Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Permintaan Abraham


__ADS_3

PERMINTAAN ABRAHAM


Setelah menidurkan anak-anak yang kecapekan bermain, aku menemui Abraham, yang duduk di teras rumah sambil memandang pilar cahaya.


Di kampung sembilan di depan pilar cahaya, saat malam hari sangat ramai, seperti pasar. Cahaya dari pilar yang berwarna warni seperti seluruh bintang berjatuhan dari langit, menyita perhatian banyak penduduk dari luar kampung sembilan, apalagi sekarang ada kapsul mobil gratis.


"Sudah tidur mereka?",tanya Abraham yang melihatku keluar dari pintu depan rumah.


"Sudah, keringatnya banyak sekali, aku harus memandikan mereka dulu sebelum tidur"


"Mereka lucu sekali, terima kasih Hannah, telah datang kemari"


"Ooh Abraham, terima kasih"


"Hannah pilar atas, sudah mulai goyah, sepertinya ada hujan parasit di angkasa, cahaya pilar atas, sudah mulai memudar, manyerap banyak parasit", wajah Abraham sangat serius


"Maksudmu, aku harus memberi energi tambahan lagi ke pilar atas, seperti....."


"Iya, Hannah seperti waktu itu..."


"Aku meninggalkan The First di kantor militer, di pintu masuk. Aku ganti duplikat The First yang banyak dipajang disana, dengan yang asli"


"Kau, berani sekali, tak ada yang memperhatikan?The First tak bisa diletakkan sembarangan. Bisa hancur lantai tempat dia diletakkan"


"Tenang Abraham, aku sudah meninggalkan sebagian kekuatan inner ku disitu, tak kan terjadi apapun"


"Ambil Hannah, pilar cahaya atas membutuhkannya, paling lama setahun, lalu akan terjadi lagi serangan parasit seperti dulu mungkin ini lebih parah., dulu parasit masuk lewat pilar ini, sekarang mereka mencoba masuk lewat pilar atas yang lebih besar"


"Aku harus masuk lagi ke Kingdoms maksudmu?"


"Kau tak bisa masuk bebas ke kantor militer Hannah?"


"Tak bisa, ada Spain dan Andro!"


"Lalu apa rencanamu?"


Kami minum teh rempah bersama di depan, sambil merenung, melihat kerumunan orang bergembira di depan pilar cahaya.


Aku diusir Spain dari Kingdoms, Spain menganggapku membahayakan posisinya di Kingdoms. Aku tak lagi menguntungkan setelah aku menendang perut Andro sampai tersungkur. Identitas half shield palsu dan scan retina palsu Anna bisa diusut, membawa nama Spain.


Spain membuat Hannah Jacklyn mati. Salah satu korban penyerangan kedua keluarga Sammy di pusat Kingdoms, enam tahun lalu.


Penyerangan besar keluarga Sammy, meruntuhkan penjagaan Kingdoms, mereka memanfaatkan kekuatan parasit dalam menghilangkan rasa sakit. Mereka menyuntikkan parasit sedikit ke pasukannya sehingga sakit tak akan terasa, badan menjadi kuat. Musuh terberat sepanjang militer Rocks Collapse, keramaian di pusat kota menyusahkan militer bergerak, serangan membabi buta, banyak sipil yang tewas.


Hannah Jacklyn dimasukan sebagai korban, aku mati. Namaku sudah tak ada di scan retina Rock Collapse. Ketua kampung sembilan memberiku nama salah satu penduduk yang hilang ketika tragedi Tepian, seumuran denganku. Namaku sekarang Merryl, penduduk kampung sembilan.


Scan retinaku di daftarkan ulang, Merryl sakit terkena parasit setelah hilang bertahun-tahun di hutan, matanya dianggap rusak oleh parasit, dan mataku di scan ulang. Dengan saksi ketua kampung sembilan dan tetua Abraham, siapa yang bisa menggugat kepalsuan ceritaku.

__ADS_1


Tapi tetap saja, wajahku tak boleh terlihat oleh teman-temanku di Nein dan Kingdom, aku ber half shield lagi.


Hidupku seperti terbang terbawa angin, tak bisa ku nikmati hasil kerja kerasku. Hidupku di ombang-ambingkan oleh keadaan, tak banyak pilihan.


******


Pilar atas sangat penting bagi Rock Collapse, aku harus bisa ke Kantor Militer lagi. Abraham menggunakan pengaruhnya ke Kingdoms, kebetulan Merryl anak yatim piatu, lulusan elementary dan sekolah malam di Tepian sama sepertiku.


Merryl yang asli sangat pendiam, tak punya teman banyak, jadi aku bisa dengan mudah memakai identitas Merryl. Ketua kampung sembilan menyerahkan identitas Merryl padaku untuk digunakan, dengan persetujuan seluruh penduduk dewasa di kampung sembilan dan sebelas, demi kepentingan pilar listrik.


Pemegang The First adalah orang istimewa bagi penduduk yang tinggal di kampung berpilar. Kepalsuanku di dukung oleh dua kampung.


