Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Kekuatan Anak-Anakku


__ADS_3

KEKUATAN ANAK-ANAKKU


Aku terjatuh lagi. Aku tak bisa fokus. Aku tak melihat Rossy. Kini aku seperti nya sedang tak beruntung. Aku jatuh tepat ditengah pasukan gada


Ternyata formasi baris kerucut yang mereka gunakan untuk menyerangku, menyembunyikan jumlah mereka sebenarnya. Terjatuh di antara mereka, formasi mereka hancur, tapi.....aku terkepung


Tak jelas warna rambutnya, mereka hanya tinggi besar, berhelm berat dan tak berteriak. Tubuhnya terlihat besar karena baju perisai kuno yang bukan buatan laboratorium. Ini siapa....pasukan siapa? Tapi mereka terlatih


Aku diserang bertubi tubi dengan rantai gada. Berat dan sangat mudah diayunkan oleh mereka. Kalau dalam keadaan damai aku ingin berkenalan dengan pasukan ekstra kuat ini.


Menendang dengan sapuan berputar percuma, rantai mereka terlalu jatuh menjutai di sekitar, Aku tak mau ambil resiko kakiku terbelit oleh rantai


Aku sudah sangat kepayahan. Nafasku sudah sangat tersengal. Tapi aku tak boleh menyerah....


Aku ingin loncat ke atas, melihat bayangan Edward lagi...tapi tak bisa. Mereka menahanku tetap ditanah.


Rossy....mana Rossy....Aku tak fokus. Pikiran kacau cepat membuatku lelah


Teriakan Andy, John, dan Wei long terdengar


"Hannah.....! Bertahanlah!"


"Tetap bergerak Hannah!!!"


"HANNNAH, aku akan segera kesituuuu!!!


Mereka bersautan meneriakiku, sepertinya lawanku adalah yang terberat


Semerbak bau bunga perasa ada dimana-mana. Edward bisa-bisanya dia membuat arena peperangan jadi tempat bermain. Bukannya menjaga Rossy malah ikut bermain....


"AHHHHHH", aku kena lagi.....


Kali ini punggungku terhantam. Mereka langsung menyerang, aku buru-buru menekan tanah dan segera memberikan listrik lewat telapak tangan


Berhasil, tapi.....mereka tak terpental hanya terjatuh biasa. Baju pelindungnya....tahan listrik, biasanya logam berat gampang menyalurkan listrik. Ini logam apa....


Mereka menyerang lagi. Sekarang aku tak sendirian lagi. Ada Edward yang langsung meloncat masuk mendekatiku ketika mereka terjatuh. Formasi barisan yang terbuka, membuat Edward mengira aman untuk loncat mendekatiku


Dan......dia bersama Rossy. Dia agak mendorong Rossy. Rossy tubuhnya belum lentur. Apa-apaan ini! Rossy, cepat pergi dari sini!!"


Mereka berdua hanya melirik padaku, tak pedulikan telepatiku. Aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu


Kemudian Edward berlari berputar cepat mengelilingiku sambil menaburkan bunga perasa berkeliling. Lalu dia masuk ke dalam pusaran angin yang dia ciptakan sendiri barusan, dan menahanku bergerak. Edward sangat kuat dan cepat


Mau apa anak lelakiku?


Kemudian ditengah pusaran angin, aku melihat samar. Rossy terbang keatas tanpa sayapnya

__ADS_1


Aku tak bisa melihat jelas, banyak debu. Apa Edward sengaja membuat kabur penglihatanku?


Rossy .....kau mau apa nak? Kau baru sembuh. Jangan buat ibu menangis lagi....


Aku benar-benar tak bisa melihat. Aku hanya melihat cahaya berkilauan. Dan.....semuanya tak lagi bersuara... Angin pusaran yang mengelilingiku pun berhenti.


Rossy turun dengan anggunnya. Lalu tersenyum padaku


************


Perang macam apa ini. Aku hanya mengundang untuk berbicara, tapi semua datang dengan senjata. Aku tak tahu mana yang harus kuanggap teman


Untung saja John mengingatkan, agar aku waspada. Di depan gedung militer, aku sengaja membuat titik temu di ruang terbuka. Agar bisa menghindar jika mereka mau macam-macam


Tapi malah terjadi perang bukan satu lawan satu seperti ini. Semuanya saling serang.


Semua pasukan Sandy yang di level atas, diberi helm pelindung, agar bisa fokus melindungiku. Lagipula rambutnya macam-macam, sekalian agar aku bisa mengenal mana pasukan yang mendukungku dari helmnya. Helm tentara musim dingin.


Pertemuan melingkar antar dewan penyangga, jadi ajang saling tuding dan maki. Kacau, sepertinya sengaja agar terjadi perang


"Sudahlah Andy, akui saja kau tak layak jadi pemimpin di Rocks...." Bram hijau tua, yang baru kutahu ternyata dia masih sangat sehat, dia sering berpura-pura sakit


Semua melotot padaku ketika kalimat "tak layak" keluar dari mulut Brams


Harusnya dia tak pernah kusebut ketua, perusak!


