Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Penjelasan Panjang Mereka Bertiga


__ADS_3

PENJELASAN PANJANG MEREKA BERTIGA


"Sammy itu kakak ayahmu, dia memang melakukan perlawanan. Dia tak suka ayahmu yang berkuasa", Jack mengatur nada bicaranya


"Perlawanan terbesar adalah saat dia membuat dokter Wenda terbunuh. Dokter yang membuat kolam vegetatif untuk ibumu, sekaligus ibu dari dokter Brenda". Jack nampak enggan untuk meneruskan ceritanya


"Saat itulah ayahmu marah, dan membuat pertemuan pribadi dengan Sammy. Mereka terlibat perkelahian, dan Sammy meninggal"


"Biarkan aku yang meneruskan Jack, kau sudah tak bisa meneruskannya lagi. Kau sudah mulai tak bisa mengabdi untuk My King", Millard mengambil alih cerita


"My King....menyerahkan jasad Sammy ke pihak keluarga tapi, bukan keluarga dari Nyonya, hanya kepada keluarga yang menentang saja....,hhhhhh", sepertinya Millard pun sukar sekali bercerita


Mereka terdiam cukup lama, "Oh Tuhan Andy..., sepertinya kau bawa pasukan yang belum makan berhari-hari.....", Liyana datang mengubah topik pembicaraan


"Jack, aku lapar sekali...., sayang bolehkah aku minta daging panggangnya...!", Jack berdiri dan langsung memilih daging di kotak makanan pembeku


"Ini....kau suka bagian yang ini kan!".....Jack memperlihatkan satu bungkus daging dengan tanda khusus, sepertinya daging itu dikemas hanya untuk Liyana


"Hmmm, yah itu pasti enak sekali, ayo cepat, buka bungkusnya, aku lapar sekali!", Jack membuka bungkusnya dan meletakkan daging nya teratur dalam barisan


"Jack, kau seperti sedang membariskan pasukan daging..?!", tanyaku agak heran


"Ha ha ha, Hannah tak memberitahumu Andy...?", Liyana bertanya padaku


"Aku sangat teratur...., aku terobsesi dengan keteraturan. Tinggal di alam bebas membuat ku sedikit.....tak terobsesi", Liyana menjelaskan sambil mengamati dagingnya


"Untunglah Edward dan Rossy tak ada yang sepertiku, ha ha ha", Liyana benar-benar sedang senang


"Jack hanya tersenyum, obrolan tentang ayahku seperti tak pernah ada", Liyana membuat Jack dan Millard diam


"Liyana, apa kau pernah bertemu dengan Sammy", pertanyaan kulontarkan setelah tak ada lagi makanan yang tersisa. Liyana benar-benar kelaparan


"Tentu saja, Kakekku maksudmu......?", dia menjawab sambil menyeruput minuman milik Jack


"Lucu sekali, kakekku adalah kakak ayahmu Jack. Harusnya aku memanggilmu paman.....tapi kau menikahi putriku", ibu mertuaku menerawang


"Aku sudah lama tak bertemu kakek, ketika pemakaman mamah Brenda, aku bertemu dia terakhir kali, kemudian dia.....", Liyana melirik Jack


Jack mengangguk, sepertinya Liyana meminta persetujuan Jack

__ADS_1


"Dia sudah lama meninggal", kemudian anggukan Jack mempercepat kata kata yang meluncur dari keturunan Sammy langsung


"Ayahmu.....membuat keluarga kita kocar-kacir. Keluargaku sudah lama tak bisa ikut campur, kau tau kan selama perlawanan, keluargaku memberontak dan aku sejak lama menjadi yatim piatu"


"Aku belum mengerti sepenuhnya Liyana", aku benar-benar bingung


"Jack lebih tahu, dan Millard paling tahu, Spain ayah dari Jendral Spain sekarang dia sangat tahu....tentang ayahmu!"


"Terlalu lama untuk diceritakan, jika ku langsung pada aksi yang ayahmu lakukan, kau akan tak menghormati dia.....My King melakukan semua itu demi negara!", Millard membuatku tak bisa menyalahkan ayah


"Jadi semua kegiatan perlawanan keluarga Sammy setelah kejadian yang menewaskan mamahnya dokter Brenda adalah buatan ayahku sendiri......?!"


Semuanya diam, tak menyangkal ataupun mengiyakan


"Millard, kejadian di hotel Kingdoms, yang membuat Hannah pingsan. Aku melihat sendiri ayah bertarung...., itu juga pura-pura?!", aku benar-benar bingung


"Ayahmu memelihara pasukan liar, Yang Mulia..." Millard menghela nafas


"Awalnya hanya kesepakatan untuk tutup mulut, karena ayahmu percaya adanya konflik itu mempersatukan semua suku, tapi memelihara pasukan yang serakah dan haus pertempuran bukanlah hal mudah", Millard berkata dengan penyesalan


"Ayahmu harus berbohong pada seluruh militer, sekaligus mengatur dramanya sendiri", sambung Jack


"Jack benar-benar menjadi makhluk bebas semenjak bertemu Liyana, tak seperti aku", mata Millard menerawang jauh


"Keluargaku banyak membutuhkan akses istana, sepertinya Yang Mulia juga tahu hal ini", pengakuan Millard


"Ayah tak pernah mau ditemani siapapun ketika menerima tamu....., karena rahasia ini?", aku mulai mengingat semua sikap ayah yang ganjil


"Iya itu salah satunya.....", Jawab Millard lagi


"Mengapa tak ada yang mencoba menghentikan ini dari ayahku!"


