Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Patroli dalam Gedung Militer


__ADS_3

PATROLI DALAM GEDUNG MILITER


"Sam, ceritakan lagi mengapa kau bisa berada di kafe Mimmi!"


"Lagi?!", Sam berkerut


"Itu saja Andy, saat aku dan Macbirth mencoba melindungimu, aku tiba-tiba merasakan angin yang kuat dari arah belakang. Tubuhku seperti tersedot pusaran angin"


"Pusaran angin?"


"Ya, angin, aku tak bisa lagi melihat keadaan sekitar karena sangat berangin, lalu saat pusaran angin itu berhenti aku sudah di depan Kafe Mimmi bersama Macbirth", jelas Sam


"Sama persis....kalau kau tanya padaku, aku akan bercerita hal yang sama, pusaran angin", Macbirth ikut menjawab tanpa ditanya


"Kalian....tak merasa aneh bisa berpindah tempat?",aku bertanya pelan


"Tidak!", keduanya kompak menjawab


"Tidak!?", aku yang sekarang keheranan, mengapa dua sahabatku yang biasanya pintar dan cepat tanggap tak mempertanyakannya


"Kau tahu kan, alat dari suku hijau, aneh-aneh, ada alat yang bisa memancarkan listrik dari baju, alat yang tahan benturan padahal sangat tipis dan lentur, alat pengejut, alat pelontar, jadi pasti kami berdua terkena efek alat itu", Sam menjelaskan dengan lancar dan tepat seolah memang itu batas pengetahuan mereka


"Kalian berteleport !! Kalian sadar itu.....!! "


"Iya.... kami tahu", jawab Macbirth yang bingung melihat tingkahku


"Andy, ada apa ini, aku tak paham!", Sam mulai mengerti arah pembicaraanku


"Kau masih ingat tentang tingkatan dalam kekuatan innner?"


"Tentu, melipat waktu dan melipat ruang!", Sam menjawab cepat


"Kekuatan melipat waktu hanya sebatas mengetahui kejadian, yang menjadi kekuatannya adalah alat perantaranya. Di jaman sastra kekuatannya ada pada profil si penutur cerita, di jaman teknologi kekuatannya ada pada alatnya seperti penangkap gelombang suara, radio, penangkap gelombang cahaya monitor, dan sampai di jaman kita alatnya adalah mata kita sendiri, kristal air mata yang di proyeksikan......Lalu melipat ruang paling berhasil dilakukan di akhir jaman bumi dan di awal Rock Collapse, lalu.....", Sam menghentikan ceritakannya


"Aku sudah lupa itu....", Macbirth menanggapi asal


John yang sedari tadi diam akhirnya bicara, "Teleport masih ada, dan kita tak mengetahuinya...."


"Dengarkan aku kawan....jika Si hijau Brams mengetahui teleport ada, dia akan memenangkan kekacauan kemarin", aku menerangkan pelan-pelan


"Karena teleport adalah kekuatan tertinggi inner!", Sam berbicara dari posisi duduk ke posisi berdiri


Dia kemudian mondar-mandir, banyak berpikir, "Bukankah teleport hanya untuk diri sendiri!?", Sam akhirnya tersadar


"Yaaaah, itu maksudku, ada orang luar yang membantu kita dengan kekuatan teleport yang sudah luar biasa. Jangan sampai informasi ini keluar"


"Aku ingat dulu, ayahnya Spain, mati-matian mencari pustaka sumber informasi tentang teleport dalam gedung istana. Dia mencari di seluruh peninggalan buku tertulis, dari jaman bumi yang masih tertinggal, tetap tak ketemu"


"Iya....ayahnya Spain, Jendral juga mencari tentang teleport itu.....", Macbirth terkesiap


Sebagian besar sahabatku adalah murid Lord of Spain, mereka tentu masih ingat susahnya mencari informasi tentang ilmu teleportasi


Ayahku memberi misi itu pada Jendral, sebelum dia meninggal karena lengah. Tugas mencari kekuatan teleport menghabiskan banyak fokus dan energinya


"Aku mengerti sekarang....", Macbirth mulai tersambung listrik dalam kepalanya


"Jadi semua yang menghilang tiba-tiba karena ada bantuan teleport?"

__ADS_1


"Kita harus mencari tahu sebelum Brams", Mereka berdua mengangguk mengerti


"Sam , Macbirth,....kau tahu Brams mendirikan banyak laboratorium rumah di seluruh Inti Rocks?", bukan maksudku mengalihkan pembicaraam, hanya merasa penasaran


"Iya, tentu saja, sebelum kau menjadi raja, kami sudah tahu", Sam menjelaskan dengan santainya


"Kami pikir awalnya itu adalah keanehan, tapi My King berkata, laboratorium rumah itu, berdiri atas ijinnya", Sam menjelaskan sambil lalu


Lagi-lagi ayah menutupinya, dia bertingkah seolah Brams bukan ancaman. Pasti, untuk mempermudah sandiwara hanya Sammy satu musuh bersama. Akhirnya ayah kewalahan, terlalu banyak musuh yang dia harus tutupi keberadaannya


Aku sangat kesal dengan hal ini, tapi tak bisa ku ungkapkan, semuanya masih rahasia


"Andy....aku lapar, aku pergi dulu menemui Meridian", Sam pamit


"Aku juga", Macbirth ikutan


Sekarang, tinggal aku berdua dengan John di kantor


"John,...kau tahu kan, Brams sekarang adalah ancaman", John yang duduk diam perlahan mengarahkan badannya ke arahku


"Iya Andy....aku tahu"


"Kau carilah informasi tempat-tempat laboratorium rumah punya Brams dari Sam dan Macbirth, mereka pasti punya data cadangan sebelum diserahkan ke ayahku"


"Baik Yang Mulia....."


