Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 20 : Pelangi setelah hujan


__ADS_3

Tiba-tiba saja saat Fino sedang memperkenalkan dirinya, terdengar sahut dengan nada suara yang berat menyebut namanya.


Fino melirik ke arah sahut suara yang memanggil namanya, dan ternyata ...


"A ... Ayah ..." Kata Fino dengan rasa haru yang tak dapat ia tutupi.


Seketika, langsung saja Fino berlari menghampiri Ayahnya, memeluk eratnya sambil menangis haru bahagia.


"Kenapa kamu datang ke sini, Fino ??" Tanya Ayahnya.


"Aku dan Bunda terus mengkhawatirkan kondisi Ayah, maka dari itu ... Fino memutuskan untuk bertekad datang ke sini menjemput ayah" Jelaskan Fino.


Ayah Fino tersenyum mendengar penjelasan dari anaknya.


"Satu senyuman telah ku lukiskan :))" Ucap Ikka dalam hati sembari memandang Fino yang sedang memeluk ayahnya.


"Tapi, Fino ... Ayah tidak bisa pulang sekarang, di sini masih banyak orang yang membutuhkan Ayah ... Sebagai tenaga medis" Ungkap Ayah.


"Benar, Fino. Saya tidak menyangka kalau kamu ternyata putra dari pak Fian, beliau ternyata sangat handal dalam bidang medis ..." Lanjut sang Jenderal menjelaskan.


"Tidak apa-apa ... Lagipun, datangnya aku dengan Ikka ke sini, selain karena tujuanku, kami juga ingin membantu membebaskan kembali penduduk dari penderitaan ini dan melukis kembali senyuman di wajah mereka, benar kan Ikka ?" Fino juga mengungkap tujuannya.


Ikka yang mendengarnya tersenyum lalu mengangguk kecil membalasnya.


"Kalau begitu, kita semua harus bersiap-siap untuk hari esok, esok adalah hari penentuan, kita kerahkan seluruh personel dan tenaga yang tersisa ... Kami sangat berterima kasih atas partisipasi kalian, tapi tolong tetaplah di belakang kami ... Biar Kami dengan Hexamon kalian yang berada di barisan paling depan, bisa di mengerti ?" Arahan dari sang Komandan.


"Siap, paham !!" Jawab lantang Fino dan Ikka.


...***...


"Esok adalah hari pertempuran, banyak korban berjatuhan serta tangisan karena terjadinya pertempuran ini ... Apa, aku bisa melukis kembali senyuman di wajah mereka ?" Gumam Ikka bertanya pada dirinya sendiri sambil memandang langit malam yang bertabur bintang.


"Tentu saja kau pasti bisa !" Sahut Fino dari belakangnya.


Ikka yang terkejut pun langsung meliriknya.


"Buktinya, kau berhasil melukiskan kembali senyuman di wajahku ... Tanpa doronganmu, mungkin aku akan tetap diam sebagai penakut" Lanjut Fino sambil duduk di sampingnya pada bangku panjang di halaman kawasan pengungsian.


"Ya, benar ... Untuk hari esok, aku mohon bantuannya ya, Fino ..." Kata Ikka.


"Itu pasti, kau tidak perlu takut, kita berjuang bersama para penduduk di kota ini ..." Balas Fino.


"Kalian berdua, belum tidur ?" Tiba-tiba terdengar suara yang sangar bernada tegas dari belakang.


Fino dan Ikka yang terkejut langsung melihat ke belakang, ternyata itu adalah sang jenderal yang sedang berjaga bagian malam.


"Ehh, Pak Jenderal, iya ... Kami sedang mencari angin, pak ..." Jawab Fino terbata-bata sedikit gugup.


"Apa kalian sedang memikirkan hari esok ?" Tebak sang Jenderal seakan-akan tahu apa topik pembicaraan mereka.


"Iya, Pak. Namun hanya selintas kok ... Ouh, ya Pak, kalau boleh tahu, tujuan para mafia itu pada awalnya menyerang kota ini, apa sih Pak ??" Tanya Ikka kepada sang Jenderal.


"Semuanya berawal saat mereka mengetahui bahwa kami sedang ada projek besar yang di tayangkan dalam berita, projek robot besar hasil kerja sama kami dengan beberapa negara, robot yang memiliki senjata penghancur berskala besar dan luas ..." Jawab sang Jenderal dengan tangan yang di istirahatkan, berdiri sembari memandang langit malam.


