
PENDIRIAN ANDY
"Brian, bisakah aku menemuimu malam ini?"
"Jam delapan malam, aku akan datang ke penginapan lokal, tempat biasa"
Akhirnya Andy bereaksi normal layaknya manusia, dia mau menemuiku, pasti bertanya tentang Rossy
Jam lima sore aku pulang, Sarah menyambutku dengan senyuman imutnya.
"Pappiiiiii, sudah pulang!!!, aku segera memeluknya dan menggendongnya
"Tumben, pulang sore Brian?"
"Tak ada lagi yang perlu dilakukan"
"Bagaimana Rossy", Brenda bertanya sambil menyiapkan secangkir ramuan untukku
"Darah Andy masih penuh dengan bius Kiehl, susah untuk diurai, aku harus membuat Andy bersih dulu"
"Kasihan Rossy, padahal dia butuh cepat", Brenda menghela nafas
"Stem cell nya bekerja, tapi masih lambat, butuh bantuan darah dominan Andy"
********
Jam delapan malam, aku menunggu di kamar vip yang biasa kami pesan untuk pertemuan
Andy datang terbang lewat jendela, dia hanya mengeluarkan sayap kecilnya, takut mengundang perhatian
Aku membuka jendela kamar, setelah Andy mengetuk lima kali, kode kami
"Mengapa rahasia begini?"
"Aku diawasi, berita aku telah mempunyai keluarga telah sampai ke dewan penyangga, mereka marah sekali"
Sambil melepas jaket hitamnya, Andy terus bercerita dengan nada kesal
"Mereka tak tahu aku lebih kaget, Hannah hidup, dan aku punya anak kembar"
Andy menghempaskan tubuhnya pada sofa kamar yang berwarna keunguan itu, wajahnya tegang
"Lalu apa rencana mu, menghadapi dewan?"
"Aku tak tahu Brian, aku tak ingin menyeret Hannah dalam masalahku, hidupnya sudah cukup sengsara karena kebodohanku"
"Rossy, pikirkan Rossy saja, dia lebih penting"
"Bagaimana test darahku, apa bisa dimulai besok?"
"Tak bisa, darahmu penuh racun Kiehl"
Andy bingung, tak mengerti maksudku
"Racun?"
"Iya, racun dari peluru di Kiehl"
Aku yakin Andy tak tahu dia telah melupakan Hannah, dia mengira saat menjadi Andro, itu kali pertama dia bertemu Hannah. Padahal dia sudah mengenal Hannah jauh sebelumnya.
__ADS_1
"Kau tak ingat pernah terkena peluru bius di Kiehl?"
"Tentu saja aku ingat, Brian, tak ada yang salah denganku. Peluru-peluru itu tak menghilangkan ingatanku"
Andy menjawab begitu percaya diri, dia tak tahu bahwa dia telah melupakan Hannah. Dan jatuh cinta pada perempuan yang sama dua kali
Aku membawa satu kotak peninggalan Hannah di rumah gudangnya dulu, sebelum dia dinyatakan tewas oleh militer. Aku memberikan bros sayap pada Andy
"Apa ini?"
"Barang yang kau bawa dari Kiehl, tapi disita oleh Spain, dan entah mengapa ada di rumah Hannah"
Andy melihat bros sayap dengan ukiran khas, yang hanya dibuat dengan pesanan khusus.
"Kau ingat sesuatu Andy?"
"Ini bros ku, yang aku desain khusus"
Aku menekan permata-permata diatas bros itu, sesuai dengan kode yang suka Andy gunakan untuk pertemuan rahasia. Aku menganggap permata yang menempel itu mempunyai nomer.
Bros itu menyala, mengeluarkan cahaya hologram
"Brian, ini koin hologram?"
"Ya, ini kenanganmu, yang tersimpan rapi sebelum dikirim ke Kiehl"
Aku melihat gambar dan suara Hannah bercerita, Hannah marah, Hannah menangis, Hannah tertawa dan semua memori dari koin sayap itu hanya Hannah
Andy terpaku, matanya melihat tapi tatapannya kosong, dia sangat kaget
"Kau mendapatkan ini, dari rumah gudang itu"
"Ya, setelah Hannah dinyatakan meninggal"
Aku diam tak bisa bicara, Andy hanya berkata untuk dirinya sendiri
"Katakan Brian, bagaimana aku bisa lupa hal sepenting ini?!"
Andy gelisah, matanya nanar merah, dan berkaca-kaca, dia bingung antara menangis dan marah
"Aku harus bagaimana Brian? Hannah terlalu menderita karena ku"
Andy memegang kepala dan lehernya bergantian, "Peluru bius itu, membuatku melupakan orang yang paling aku inginkan...."
"Maaf Andy, aku baru bisa memberitahumu sekarang"
Andy mulai panik, dia berteriak kesal, dan marah pada dirinya sendiri
"Aku tak ingat apapun Brian! Aku tak ingat apapun, tolong aku Brian, toloooong!"