"Kalau kau sudah pasti,..tempat dan hal yang mereka lakukan, rekam dengan kristal air mata, lalu dengan persetujuanku, kau hancurkan semuanya tanpa korban jiwa!"


"Baik saya mengerti!"


John hanya menganggukan kepala, lalu pergi meninggalkan kantor. Hal yang kusuka dari John, meski tak banyak bicara, dia tahu kapan harus memanggilku Andy dan kapan harus memanggilku Yang Mulia


Aku masih belum menemukan sahabat-sahabatku yang lain. Belum ditemukan, atau sengaja keberadaannya masih harus dirahasiakan dariku


Aku ingat Abraham menyebut dua nama Nathan dan Shawn. Sepertinya Nathan adalah anaknya, lalu Shawn.....Ketua kampung sembilan anaknya bukan seorang pasukan elit di Inti Rocks, dia yang menyebabkan kekacauan pertama di Tepian


Shawn, apakah kerabat dekat ketua kampung sebelas? Atau kerabat Abraham juga? Sepertinya pertanyaan ini, akan kusimpan dulu, nanti, akan kutanyakan, ketika berkunjung lagi kesana.


Jam dua siang, aku harus mengadakan kunjungan ke seluruh Kingdoms. Pengecekan rutin sejak Kingdoms mulai bangkit


Gedung militer sudah sangat penuh. Aku memeriksa kamar Spain yang sengaja kukunci dari luar.


Aku masuk pelan ke dalamnya, mungkin saja Spain sudah kembali. Kosong, nihil tak ada siapapun. Spain masih belum dikembalikan. Spain tahu banyak hal, diculiknya Spain adalah satu aksi yang membuatku sangat yakin, dewan penyangga putih ikut campur, setidaknya mereka ikut campur membantuku


"Jaga kamar ini, tak boleh ada yang mengunjungi tanpa ijin ku!"


"Siap Yang Mulia"


"Maaf Yang Mulia, Nona Rossy sering kemari, dia ingin bertemu paman Spain! Dia selalu menanyakan keadaannya"


"Kau tahu, jawaban nya bila Rossy yang ingin berkunjung?!"


"Siap Yang Mulia"


Aku tak bisa membatasi ikatan emosi anak-anakku dengan paman favorit mereka. Tapi Rossy dan Spain punya kedekatan emosi yang sulit dijelaskan. Andai saja Rossy tak pernah kena listrik, dia pasti menjadi gadis yang tak perlu mengenal Spain


Sedikit ke depan, ada kamar Jayana. Aku mengetuk pintu pelan. Di dalam kamar ada dua perawat lelaki, sedang mengganti baju Jayana. Tubuhnya masih lemas, dia masih lunglai, tak bertenaga

__ADS_1


"Apakah dia masih lemas?"


"Lapor Yang Mulia, bangun dari vegetatif yang tiba -tiba tanpa pertolongan medis, membuat tenaganya sukar pulih"


"Tapi apa dia mau makan"


"Sedikit, tapi bisa, belum terbiasa, kami masih terus mencobanya. Karena dia sudah bangun, dia harus mulai menggunakan anggota tubuhnya"


"Bagus, siapa kau, kau yang bertugas menjaga Jayana?!"


"Saya Pim"


"Saya Duarte"


"Mana yang dua lagi?"


"Mereka di shift berikutnya"


"Siapa nama mereka?"


"Jaser dan Hamd", jawab Pim mantap


"Aku akan ingat nama kalian, akan kuberi hadiah besar, saat situasi sudah normal"


"Terima kasih Yang Mulia", mereka kompak menjawab


"Sudah menjadi tanggung jawabku", Jayana menganggapku satu-satunya keluarga


Aku pergi meninggalkan kamar Jayana


Aku terus menyisir ruangan dalam gedung militer. Suara riuh ramai anak-anak dalam kamar yang dulunya kantor, mewarnai perjalananku sampai di halaman belakang


Di belakang sini, ada tiga tenda, berukuran raksasa. Satu tenda dapur bersama, dua lagi tenda ruang makan


Aku bergegas berjalan ke dapur umum, aku yakin Meridian sedang sibuk. Di luar dugaan, Meridian masih bersantai membersihkan sayuran


"Kau bersantai Meridian?!"


"Andy....! Bukan bersantai Andy, memang inilah pekerjaan koki"


"Mengapa baru datang, kau tak kebagian menu istimewa, Sam dan Macbirth sangat menyukainya"


"Tak perlu, aku sudah kenyang"


"Bagaimana pasokan persediaan makanan?"


"Masih aman, tapi dua minggu lagi, ini semua ludes"


"Kau yakin dua minggu"


Meridian mengangguk


"Kau harus minta bantuan dari luar Kingdoms dan Edges", usul Meridian


Aku memandangi ibu-ibu yang tertawa sambil bergosip, tapi tangan mereka terus mengiris sayuran. Diluar tenda, pasukan Sandy, terus menerus bolak balik ke ruangan perawatan


Banyak sekali manusia, aku harus memikirkan mengisi perut mereka dua minggu ke depan. Semua walikota harus ku kumpulkan. Semoga tak ada penghianat diantara mereka

__ADS_1


__ADS_2