"Kalau begitu, kenapa tidak memakai robot itu saja untuk melawan para mafia ?" Tanya Fino dengan polosnya.


"Robot itu masih dalam Progress sekitar 55%, bahkan sekalipun robot itu sudah selesai, kita tidak boleh sembarangan menggunakannya, robot itu bisa di gunakan bila status negara benar-benar dalam keadaan terancam ..." Jelaskan sang Jenderal.


"Berarti mereka ingin mengambil alih kendali robot itu ?" Tanya Ikka.


"Benar, robot itu di bangun dan di rakit di tempat tersembunyi, yang di ketahui hanya oleh beberapa orang. Penyerangan besar itu terjadi, karena kami jelas tidak akan memberitahukan di mana projek robot itu di kerjakan, mereka juga memaksa kami memberikan blueprint dari projek tersebut, itulah awal mula terjadinya penyerangan ... Kami, benar-benar di buat kewalahan, karena 4 orang dari banyaknya mafia, menggunakan Hexamon untuk menyerang, karena sebelumnya kami belum pernah berhadapan dengan Hexamon sehingga kami pun kalah telak ..." Jawab sang Jenderal menceritakannya.


"Hari esok, pasti akan menjadi titik balik kemenangan kita !!" Ucap yakin Fino mengepalkan tangannya.


"SETUJU !!" Sahut Ikka.


"Haha, kalian berdua bersemangat sekali, bagus-bagus, kalau begitu cepatlah tidur, supaya besok kita semua berada dalam kondisi yang fit" Titah sang Jenderal kepada Fino dan Ikka untuk menyegerakan tidurnya.


Selain itu, ketika Fino sudah bertemu kembali dengan ayahnya, dan Ikka yang sudah berhasil menyelesaikan satu tugasnya, pada suatu malam di tempat persembunyian para mafia, tepat di kantor sang bos mafia.


"Ini bayaranmu .." Sang bos mafia yang sedang duduk di singgasananya, menyerahkan amplop yang berisi sejumlah uang di dalamnya.


Tak lain dan tak bukan, sang bos mafia sedang berbicara serius dengan si perempuan berkacamata, Sheila. Sheila menerima amplop yang telah di berikan oleh sang bos mafia.


"Kenapa, jumlahnya hanya segini, Tuan ??" Tanya Sheila karena jumlah uangnya tidak memenuhi harapannya.


"Memangnya kenapa, itu adalah bayaran yang pas untukmu, masih untung kamu saya bayar, setelah saya tahu kamu lalai dalam tugasmu, kalah dari para bocah-bocah itu !" Tegas sang bos mafia.


"Ta-tapi, Tuan ... Bukannya belakangan ini, kinerja saya baik, saya hanya sekali mengalami kekalahan ... Saya berjanji akan meningkatkan kinerja saya ke depannya" Ucap Sheila memohon.


"Percuma kau memohon seperti itu, itu adalah bayaran terakhirmu, asal kau tahu ... Saya sudah membayarmu sedari awal kau mulai bergabung dengan kami .." Kata sang bos mafia.


"Ma-maksud, Tuan ??" Tanya Sheila merasa bingung.


"Hexamon yang kau pakai, itu adalah bayaranmu, kau pikir saya memberi itu secara percuma ? Tentu saja tidak, 4,5 milliar hanya untuk satu set Hexamon bukanlah nominal uang yang sedikit, jadi sisanya saya hanya membayarmu 10% darinya ... " Ungkap sang bos mafia.


"Ja-jadi ... Selama ini ... Tuan, menjebak dan menipu saya ?" Kata Sheila merunduk sambil mengepalkan tangannya.


"Tidak ada yang menipu apalagi menjebakmu, saya benar-benar membayarmu kan, hanya saja berupa satu set Hexamon itu ... Kau saja yang kurang pintar, kasihan adik kecilmu itu, bagaimana dengan nasibnya, naas sekali ... Terima kasih atas kerja samanya, bwahahaha" Sang bos mafia merasa puas dan tertawa terbahak-bahak.


Karena kelewat kesal dan sangat kecewa, Sheila melayangkan bogem mentahnya pada sang bos mafia yang sedang duduk manis di singgasananya, namun dengan cekatan sang bos mafia menahan pukulannya, menarik lengannya sehingga membuat Sheila tertarik ke hadapannya, kemudian memukul perutnya dengan kuat sampai Sheila terhempas menabrik dinding dan tak berdaya


"Untuk penjaga, bawa orang ini keluar, buang sejauh mungkin, hanyutkan ke saluran pembuangan atau ke mana saja" Titah sang bos mafia.


