
KAMI TAK TAKUT LAGI
Di asrama teras, kami duduk berdua. Seketika tercipta perasaan terbawa kembali ke masa dimana Andy menjadi Andro yang botak dan jelek, saat kita bersama dirumah gudang
Saat itu kau tak pernah menginap, aku selalu menunggu pagi, untuk melihat kau datang. Aku menunggu di teras rumah, seperti ini. Menunggumu masuk dari pintu luar gedung dapur, dan tersenyum menyapaku
Seperti ini, di teras. Lalu kau mencium keningku, dan kita menikmati wanginya bunga bunga perasa dipagi hari
Saat ini Andy, hanya diam, merenung memandang langit. Aku beralih pelan duduk di meja menghadap ke lurus ke wajah Andy, yang sedari tadi merenung
"Wajahmu loyo sekali, Pak Andy", aku pegang pipinya dengan dua tanganku, dia tersenyum
"Aku bersyukur sekali bisa melalui ini bersamamu, Hannah"
"Bagaimana rasanya menunggu di teras dan menunggu?", Andy menatap tajam ke arahku
"Seperti kau yang menungguku tiap pagi...", Kali ini Andy menyentuhkan kepalanya ke keningku
"Aku tahu rasanya merindu Hannah, tapi sekarang berbeda". Andy mengubah posisi dudukku menjadi di pangkuannya.
Dia memeluk ku yang sekarang duduk diatas pahanya. "Kau Hannah, aku tak pernah menyadari bahwa aku serapuh itu, ketika kau dinyatakan pergi di pusat Kingdoms"
"Benarkah? Aku tak melihat ada wajah kesedihan di wajahmu?"
"Karena kau disini!" Dia tersenyum mengerutkan dua matanya ke arahku
"Aku juga sangat merindukanmu", Aku memeluk pundak Andy yang kekar
Sore itu di teras, kami membagi kenangan
********
Jam tujuh malam, para tentara ini sudah menyiapkan makan malam sederhana
Mereka membuat batasan, hanya Sandy yang bisa bergabung makan bersama kami
"Hannah, kupikir kau sudah..."
Aku tersenyum, "Mereka salah mengira, mereka pikir itu aku"
"Oooh, kenapa kau tak langsung menghubungi ku saja atau Ling ling atau...."
"Panjang ceritanya Sandy..., waktunya tidak tepat", aku mencoba menghentikan penasaran Sandy.
"Hans, jadi besok gimana rencananya?", Andy mulai mencari tahu kesiapan Hans membuat perisai pagar
"Kita punya dua ratusan bantuan tentara, ini akan selesai dalam sehari", jawab Hans semangat
"Tentu saja bung Hans, kami siap membantumu", jawaban usil Sandy, menambahkan "bung" untuk menyapa Hans
Hans tertawa lebar mendengar jawaban Sandy
"Sandy?"
"Iya Pak Andy? Maksudku Yang Mulia?"
"Bagaimana bisa kau terperangkap disini", tanya Andy penasaran
"Kami memang ditugaskan berkeliling melatih para tentara muda, kebetulan aku mendapat jadwal di Kingdoms"
__ADS_1
"Mereka...siapa saja.....?"
"Maksud Yang Mulia, saya tak tahu"
"Siapa yang membuatmu jadi terperangkap disini?"
"Mereka semua, orang-orang tua yang rambutnya berwarna mencolok itu"
"Hmm"
"Rambut mereka berwarna hitam?", pertanyaan konyol Andy, tak ada rambut hitam dalam dewan penyangga, aku pernah bertemu mereka semua
"Bukan!! Tak ada hitam. Aku dipaksa oleh seseorang yang berambut kuning terang sepertiku", jawab Sandy
"Tapi sepertinya dia juga dipaksa orang lain untuk memaksaku", Sandy berbicara dengan agak bergumam
"Apakah ada yng aneh lagi hari itu?"
"Sebentar ku ingat dulu...", Sandy mencoba mengingat.
"Hari itu aku datang bersama pasukanku, lima mobil kapsul besar. Aku masuk ke kantor militer ke bagian pusat pendidikan, aku harus mengambil surat perintah penugasanku"
Dia ambil nafas, lalu menghela panjang.
"Atasanku memaksaku untuk bergabung dengan aliansi suku pirang maksudku kuning"
"Kau menolaknya?", tanya John
"Tentu saja aku menerimanya, atasanku yang minta. Ini militer, kau tak mungkin menolak perintah atasan apalagi dia baik padaku"
John diam terpaku melihat keterus terangan Sandy
"Tapi sampai di luar kantor, mulai banyak pertengkaran, banyak yang merasa di ancam"
"Iya....., ibu yang berjaga didepan kantor berteriak histeris, "Kau gila, apa urusan kericuhan politik ini dengan KITA!!! Jangan kau bawa anak-anak"
Sandy bercerita sambil membunyikan suaranya seperti perempuan
"Ibu itu lari terburu-buru keluar, banyak juga yang lain"
"Tapi diantara orang asing yang memaksa itu, aku melihat ibu tua berambut hijau mengawasi. Seeeemua yang memaksa itu lapor padanya"
Saat aku melihat ibu tua berambut hijau itu, aku yakin ada yang tak beres", dia menyentuhkan jari ke dagunya
"Lalu..."
