Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 33 : Tekad Membara


__ADS_3

"Hahaha, kau lihat ? Sekeras apapun kau berusaha, kau akan tetap kalah !!" Ucap sombong Sean.


"TIDAKK !!! HHYYYAHHHHH !!" Balas Kero.


Semakin mengobarkan tekad membaranya, Kero terus mengitari melaju ke langit-langit atas.


"Aku percayakan semuanya padamu, Kero ..." Ucap Raka dalam hati menutup matanya penuh pengharapan.


Di saat pusaran air yang di ciptakan oleh Sean semakin besar begitupun dengan daya hisapnya yang semakin kuat, sama halnya seperti tornado berapi yang di ciptakan oleh Kero, meraung-raung di tengah gencatan hisapan air sebagai kelemahannya.


"Haha, semakin besar kau menciptakan tornado api, maka akan semakin kuat juga hisapan yang di timbulkan" Sombongnya Sean.


"Bagus Sean, kau masih terlalu bocah untuk bisa mengalahkanku bersama Hexamon ku, kalian berdua LEMAH !!" Sentak Ann pada Raka.


Perkataan dari Ann membuat Raka merasa tertusuk membuatnya langsung terdiam.


"TIDAKK !! JANGAN DI DENGARKAN, RAKA !! KITA ... KITA PASTI BISA MENGALAHKANNYA !!"


"Kero ..."


"Ya, kita pasti bisa !! MAJU TERUS KERO !" Raka pun memunculkan kembali semangat membaranya.


"Ya, itu baru RAKA YANG KU KENAL !!" Senyum Kero sambil terus melesat ke atas menciptakan tornado berapi.


"Tch" Nampak Ann tak menyukai pemandangan tersebut.


"Kenapa ini ? Kenapa semakin lama airnya semakin panas ??" Sean mulai merasakan keanehan.


"Apa maksudmu, Sean ??" Tanya Ann padanya.


"Haha, kau baru menyadarinya ? akan ku jadikan kau Kuda Laut rebus, ON FIRE !!!"


"Sekitaran wilayah yang menjadi pusaran air semakin lama akan mendidih jika terus menghisap tornado api milik Kero, secara tidak langsung itu akan berakibat fatal pada Sean !" Jelaskan Raka.


"Sial, ternyata itu yang kau rencanakan, hentikan pusaran itu Sean !!" Titah Ann secara spontan.


Alhasil, karena mengetahui apa yang di rencanakan oleh Raka dan Kero, Sean langsung memberhentikan pusaran airnya dan dirinya tepat berada di tengah-tengah dalam tornado api milik Kero.


"Haha, masuk !" Ucap Raka


"Bagus, saatnya ... " Kero terbang lurus ke langit dan kembali berbalik melesat turun ke dalam poros tengah tornado berapi.


"JET, FLAMING SLASH !!!"


"Apa ?!!" Sean Terbelalak.


Kero melesat cepat, menebas tornado berapinya yang sedang meraung-raung menitik fokuskan api yang berkobar pada dirinya mengarah tepat pada Sean yang berada di poros tengah.


"Sial, kita masuk jebakannya !" Ann merasa tak bisa berkutik.


"Jangan kau pikir kau bisa menang melawanku, SEAN CRUSH !!!"


Bukannya membuat pertahanan, Sean dengan gegabahnya malah menyerang Kero yang sedang melesat ke arahnya.


"BRAKK !!!"


Keduanya beradu kepala mempertaruhkan sisa-sisa tenaganya masing, Api Kero semakin berkobar sembari terus mengepak-ngepakkan sayapnya untuk menambah laju.


"Panas sekali ..." Nampak Sean mulai berkeringat.


"Ini bukanlah api biasa, ini adalah tekadku dan juga Raka yang membara ... ON ... FIRE !!!"


"Tak bisa tertahankan ..." Sean mulai tak kuasa menandingi kekuatannya.