"Ini sudah turun temurun, kakekmu yang mengawalinya, The First, ayahmu hanya meneruskannya", jelas Millard


"Awalnya My King juga seperti anda, tapi setelah melihat, betapa indahnya melihat suku-suku yang tadinya bersiteru jadi bersatu bahu membahu menumpas satu musuh yang sama. My King mulai membuat Sammy tak pernah mati", Millard tenang sekali menjelaskan hal ini


"Aku ingat perkataan My King,...mereka yang meninggal karena perlawanan palsu ini, adalah pahlawan untuk menyatukan negeri, aku....semua.....setelah Sammy yang asli meninggal....aku benar-benar tak sanggup mengikuti ayahmu!", Jack berbelit-belit


Liyana menggenggam tangan Jack, "Sudahlah, kau bukan lagi bawahannya, kau punya kehendak sendiri....."

__ADS_1


"Aku tak menyangka kau sangat dekat dengan ayahku Jack...!", kupikir keputusan meninggalkan ayah sudah sangat tepat, tapi mengapa sepertinya dia sangat sedih. Itu pasti karena persahabatan yang sudah sangat dekat


"Ayahmu seperti saudara bagiku Jack, andai saja dia tidak memutuskan untuk mengambil keputusan meniru leluhurnya, aku sekarang pasti masih disisinya.......", mata Jack memerah, menahan tangis


"Dia sendirian.....,apalagi setelah Spain tewas, aku benar-benar mengerti kesendiriannya", Jack berbicara seolah dia ayahku


"Tak usah berlebihan Jack, dia tak pernah merasa sendirian, atau merasa harus bersama-sama, yang aku tahu. Dia hanya harus menjalankan kewajibannya....sendirian atau bersama, dia tak ambil pusing"


"Kau juga mengerti ayahmu Andy.....", Liyana tiba-tiba menyela pembicaraan


"Itulah yang membuatku tak bisa marah, dia hanya menjalankan negara, sesuai dengan ilmu yang dia tahu, dan dia mendapatkan itu dari ayahnya....."Liyana seakan bisa memakluminya


"Dia hampir membuat Hannah terbunuh berkali-kali, bahkan Edward....."


"Andy.....bukan semua kekacauan di Rock ayahmu yang membuatnya...., bukan satu hal saja, ada banyak. Dia hanya membuat Sammy jadi tokoh utama, karena ada banyak", Millard mulai duduk tegak, tak lagi santai


"Memfokuskan satu musuh, membuat semua bersatu, daripada ke banyak musuh, selalu begitu. penjelasan My King", Millard mulai mengingat


"Setahuku di depan hotel Kingdoms, ada juga penyusup yang mengacaukan rencana", terang Millard


"Nanti, aku tunjukkan dokumen rahasia tentang peristiwa yang sengaja dibuat My King. Kebanyakan tak mulus, selalu ada pembonceng tenar. Kata My King mereka membuat banyak tuntutan"


"Kalau begitu repot, mengapa tak dihentikan saja....", aku kesal


"Karena sudah terlalu besar, terlalu banyak yang harus dijelaskan, terlalu banyak kebohongan", Liyana berkata memaklumi


"Harusnya ayah berhenti...., jadi keluarga Sammy sudah bukan lagi ancaman. Dan....ancaman untuk negeri ini lebih banyak....dan aku tak tahu semua itu, bedebah!!!"


Aku benar-benar dibuat seperti boneka tolol, oleh ayahku sendiri. Ancamannya nyata dari keluarga Sammy tak pernah ada, ternyata ancaman sesungguhnya yang lebih banyak dan sangat nyata ditutupi oleh ayah. Agar yang nampak hanya satu ancaman saja


"Jack, Millard, Liyana bisakah aku meminta pertolongan kalian....?", aku duduk dan menghadap ke tiga orang tetua negeri ini


"Tolong tuliskan semua yang kalian tahu tentang ayah. Aku harus tahu semuanya....aku harus tahu...."


"Tenanglah Jack, negeri ini baik-baik saja. Aku akan menuliskan semuanya", Liyana


memang selalu menenangkan


Aku meninggalkan mereka bertiga menuju ayahku yang sudah benar-benar tertidur. Aku lihat liyana menyiapkan banyak kertas dan alat tulis. Dia tak punya tablet penyimpan data. Semua terasa seperti jaman bumi di Edges ini

__ADS_1


Aku tak tahu rahasia apa lagi yang akan kubaca dalam catatan mereka bertiga. Tapi aku berjanji tak kan menyalahkan ayah. Aku berjanji tak kan menyalahkan ayah. Aku....bisakah melakukan janji itu? Janji pada diri sendiri? Dengan kemarahan pada diri sendiri....Bisakah aku berjanji tak menyalahkannya?


__ADS_2