Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Mencari Spain


__ADS_3

MENCARI SPAIN


Rossy dan Edward terlalu banyak menyita perhatian Andy, misiku untuk mengambil The First bisa gagal.


Aku menyimpan The First palsu di dalam lubang kayu, tumbuhnya jamur putih.


Aku cek masih ada, aku harus menukarnya.


Di kantor militer hanya Spain yang bisa mengendus keberadaanku. Aku harus pergi menukar, saat Spain tak ada.


Sebulan disini tak pernah kudengar nama Spain, apakah namanya sudah redup?


Aku harus mengadakan pengamatan di depan kantor militer, tapi Andy membuatku tak bisa banyak bergerak


"Merryl sekarang kau harus bisa membuat kamus untuk bahasa-bahasa di Edges, tak ada alasan, kau harus bisa mengerjakannya", Andy galak sekali sekarang


"Itu Yang Mulia, saya...."


"Jangan kuatir Merryl, aku sudah menyiapkan koin akses tak terbatas untukmu", aku belum selesai bertanya, Andy menjawab berpikir tahu yang akan ku katakan


Dia langsung pergi bersama Sam, aku ditinggal dengan setumpuk buku kosong dan satu kamus berisi kalimat yang biasa digunakan orang sehari-hari. Mungkin Andy, ingin aku menterjemahkan, kalimat-kalimat ini kedalam bahasa suku di Edges yang aku tahu.


Bisa lima tahun aku membuatnya. Ada-ada saja Andy.


Sekarang aku harus nurut, kalau tidak aku bisa mati


Rencana mengamati kantor militer di siang hari gagal, aku harus mengamatinya di malam hari


Aku mengamati dengan baju hitam ketat dan masker kain hitam, supaya tak terlihat. Aku mengendap ke luar gedung dapur saat anak-anak sudah tidur.


Terbang rendah ke depan kantor militer, di depan kantor militer ada satu pohon tua, tinggi menjulang. Aku hinggap di atas pohon itu, mengamati orang-orang yang lalu lalang. Tak ada Spain, di malam hari. Susah sekali mengamati orang pada malam hari.


Hari ini, jam sebelas malam, kantor ditutup. Hanya yang punya ijin khusus, bisa masuk. Aku menunggu sampai jam satu malam, tak ada orang yang masuk. Saatnya pulang, besok aku masih harus pergi ke kantor


******


Hari-hariku dipenuhi tugas aneh dari Andy. Dia juga selalu merindukan Edward dan Rossy, terkadang aku menyesalkan pertemuan anak-anakku dan ayahnya.


Malam ini, aku harus melihat lagi rutinitas malam hari kantor militer, aku merencanakan seminggu penuh mengamatinya.


Masih sama, mereka menutup kantor jam sebelas malam. Tak ada pergerakan mencurigakan apapun sampai jam satu malam.


*******


Hari kedelapan, semuanya masih sama rutinas sama. Aku tak melihat Spain di malam hari, artinya aku bisa menukar The First besok malam.

__ADS_1


Apa ini, ada yang menarik tubuhku ke atas, "LEPAS!!!, MAU APA KAMU !!!! ", Andy mengapa kau menarikku dengan mata terpejam?


"Hannah, jangan pergi! ", Andy memelukku sambil mengucapkan "jangan pergi", matanya terpejam


Andy terbang sambil terpejam, dia bermimpi sambil terbang, bermimpi tentang aku


Dia mengikuti instingnya, mengendus mencari aromaku, dalam keadaan sadar dia tak akan mengenalku


"LEPASKAN, KAU MEMELUKKU TERLALU KENCANG", dia malah men*iumiku.


"ANDY LEEEPAAAAAS!!!", matanya terbuka, sayapnya menghilang dia terjatuh, aku menangkapnya.


Aku menidurkannya di samping kantor militer, dia kaget lalu tertidur lagi.


Aku lempar batu ke arah penjaga, kena!!!, mereka berlari ke arah batu di lempar. Aku bersembunyi di atas atap, Andy di temukan. Wajah Andy dimana-mana, berharap mereka mengenali Andy


"PRIIIIIIIIIIT", peluit panjang di bunyikan, sesuatu yang penting dan rahasia ditemukan. Penjaga itu mengenali Andy, raja tertidur di depan kantor militer, tentu harus jadi rahasia


******


Andy tak masuk kantor, hari ini. Setelah yang tadi malam terjadi, tentu saja dia harus menjalani serangkaian tes kesehatan hari ini, dan besok, dan besok...