"HYAHHHH !!" Tekad membara Kero.


"BYURRR !!!"


"BLUBUP ~"


"BLUBUP ~"


"BLUBUP ~"


Kero mendorong Sean sampai menembus lautan gelap, terus sampai ke dalam, bahkan saat berada dalam lautan pun apinya masih terus berkobar.


"WATER SPRAY !!" Mengucap jurus dalam hati, Sean menyemburkan air tepat di hadapan Kero.


"FLAME CRUSH !!" Mengucap jurus dalam hati, Kero pun menyemburkan api miliknya di dalam air.


Keduanya saling berjibaku di dalam lautan yang gelap nan mengerikan. Namun, Sean sudah mulai melemah dan tak kuasa menghadang serangan Kero.


"Saatnya penghabisan, FLAMING SLASH !!" Ucapnya dalam hati.


Kero menebas Sean dengan kedua sayap berapinya tepat pada Hexapetsnya, sehingga terjadi beberapa kerusakan. Sambil kembali ke atas permukaan, Sean semakin tenggelam ke dasar lautan, berubah wujud kembali menjadi Hexapets dan ...


"DUARR !!!"


Serpihan kepingan-kepingan Hexapetsnya hanyut terbawa kuatnya ombak lautan.


"Suara ledakan ?! Sepertinya Kero berhasil ... " Ucap Raka dalam hati sangat optimis.


Dari dalam lautan, semakin jelas dan terang cahaya api nampak akan keluar dari permukaan laut, dan benar saja, Kero melesat kembali ke permukaan dan langsung melakukan pergerakan kembali.


"Kero, kau mau ke mana ?!" Tanya Raka tak tahu apa yang akan di lakukan oleh Kero.


"Ini masih belum selesai Raka ..."


Ternyata, Kero melesat ke arah Ann dengan cepatnya, namun tiba-tiba saja dirinya melemah, terbangnya terhuyung-huyung dan seakan akan jatuh ke dalam lautan.


"Gawat, Kero sudah mencapai limitnya ... Jangan memaksakan diri mu, Kero !!" Teriak Raka.


"Biarkan aku menyelesaikan pertarungan ini, Raka !!!" Kekeh Kero.

__ADS_1


"Cukup Kero, HEXA-IN !!!"


Dengan terpaksa Raka memasukkan kembali Kero ke dalam wadah Hexapetsnya, karena jika terus di paksakan akan berdampak buruk juga pada Kero sendiri.


"Sudah cukup, Kero ... kau sudah berkorban banyak, kini saatnya giliranku .." Gumam Raka.


"Pada akhirnya, hanya tinggal kita berdua ya, bocah ..." Ucap Ann.


"Kau nampak biasa saja, apa kau tidak merasa sedih, Sean bertarung mati-matian demi dirimu ?" Tanya Raka.


"Untuk apa sedih, tanpa ada dia aku tetap bisa melakukan pekerjaanku, meskipun kehadirannya sangat membantu, tapi dia tak lebih hanyalah alat bagiku ..." Jawabnya tak segan.


"Tega .." Gumam Raka.


"Untuk apa merasa tega, ia hanyalah robot, uangku banyak, aku bisa membeli lagi bahkan yang lebih kuat daripada sebelumnya ..." Pungkas Ann.


"Bukan masalah bisa di beli lagi atau tidak, yang membuat hal itu menjadi mahal adalah ikatan rekan antara kau dengan Hexamonmu ..."


"Jangan sok menceramahi ku bocil, tahu apa kau ... Sepertinya pertemuan kita sampai di sini saja dulu, beruntung aku bisa berenang ..." Balas Ann.


"TUTTT !!!"


"TUTTT !!!"


"TUTTT !!!"


Dari kejauhan terdengar sirine panjang dengan siluet tiga kapal besar hendak menghampiri Raka dan Ann, saat ketiga kapal itu semakin mendekat, ternyata siluet tersebut adalah ketiga kapal patroli Tentara Angkatan Laut.


