
KIEHL HANYA SENSOR
Sekarang tahun keduaku di Kiehl, medan simulasi tempur, sudah berhasil kami lewati, aku mendapat kenaikan dua level, artinya waktuku di planet ini berkurang, dua tahun.
Joseph, akan pulang akhir tahun ini, penantian yang panjang buat Joseph, dia sudah sembilan tahun di Kiehl, karena berhasil melewati medan pertempuran simulasi dia mendapat kenaikan level, akhirnya dia pulang.
Medan berbatu, bukanlah satu-satunya test disini, kami akan menemui banyak rintangan disini.
"Selamat Joseph, akhirnya sistem di Kiehl, memberi kamu kenaikan level, kamu pulang akhir tahun ini, selamat", aku memeluk Joseph bangga, dan juga menyelamati diriku sendiri.
"Makasih Andy, ide gilamu ternyata sukses, ha ha ha ha", suara bariton Joseph membuat perjalanan ke ruang makan menjadi ramai.
"Tadi setelah latihan fisik, di layarku tertulis, persiapan medan pemburu, bagaimana dengan kalian, apa di layar kalian tertera hal yang sama?, tanya Nathan pada kami semua.
Sambil menikmati salad dan sup kacang aku juga mengiyakan pertanyaan Nathan, "Iya sama, dilayarku juga tertulis begitu".
"Cari tahu siapa yang pernah ke medan itu", Joseph yang masih ikut bergabung makan malam bersama kami ikut bicara.
"Entahlah, di barak kita, sepertinya cuma kelompok kita yang masuk ke medan itu, yang lain masih di level medan berbatu", jawab Kris yang punya banyak teman disini.
"Kau tahu ada berapa barak militer di Planet Kiehl?", tanyaku pada Kris, "Aku kurang pasti, yang pasti barak kita tak sendirian disini" , Kris tak punya informasi berapa jumlah barak militer di Kiehl.
"Kemarin saat latihan fisik, anggota tim satu yang paling kuat, kalau tak salah, Ronin atau Ronald aku lupa namanya, memecahkan alat penghitung gerak kita di latihan fisik, nampaknya tak sengaja", Nathan bercerita tentang kekacauan di tempat dia latihan fisik.
"Kenapa kau menceritakan itu Nathan, aku yakin dia pasti dihukum fisik lebih", aku bertanya tak mengerti arah bicara Nathan.
"Bukan fisik Andy, dia dihujani peluru bius, kemudian kami semua disuruh pergi dari tempat latihan, kami disuruh meninggalkan dia pingsan disana", Nathan mulai berbicara berbisik.
"Kau tahu yang aneh, semua yang memerintahkan kami pergi hanya suara, aku iseng menunggu di luar ruang latihan, menunggu barangkali ada orang medis datang, memeriksa keadaan si Ron yang pingsan itu, tapi nihil, sampai sejam berikutnya tak ada yang datang", Nathan bercerita sambil pelan-pelan menurunkan suaranya.
"Saat Andy mengatakan, senjata yang menembaki kita di medan berbatu itu memakai sensor, aku mulai berpikir, seluruh sistem di Kiehl juga mempunyai sensor, ada manusia, tapi lebih banyak mesin", Nathan menyelesaikan ceritanya.
"Sama seperti Rocks, banyak mesin!", aku ikut bicara.
"Tapi mesin di Rocks tak otomatis membunuh, di Kiehl mesin bersensor ini di ciptakan agar bisa membunuh!", Nathan berapi-api, dengan suara pelan yang tertahan.
__ADS_1
"Kau jangan macam-macam Nathan", aku tak bisa menuduh ayahku sengaja ingin membunuhku.
"Di perbolehkan membunuh Andy, mereka diberi perintah sistem untuk membunuh kita", Nathan masih dengan pendapatnya.
"Bukan membunuh Nathan, tak ada peluru logam disini, hanya peluru bius", ralat Kris, yang juga tak setuju mesin sensor di Kiehl bisa membunuh.
"Kau hilang ingatan, ketika peluru bius itu masuk ke tubuhmu, apa bedanya dengan membunuh", Nathan tetap tak mau kalah.
**********************************************
Kami diberi peta tentang medan pemburu di layar masing-masing kamar, selalu ada setumpuk kertas dan peralatan menulis di lemari kami, jadi aku bisa menggambar ulang petanya.
Dibawah layar, selalu ada tulisan.
" Peringatan, demi keselamatan nyawa anda, dilarang mengeluarkan sayap, karena akan menggerakan batuan di Kiehl".
Saya tak mengerti maksudnya, tapi di peta medan pemburu, selalu ada tulisan "No Wings, Dangerous Area", di beberapa titik tertentu.
