Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Kursus Kegawat daruratan


__ADS_3

KURSUS KEGAWAT DARURATAN


"Hmmmm Hannah, kau tau, aku tak bisa menunggui kamu terus menerus disini, aku harus kerja. Begini saja, kenapa kau tak daftar kursus kegawatdaruratan di RS kingdom, tak usah bayar, karena direkomendasikan olehku, kau tak usah bayar, gimana?"


"Benarkah Miss, aku bisa ikut kursus itu?, iya aku mau, aku mau"


"Siapkan dokumenmu, nanti sekalian aku bawa ke kantor"


Kursus kegawatdaruratan, bukan sembarang kursus, itu adalah kursus untuk relawan yang mau ikut membantu tentara di perbatasan kubah kingdom, hanya yang punya hasil kestabilan emosi diatas 7 yang bisa masuk.


Dari dulu aku ingin masuk, tapi test nya mandiri, gak gratis, aku mana ada akses untuk test itu. Hebat sekali Miss, hanya dengan rekomendasinya, aku bisa ikut kursus.


Kring....kring , telpon rumah berbunyi, dimana telponnya....kring...kring...ya Tuhan dimana telponnya, oh itu didepan kamar Miss.


"Ya Hallo"


"Apakah ini dengan Hannah Jacklyn


"I...iya itu saya"


"Kami dari RS Kingdom bagian kursus kegawatdaruratan, anda direkomendasikan dr Brenda, mengikuti kursus. Apakah anda bisa mulai sore ini jam 15.00 tepat."


" Sore ini....!!! hmmm ok, baju apa yang harus kupakaii?"


" Bebas Nona dengan celana panjang dan sepatu kets, Naik lift untuk kesana, dari menara pusat kota Dams menuju RS Kingdom. kode lift anda 181234"


" Baiklah, makasih"


Sekarang masih jam 10 pagi, aku harus pergi ke menara kota Dams,agar bisa naik lift ke Kingdom. Aku bahkan tak tahu jalan di kota Dams. Lebih baik kutelpon Miss saja.


" Miss Brenda!, Miss Brenda, Miss Brendaaaaa!"


"Hai, Hannah ada apa menelponku?"


"Tadi aku ditelpon RS Kingdom, aku bisa ikut kursus jam 3 sore ini, aku harus naik lift kesana, tapi aku benar-benar tak tahu jalan di kota Dams."


"Aku sewakan kapsul mobil tunggal untukmu ok, kira- kira jam 2 siang tunggulah depan rumah. Mereka robot jadi mereka tak bisa menunggu lebih dari 5 menit. Nanti kukirim kode transportasinya. Kau masukan saja kode nya untuk membuka kapsul"


" Ok Miss Brenda!"


*********************************


Jam 2 siang, aku menunggu di luar rumah Miss Brenda, menunggu kapsul mobil datang.


Oh itu ....Aku masukan kodenya, lalu...


"Selamat datang Miss Hannah, silahkan masuk, gunakan sabuk pengaman anda, katakan check, jika anda sudah siap"


"Check"


Kapsul mobil didesain untuk satu orang, ini nyaman sekali. Di kota Nein, tidak ada kapsul mobil seperti ini. Hanya ada lift penghubung saja di beberapa menara.


Anda sudah sampai Miss Hannah, silahkan keluar dan terima kasih sudah memakai jasa kami"


Jadi ini menara kota Dams. Aku masuk ke salah satu menara yang bertuliskan KINGDOM


Ada banyak menara lift penghubung disini, mungkin ada 8 menara, satu menara biasanya bisa menuju ke 5 sampai 7 kota tapi untuk Kingdom hanya satu menara.


Di dalam lift sepi hanya ada 10 orang. Ada 5 tujuan di screen Militer, Pusat Kota, Hospital, Pemerintahan, dan Kingdom. Aku tekan Hospital. Lift berhenti lagi, tanda hospital belum muncul, mungkin hanya menara pemberhentian.


Sekelompok tentara memakai seragam seperti malam itu, masuk ke lift. Beberapa diantaranya botak, dan tak ada yang memakai half shield sepertiku. Aku memilih mundur berdiri di sudut lift, aku malas berdesakan di tengah bersama dengan tentara-tentara itu.


Lift berhenti lagi, kali ini sekumpulan ibu-ibu yang nampaknya akan berbelanja di pusat kota kingdom. Ibu-ibu berukuran big size, ada sekitar 10 orang. Tapi 10 orang itu seperti 30 orang, langsung terasa sangat penuh sekali lift ini. Aku terdesak ke ujung, hanya sekitar tiga jengkal di depan ku berdiri tentara berkepala plontos, yang nampaknya juga ikut terdesak oleh sekumpulan ibu-ibu itu.