"DIAM DI SANA ANN, KAU SUDAH TERKEPUNG ! SEKALI LAGI, DIAM DI SANA !!" Terdengar peringatan dari pengeras suara salah satu kapal.


"Siall !! Masa bodo !"


"BYURR !!!"


Ann nekat untuk menceburkan dirinya ke dalam lautan guna menghindar dari para tentara angkatan laut.


"Keras kepala, kerahkan seluruh pasukan, tangkap dia !!" Titah sang Jenderal.


Para pasukan langsung terjun ke dalam air dengan segala persediaan yang sudah siap, mengejar Ann yang berusaha untuk kabur.


"RAKAAA !!!"


Tiba-tiba saja terdengar dari pengeras suara salah satu kapal memanggil namanya dengan sangat jelas, Raka pun melirik ke arah suara.


"Ehh ?!!" Raka menajamkan matanya, melihat siapa yang barusan memanggilnya.


Nampak, orang itu melambai-lambai dengan tangan sebelah kanannya, karena tangan sebelah kirinya yang seperti sedang mendekap sesuatu. Ternyata, orang itu adalah ayahnya Fino bersama Winx yang berada di dekapannya, mereka berhasil selamat, Raka tersenyum tak kuasa menahan tangis haru.


"CEPAT NAIK, RAKAA !!!" Ujarnya dengan pengeras suara.


"Heem" Raka mengangguk, sambil menggosok matanya membersihkan air mata haru.


Tak lama kemudian, karena ombak yang sangat kencang, Ann akhirnya berhasil di amankan oleh para tentara angkatan laut dan di bawa masuk ke dalam kapal. Kini mereka sedang menuju ke arah mercusuar, untuk menyelamatkan para korban-korban penculikan dan menangkap para mafia.


Saat sampai di atas kapal, Raka langsung di beri handuk dan segelas teh hangat untuknya minum dan menenangkan diri.


"Aku bersyukur paman bisa selamat" Ucap Raka tersenyum pada ayahnya Fino.


"Semua ini tidak akan terjadi, kalau para tentara angkatan laut tidak menemukan paman ... Saya sangat berterima kasih, pada Jenderal. Zainal bersama rekannya telah menyelamatkan kami ..." Ucap Terima kasih ayahnya Fino pada Jenderal. Zainal.


"Kami juga berterima kasih karena telah menjelaskan bagaimana kronologisnya, kasus ini sudah bertahun-tahun tak terpecahkan, sosok Ann juga menjadi sangat legenda karena lihainya ia berpindah-pindah tempat, ternyata persembunyian mereka ada di mercusuar tua ini, di mana mereka memasang radar penghalang supaya keberadaannya tak dapat terdeteksi ..."


Selesai menyelesaikan pertarungannya di lantai paling bawah melawan Gamon, Deri dan Fino langsung kembali menuju ke lantai paling atas menyusuri ratusan anak tangga tak kenal letih untuk kembali menyusul Prof. Jaya. Namun, langkah mereka terhenti saat melihat cahaya dari 3 kapal yang menyoroti mercusuar.


"Itu cahaya apa ya, Fin ?" Tanya Deri.


"Aku juga tidak tahu ..." Jawabnya.


"Bagaimana kalau itu bala bantuan dari para mafia-mafia ini ?" Deri mulai merasa overthinking.


"Gawat kalo gitu, ayo kita cepat-cepat ke atas !" Fino termakan rasa takutnya Deri.


Fino dan Deri tidak mengetahui kalau tiga kapal yang menyoroti mercusuar itu adalah bala bantuan untuk mereka sendiri, mereka menyangka ketiga kapal tersebut adalah bala bantuan untuk para mafia. Sehingga pada akhirnya, Fino dan Deri mempercepat langkahnya menaiki tiap anak tangga karena merasa takut.