"Lalu aku masuk kembali ke ruang atasanku, dan meralat keputusanku untuk bergabung dengan aliansi rambut kuning, tapi di ruang atasanku ada orang berambut kuning sepertiku memaksaku masuk aliansi"
"Aku marah, mereka berisik sekali, mereka banyak menjelekan keluarga kerajaan, cerewet "
"Aku panggil lima kapsul mobil besar pasukanku, dan kububarkan mereka, dan aku menginap disini"
"Kau...tak bertanya mengapa mereka melakukan itu"
"Aku tentara Hannah, aku hanya perlu menuruti perintah atasanku, tapi ketika dia memaksa dan ada campur tangan orang lain. Aku yakin ini bukan perintah raja", Sandy berkata sambil memandang Andy
"Terimakasih Sandy, aku sangat menghargai keputusanmu"
"Mereka kuat Sandy, kau mengusir mereka dengan apa?"
__ADS_1
"Ha ha ha ha", Andy tertawa puas
"Dengan gabungan tongkat penyangga"
"Maksudmu bom", Hans kaget
"Iya", Sandy menjawab lirih
"Kau hebat nak!", Wei long memuji Sandy
"Aku tak akan punya nyali sebesar itu, jika ada dalam posisimu", lanjut Wei long
"Aku bertindak seperti militer saja, aku akan menunggu perintah raja yang sah", jawab Sandy
"Tak perlu memihak", gumam Hans lirih
*************
Setelah tidur di asrama bersama Andy, pagi ini pasti akan sibuk sekali
Semua senjata berbentuk pedang dikumpulkan.
Kami bergantian memberi senjata itu energi elektrik. Semua pedang yang sudah siap bisa memancarkan cahaya berkilauan di sisi tajamnya.
Agar penyangga listriknya tak terlihat dan aman , dibuat dua lapis perisai. Perisai pertama. senjatanya dipendam dalam tanah dan diberi inner yang terhubung pada pusat listrik di tengah gedung, The First.
The First punya permata hitam yang bisa memproyeksikan gambar. Jadi akan berfungsi memperlihatkan siapa saja yang keluar masuk gedung
Lapis kedua perisai merupakan perisai sesungguhnya, bervoltase tinggi, dan aktif penuh bila diberi tambahan listrik
Rencana sempurna, kecuali satu, semua pergerakan itu sangat terlihat. Dan akan mengundang perhatian banyak orang
"Bagaimana jika penyusup masuk ke gedung?", tanyaku pada Andy
"Tak tahu, semoga Tuhan melindungi kita", jawab Andy pasrah
Hari ini semua sibuk, didalam gedung dan di luar gedung. Wei long dan beberapa pasukan menyisir daerah sekitar gedung militer, mencari penduduk yang butuh perlindungan
Kali ini kami tak takut, Wei long bahkan mengeraskan suara berteriak mencari
Jam lima sore, dua perisai selesai dibuat. Begitu banyak pedang di gedung militer, memudahkan kami membuat perisai
Suara gaduh banyak orang terdengar dari luar. Wei long membawa banyak orang. John menyiapkan sensor dengan innernya. Dia menyiapkan batuan berwarna pada pedang.
Orang yang akan masuk gedung, harus melihat kearah batuan bewarna pedang.Jika matanya bereaksi pada salah satu mata pedang tersebut, maka orang tersebut akan ditanyai. Bila tidak, dia akan langsung masuk gedung
Dari ratusan yang ingin masuk tersisa enam orang yang harus ditanyai.
"Hannah bisakah melakukan pekerjaan mewawancarai mereka?", pinta Andy
Aku mengangguk
Enam orang yang harus ditanya berdiri di luar gedung, mereka nampak sehat.
Tak ada The First di tanganku, pekerjaan ini harus dilakukan dengan innerku. Aku memilih pedang lain bermata hitam yang menurut padaku, hanya untuk memfokuskan energi
"Tuan Nyonya, maaf ketidaksopananku, anda harus menghadapkan kening anda di permata hitam ini. Kami butuh ingatan anda", pintaku sopan pada mereka
Ibu tua yang berambut grey sepertiku dulu, yang paling terlihat cemas. Dia membiarkan keningnya disinari cahaya permata hitam, kemudian sisi sebaliknya dari permata hitam bersinar itu, mengenai keningku
__ADS_1
Memori ibu itu, mulai terlihat dalam penglihatanku seperti film. Dia berjalan sempoyongan berlari ketakutan di malam hari, kemudian dia memeluk seseorang berambut hitam yang terluka parah. Dia memeluknya, dan berkata "anakku berhentilah mengurus semua ini"
Dia menyeka wajah orang yang disebut anaknya itu, yang berlumuran darah, "ada yang harus ku selamatkan oma". SPAIN