
HANNAH BERBEDA
"Hannah hari ini kamu mulai ujian terakhir ya di kursus"
"Iya Miss"
"Mana temanmu, ga ikut sarapan?"
"Ga kayaknya Miss, sedang ketiduran diatas buku" , aku menjawab sambil senyum senyum sendiri mengingat kerasnya temanku belajar banyak hal dalam waktu satu minggu.
"Oh , aku mengerti beratnya belajar materi sebanyak itu."
" Oh begitu Miss, aku pikir mengingat tidak terlalu susah, hanya mengerti patokannya, intinya lalu mengurutkannya, semuanya jadi gampang untuk diingat"
"Hanya kau Hannah yang bisa seperti itu"
,Miss Brenda tersenyum lebar sambil menatap kearahku.
Aku jadi ga enak sendiri.
"Aku ke kantor dulu Hannah"
Hannah memang sudah sangat jenius dari kecil, aku yang membantu ibunya melahirkan. Jadi aku tahu perkembangannya dari waktu ke waktu. Ibu dan Ayahnya sudah sangat mewanti wanti perkembangan Hannah. Tapi aku gak mengerti mengapa Hannah punya rambut seperti suku putih asli....Bukankah hanya Liyana yang suku putih, setahuku Jack rambut aslinya hitam dia samarkan jadi coklat. Mengapa menjadi putih murni??
"Hai Brian, akhir akhir ini kau tidak tepat waktu seperti biasanya Brian"
"Aku banyak berkumpul dengan teman-temanku akhir-akhir ini".
"Jangan keseringan begadang Brian, kau akan terlihat tua sepertiku"
"Brenda hari ini ujian pertama kursus yah, ponakanmu pasti sibuk belajar?" ,Brian tersenyum sendiri. Pasti mengingat betapa susahnya lulus ujian ini untuk dokter muda, apalagi lulusan sekolah malam seperti Hannah.
"Kau mau ikut memeriksa ujian Hannah, tapi bukan kelompok yang ada keponakanmu!"
"Brian kau pikir aku akan merengek supaya Hannah diterima...!"
"Mungkin, kenapa tidak, kau kan sudah membiayainya"
"Hmmmm lihat saja Brian, siapa nanti yang akan merengek"
"Maksudmu apa Brenda"
Aku biarkan Brian tak mengerti maksudku, Hannah tak bisa ku jelaskan. Brian harus lihat sendiri.
***********************************************
"Hari terakhir ujian, untunglah hanya ujian fisik!" , teriak Sandy di meja makan.
"Sandy, kau yakin lulus" ,tanya Miss Brenda sambil mengangkat mangkuk besar sup daging rusa yang baru di masak.
"Hannah banyak mengajariku trik belajar, aku percaya diri banget Miss"
" Kalau kau Lingling, bagaimana?"
__ADS_1
"Miss...Hannah ini mentor yang hebat untuk ujian, jadi aku yakin pasti lulus"
Miss tersenyum senang sambil meletakkan sarapan di meja makan.
"Ayo sarapan dulu, biar kuat nanti ujian fisiknya"
Miss Brenda tak ke kantor pagi-pagi. Katanya mau berangkat ke rumah sakit bareng kami.
Kami naik kapsul mobil lagi, Sandy tertidur kecapekan. Minggu ini berat sekali buat dia.
************************************************
Ujian ini dibagi dua kelompok. Aku masuk grup pertama, pengujinya kakaknya Radiant, Spain. Katanya ini hal langka Spain terjun sendiri menguji, kata barisan belakang, karena ingin mengawasi langsung adiknya. Jenderal Besar sendiri yang memastikan adiknya layak masuk kemiliteran.
Ujian pertama lari. Batasnya 10 kali putaran. Semua berlari, ada beberapa yang ingin terlihat cepat. Tapi kami bertiga ingin lulus. Sandy dan Lingling yang pernah mendengar kisahku di uji oleh Pak Andy, tau yang harus dilakukan.
Ujian kedua panjat tebing, ada beberapa tentara yang membantu kami memasangkan alat pengaman. Giliran grupku, Spain membantuku memasang pengaman tali. Aku mematung Spain hanya berjarak beberapa senti dariku, dan aku mencium aroma tubuhnya. Wanginya harum sekali. Wanginya yang sangat kuat membuat aku mengingat aku pernah mencium aroma seperti ini sebelumnya.Tapi aku lupa....
" Siiiiaaaaap yak!" DORRR!
Suara tembakan membuat ku kaget, dan langsung berlari ke dinding panjat tebing dan memanjat dengan sangat cepat. Di setengah ketinggian aku tersadar terlalu cepat. Aku sengaja diam, dan berpura pura hilang keseimbangan sehingga menjadi sejajar dengan Lingling.
Aku pikir aksiku tak menonjol, tak akan ada yang memperhatikan.
Selesai panjat tebing, Spain menyuruh tentara yang membantuku melepas pengaman untuk mundur. Dia sendiri yang langsung melepas pengaman itu.
"Halo Hannah, nampaknya kita pernah bertemu!"
Lalu wajahnya mendekat ke wajahku.
Aku kaget mundur selangkah, Spain mengingatku.
Aku hanya bisa mengangguk.
"Hannah Jacklyn, aku tak suka orang yang pura-pura. Jadi......jadilah dirimu sendiri untuk ujian fisik"
Sial aku ketahuan.