"TOLONGG !! TOLONG !!!" Teriak Risna.


"DOBRAK !!"


"DOBRAK !!"


"Arghhh !!" Risna tersetrum karena ia terus mencoba memberontak.


"Kau akan mati secara perlahan jika terus melakukan hal tersebut ..." Ucap salah satu korban.


"Jika kau tak ingin mati, diamlah !" Tegas salah satu korban lainnya.


"Apa yang di katakan mereka benar, tenangkan dirimu sepertiku ..." Ucap Rika pada Risna.


"Kau bukan menenangkan diri, kau pasrah ... Yakinlah, Rika ... Aku dan yang lainnya akan menyelamatkanmu ..." Ucap Risna pegang pundak Rika.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara rusuh ...


"Eh, siapa kau ?!"


"Jangan menyerang atau kau akan kami tembak !"


Ternyata, di luar sudah ada Prof. Jaya yang baru saja mengalahkan beberapa mafia penjaga, kini ia sudah ada tepat di depan pintu sandra para korban penculikan.


"Sepertinya ini adalah tombol pintunya ..." Prof. Jaya menekan tombol yang berada dekat pintu.


"PIP !!"


"Ahh, pintunya terbuka ?!!" Kejut Risna.

__ADS_1


Perlahan pintu pun terbuka.


"A ... Ayah ..." Ucap Rika seakan tak percaya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ayah ... Datang, nak" Ucap Prof. Jaya sambil tersenyum dan melebarkan tangannya.


"Ayahhhhh !!!" Rika berlari kepada dekapan Prof. Jaya sambil merengek tak kuasa menahan tangis.


Prof. Jaya pun tak kuasa membendung air matanya, ia menangis sambil memeluk erat putrinya, Rika. Mengingat, betapa panjangnya perjalanan ini. Suasana sekitar pun mendadak menjadi haru.


"Sekarang kalian semua percaya bahwa pasti ada secercah cahaya harapan pada kegelapan yang sangat pekat ?" Tanya Risna sambil tersenyum pada semuanya.


Para korban mengangguk tersenyum, seakan tak percaya bahwa keajaiban ini akan terjadi.


"Aku tidak menyangka ternyata Prof. Jaya jago beladiri" Ucapnya kepada Prof. Jaya sambil mengambil kunci borgol pada anggota mafia yang tak sadarkan diri.


"Haha, hanya kebetulan semata" Balasnya sambil membukakan borgol milik Risna.


Setelahnya, Risna membukakan borgol milik Rika dan juga para korban yang lainnya. Mereka sangat bahagia dan bergembira, bisa lepas dari kekejaman para mafia tersebut.


"PROFESSOR ?!! PROFESSOR !!" Fino dan Deri berlarian sambil berteriak memanggil-manggil Prof. Jaya.


"Eh, ternyata ada di sini ?!" Ujar Deri setelah keliling mencari ke beberapa ruangan.


"Rika !!" Sahut Fino.


"Ada apa kalian tergesa-gesa seperti itu, apakah Hexamon Gorilla itu belum di kalahkan ?" Tanya Prof. Jaya.


"Bukan, Prof. Untuk itu sih aman, cuma di bawah datang bala bantuan para mafia, 3 kapal sekaligus" Beritahu Deri sangat panik.


Sontak semua yang berada di sana langsung panik merasa ketar-ketir, namun Prof. Jaya berusaha untuk menenangkan semuanya.


"Mohon, tenang-tenang semuanya" Ucap Prof. Jaya menenangkan semua yang berada di sana.


"DERIII !!!"


"FINOO !!!"


"RISNA !!!"


"PROF. JAYA !!!"


"RIKA !!!"


"KAMI SEMUA DATANG !!!"


Teriak Raka memanggil nama mereka semua melalui pengeras suara yang telah menyambung ke ketiga kapal patroli supaya suara yang di hasilkannya lebih keras.