Sheila yang tak berdaya karena terkena satu kali pukulan keras dari bos mafia, membuatnya di bawa oleh para penjaga untuk di buang sejauh mungkin. Sheila benar-benar telah termakan hasutan dari sang bos mafia yang licik.


...***...


Keesokan harinya.


- Cyanzour, Kos kediaman Risna.


Setelah beberapa hari yang lalu Risna datang ke kota ini memenuhi titah dari Bu Sinta, dirinya masih terlelap meskipun mentari mulai menampakkan sinarnya melalui jendela kamar. Bukannya alarm yang berbunyi, malah dering telepon dari ponsel miliknya yang terus-menerus berbunyi sampai akhirnya berhasil membangunkannya, meskipun dengan terpaksa karena kesal terus-menerus mendapat telepon masuk dengan nomor yang sama.


"Iya, dengan Risna di sini, ini nomor siapa ya ?" Tanya Risna dengan nada malas sembari berbaring dan mata yang masih tertutup.


"Selamat pagi, maaf mengganggu, kami dari pihak rumah sakit, ingin memberi tahukan tentang kabar Bu Sinta terkini" Kata suster tersebut memberitahukannya.


Mendengar kata 'Bu Sinta', Risna langsung terperanjat dan duduk mendengarkan teleponnya.

__ADS_1


"Ouh, ini dari pihak rumah sakit, bagaimana kabar Bu Sinta, Sus ? Apakah operasinya berjalan lancar, keadaannya sudah baik-baik saja sekarang ??" Risna yang langsung menanyakan banyak hal mengenai kabar Bu Sinta.


"Mohon tenang dahulu, sebelumnya mohon kendalikan diri anda ya saat mendengarnya ..." Kata Suster memberi peringatan.


"Maksud, Sus ??" Risna merasa bingung, karena perkataan Suster yang ambigu.


"Beberapa hari yang lalu Bu Sinta telah menjalani operasi, bersyukur operasinya berjalan lancar, namun setelahnya Bu Sinta mengalami koma, sampai ... " Perkataan Suster tiba-tiba terhenti.


"Sa-sampai apa, Dok ??" Tanya Risna dengan perasaannya yang mulai merasa tidak nyaman.


"Sampai dini hari tadi ... Beliau menghembuskan nafas terakhirnya, sekitar pukul 02.44 ..." Ungkap sang Suster.


"DEG !!"


Tiba-tiba, ponsel yang sedang di pegangnya terjatuh begitu saja dari pegangannya saat mendengar perkataan sang Suster. Matanya berkaca-kaca dan tak kuasa menahan tangis, Risna merasa tidak menyangka, air matanya berderai membasahi pipinya, benar-benar sudah tak dapat terbendung.


"Itu ... Itu pasti tidak benar kan, Sus ??" Tanya Risna memastikannya karena merasa tidak menyangka dengan air mata yang terus berderai.


"Maaf, tapi itulah kebenarannya, lalu kami juga ingin menyampaikan pesannya saat beliau akan memulai operasinya, beliau berkata 'Tolong sampaikan kepada gadis yang menemani saya, jika sudah sampai di sana, tetaplah berdiam diri di sana, jangan berani keluar kota apalagi jika hanya seorang diri, para mafia sudah mulai bergerak, bahaya sedang mengintainya', begitu isi pesan darinya" Kata sang Suster menyampaikan isi pesan dari Bu Sinta.


Risna terdiam setelah mendengarnya, air mata terus membasahi pipinya.


"Maaf aku mendengar semuanya, Risna. Yang sabar ya, semua ini pasti berat buat kamu, tapi ... Tapi jangan khawatir, aku akan selalu berada di sisimu !" Sahut Winx melalui Hexa-Voice yang berusaha menghibur dan menenangkannya.


"ARRGHHHHH ... Hiks, Hiks, Ibuu !!" Teriak histeris Risna dengan air mata yang semakin berderai.


Sungguh, pagi hari yang sangat buruk bagi Risna, di mana seharusnya kita merasakan segarnya udara pagi bila di pagi hari, tetapi Risna harus merasakan pahit di kala mentari akan memberikan kehangatannya. Risna menangis histeris, Winx pun bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, Risna kini hidup seorang diri, dengan mengemban misi mengembara mencari keberadaan kedua orang tuanya.


...***...


- Tank-Go-Rank, Medan pertempuran.