Kalau ada pemberhentian lift lagi, sepertinya aku akan basah kuyup kepanasan, AC dalam lift sudah mulai tak terasa dinginnya.


Lift berhenti. Tentara yang di depanku, bersama yang lainnya keluar dari lift, di screen atas tertulis MILITARY, kemudian aku terdesak lagi ke belakang.


Kali ini masuk lagi sekelompok tentara yang berpakaian seperti jas, hanya satu yang botak, dia berdiri tepat di depan ku. Ibu- ibu big size mulai berbicara, dan sibuk bersiap-siap keluar dari lift.


Dan benar saja di screen tertera PUSAT KOTA.


Sekumpulan ibu-ibu big size tadi keluar, dan wow... sekumpulan ibu- ibu yang lainnya masuk, lebih banyak, walaupun tak sebesar ibu- ibu dari kota Dams, tapi mereka banyak. Sampai-sampai tentara di depan ku mundur kebelakang dan....ups.Dia membalikkan badannya jadi menatapku, menahan tubuhnya dengan 2 tangan di sebelah telingaku. Aku jadi refleks menutup dadaku dengan tas. Dia benar benar kepayahan menahan orang- orang dibelakangnya supaya tak terus mendorong dia kearahku.


Sopan sekali tentara ini. Dia langsung membalikan badan dan menahan tubuhnya dengan tangan agar tak menyentuhku.


Lagi.... aku mencium aroma wangi yang membuatku kepalaku berdenyut.


Apakah tentara di depanku yang punya aroma itu, aku tak berani menatap wajahnya, kupalingkan wajahku ke sebelah kanan, agar tak bertatapan dengan dia.


Bodoh sekali aku, tak menatap baik-baik wajahnya, aroma ini menyenangkan sekali.


Kemudian di screen tertera HOSPITAL. Aku harus keluar "Permisi, permisi, permisi, saya mau keluar" ,huff hanya aku yang keluar.


RUMAH SAKIT KINGDOM

__ADS_1


aku berjalan kedalam entrance itu, lalu ada banyak lift lagi. Aku mencari kode lift 181234, ini dia lift nya.


Aku sendirian di lift ini.Tak ada screen lagi dalam lift, jadi lift ini hanya punya satu tujuan. Lampu berkedip, lift membuka pintu.


Ada penunjuk jalan ke kanan bertuliskan KURSUS


Aku berjalan belok ke kanan, dan sampai di sebuah tempat besar, yang berisi banyak orang seperti ku.


Di depan ada resepsionis menanyakan namaku


"HANNAH, HANNAH JACKLYN", jawabku.


Resepsionis itu membolak- balikkan daftar nama. Namaku tak ada, "Maaf apakah anda kesini atas rekomendasi seseorang?"


"Ya, dr Brenda"


"Ooooh dr Brenda", dia tampak terkejut, lalu berjalan ke belakang, menekan tuts yang menempel di dinding, kemudian mengangguk- angguk. Lalu dengan cepat kembali bicara padaku, "Silahkan Nona Hannah isi formulirnya dulu".


Kemudian aku diantar ke barisan nomor tiga dari kiri.


Jam 15.00 jam berdentang keras sekali, di ruangan itu. Setelah berdentang 3 kali. Dari pintu sebelah kanan, masuk dokter-dokter muda berambut biru, coklat dan hijau. Mereka sama sekali tidak melirik ke arah peserta kursus. Dia hanya langsung pergi mendatangi meja panitia di depan kami, seorang suster berambut pirang, memberikan data- data peserta kursus pada mereka.


Formulir- formulir sudah ditandai dengan jepitan yang berwarna warni. Dokter-dokter itu mengambil formulir, sesuai dengan warna rambutnya.


Suster berambut pirang tadi, berbicara dengan agak berteriak,


"Peserta kursus silahkan cari nama anda di screen warna raksasa ini. Screen warna biru ikuti dr Hosch ke ruangan nomer 1, screen coklat dr Emily ruangan 2 dan screen hijau dr Plavots ke ruangan 3.


Namaku ada di...... screen biru, ruangan 1, dr Hosch.


Aku melihat sekeliling, peserta kursus lelaki dan perempuan masih muda dan kelihatannya mereka punya manner tinggi.


