Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Memindahkan Rumah


__ADS_3

MEMINDAHKAN RUMAH


Hari pertama bertugas, sukses. Andy tak mengajakku bicara. Dia hanya fokus pada tugasnya


Pukul empat sore, aku pamit. Semua tamu sudah pulang.


Di ruang ganti karyawan, aku sendirian. Tak ada siapapun.


Di tablet kecil, pemberian bapak yang menempatkanku disini, tak ada keterangan apa lagi yang harus ku kerjakan. Bagaimana ini? Bisakah aku pulang sekarang?


Aku berkeliling ke tempat tadi pagi mereka berkumpul. Tak ada siapapun.


Di dinding ruangan terpasang gambar-gambar pelayan di ruang raja. Pemimpinnya adalah ibu yang berbadan tinggi tadi, namanya Nyang i, dan laki laki gemulai itu namanya Vajt.


"Sedang apa sendirian disini?!", Nyang i bertanya padaku


"Saya sudah selesai bertugas di ruang raja", aku harap nyonya ini mengerti maksudku, ingin segera pulang.


" Kau....., raja dan tuan Sam, tak memerintahkan apapun lagi?", dia bertanya dengan dahi berkerut


"Tidak nyonya, tuan Sam tidak ada perintah", mengapa Nyang i seperti ragu


"Halo, tuan Sam", dia langsung menghubungi Sam


"Bagaimana dengan pelayan yang baru, apa ada perintah yang lain?", dia tak percaya padaku


"Oh, baiklah, saya mengerti, terima kasih"


Dia menekan koinnya, lalu menatapku, "Abraham selalu hebat merekomendasikan seseorang, kau boleh pulang"


******


"Edward! Rossy!, kenapa kalian di luar, siapa yang buka pintunya?"


"Edward!", tunjuk Rossy


"Bukan!, Rossy! yang buka pintunya!"


Mereka saling memukul, dengan banyak tanah di tangannya. Kebun bunga perasa ini mirip di hutan Edges, mereka hancurkan kebunnya.


"Yang bertengkar, tak boleh tidur di kasur!"


Mereka ter engah engah, menghentikan perkelahian. Tapi hanya beberapa menit mereka sudah akur lagi. Itulah anakku, tak pernah lama bermusuhan.


Pulang dari bekerja tak bisa santai, ramai benar hidupku. Masuk ke dalam rumah, yang tadinya gudang, sekarang benar- benar mirip gudang. Ditinggal kerja, dan rumahku acak-acakan, rupanya anak-anakku baru berpesta.


Sambil minum teh, aku beristirahat di kursi teras. Memandangi Edward dan Rossy yang berlarian, menggali tanah dan saling lempar bunga. Sebentar menangis, sebentar tertawa. Hidup mereka sempurna, bahagia, tanpa ayah.


*****


Malam ini, Edward dan Rossy tidur cepat, kelelahan bermain. Kapan mereka akan sekolah, aku benar-benar tak punya waktu.


"Malam Abraham"


"Hai Hannah, bagaimana pekerjaanmu, apakah semuanya ok?"


" Aku tak ada masalah Abraham, semuanya lancar, terima kasih!"


"Abraham, bisakah kau membantu Edward dan Rossy mencari sekolah, aku benar-benar tak ada waktu di siang hari"


"Mintalah apa saja dariku Hannah, untuk mereka, apa saja....! Besok aku akan datang, sebelum mereka bangun


"Kau tinggal dimana sekarang?"


"Di belakang gedung dapur, kau tak bisa menjemput mereka, harus ada akses masuk ke gedung dapur"


"Jadi....."

__ADS_1


"Begini saja Abraham, bisakah lusa kau ada disini pagi jam enam? Aku bisa mengajak mereka keluar mencari sekolah bersamamu"


"Ok, aku akan berangkat besok pagi, dan sorenya aku akan bertemu mereka!"


"Ooowh, kau punya rencana sendiri?!"


"Aku rindu mereka, Hannah"


"Makasih Abraham, sudah merepotkan"


*****


Pagi ini, ikannya akan ku potong-potong dulu sebelum dibakar, supaya rumah tak seperti kena serangan kucing, tulang dan kepala ikan berserakan dimana-mana


Membayangkan betapa bahagianya mereka kemarin, tanpa aku, tanpa tugas sekolah. Hanya bermain seharian


Delapan kebun bunga lagi belum dibereskan, aku tak ada waktu seperti gadis dulu


Masuk ke gedung ruang utama, lantai tengah, ke ruang raja.


Sebelum masuk ke ruang raja, aku harus lapor dulu ke ruang pelayan khusus raja


Kali ini aku datang bersamaan dengan mereka. Ada lima puluh pelayan, di ruang pelayan khusus raja. Mereka terbagi tiga shift. Aku khusus di kantor, jadi aku selalu shift pagi dan sendirian.


" Ehem ehem", Nyang i ber dehem, agar perhatian orang-orang di depan terfokus hanya padanya


"Maaf aku, mengumpulkan semua shift hari ini, tadi aku hitung jumlah kalian ada 50, sudah kumpul semua"


Mengapa kami semua disatukan?