Baru kali ini, aku melihat Andy menangis sangat pilu, dia hancur, sepertinya dia baru sadar dia telah sangat menyakiti Hannah
"Aku bisa memulihkan darahmu dan perlahan kau akan memperoleh ingatanmu"
"Lakukan itu secepatnya Brian"
Aku mengangguk pelan
"Kau mengenal Hannah sebelum aku menjadi Andro?"
__ADS_1
"Iya"
"Tapi mengapa yang lainnya tak ingat"
Aku tak berani menjawab, aku biarkan pikiran Andy bergerak bebas. Mencurahkan segala kemungkinan dan bisa mengetahui sendiri jawabannya
*********
Selama satu bulan ini, Andy mendapat perawatan penuh penghilangan racun. Pemurnian darah yang harusnya dilakukan bertahap selama setahun dia paksakan menjadi sebulan
" Andy, ada alasan mengapa dokter menetapkan pemurnian darah harus dilakukan selama setahun, karena memberikan kesempatan pada tubuh untuk pulih dulu", aku tak setuju Andy memaksakan proses ini terlalu cepat
Andy yang duduk di ruangan ku hanya menatapku dengan kosong. Setelah tangisan yang memilukan di kamar penginapan vip, dia menjadi seperti batu, tak ada celah diskusi untuk ku mengubah pendiriannya
"Berapa lama lagi Rossy bisa menerima darahku?", Andy merespon ucapanku dengan bertanya tentang Rossy
"Tinggal lima persen lagi sisa racun di tubuhmu, mungkin dua minggu lagi"
Suara pintu ruangan ku terbuka tanpa diketuk, "Dokter Brian, bagaimana perkembangan stem cell Rossy?", Hannah masuk ke ruangan
" Oh kau Hannah, masih sama, stem cell nya bekerja dengan kecepatan yang sama"
Andy dan Hannah satu ruangan setelah sekian lama tak pernah kulihat bersama
Andy diam tak menyapa Hannah, pandangannya angkuh
Aku tak mengerti Andy
"Kapan darah ayahnya bisa masuk ke tubuh Rossy", Hannah bertanya seolah tak ada Andy disitu
"Mungkin dua sampai tiga minggu lagi, tubuhnya harus bersih dari racun dulu".
Hannah melirik Andy dengan berkaca-kaca, Andy sama sekali tak membalas tatapan Hannah. Dia hanya duduk di kursi tamu ruanganku, dengan santainya
Hannah yang hanya berdiri dari tadi, mendekati Andy. Berdiri mematung di depan Andy yang sedang duduk
"Akan ku usahakan secepat mungkin, membantu Rossy", akhirnya Andy buka mulut setelah berhadapan lama dengan Hannah tanpa suara
"Tugasmu bukan hanya membantu, tapi bertanggung jawab atas kesembuhan Rossy", Hannah menggunakan kata 'tanggung jawab' yang sangat dipahami oleh Andy
Andy berdiri, mereka saling berhadapan
"Aku raja negeri ini, kau bisa mengandalkanku"
"Kau ayahnya....., kau satu-satunya harapan terbesar Rossy!" , Hannah mengkoreksi kalimat Andy, sambil menangis terisak
Wajah Andy tetap datar tanpa ekspresi
"Iya aku ayahnya, kau minta aku melakukan apa lagi?", Andy mengapa kau bertingkah seperti itu?
Hannah tak kuat menahan tangisnya, dia pamit pergi, "Maaf dokter, saya harus pergi", dia meninggalkan ruangan sambil berlari
Andy mematung, lalu tangannya gemetar memegang kepalanya. Kemudian dia menangis sambil menutup kedua mulutnya, aku berlari menuju ke pintu dan menguncinya. Aku takut ada orang lain masuk tanpa mengetuk pintu, dan melihat raja negeri ini menahan tangis yang begitu hebat
Andi limbung dia terduduk di lantai, tubuhnya lunglai. Aku memeluknya, dia sudah kehilangan berat badan hampir sepuluh kilo dalam sebulan, karena memaksakan proses pemurnian
"Kuatlah Andy!, kuatlah!", aku memeluk Andy sambil menepuk-nepuk punggungnya. Aku mengerti tak mudah bagi dia untuk bersikap seperti itu di hadapan wanita yang sangat dirindukannya
"Aku....sangat menyayangi mereka Brian, aku sangat menyayangi mereka.....", tangis Andy begitu pilu menyayat membuatku meneteskan air mata
__ADS_1
Tubuh Andy menangis dan gemetar. Aku yakin dia masih merasakan kesakitan luar biasa karena proses pemurnian darah. Sekarang, emosinya terpukul, karena dia tak bisa mengekspresikan diri apa adanya di depan Hannah
Sore itu di ruangan ku, seperti terkena udara dingin yang membuat seluruh tubuh ku membeku. Aku tak bisa melakukan apapun lagi untuk sahabatku, aku akan mengusahakan prosesnya cepat untuk Rossy. Hanya itu yang bisa kulakukan