Aku tak harus mengantar makanan, aku hanya harus duduk mengerjakan tugas-tugas dari Andy


*****


Tak ada jawaban, sepertinya aku tak punya kewenangan untuk bertanya pada ajudan raja


Hari-hariku sepi, di kantor sendirian, hanya sekretaris dari berbagai departemen menitipkan banyak dokumen, mejanya sudah penuh dengan tablet kecil yang belum diperiksa.


Sudah dua minggu, apa Andy masih menjalani banyak pemeriksaan?


******


Hari minggu, Rossy ingin sekali ke pusat kota, bermain tongkat penyangga baru hadiah dari Abraham


Jam enam pagi, kami sudah bersiap-siap," Ibu ayo cepat!!"


"Bentar lagi, ibu memasukkan bekal ke tas dulu, sabar..... ya sabar"


"Ayo Rossy, nunggu ibu diluar aja", ajak Edward


" Ayoooo !!!"


Mereka berlari keluar, damai sekali mereka diluar tak ribut seperti di dalam rumah.

__ADS_1


"Ayo pergi, ibu kunci pintu du..."


"Ibu, lihat siapa yang datang?" Rossy girang sekali, mereka berdua dalam pelukan Andy.


"Ayah Andromeda mau ikut ke pusat kota, boleh kan bu?"


"Maaf Yang Mulia, anak saya kurang sopan", aku tak berani menjawab pertanyaan Edward


"Merryl, bagaimana kabarmu?", tanya Andy


"Baik-baik saja Yang Mulia, seperti biasa. Apa yang Mulia sudah bisa beraktifitas besok?"


"Iya, aku sehat, hanya punya masalah tidur"


Aku mengangguk


Edward dan Rossy, memanggil Andy, ayah Andromeda, tak sopan pada raja, tapi memang dia ayahnya.


Seandainya anak-anak tahu, betapa bencinya ayah mereka padaku, pasti mereka tak ingin menemui ayahnya. Andy menganggapku perempuan malam, dia merendahkanku


Di perjalanan, aku diam menerawang, mengingat kejadian dulu, saat aku dihinakan oleh Andy, tak disapa berbulan-bulan, padahal saat itu aku sedang hamil. Lalu dia menghilang, dan kembali lagi sebagai Andro. Aku tak bisa berbuat banyak kecuali menghilang, dalam cerita Spain.


Aku yang dianggap mati, datang dengan badan kurus kering, karena mengandung benih suku penyangga putih asli, yang pasti sangat merugikan tubuhku yang merupakan suku pengisi.


Seluruh penduduk dua kampung merawatku, bergantian, aku hampir mati, mengandung mereka


Andy tak tahu, dan apakah ketika dia tahu, ada perbedaan dalam dia memandangku. Aku yakin Edward dan Rossy akan dianggap anak orang lain, karena Andy menganggapku perempuan nakal, yang suka menghilang di malam hari


Kalau dia tahu mereka adalah anak-anaknya dariku, apa dia mau mengakuinya. Tidak, dia sangat membenciku sampai pergi tanpa sepatahkata pun. Aku sangat membencinya


"Sudah sampai ibu..."


Mereka berdua berlari, Andy berdiri di depanku, seolah dia lebih berperan dalam membesarkan Edward Rossy, jika dia tahu itu anakku, Hannah, dia pasti akan mengucilkan kami bertiga ke tempat terpencil


"Merryl", Sam mendekatiku


"Yang Mulia baru saja selesai melakukan cek kesehatan", kata Sam


"Sehat-sehat saja kan?"


"Sehat, sangat sehat hanya saja, dia sangat merindukan seseorang, sampai mengganggu tidurnya"


" Oooh", aku tak bisa berkata lagi


Siapa yang dia rindukan, aku? Dia merindukan ketiadaan, dia hanya merindukan dirinya sendiri yang dulu

__ADS_1


Hari ini terasa lama bagiku, kenangan masa lalu bersama Andy, Andro terus berulang di kepalaku. Aku semakin membenci orang ini. Nanti malam aku harus menukar The First


__ADS_2