siapa peduli, serang saja langsung BARON !!" Tony tidak ingin melewatkan kesempatanya untuk menyerang ini.
"Benar juga, RAMMING HORNS !!" Baron bersiap menyeruduk Okong untuk yang kesekian kalinya.
"Ehh, naha si kambingnya karah molor, aduhh eleh atuh iyeumah (Ehh, kenapa si Kambingnya malah tidur, aduhh kalah dong inimah)" Kata salah satu warga.
Namun, Ayah Aji hanya tersenyum dan yakin bahwa semuanya akan berjalan lancar dan Aji pun sudah mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Okong. Ya, benar, Okong mencoba untuk menenangkan dirinya untuk bisa mengeluarkan kekuatan alamnya secara maksimal, dengan cara menenangkan dirinya, mendengar semilir angin dan suara gemericik air yang menyatu dengan alam. Saat Baron sudah hampir akan menyeruduknya ...
"WOOD REACH !!" Okong membuka matanya lalu mengeluarkan skill balok kayu yang menjulur dari permukaan menghantam Baron.
" Apaa ?!! "... ROCKY SHIELD !!" Dengan sigap Baron langsung merapatkan kedua lengannya ke depan, lalu perisai tanah bebatuan pun terbentuk melindunginya dari hantaman balok kayu itu, namun serangan barusan membuat Baron terpukul mundur.
"Belum selesai, ENTANGLED ROOTS !!!" Akar-akar keluar dari tanah menjulur dengan cepatnya menjerat kuat seluruh tubuh Baron.
"Kenapa tiba-tiba kekuatannya meningkat seperti ini ?!!" Yang asalnya bisa dengan mudah di lepaskan, kini Baron kesulitan melepaskan jeratannya.
"Tarik, Kong !!" Intruksi dari Aji.
"Sekarang terima ini, 1000 LEAF SHOT !!!" Okong menarik Baron yang sedang terjerat itu, lalu kembali melancarkan serangan berikutnya yaitu tembakan 1000 daun yang berasal dari bulu-bulunya.
Baron secara mentah-mentah terkena serangan tembakan daun itu layaknya tembakan 'machine gun', ia tak bisa melepaskan jeratannya meski sudah berusaha sangat keras.
"Kenapa kau tidak berdaya seperti itu, BARON !!!" Teriak Tony.
"Jeratan ini, lebih kuat 3x lipat daripada sebelumnya ..." Ujar Baron beritahu.
"Tarik lagi, Okong !!" Kata Aji bersemangat.
"Dan ini, untuk yang terakhir ... WOODEN KICK !!!" Karena masih terjerat, di tariklah kembali Baron lalu Okong melompat ke atas dan melayangkan tendangan kayunya.
Di lepaskannya jeratan itu, Okong yang memusatkan seluruh kekuatannya pada kakinya melayangkan tendangannya pada Baron. Tak sempat membuat pertahanan, untuk kedua kalinya Baron terkena serangan mentah-mentah dari Okong. Baron terpental dan tersungkur karenanya.
"Bahkan tendangannya pun, lebih kuat dari Minggu kemarin, sekarang benar-benar kokoh daripada kemarin yang rapuh ..." Kata Baron sambil tersungkur.
"Prok ... prok ... prok ..." Tony yang tiba-tiba bertepuk tangan.
"Sudah cukup untuk saat ini Baron, HEXA IN !!" Tony memasukkan Baron ke dalam Hexapetsnya.
"Hebat, sangat menarik, ternyata Hexamonmu tidak selemah yang ku kira, aku sedikit terhibur, sesuai janjiku ... Aku akan melepaskan pamanmu dan membatalkan proyek pembangunan di sini" Tony menyalakan cahaya layaknya senter dari gadgetnya yang di mana cahaya yang di keluarkannya terhubung dengan gedung miliknya.
Paman Aji pun keluar dari cahaya tersebut bersama 2 anak buahnya, lalu di lepaskanlah ikatannya. Aji langsung saja menghampiri dan memeluk pamannya itu, para warga yang melihatnya terharu terbawa suasana.
"Ku harap kita bisa bertemu lagi, dan bertarung kembali sampai titik darah penghabisan suatu hari nanti ..." Ucapnya sambil tersenyum sinis lalu berbalik menaiki helikopternya.
"Heem" Aji mengangguk meresponnya.
Bisingnya suara helikopter yang di buatnya, mengakibatkan angin-angin berhembus kencang di sekitarnya, namun tak lama suara itupun perlahan mengecil dan menghilang dari pandangan.
Okong yang tampak bernafas terengah-engah karena lelah, Aji yang melihatnya pun menghampirinya.
"Terima kasih atas kegigihannya ..." Ucap Aji yang tersenyum sambil mengelus-ngelus kepalanya.
Kemenangan Aji dan Okong di sambut meriah oleh para warga, tentu inilah harapan mereka semua, lahan yang kembali kepada genggaman mereka dan paman Aji yang berhasil di selamatkan. Pohon-pohon yang gundul berencana untuk melakukan reboisasi dan melakukan kembali penghijauan, Aji dan Okong telah berhasil menjaga keasrian dari tanah warisan nenek moyangnya.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1