Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Bahagia


__ADS_3

BAHAGIA


"Ayah sudah berhari-hari kita dibawah sini, apakah ayah tak berencana keatas sana?"


"Kau bosan nak?"


"Tidak yah, hanya bertanya saja"


"Harusnya kita memang tak boleh berlama-lama disini", ayah bicara sambil memandangi karyawan dapur yang nampak kelelahan


"Apakah ayah punya rencana?"


"Ayah tak tahu harus menyembunyikan orang sebanyak ini dimana?"


Aku menghitung ada seratus dua puluh orang disini. Di gua bawah air


"Ayah, darimana ayah tahu disini ada gua seperti ini?'


"Ayah tak tahu Edward, ayah hanya mengingat ikan yang begitu banyak bisa diambil dari kolam, pasti terhubung dengan sesuatu. Ayah jadi berani memutuskan untuk masuk ke kolam ini"


"Oh, aku pikir ayah tahu tentang kolam ikan aneh ini"


"Spain, pernah mendengar tentang kolam surga tempat yang seperti bumi dari leluhurnya. Jadi kami berdua menebak, mungkin kolam ini penghubungnya"


"Gedung dapur, dulunya hutan yah?"


"Bukan, dulu tempat tinggal kakek buyutmu!"


"Oh, jadi itu yang membuat pilihan ayah bersembunyi ada di gedung ini?"


"Iya, Spain juga menguatkan pilihanku"


Aku memandang langit gua, aku tak pernah berpisah dari ibu dan Rossy berhari-hari, aku merindukan mereka


"Kenapa nak?"


"Tidak apa-apa yah!" Aku menggelengkan kepala agar ayah tak melihat wajah murungku.


Apa yang terjadi disini cukup menguras emosi dan fisik ayah. Mungkinkah aku sendirian saja yang mencari bantuan ke atas?


"Ayah, kau tahu siapa bisa dimintai pertolongan sekarang?"


"Semua teman-temanku masih mendukungku, mereka hanya bersembunyi"


"Apa ayah bisa perlihatkan wajah mereka padaku, dengan telepati?"


"Tentu Edward"


Kemampuan telepati ayah sangat hebat, gambar fotografi yang ayah perlihatkan padaku sangat sempurna. Ingatan fotografinya luar biasa seperti Rossy


Ibu sering bercerita, kemampuan telepati ayah bukan yang terhebat, ada om Spain dan ibu. Kata ibu, ayah masih dibawah levelnya. Aku rindu dengan gaya ibu bicara


Bagaimana ibu diatas sana, aku tak bisa menghubunginya, tak bisa juga mengirim bantuan. Ibu.....


********


"Spain, Edward tak bisa kuhubungi!"


"Kau bisa berkomunikasi dengan Edward?"

__ADS_1


"Pakai ini, liontin berpasangan, Andy yang hadiahkan untuk Edward"


Spain memandang lekat ke arah koin, dia tak bertanya atau memintaku untuk mendekatkan koin ke arahnya


Spain cukup sopan bila sedang dalam kewarasannya. Melihat dia yang sekarang berdiri di depanku, aku tak percaya Spain pernah kusebut Jenderal Gila


Idenya aneh, dan cara berpikir menyelesaikan masalah sangat berbeda dengan orang kebanyakan


Aku baru tahu kehebatan Spain, setelah tadi kulihat dia bereaksi dengan tubuh Rossy yang tegang dan mata yang terus terbuka


Kekuatan inner tinggi ternyata dibarengi juga dengan kemampuan analisa jiwa yang sangat luar biasa


Tak heran My King sangat mempercayainya


"Spain, aku pikir kita harus menemui Andy dan membantunya"


Spain menatap tajam ke arah mataku, "Kau yakin Hannah, artinya kau harus meninggalkan Rossy?!"


"Tidak, aku tidak meninggalkan Rossy, tapi aku menitipkannya pada orang yang paling dipercaya dua orang raja negeri ini. Aku menitipkannya padamu"


Wajah Spain tak terkejut, tapi ujung alis matanya sedikit terangkat. Dia berusaha menyembunyikan kekagetannya.


"Aku akan menjaga gadis cantik itu, anakmu! Kau pergilah membantu Andy!"


Kemudian dia membalikkan badan dan bergerak seolah sedang berdansa


"Aku akan mengajak Rossy berdansa Hannah, dia pasti menyukainya!"


Dia melirik padaku, sambil tersenyum lalu menari lagi. Ternyata kewarasan Spain tak bisa terlalu lama


Sebelum pergi aku mencium dan memeluk Rossy yang sedang terpejam. Tak tahu dia sedang tersadar atau masih tidur


Spain mengantarku sampai ke teras


"Tentu saja, aku masih ingat"


Aku mengepakkan tanganku, dan keluarlah sayap cahaya raksasa yang panjang dan lebarnya melebihi tubuhku


" Aku iri padamu Hannah, kau punya sayap yang begitu indah dan kokoh seperti ini"


"Kekuatan innermu juga tak ada yang mengalahkannya Spain!" Aku tersenyum ringan agar galaunya Spain cepat pergi


Aku terbang dengan sayap besar yang sangat mencuri perhatian


Masuk lagi ke negeri Rocks Collapse, tempat harapan terakhir manusia setelah ledakan matahari yang menyisakan black hole dan menyerap seluruh tata surya


Aku terbang rendah diatas kota Kingdoms. Pemandangan kota yang jauh dari kerinduanku. Kota ini hancur, porak poranda. Ada apa ini?