"Tentu saja, aku yang menggantikan....kau lihat sendiri tak ada yang lebih hebat dariku dan sukuku. Semuanya kaum berpendidikan dan berpengaruh", Brams memuji dirinya terlalu tinggi


Aku yakin dalam kondisi seperti ini, orang seperti Brams sangat memuakkan


"Kau....kau Brams, apa yang membuatmu layak untuk bisa memimpin kami...", Bantahan Red dengan tangan menghujam menunjuk ke arah Brahms


"Lalu apa kau punya sesuatu untuk menjadikan kau pantas Red....?", jawab Brams sambil tertawa sinis.


"Tak ada satupun kalian yang bisa", giliran si coklat Jenkins mulai bicara


"Kita harus mengadakan turnamen antar suku, untuk mengetahui mana yang paling unggul"


"Kau pikir ini universitasmu Jenkins, turnamen.....!!!? Lalu apa kau mau berpartisipasi dalam seni seperti suku kami", Red tak suka ide itu


SLRZZZZZZZ, suara Brams mengeluarkan tombak listriknya ke arah pengawal Red


"HA HA HA HA, kau Red!! Kau.....?! Kau juga ingin berebut kuasa denganku?", Brams menggila


"Kau, memang tak pernah bisa diajak bicara....., Serang.......!!!!", Red tak tahan


Aku ditengah kegaduhan itu, sebagai raja akupun tak bisa apa-apa, apakah aku layak?

__ADS_1


Hannah menepukku, lalu tersenyum, "Andy.....yang harusnya terjadi, terjadilah...."


Aku beradu punggung dengan Hannah, semua saling serang


Kekuatan mereka dibawah ku, jadi mereka terus mundur, dan aku menjauh dari punggung Hannah


Sepertinya Hannah pun dengan gampang membuat mereka bergerak mundur, dan kami jadi bertarung sendiri sendiri


Tak disangka yang gampang dikalahkan, hanya pasukan kamuflase. Karena....setelah itu muncul pasukan-pasukan yang lumayan berat untuk ditundukkan


Aku tak pernah melihat Hannah dalam peperangan. Tapi sepertinya dia sangat terampil


Sebagai suami aku tak bisa melepaskan pengawasanku dari Hannah.


Pasukan apa itu? Hannah tersungkur dengan ayunan tali rantai yang berujung benda bulat dan tajam


Pasukan penyangga mana itu?


"HANNNAH, aku akan segera kesituuu!", apakah Hannah mendengarnya ditengah kegaduhan ini?


Dihadapanku sekarang pasukan coklat yang sangat berwibawa, mereka sangat kuat dalam memijakkan kaki ke tanah. Tendangannya cepat sekali. Bahkan My Love sempat dijatuhkan. Bukan dengan tangan saja dan ayunan pedang. Mereka terampil menggunakan kaki mereka. Apakah mereka sebelumnya tentaraku, dari divisi mana mereka?


Aku tak bisa fokus bertarung, Hannah sedang dikepung. Tendangan salah satu pasukan coklat mengenai bagian belakang tubuhku. Tapi , sayang sekali.....tendangan Hannah lebih kuat. Tendangan mereka seperti pijatan


Mereka membuat ku kaget, lalu langsung menyerang dengan pedang. Lurus tajam ingin menusukku, hanya beberapa sentimeter lagi, perutku akan robek


Mereka sangat mengenal kekuatan tendangan mereka. Sehingga mereka menggunakan trik ini


Di tengah tusukan terarah pasukan coklat, aku melihat bayangan hitam bergerak liar. Lalu aroma bunga perasa kuat sekali selain aroma darah


Aku tak bisa mengikuti bayangan itu. Innerku tak sehebat Hannah dan Spain.


Kemudian bayangan itu melambat, aku lihat bayangan itu bertambah besar. Sepertinya bayangan itu menggendong sesuatu


Bayangan itu menyenggolku, "Ayah...."


Ya Tuhan.... Edward! Apakah itu Rossy yang dipunggungmu?!", jeritku dalam hati


Mereka akan buat kekacauan apa lagi


Edward bukan tak sengaja menyenggolku, dia sengaja, karena dia menempelkan bunga perasa di baju pelindungku


Lalu Hannah dikelilingi oleh pusaran angin Edward. Dan Rossy terbang tanpa sayap dengan kekuatan inner yang luar biasa, mulutnya seperti berbicara sesuatu. Lalu rambutnya terbang lurus keatas, bajunya ikut berterbangan dan disekitar ku seperti tersengat listrik, dan ada suara berdengung hebat yang sangat merusak telinga


Semua terkapar, kecuali pasukan berhelm musim dingin


Pasukan ku semuanya dalam posisi berdiri dan bingung. Satu persatu lawan tumbang terjatuh sambil memegang telinga mereka, dan ada juga yang badannya bergetar hebat.

__ADS_1


Aku dan Hannah saling pandang. Lalu kami menatap Edward dan Rossy yang tersenyum bangga


__ADS_2