"Selamat sore, saya Hosch dr unit kegawatdaruratan RS kingdom, saya akan mengajari anda untuk lincah dan berpikir cepat di zona perang, untuk yang telah lulus dari sekolah kedokteran, silahkan mengambil materi di front office tentang mentalitas dan tanggap reaksi. Sedangkan yang bukan dari kedokteran, silahkan ambil semua materi. 4 hari ke depan hari Sabtu, kita bertemu disini, tepat dijam yang sama. Makasih"


Sudah... selesai begitu saja, dr Hosch pergi meninggalkan ruangan, meninggalkan kami yang diam terpaku.


Setelah dr Hosch pergi, satu persatu peserta kursus meninggalkan ruangan menuju meja depan. Mereka menyerahkan koin hologram untuk diisi materi di meja depan.


"Siswa dr Hosch ya...silahkan koin hologram anda ditempelkan disini" , suster ramah berambut kuning tadi, mengambil koin lalu ditempelkan pada kubus berukuran 20 x 20, dan lampu nya menyala, hanya 3 detik lampu kubus itu mati.


"Silahkan scan retina" ,di layar depan pintu masuk muncul nama Xiao Ming.


Kemudian suster itu melakukan hal yang sama pada peserta lain di belakang Xiao Ming.


Theresia


Mac Bardy


Sanjay Dev


Dan masih banyak lagi sampai 30 orang.


Aku paling akhir.


"Hannah Jacklyn?"


Kemudian suster itu berbicara, "Maaf nona Hannah sepertinya materi untuk anda kurang". Dia meminta koin hologram ku lagi dan aku harus menunggu sekitar 15 menit, sampai lampu kubus itu mati.


Suster pirang itu, tersenyum lebar. " selamat belajar Nona Hannah"


Aku tersenyum getir, 15 menit download materi, sepertinya Miss Brenda sedang mengerjaiku.


Hanya setengah jam aku di RS, langsung pulang ke rumah Miss Brenda sepertinya ide yang baik, kingdom terlalu ramai.


Aku bertanya ke suster pirang tadi dimana toilet, katanya lurus melewati lift lalu belok kiri. Bajuku basah, harus segera ganti, kosong toiletnya. Aku pilih pintu nomer 1. Sesaat kemudian, ada suara gaduh masuk ke toilet. Beberapa peserta kursus wanita masuk, sambil ngobrol


"Kau masuk grup mana?"


"Emily"


"Plavots"


"Emily"


"Plavots"


"Aku Plavots, kau lihat tadi anak kedokteran dr Hosch, mereka tampan- tampan sekali bukan, kata ibuku, kalau saja aku bisa mendapatkan satu saja dari mereka, hidup keluarga ku akan menjadi mewah dengan banyak akses"


"Sama , ibuku juga berkata seperti itu"


"Mimpi sajalah kalian, kata kakak ku, kalian bisa bertahan 2 bulan saja, di kursus ini, itu sudah sangat hebat."


"Linda, kerjaan mu ini, menakut- nakuti saja"" Emang begitu kenyataan nya'


" Sudahlah, sudah tak kusam lagi wajah kita, ke pusat kota aja, daripada bingung tentang kursus !!!"

__ADS_1


Aku keluar dari kamar mandi, dengan setengah linglung, kakiku serasa tak bertulang mendengar percakapan tadi. Miss kau menempatkanku dengan peserta yang semuanya lulusan kedokteran, kau sudah gila Miss Brenda. Aku benar- benar ingin pulang minta penjelasan darimu.


Kali ini lift tidak terlalu ramai dan tak ada militer yang masuk, hanya beberapa ibu-ibu dari pusat kota. Aku memilih pulang memakai lift penghubung saja. Hanya harus berjalan kaki 20 menit dari menara kecil dalam kota Dams ke rumah Miss Brenda.


Sepi... Miss Brenda belum pulang. Aku sepertinya melihat mesin printer disini, ini dia.


Mataku tak kuat terlalu lama kena sinar, jadi ini harus ku print, seperti manusia di jaman bumi.


1000 HALAMAN, gila...Miss Brenda walaupun aku jenius, tak mungkin membaca ini semua dalam waktu sesingkat itu.


Krek krek, pintu dibuka Miss Brenda datang. Dia menghampiri aku, lalu tersenyum


" Tenanglah Hannah, aku akan membantu mu menghapalnya, aku sudah minta cuti 3 hari untuk mengajarimu, aku tau otakmu Hannah akan kuajari kau dasar- dasar kedokteran dan kegawatdaruratan"


Aku diam, Miss Brenda cuti, untuk mengajariku....


Kemudian dia menekan telpon di depan kamarnya, " Hai Monica mulai malam ini sampai hari sabtu, kirimkan ke rumahku makanan, untuk porsi dua orang rambut biru putih dan rambut hitam putih."