"Aku perkenalkan dulu, pegawai baru dari Edges, dia ber half shield, namanya Merryl"


Aku menganggukan kepala, memberi hormat pada lainnya


"Dia ditempatkan di ruang raja kemarin"


"Dan tak ada keluhan, semuanya TAK ADA KELUHAN", Nyangi menekankan kata 'tak ada keluhan'


"Setelah sekian tahun putus asa untuk mencari pelayan khusus raja yang mendampingi di kantor, akhirnya ada juga yang cocok", gumam Nyang i


Entah kenapa, banyak dari mereka yang meneteskan air mata. Mencurigakan sekali


Aku dipeluk banyak orang, ada apa ini, mengapa semua orang begini. Bukankah Andy orang yang sangat peduli dan baik, mengapa mereka memelukku seolah Andy, orang yqng sukar untuk diajak berkomunikasi


Semuanya tak ada yang mengatakan padaku alasannya, hanya memeluk dan menangis.


Ada apa ini? Wajahku yang kebingungan tertutup half shield.


******


Setelah sehari kemarin, yang tadinya cuek, bahkan tak menanyakan namaku, sekarang mereka semua ingin berkenalan denganku


"Merryl, kami semua berterima kasih padamu", ucap Vajt, sambil menarikan pergelangan tangannya


"Kalau tidak, semua orang pimpinan Nyang i, semua pelayan disini sekarang akan dipecat"


"Maksudmu? Aku belum terlalu jelas"


"Raja kita yang baru punya standar tinggi dalam pelayanan, kau tau kan tamunya dari mana-mana, beda dengan My King, ayahnya"


Vajt, menarik nafas, mengatur emosinya.


"Raja kita lebih cepat marah dan main pecat, bahkan Nyang i yang sudah kerja puluhan tahun dengan My King di ancam juga"


"Hmmm begitu ya"


"Dulu My King tak berkantor disini, tapi di Bagian Administrasi!"

__ADS_1


Aku tahu, aku pernah melayaninya, jawabku dalam hati


"Raja kita yang sekarang, sepanjang hari, hanya mau berkantor disini, bayangkan kami para pelayan harus mengerti semua bahasa para tamu itu! Benar-benar neraka!"


Andy terlalu memaksakan kemampuan para pelayan


"Memang tak ada penterjemah?"


"Kalaupun ada tak mungkin satu orang untuk banyak bahasa seperti itu. Orang tua tua itu, tak suka ditemani penterjemah"


Dulu My King suka sendirian menerima tamu tak mau ada pelayan. Andy berbeda dia mau ada orang yang menemaninya, bahkan Sam diambil untuk menjaganya


"Apa karena tragedi yang menimpa My King?", tanyaku lirih


Vajt mengangguk ragu, " Berita resminya My King sakit, tapi semua orang di ruang utama tahu, My King di serang oleh temannya sendiri, yang dikendalikan oleh orang yang ber inner kuat"


Aku diam, kehidupan Andy disini pasti mencekam, merasa diteror dan diawasi. Dia butuh banyak teman.


"Karena My King jarang minta ditemani, jadi sewaktu dia diserang dan pingsan tak ada yang tahu"


Vajt tak meneruskan ceritanya, saatnya kami bertugas di ruang masing-masing


Aku harap Andy, mau mempertahankanku, suaraku sekarang parau, berkat daun dari bunga perisa kuning.


Aku akan mengantar makanan cemilan untuk Andy, kereta makanan baru tiba dari dapur


"Maaf bagian dapur ya", aku menghentikan staff dapur yang mengantarkannya


"Ini jus apa ya, saya orang baru"


"Jus jamur putih dan jeruk, tanpa bunga perasa, tak terlalu mematikan, tapi bisa membuat kita gatal-gatal"


"Bukannya beracun, jamur putih, mengapa diberikan?"


"Untuk kita beracun, buat keluarga kerajaan itu energi"


Dia pergi setelah mengatakan itu, aku pikir seperti My King yang harus makan dan minum bunga perasa dan jamur putih, karena keracunan. Andy sehat hanya butuh energi tambahan


Dalam kantor raja sudah ramai orang, Sam, dokter Brian, Macbirth dan beberapa orang lagi yang aku tak kenal.


Pantas saja, selalu sebanyak ini makanannya.


Ini masih pagi dan mereka sudah berkumpul.


Selesai meletakan makanan aku pamit pergi, tapi Sam menahanku.


"Merryl, sini.... Raja ingin berbicara padamu"


Yang kutakutkan terjadi


"Iya Yang Mulia"


Aku berdiri di hadapan mereka semua seperti di adili. Hanya Andy yang duduk di kursinya, yang lainnya berdiri mengelilinginya


"Kau, bisa bahasa Edges?"


"Iya Yang Mulia, saya berasal dari Edges"


"Kemarin, mereka semua perwakilan suku pengisi dari timur Edges, dan kau sepertinya tahu semua bahasa mereka"


"Saya sering bekerja serabutan di seluruh Edges Yang Mulia, bahasa nya hampir mirip, hanya kata-kata tertentu saja. Untuk bercakap-cakap saya tidak bisa"


Aku tak boleh ketahuan


"Sayang sekali, aku butuh pelayan yang handal dalam banyak bahasa seperti....", Sam menepuk punggung Andy


Aku tahu, sepertiku, kau membutuhkan orang tahu banyak bahasa sepertiku. Tapi aku bukan Hannah Jacklyn sekarang, aku Merryl, Hannah Jacklyn sudah mati

__ADS_1


__ADS_2