Kembali lagi ke kota militer, mengingat kemarin salah satu mafia pemilik Hexamon kera mengancam bahwa hari ini mereka tidak akan segan membumi hanguskan kota ini sama halnya saat penyerangan mereka di hari pertama yang menyebabkan kerusakan kota yang sangat fatal. Para pasukan militer pun menjadikan ini sebagai pertempuran penentuan dengan harapan tidak ada lagi gelombang penyerangan yang lainnya di kemudian hari.


Dengan gagahnya para pasukan yang berjalan serentak di iringi suara langkah kakinya yang gagah, bersama Fino dan Ikka juga yang sudah bertekad untuk ikut dalam pertempuran yang berada di barisan kedua untuk memastikan mereka berdua tetap aman.


"Woaa, banyak banget pasukan mafia yang mereka bawa" Fino terkejut melihat satu pasukan besar para mafia.


"Jumlahnya yang sekarang 3x lipat lebih banyak daripada hari kemarin" Ikka juga di buat terkejut.


"Mereka tidak main-main dengan ancamannya kemarin" Sahut sang Jenderal yang berada di depan Fino dan Ikka.


"4 mafia dari barisan paling depan adalah seorang mafia yang memiliki Hexamon, berhati-hatilah ... 2 saja kekuatannya sudah sangat dahsyat, mereka akan semakin kuat .." Lanjut sang Komandan memberi peringatan.


"Kami benar-benar sangat membutuhkan kemampuan dan kekuatan Hexamon milik kalian, untuk membantu kami mengalahkannya" Kata sang Jenderal.


"Siap, laksanakan !!" Jawab Fino dan Ikka serentak penuh semangat membara.


Kedua kubu berjalan bersama dengan pasukan yang di bawanya menuju medan pertempuran, keduanya saling berhadapan dan menatap tajam.


"Jika kalian tetap bersikeras tidak ingin memberitahukan di mana project robot itu di buat beserta dengan blueprintnya, kami tidak akan segan meluluh lantakkan kota ini ..." Kata mafia pemilik Hexamon kadal mengancam.


"Kalian pikir bisa mengalahkan kami hanya dengan mengandalkan kedua bocah itu, jangan mimpi ! Kita berempat "The Mafia Power", anggota unggulan yang terpilih memiliki Hexamon ..." Kata salah satu mafia lainnya.


"Sampai kapanpun kami tidak akan pernah memberitahukannya, dan tak pernah gentar dengan ancaman kalian !" Kata sang komandan menegaskan.


"Keras kepala, sekali !!" Kata mafia pemilik Hexamon kera merasa kesal mengepalkan kedua tangannya.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Teriak keempat anggota mafia memanggil Hexamonnya masing-masing.


"Sekarang, Fino !" Kata Ikka.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Teriak Fino dan Ikka memanggil keluar Biru dan Nawha untuk siap bertarung.


Hexamon dari kedua kubu telah di panggil keluar, pertempuran pun telah di mulai, gencatan senjata di mana-mana bak hujan peluru. Bahkan, waktu masih terlalu awal namun sudah ada beberapa yang gugur dari kedua kubu.


"Kalian berdua langsung mundur, beri intruksi dari kejauhan !!" Teriak sang Komandan kepada Fino dan Ikka.


Menuruti perintah sang komandan, setelah memanggil keluar Biru dan Nawha, Fino dan Ikka langsung menjauh dari Medan pertempuran.


"Lumpuhkan para tentara terlebih dahulu, Zill !!" Kata salah satu Mafia pemilik Hexamon belut listrik berelemen petir bernama Zill.


"GROUND STING !!" Zill mencambuk tanah dengan ekornya, mengeluarkan sengatan petir yang berhasil menyengat para tentara.


"Heyy, lawan kalian adalah aku sesama Hexamon !!" Biru yang melesat berniat akan menyerang Zill.


"Jangan mengganggu temanku, ORB SUNFIRE !!" Tiba-tiba Lyze si Hexamon kadal berada di hadapan Biru, menyerangnya dengan skill bola-bola api matahari.


"Mengganggu saja, BUBBLE WATER !!" Biru langsung saja mengeluarkan gelembung air guna menetralisirnya.


"Hanyutkan saja semuanya, Jaw !!" Intruksi dari mafia pemilik Hexamon Hiu gergaji bernama Jaw.


"WAVES CRASH !!" Jaw si Hiu gergaji mengibaskan ekornya mengeluarkan skill hantaman ombak dengan skala besar.