Ujian ketiga mengangkat beban. Spain terus melotot kepadaku. Untuk ujian ini aku gak bisa pura-pura karena dia telah melihat ku mengangkat piring saji yang berat di kafe dengan mudah.
Ujian keempat, memilih alat perang. Waktu itu aku memilih tombak. Hasilnya terlalu sempurna. Sekarang aku akan memilih pedang. Di ruangan pedang banyak sekali pedang. Kata buku, bukan kita yang memilih pedang tapi pedang yang memilih kita. Ternyata semua peserta di kelompok penguji Spain mengambil pedang.
Beberapa ada yang tidak bisa mengambil pedang pilihannya karena pedangnya terbang sendiri. Sandy tak bisa mengambil pedangnya karena pedangnya tiba-tiba menghilang ketika akan diambil. Ruangan apa ini kenapa semuanya mengambil pedang. Menyusahkan sekali.
Aku berjalan keluar ingin mengambil tombak saja, tapi ruangan senjata yang lain ditutup.
"Maaf pak tentara, ruangan senjata yang lainnya ditutup? , kita hanya boleh mengambil pedang ya?".
"Iya Nona, silahkan kembali ke ruangan untuk mengambil pedang anda"
Aku pikir aku saja yang ke ruangan pedang, tapi ternyata semuanya diarahkan kesini.
Spain datang dengan kaos hitam dan celana hitam yang membuat dia sangat gagah. Sebenarnya wajahnya juga lumayan ganteng. Dia memberikan sedikit kata pembuka di ruangan ini.
__ADS_1
"Ujian kali ini kita akan mengambil pedang leluhur. Pedang yang ada di ruangan ini, semuanya milik leluhur kita, banyak ruangan disini semuanya pedang, bahkan pedang yang ada di kaca, pedang rusak, semuanya milik kalian. Tapi aku tak tahu apakah pedang itu akan memilih kalian"
Ruangannya sangat besar, kelompok 2 ternyata ada di ruangan sebelah, kami semua di satukan. Peserta kursus yang berjumlah 50 orang terlalu sedikit untuk ruangan yang sebesar ini.
Aku sudah berkeliling selama satu jam, dan belum menemukan yang cocok.
"Pergi kau, jangan mengejarku...."
Itu teriakan Ling ling, dia dikejar oleh pedang samurai tipis panjang. Aku ingat dia tak suka samurai, karena pedang itu menyimpan kenangan buruk banyak perang.
"Pergi sana, jangan jadi pedangku"
Kulihat pedang Lingling malah masuk ke dalam tas Lingling sendiri.
Pedang samurai itu menemukan aura Lingling yang pas dengan pemilik sebelumnya. Mungkin pemilik sebelumnya juga tak menyukai perang.
"Ling ling!! ,Spain setengah berteriak.
Ling ling mematung.
"Aku bilang biarkan pedang itu yang memilih"
"Pedang samurai ini milik leluhur suku hitam yang sangat hebat"
"Rambutmu hijau, kenapa dia memilihmu?"
" Ambil saja pedangnya, jangan ditolak!"
Ling ling mengangguk, sepertinya dia sangat terkejut dengan Spain.
Aku duduk di kursi panjang di sudut ruangan.
Aku malas sekali memilih. Kalau memng ada pedang untukku kenapa bukan pedang itu saja yang mendatangiku.
Sudah 2 jam aku disini, satu jam kulalui dengan duduk dan mengamati teman-temanku yang mendapat pedang. Lucu sekali. Spain kesal sekali melihatku. Karena aku tak memilih pedang.
Radiant adiknya mendapat pedang berkilauan berlian hitam. Kemudian Spain mengembangkan senyum dan mengangguk ke arah adiknya. Oh mungkin itu alasannya dia menjadi penguji di ujian ini. Dia ingin memastikan adiknya mendapat pedang yang tepat.
Sudah selesai ada bel berbunyi, kami semua harus berkumpul di depan gedung tua senjata dan mendata pedang kami.
Ternyata kami semua harus punya pedang, aku pikir tak apa tak memilih pedang.
Di ujung kursi tempatku duduk ada kayu tua berlubang yang berisi payung dan pedang pedang rusak berkarat. Mungkin ini tempat pedang yang sudah tak berguna. Kalau aku mengambilnya pasti pedang rusak ini tak akan menolak. Kulihat payung-payungnya dan pedang-pedangnya bernama berukiran tulisan The First.
Apa ini rusak semua, aku memegang salah satu pedang yang masih utuh pegangannya. Aku tarik pedang itu, dan sudah sangat berkarat. Pedangnya tak menolak. Ya sudah ini aja, Mungkin aja pedang ini percobaan pertama pembuatnya yang gagal. Jadi di sebut the first.
Aku keluar bersama yang lain. Pedangku paling jelek lebih mirip besi rongsokan, daripada pedang.
Kami berbaris untuk mendata pedang.
Ling ling dan Sandy mendekatiku lalu berbisik
"Hannah bisakah kau memilih pedang yang lebih baik"
__ADS_1
"Pedang mu jelek sekali Hannah"
"Sudahlah kalian ini, pedang yang akan memilih bukan kita. Pedang ini ga rewel, langsung nurut ketika ku ambil, ok. Hussh sudah hampir giliran kita mendata pedang.