Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Perayaan terburuk


__ADS_3

PERAYAAN TERBURUK


Hari ini, perayaan ulang tahun ayahku, aku duduk berdua dengan Hannah di meja makan, suasana di kantor ramai karena tak ada aktifitas kantoran seperti biasa, hanya perayaan.


Aku menunggu Hannah, di ruang administrasi yang sepi. Dia datang dengan wajah loyo, aku kesal sekali, Hannah punya kehidupan malam yang aku tak tahu.


"Kau pucat sekali Hannah!", yang ditanya hanya menatapku sayu, lalu tersenyum.


Sedikit saja, anggap aku seseorang yang berarti bagimu Hannah. Jangan singkirkan aku dari kehidupanmu.


Makan siang jadi meriah, karena hari perayaan, aku bertengkar hebat dengan Hannah. Aku ingin Hannah jujur padaku, tapi dia tak suka aku bertanya tentang kehidupan malamnya. Para tetua di kampung pedalaman barat Edges salah, Hannah tak pernah mencintaiku.


Aku memutuskan untuk berhenti memaksa Hannah mencintaiku, apa gunanya bersama, Hannah tak mau jujur padaku.


Aku tahu Hannah hidup serba kurang, dia harus banyak menghemat akses, karena dia memang tak bawa apapun dari kampung halamannya. Tapi, setidaknya berbagilah denganku semua itu, aku sangat bisa membantu.


"Ayah, sepertinya aku bosan di administrasi, pekerjaannya terlalu monoton untuk ku, aku biasa kerja lapangan", aku minta ayah memindahkanku.


"Aku akan urus ke Millard, menghilanglah dulu Andy, beri waktu untuk dirimu, mencerna semuanya", ayah malah ingin aku tak pergi kemana-mana.


"Tinggal saja di istana bawah tanah, di dalam istanamu, istirahatlah disana. Dari dulu kau memang suka tinggal di istana itu", ayah menyuruhku tinggal di istana lama, tempat aku tumbuh dan bersembunyi.


Ide ayah lumayan menarik, kepindahanku ke bagian militer tak diurus oleh Millard, surat permintaan pindah, hanya terbengkalai di meja ayah. Aku hanya sembunyi.


Setahun lebih aku menjadi suami Hannah, tak bisa hilang begitu saja. Semua yang ada di diri Hannah, terngiang jelas di mataku, seolah itu baru kemarin.


Aku ingat garis memanjang di punggung Hannah, tempat keluar sayap, sayap yang tak pernah ku lihat.


Aku ingat gaya Hannah memelukku dengan mendekatkan rambutnya ke pelukanku, aroma rambut Hannah yang seperti bau bunga-bunga perasa, membuatku ingin terus memeluknya.


Hannah harus hilang dari hidupku, sibuk membuat tubuhku seperti semula, cukup untuk menjadikan hari-hari di istana bawah tanah tanpa Hannah.


Aku bahkan tak tahan makanan yang aroma bunga perasa nya terlalu kuat, tak bisa lagi makan ikan salmon. semuanya tentang Hannah membuat aku sesak nafas.


Spain mengajakku pergi bertugas, sebagai Andro. Aku masih harus mengenakan half shield ku, kulit wajahku masih sangat sensitif terkena sinar bintang.


Aku bertugas di Tepian, tempat aku mengalami keputusan paling impulsif selama aku bertugas kemiliteran, karena banyak tentara yang terkena parasit, aku harus cepat bertindak.


"Andro kau masih ingat terakhir kau Tepian?",Spain bertanya padaku di perjalanan menuju Tepian.


"Tentu saja aku ingat hal yang membuat aku dikirim ke Kiehl", jawabku membuat Spain terdiam.


"Mengapa kau sangat impulsif mengirim banyak tentara dan perlengkapan ke Tepian waktu itu, tak seperti dirimu, yang banyak pertimbangan", Spain merasa jawabanku tak cukup panjang.

__ADS_1


"Tidak impulsif Spain, karena alasan kemanusiaan saja"


"Kemanusiaan atau.....alasan yang lain?"


"Apa maksudmu yang lain?", mengapa Spain terus mendesakku dengan pertanyaan tentang Tepian


Sampai di Tepian, aku berkantor di tempat Spain bekerja, Spain mengatakan aku staf ahli.


"Maaf Jenderal tamu dari bagian intel Tepian ingin datang menghadap", baru sepuluh menit datang, Spain sudah di kunjungi tamu.


"Lapor Jenderal, saya Lingling, dari Intel Tepian", Spain tersenyum, baru kali ini kulihat Spain tersenyum dengan benar pada seorang gadis.


"Bagaimana kerjamu di rumah sakit, Ling ling? Apakah tak ada yang curiga?", Spain bertanya dengan lembut.


"Siap tak ada yang curiga Jenderal, ini laporannya", gadis yang bernama Ling Ling ini, menyerahkan sebundel laporan, cukup tebal.