Aku mulai mengulang menggambar peta medan pemburu agar tak lupa, kami semua melakukannya, kecuali Joseph, dia kemungkinan absen di medan pemburu, karena dia sudah cukup puas bisa pulang akhir tahun.
Tiga bulan berlalu, kami bersiap memasuki medan pemburu.
Di rintangan pertama, kami melewati lorong kecil untuk masuk, bahkan tubuhku yang sudah sangat kurus, masih terlalu besar untuk lorong ini.
Kami tak diberi batas waktu, hanya sampai di pos berikutnya, siapapun yang menyerah bisa keluar dari medan pemburu.
Aku tak tahu berapa lama kami terperangkap di lorong sempit ini, tak bisa bergerak cepat.
Di layar monitor yang kami pelajari, aku pikir jalan kecil itu, adalah jalan biasa dan bukan lorong kecil ini.
Lorong ini juga mempunyai banyak cabang, kami sudah menghapal jalannya, tapi jalan ini adalah lorong.
Kami harus tiarap untuk bisa melewati nya, Tubuh Joseph sedikit lebih besar, dia terperangkap, Joseph bahkan menangis, menyesali keputusannya untuk ikut bersama kami.
Udara disini sangat terbatas, aku harus hemat bicara, " Joseph, berhentilah menangis, kalau kau pingsan tak ada yang menarikmu keluar, di Kiehl hanya mesin, Ingat itu!" , Joseph menurut, tangisnya seketika berhenti.
__ADS_1
"Kita bisa membuat lorong ini lebih besar, sebelum melewati lorong, kita perbesar lubangnya dengan palu", pikirku dengan cepat.
"Pelan-pelan Andy, lorong gua ini bisa runtuh", Kris mengingatkanku.
Tak ada ide lagi, jadi mereka memperbesar lubang lorong sesuai ideku. Di lorong sempit ini, tak ada waktu, aku hanya bisa bergerak sangat lambat, kepalaku pening karena lapar.
Karena cemas, kami bahkan tak bisa berkemih. Aku melihat titik cahaya sekitar tiga meter lagi, tapi untuk mencapai kesana, aku sudah tak punya tenaga.
" Andy, apa kau melihat sesuatu, seingatku seharusnya kita sudah dekat", Kris bicara padaku, Kris tepat di belakangku.
"Andy!, sadarlah!, Kau melihat sesuatu tidak di depan?", aku sudah tak punya tenaga untuk bicara.
"Cahaya, tiga meter", aku tertidur sebentar.
Kris menggoyangkan kakiku, "Andy ayo bergerak!"
"Karena di posisi paling depan, tugasku paling berat, membuka lorong dengan menghancurkan dindingnya memakai palu agar cukup dengan badanku, yang lainnya hanya sedikit saja menghancurkan dinding lorong, karena ukuran tubuh kami hampir sama.
Mereka menghancurkan dinding lorong agar Joseph bisa merangkak.
Di kejauhan ku lihat cahaya, ada perempuan berambut putih, wajahnya samar, rambutnya terurai, dia tertawa, lalu mendekat padaku,"Pak Andy", aku memeluknya, rambutnya wangi sekali.
"Andiiiii !" , kali ini Kris berteriak. Aku terbangun. Mimpi pertamaku di Kiehl, siapa itu, apakah ibuku, pelukannya membuat aku punya tenaga.
Aku merangkak keluar berhasil melewati lorong sempit ini, mendekati cahaya, di rintangan pertama.
Kami memutuskan untuk mengakhiri rintangan, menyerah.
Sejak saat itu, diskusi kami, berubah, karena kami tahu medan pemburu adalah jalan yang tak bisa kami lalui dengan mudah.
Pada latihan fisik, dari awal kita dilatih menempa logam, pekerjaan berat dan menguras banyak energi, karena harus berada di tempat yang panas.
Selama setahun ke belakang, aku tak pernah tahu mengapa ada latihan fisik menempa besi. Aku pikir hanya untuk melatih kekuatanku di ruang panas, ternyata kami diminta untuk membuat senjata sendiri.
Diskusi di ruang makan, sekarang berbeda, kami mendiskusikan bentuk alat yang bisa mempercepat gerak kami di lorong.
__ADS_1
"Maafkan aku kawan, akhir tahun ini aku pulang, aku tak bisa menemani kalian sampai rintangan kelima", Joseph mengalihkan pembicaraan kita tentang model alat penghancur dinding.
Kami hanya bisa menggenggam tangan Joseph, "Makasih Joseph kau mau menemani kami sejauh ini".