"Seperti kenal suara itu ?" Deri masih belum menyadarinya.


"Bukan kenal lagi, itu memang suara Raka !" Ucap Fino.


Semuanya berlarian ke balkon lantai atas mercusuar yang sudah sebagian hancur, melihat ke bawah dan ternyata benar, suara itu berasal dari Raka.


"Ayah ... Ayah, berhasil kembali ..." Gumam Fino terharu.


"Winx !!!!" Teriak Risna tak kuat mengucurkan air matanya.


Raka dan ayahnya Fino melambaikan tangan dari bawah, lampu kapal pun menyorot lurus ke lantai atas mercusuar.


"AYO, SEMUANYA TURUN !!" Ucap Raka dengan pengeras suara.


"Hadeuhh, encok nih naik turun ratusan anak tangga" Deri yang langsung murung dan menyerah.


"Tinggalkan saja aku di sini" Fino juga ikut murung.


Semua yang berada di sana tertawa, karena tingkah Deri dan Fino.


"Tenang ada kami yang akan menggendong kalian sampai ke bawah !" Ujar salah satu korban pemuda sambil memperlihatkan ototnya.


Beberapa korban penculikan adalah pemuda lelaki, mereka bersedia menawarkan jasa menggendong Deri dan Fino sampai ke bawah sebagai jasa tanda terima kasih atas perjuangannya yang mempertaruhkan nyawa.


"Benarkah, kami sangat berterima kasih" Ucap Deri merasa terharu.


Sesampainya mereka semua di bawah, begitupun dengan tiga kapal patroli yang sudah terparkir di sisi mercusuar. Semuanya bahagia dapat terbebas, begitupun dengan Raka beserta kawanannya.


"Ayahh !!!" Fino langsung berlari kepada Ayahnya.


"Winx ! Aku langsung masukkan saja, HEXA-IN !!" Setelah Winx berada di hadapannya, Risna langsung memasukkan Winx ke dalam Hexapets karena kondisinya yang sudah sangat lemah.


"Akhirnya ... kita bertemu lagi ya, Risna ... syukur kamu selamat" Ucap Winx patah-patah melalui Hexa-Voice.


"Beristirahatlah, aku tahu perjuanganmu tidak mudah ..." Balas Risna pada Winx


Fino memeluk erat Ayahnya, bersyukur bisa selamat dari terjangan ombak yang sangat besar, seluruh pasukan di kerahkan untuk menyisir setiap sisi Mercusuar dan menangkap para mafia termasuk juga dengan sang Boss mafia, Bob Margareth Alfonso.


"Kita semua berhasil ..." Ucap Prof. Jaya pada semuanya.


Semuanya mengangguk sembari tersenyum, Rika berhasil kembali ke pangkuan ayahnya, Prof. Jaya. Fino juga berhasil bertemu kembali dengan Ayahnya, setelah beberapa kejadian ayahnya mempetaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Winx. Winx yang berjuang mati-matian seorang diri untuk menyelamatkan Risna, kini sudah bertemu kembali dengannya, Deri dan Raka juga telah menjadi saksi perjalanan panjang untuk menumpas sindikat gelap perdangan manusia yang terselubung serta kini Raka menemukan arti daripada seorang Rekan. Semuanya kini telah menemukan arti ikatannya masing-masing bersama dengan para Hexamonnya, meski dalam peosesnya harus melewati beberapa rintangan dan cobaan.


Malam kian berlalu, langit gelap perlahan mulai bersih membiru, di suguhi pemandangan matahari terbit yang sangat indah memanjakan mata dan menghangatkan hati. Segala rasa sakit mereka, kini terbayar dengan senyuman yang tiada bandingannya.


"Ini ... Adalah awal dari perjalanan kita" Gumam Raka menatap Sunrise.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :

__ADS_1


Instagram : @hexamon_


__ADS_2