Karena serangan hantaman ombaknya yang besar, membuat para tentara dan tak sedikit juga dari mafia terbawa hanyut karenanya.


"Dia berani mengeluarkan skill dengan skala besar, aku cukup menyerangnya, RAINBOW VULCAN !!" Nawha melepaskan serangan tanduknya yang melesat mengarah pada Jaw.


"Tidak semudah itu, WOODENS PALMS !" Kii si Hexamon kera tiba-tiba saja menepis serangan Nawha dengan skill telapak tangan kayunya.


"Terima kasih, Kii .. hehh" Ucap Jaw terima kasih dengan sombongnya.


"Berhati-hatilah Nai, lawanmu kali ini dua Hexamon kuat sekaligus ..." Ikka memberi peringatan.


"Biarkan aku kali ini mencoba bermain dengannya, apa benar dia kuat sampai-sampai sosok Lyze yang arogan pun berhasil di kalahkannya ? Haha, FLASH CREEPING !!" Tiba-tiba saja Zill menghilang dari tempatnya dan merayap secepat kilat.


Zill yang memanfaatkan kecepatannya, tiba-tiba saja langsung berada di belakang Biru.


"Skillnya sama seperti si lebah, berputar, Biru !!" Fino yang menyadari hal tersebut, langsung memberi arahan pada Biru.


"SPINNING DOLPHIN !!" Biru memutarkan dirinya seperti gasing.


"ARGHHHH !!" Berniat membuatnya terhempas saat tiba-tiba berada di belakangnya, Biru malah tersengat karenanya.


"Haha, kau tahu kan aku belut listrik, tentu saja tubuhku bermuatan listrik, terima ini LIGHTNING WHIP !!!" Zill mencambuk Biru dengan muatan petir, mengibaskan ekornya.


Tak sempat mengelak, Biru pun terhempas karena serangan cambukan milik Zill.


"Ini belum selesai mamalia, FLAMING TAIL SWISH !!" Lyze melesat menghampiri Biru, lalu menyerang dengan kibasan ekor berapinya.

__ADS_1


Alhasil, Biru semakin terhempas dan menghantam permukaan dengan kondisi tak berdaya.


"Ini akan berakhir dengan cepat, WATER SLASH !!" Jaw mengibaskan ekornya mengeluarkan skill tebasan air yang mengarah pada Ikka.


"Tidak semudah itu, RAINBOW LIGHTSPEED !!" Nawha langsung berada di belakang Jaw.


"Kau pikir aku tidak tahu rencanamu, PANDAN LEAF WRAP !!" Kii mengeluarkan skill di mana Nawha terlilit oleh daun pandan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Sayang sekali, tapi cepat saja tidak mempan terhadapku, X-SAWING SLASH !!" Sedikit meledeknya, Jaw langsung kembali menyerang Nawha yang tak bisa berkutik dengan tebasan moncong gergajinya.


Alhasil Nawha pun terkena serangan tersebut mentah-mentah, Biru dan Nawha di buat terpukul mundur oleh keempat Hexamon milik para mafia, korban yang berjatuhan pun semakin banyak dari kedua kubu.


"Bersiaplah untuk menjadi lautan api, SOLARYON CRUSH !!" Lyze kembali mengeluarkan skill bola matahari besar nan panas yang siap menghantam.


"Mereka terlalu kuat ..." Gumam sang Komandan seperti mulai pasrah dengan mata memandang bola matahari yang berkobar-kobar panasnya.


"Bangun, BIRU !! Hadang matahari palsu itu !!" Fino yang berlari menuju medan tempur, keluar dari persembunyiannya.


"FINOO !!!" Teriak Ikka.


"Yaa .. BUBBLE ... WATER ... HYAHHH !!!" Sambil menahan rasa sakitnya, Biru mengeluarkan skill gelembung air berskala besar yang memerangkap bola matahari itu untuk di netralisir.


"Mengganggu saja, Kii !!" Titah mafia pemilik Hexamon kera.


"WOODEN FIST, ELECTRO !!" Kii kembali mengeluarkan skill kayu yang membentuk sebuah kepalan tangan besar di bantu Zill menyalurkan muatan petir untuk menghalau Biru.


Di tambah, Jaw yang memberinya dorongan supaya serangan telapak tangan itu bisa melesat lebih cepat.


"RAINBOW SHIELD !!!" Tiba-tiba saja Nawha bangkit kembali dan langsung menghadang serangan dari Kii.


"Kita berjuang bersama, Fino !!" Kata Ikka sambil berlari, yang sama-sama keluar dari persembunyian.