Dia bahkan memesan makanan....


" Ok Hannah, mandi lah dulu, setelah makanan datang kita mulai belajar"


Aku keatas tanpa bisa mengucapkan satu kata pun, aku tak bisa meminta penjelasan apapun darinya, dia terlihat sangat bersemangat.


Selesai mandi, aku kebawah sudah ada makanan di meja, nampaknya pesanan nya sudah datang.


"Ayo makan dulu"


Aku diam, tak banyak bicara


Selesai makan Miss Brenda mendekatiku.


" Hannah, ketika menungguku berhari-hari di ruang praktek ku, aku lihat kau membaca banyak buku kedokteran di kantorku. Sudah 4 tahun kau bolak balik membaca buku kedokteran ku bukan?"


Aku mengangguk lemah


" Dan 1000 halaman ini adalah rangkuman dari buku- buku itu."


Aku tak percaya ini....


"Dan aku yakin kau masih mengingatnya, karena seringkali kau berkata padaku, Miss aku sudah mengingatnya, apakah ada buku yang lain...." lalu dia tersenyum


Benarkah 1000 halaman ini rangkuman buku- buku yang kubaca. Aku membolak balikan halamannya dan ya benar, materi- materi ini tak asing bagiku, bahkan sudah kubahas semuanya bersama Miss Brenda yang suka sekali berdiskusi denganku sebelum mengecek kesehatanku.


"Kau Hannah, lebih pintar dari lulusan kedokteran itu, yakinlah kepadaku, mereka juga hanya belajar banyak teori, sedangkan kau sering membantuku mengurus mayat-mayat orang-orang gelandangan di ruang praktik ku, kau lebih pintar, percayalah kepadaku"


Aku tersenyum senang


" Jadi Miss Brenda kapan kita bisa mulai belajar?"


*******************


4 Hari belajar dengan Miss Brenda, sungguh menyenangkan, dia lebih seperti pelawak ketimbang dokter. Perutku sampai sakit, tertawa terus dengan caranya mempraktekkan kegawatdaruratan. Malam Sabtu, hari terakhir Miss memberiku 50 halaman kertas test, yang harus aku isi dalam waktu 2 setengah jam. Dan 10 halaman pertama matematika, 10 halaman kedua fisika, kemudian kimia, anatomi, dan yang terakhir kegawat daruratan.


Kecepatan menulis ku lumayan jadi soal 50 soal esay ini, bisa kukerjakan 2 jam lima belas menit. Miss Brenda mengoreksinya sambil menggeleng- gelengkan kepala.


" Ok, Hannah cukup, istirahat lah, besok kau harus bersiap - siap! Besok pagi aku ada tugas ke kota Tepian, jadi kabari hasilnya!"


"Miss Brenda, gimana jawaban esay ku?"


"Lumayan Brenda, kau hanya tamatan elementary, dan sekolah malam."


Aku keatas dengan loyo, jawaban esay sebanyak itu, tak diberitahukan hasilnya, tahu begitu, seharusnya tak usah menulis terlalu detail, bikin capek saja.


Aku bangun kesiangan Miss Brenda sudah tak dirumah, hanya sarapan yang terbungkus rapi dari kedai langganan Miss sudah ada diatas meja makan. Ada stick note dimeja,


Kabari aku hasilnya, good luck Hannah


Sarapan pagi ini enak sekali, mungkin karena semalam aku bekerja keras mengerjakan soal soal itu. Selesai makan aku keatas mau mengambil jemuran. Bajuku untuk kursus masih kusut, harus dirapihkan. selesai menggantung baju yang sudah dirapihkan.


Ting Tong bel berbunyi


"Ya?!"


" Kiriman paket untuk Miss Hannah Jacklyn" "Makasih pak"


Ternyata keripik jamur buatan ibu. Tak lama kemudian koin hologram ku berbunyi," Ibu memanggil! ibu memanggil!"


" Ibu...., makasih keripik jamurnya"


"Makanlah satu toples Hannah sebelum kau berangkat kursus, supaya kau tak gugup bersaing dengan dokter- dokter muda itu"


"Baik ibu"


Ibu banyak sekali bercerita tentang masa sekolahnya, sambil melawak, sepertinya Miss Brenda memberitahu tentang kursus baruku pada ibu. Setelah setengah jam menelpon, ibu akhirnya menutup koin hologramnya.

__ADS_1


Box toples jamur kubawa keatas, dan kriuk - kriuk enak sekali... Rasanya gembira sekali bisa memakan jamur- jamur kering ini.


__ADS_2