Ada lowongan sebagai cleaning service di gedung dapur Kingdom, mereka memang selalu punya lowongan untuk dapur, tak ada lowongan di militer.


"Hannah, oh Merryl, maaf aku belum terbiasa menggunakan nama ini, cobalah mendaftar ke bagian dapur kerajaan, kau pasti diterima. Minimal bisa bebas berjalan di Kingdoms, bagaimana?"


"Abraham terima kasih, apapun pekerjaannya asal di Kingdom, aku bisa leluasa ke kantor militer"


"Edward dan Rossy bagaimana?"


"Aku bawa mereka Abraham, aku tak bisa berpisah dari mereka"


*******


Di Kingdoms dengan identitas baru, untunglah kali ini bukan Millard atau Jenny sebagai penyeleksi, kalau tidak suaraku bisa ketahuan.


"Maaf Miss Juanita, saya orang baru di Kingdoms, bisakah anda memberikan saya asrama gratis untuk saya dan dua anak saya, saya benar- benar tak punya akses", aku mendekati penguji penyeleksi dari militer.


Kejadian di Pusat Kingdoms, membuat semua perekrutan diambil alih militer, mereka sangat berkuasa sekarang.


"Kau itu..hmmmm"


"Merryl, saya Merryl dari kampung sembilan Barat Edges"


"Barat Edges?!!", Miss Juanita mencari namaku dilayar tablet kecil yang selalu ia bawa.


"Oh ini namamu, Merryl, kau direkomendasikan Abraham, penjaga pilar kampung sebelas, kau punya rekomendasi yang bagus"


Abraham sangat di hormati di militer karena dia salah satu orang tertua yang masih hidup di Rock Collapse.


"Sebentar, kau butuh sekarang Merryl?"


"Iya, Miss, anak-anakku butuh istirahat", aku tersenyum getir, karena memang anak-anakku ada di penitipan, yang berbayar, sudah satu minggu. Aksesku habis untuk biaya penitipan anak.


"Aku tahu, kau pasti menitipkan anakmu di depan gedung dapur itu, mahal Merryl, mahal!. Tunggulah di lobi sebentar, aku akan bertanya tentang ruang kosong yang bisa kau tempati"


Aku duduk di kursi lobbi gedung dapur, aku disini lagi, setelah sekian tahun. Tak terasa mataku berlinang, mungkin haru, mungkin sedih, rasa serpihan memori dulu masuk lagi ke otakku. Hannah.

__ADS_1


Miss Juanita sudah pergi sejam, aku tak bisa bertingkah bertanya kapan dia datang menemuiku. Aku orang baru, datang dari kampung pedalaman. Diam menunggu adalah satu-satunya pilihanku.


Setelah satu setengah jam, Miss Juanita datang membawa sebuah kunci rumah, dengan gantungan kunci berbentuk sayap, yang aku kenal. Gantungan kunci pemberian Andro.


"Ini Merryl, ada gudang di belakang gedung dapur, kau boleh menempatinya"


Aku mengangguk pelan, tak percaya, takdir membawa ku ke rumah gudangku lagi.


"Ada apa Hannah? kenapa diam, cepat sana bawa anak-anakmu kesana"


"Makasih Miss", aku lari menjemput Edward dan Rossy, setelah satu minggu test, berkumpul bersama mereka, menghilangkan penatku.


*******


"Ibuuuuu", Rossy berlari memelukku yang datang masih siang, sewaktu ujian seleksi, aku menjemput mereka malam hari.


"Besok kita akan ke penitipan ini lagi bu?", Edward lebih tenang, bertanya sambil minta di peluk.


Rossy masih memelukku erat, "Sana pergi Edward, jangan peluk ibu, sana....!"


Rossy mendominasi pelukan, dia tak suka Edward memelukku, mungkin inilah anak bungsu, menganggap kakaknya sebagai saingan.


"Dua-duanya anak hebat", kugendong mereka berdua, ringan, aku jago mengangkat barang berat.


"Kita pergi dari sini, bereskan mainan kalian, kita akan pergi ke rumah yang ada kebunnya sekarang"


Edward dan Rossy hanya memandangku lalu memelukku lagi, menyentuhkan dagu mungil mereka ke pundakku.


"Maaf ibunya Edward, Rossy! Saya administrasi penitipan anak disini"


"Saya sudah bayar administrasi ketika masuk, ini..."


"Bukan itu bu, saya mau minta ibu datang ke ruang kepala sekolah"


"Kepala sekolah?"


"Iya bu, tempat penitipan anak ini juga milik sekolah di Kingdoms"


"Oh, dimana ruang kepala sekolahnya?"


"Mari ikut saya bu"


Aku mengikuti Dwi, atau Dee, lupa, pengurus depan administrasi di tempat penitipan anak.


Edward dan Rossy tertidur dalam gendonganku. Ruang kepala sekolah ternyata berada di lantai atas, aku harus naik lift.


"Lingling!", mataku tertuju pada wanita yang sangat mirip Lingling di dalam lift, dengan menggandeng anak yang masih kecil, dibawah Edward dan Rossy.

__ADS_1


Ling ling, kau kah itu? ini aku Hannah!


__ADS_2