"RAINBOW VULCAN !! ... Biru, terimalah ini !" Serangan Kii berhasil di hancurkan, kemudian Nawha juga menyalurkan kekuatannya.


Karena Nawha telah menyalurkan kekuatannya, alhasil gelembung air itu kini di lapisi cahaya pelangi yang menyala-nyala.


"Lempar, BIRUUU !!!"


"HYAHHHH !!!" Biru melemparkan gelembung air besar yang telah memerangkap bola matahari itu kepada Lyze beserta kawanannya.


"Buat pertahanan untuk semuanya, Kii" Teriak sang mafia pemiliknya.


"COCONUT SHELL !!" Kii mengeluarkan skill tempurung kelapa yang memerangkap mereka berempat di dalamnya.


Berniat supaya bisa menahannya dari hantaman gelembung air besar yang di lapisi cahaya pelangi serta bermuatan bola matahari di dalamnya, namun tiba-tiba ...


"LIGHTNING AREA !!"


Tiba-tiba saja datang Beep si Hexamon lebah secara misterius, yang langsung menancapkan sengatnya di atas tempurung kelapa. Alhasil, tempurung kelapa itu hancur karena serangan Beep dan langsung menyingkir setelah menghancurkannya, akhirnya mereka pun terkena serangan milik mereka sendiri yang telah di netralisir oleh Biru.


"DUARRRR !!!!!"


"SHEILA ?!!" Fino dan Ikka terkejut saat melirik ke belakang, ada Sheila yang sedang menghampiri.


"Tidak ada waktu untuk terkejut seperti itu, kita akhiri semua ini !" Kata Sheila dengan nada tegas


"Heem !!" Fino dan Ikka mengangguk meresponnya.


"Akhirnya, kau kembali ke jalan yang benar Sheila" Gumam Ikka dalam hati.


"Semuanya !! Menjauhlah dari kawasan ini, karena ini akan sangat berbahaya !!" Teriak Fino menyuruh semuanya untuk menjauh dari kawasan.


"COMBO !!" Teriak Fino, Ikka dan Sheila pada Hexamonnya.


"RAINBOW AFTER THUNDERSTORM !!" Teriak Biru, Nawha, Beep bersorak semangat.


Tiba-tiba langit yang berawan berubah menjadi gelap dan mendung dengan awan-awan pekat menggantung.


"THUNDER RUMBLES, STRIKES !!!"


Petir bergemuruh bak langit yang sedang murka, menyambar-nyambar para Hexamon milik mafia yang sudah hilang langkah.


"RAIN OF THORNS !!!"


Muncullah hujan yang sangat besar, dengan tiap butir airnya yang siap menusuk-nusuk lawannya di sertai gemuruh petir yang tak pernah berhenti.


"Ke-kenapa mereka tiba-tiba kuat sekali ..." Kata sang mafia pemilik Hexamon belut listrik seakan tak percaya.


"Inilah saatnya, RAINBOW SPARKLE !!!"


Setelah hujan besar di sertai petir bergemuruh reda, muncullah sinar cahaya pelangi yang sangat terang membuat para Hexamon lawan sama sekali tak dapat membuka matanya karena terlalu silau.


"Belum selesai, RAINBOW WATER BURST !!"


Mengeluarkan semburan air pelangi dari lubang semburnya membentuk bak ukiran pelangi di langit , para Hexamon lawan terus terkena serangan yang bertubi-tubi.


"THUNDER STING !!"


"Terakhir, SPINNING DOLPHIN !!"


"DUARRR !!!"


Karena telah kalah telak dan staminanya benar-benar habis serta fisik mereka yang mengalami banyak kerusakan, Hexamon milik para mafia meledak dan hancur. Begitupun Hexamon milik Fino dan Ikka karena telah menghabiskan banyak stamina, membuatnya langsung kembali ke dalam wujud Hexapetsnya.


"Hahh ... hahh ... Kita menang .." Kata Fino tersendat-sendat, karena terus menghela nafas.


"Ya ... Kita berhasil, Fino ..." Jawab Ikka dengan pandangannya yang melirik Sheila sambil tersenyum.


Sheila yang merasa malu, menjadi salting dan berusaha tetap cuek, namun pada akhirnya ia memperlihatkan sedikit senyuman manisnya meski masih agak malu-malu. Pertempuran di hari ini pun telah usai, para mafia pada akhirnya berhasil di kalahkan.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :

__ADS_1


Instagram : @hexamon_


__ADS_2