"Ya, kau boleh pergi" Spain membuat gadis berambut hijau itu pergi dengan mudah, kupikir dia agak dekat dengan Spain.


"Dia intel, Spain?", tanyaku penasaran


"Di rumah sakit, kutempatkan dia di rumah sakit", Spain mengulang jawabannya.


"Karena kejadian di Tepian?", aku ingin tahu pasti


"Kau akan kemana lagi setelah ini, haruskah aku menemani, atau aku ada tugas yang lain?"


"Lihatlah sekolah militer di Tepian, Andy, awasi mereka untukku, ini tanda kau perwakilanku!", Spain memasang bros sayap di dadaku, bros sayap ini nampak tak asing.


"Bros ini.... tanda aku orangmu?"


"Iya, bros ini sudah lama kupakai, mereka pasti mengenali bros ini, ada kode akses di dalamnya, kode akses punyaku, pakai saja", Spain berbicara terlalu panjang untuk sebuah bros.


Saat ini, aku adalah bawahan Spain, hidupku sedang di titik terbawah, sampai harus jadi bawahan Spain.


Sampai di sekolah militer Tepian. Tak besar seperti di Kingdoms, tapi cukup untuk kota kecil seperti Tepian.


Aku meletakan bros yang diberikan Spain ke scan tanda masuk, "Accepted", di layar tertulis aku diperbolehkan masuk.


Di depan barisan, ada anak muda berambut kuning, bersayap kecil, sedang melatih kecepatan berlari beriringan sambil mengepakan sayap.


Lumayan juga kecepatan larinya, dia melihat padaku lalu mendatangiku, "Maaf anda siapa, oh bros sayap, anda dikirim Jenderal Spain, saya Sandy, penanggung jawab pasukan bersayap Tepian", masih muda dan bersemangat.


"Aku Andro, staf ahli Spain", jawabku cepat tak mau dia banyak bertanya.

__ADS_1


"Anda intel, wajah anda di sembunyikan dengan half shield!?", tanya pemuda ini polos, tak takut padaku.


"Karena Kiehl, aku sebelumnya bertugas di Kiehl, jadi wajahku rusak", jawabanku membuat dia tak bisa berkata-kata.


" Kau mau melatih kami, atau hanya melihat saja", tak sopan memanggilku dengan "kau", lancang sekali pemuda ini.


"Kau cepat Sandy?"


"Sangat cepat, Tuan Andro"


"Mau melawanku?", tantanganku mungkin membuat dia ciut


"Silahkan tuan Andro", anak ini sombong sekali


Semua tentara yang berlatih di minta minggir, Sandy mendekat padaku, "Tuan Andro, kulit tubuh anda masih terdapat sisa radiasi Kiehl, apakah aku harus mengalah pada anda", kurang ngajar bener ini anak


"Jangan sungkan Sandy, perlakukan aku seperti orang sehat saja, kita berlari tanpa sayap!"


"Baik, tuan Andro, kuterima tantanganmu!", Sandy berteriak menyemangati dirinya sendiri


Yang dilatih Andy, bertepuk tangan kompak menyemangati.


DOOORRRR


Suara tembakan, memulai perlombaan, Sandy berlari dengan sangat cepat, aku sudah lama tak lari cepat, di istana bawah tanah aku berlatih sendiri, tak ada semangat kompetisi seperti ini.


Aku lupa caranya berlari cepat, waktu setahun di kantor administrasi terbuang percuma, tak memperbaiki fisikku, malah bermain dengan Hannah.


Sepertiga lintasan, sepertinya aku mulai menemukan ritme gayaku berlari, Sandy bisa ku samai kecepatannya. Dia melirikku dalam keadaan berlari, dia panik!


Ku tambah sedikit kecepatanku, aku ingin menjaga detak jantungku agar tak terlalu kaget. Sandy kepayahan menyusulku.


Setengah lintasan, aku sudah memimpin, Sandy kepayahan ingin menyamai langkahku.


Aku baru sadar mungkin kekuatan fisikku sudah pulih. Tak terasa berat, berlari dengan cepat seperti ini.


Sebaiknya jangan terlalu jauh jaraknya, agar dia tak malu, dan masih mau berlatih fisik bersamaku.


Ku lambatkan kecepatanku, dia berada dalam jarak yang stabil di belakangku.


"Priiiiiiit" , lombanya selesai, aku masih bisa menang


"Tuan Andro, terima kasih sudah memperpendek jarak berlarimu denganku, aku jadi punya muka di depan tentara yang kulatih" Sandy mengetahui aku sengaja melambatkan kecepatan lariku

__ADS_1


Aku menepuk nepuk punggungnya, orang normal akan mengerti bahasa tubuhku. Bagaimanapun juga aku tak kan membuat orang lain curiga terhadapku, apalagi saat ini, aku rasa menemukan teman berlatih yang cocok.


__ADS_2