Bagaimana dengan Edward, apakah dia bisa selamat dan menemukan ayahnya ditempat kacau seperti ini


Kingdoms menjadi kota mati tak ada siapapun, hanya sampah berserakan. Banyak rumah hancur, pohon tumbang. Tapi....


Tak ada bau gosong daging terbakar di jalanan, ini adalah kekacauan yang dilakukan setengah-setengah. Tak sepenuhnya ingin mengacaukan, ini adalah keributan untuk membuat perundingan


Aku yakin tak ada korban, mereka hanya sembunyi. Aku harus cepat bertemu Andy, dia harus cepat menyelesaikan konflik apapun ini


Aku berlari cepat dengan mengendap. Aku yakin penduduk yang bersitegang masih ada menunggu pergerakan


Sampai juga di depan gedung dapur. Pintunya terbuka, tak perlu akses atau ijin untuk memasukinya. Aku cepat memasuki gedung dan masuk ke lift menuju rumah ku

__ADS_1


Rumah gudangku, masih sama, tak berantakan dengan rumput liar. Padahal aku sudah lama tak merawatnya. Mungkinkah Andy....


Aku segera mendekat ke kolam ikan kecil. Mungkin ini ide gila leluhur Spain, dia membuat kolam ikan sekecil ini sebagai jalan masuk ke tempat yang lebih besar


Aku akhirnya masuk ke dalam kolam ikan yang Spain ceritakan sebagai tempat bersembunyi Andy


Kolam air tawar, ikuti cahayanya lalu aku akan menemui gua tempat Andy bersembunyi. Aku sangat berharap Edward ada disana


Itu cahayanya! Kolamnya cukup luas dan dalam. Gua....


Ternyata cahaya tadi menuju gua ini. Aku melangkah masuk ke dalam gua. Ini tempat yang sangat bagus untuk sembunyi. Tercium aroma ikan bakar, aku berjalan mengikuti aroma itu


"Edward!"


"Ibuuuuuuu"


Anak lelaki ku lari memelukku. Senang sekali bisa mencium aroma tubuh Edward


"Kau tak apa nak?"


"Aku baik-baik saja, Bu!"


"Ibu, itu ayah!"


Kami berpisah, dalam keadaan tak saling menyapa. Yang pasti sama keadaannya sekarang


Aku hanya memandang Andy, lalu menundukkan kepala. Etika yang normal bila seseorang bertemu Raja.


Andy yang tadinya duduk di batuan. Seketika berdiri melihat Edward lari memelukku. Dia terpaku


Tatapan mataku yang dibarengi anggukan kepala, tak direspon oleh Andy. Dia dengan langkah cepat mendekatiku.


"Hannah...!"


Dia berucap lirih memanggil namaku, kemudian pelukan yang sangat erat mendekap tubuhku. Edward dibuat mundur menjauh dengan tingkah ayahnya


Aku tak mengerti dengan sikap Andy. Mengapa dia seolah-olah masih sangat menginginkanku. Setelah mengusirku menjauhinya


"Aku merindukanmu Hannah...., Maafkan aku tak bisa berbuat banyak, kamu pasti banyak menderita karena aku..."


Aku merasakan pipi Andy basah, dia menangis. Aku tak ingin berlarut dalam penyesalan Andy, yang aku tak tahu sebab pastinya. Aku hanya ingin kehidupan Rock Collapse, menjadi normal


"Andy, aku tahu kau pasti punya banyak hal yang harus dikatakan tentang hubungan kita. Tapi... sekarang itu bukan yang terpenting. Negeri ini yang utama"


Perlahan Andy, melepas pelukannya. Lalu dia mengajakku bergabung dalam lingkaran, orang-orang bergiliran membakar ikan


"Andy, mereka karyawan dapur?"


"Iya"


"Kau membawa mereka berenang kesini?"


"Ha ha ha... tentu saja mereka tidak berenang Hannah"


"Lalu...."


"Aku buat perisai, lubang udara, sebuah ruang udara dalam air yang bisa mereka masuki"


"Kau, bisa memikirkan ide itu?!!

__ADS_1


"Tentu, kau pikir aku menyuruh mereka berenang kemari?"


Andy, aku dan Edward tertawa bersama, tertawa dengan rasa geli karena bodohnya pertanyaanku. Edward bisa mendengar telepati kami, karena sepertinya Andy dan aku kompak tak menutup telepati kami. Aku ingin Edward menyaksikan aku dan ayahnya berinteraksi. Dia bahagia


__ADS_2