Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Bertugas di Ruang Raja


__ADS_3

BERTUGAS DI RUANG RAJA


Akhirnya sampai juga di ruang CLEANING SERVICE, "Ehemmmm saya baru kerja, harus bagaimana ya", tanyaku pada ibu gendut yang sedang membuka loker di kamar ganti


"Ya, kerja lah, emang harus gimana!", jawab nya ketus sekali


"Maksudnya lapor kemana dulu, saya kan pertama kali kerja"


"Tuh sana ke kepala CS", dia menunjuk ke arah kantor di ujung koridor


"Makasih"


"Iya masuk", suara bapak-bapak dari dalam ruangan mempersilahkan aku masuk.


"Saya Merryl pak, pegawai baru"


"Merryl", dia memandang saya sambil menurunkan kacamatanya


"Iya pak"


"Kamu, ibu dua anak.....dari Edges, dan di rekomendasikan oleeeeeh.....Abraham", dia berbicara sambil membaca profilku


"Betul pak"


"Kamu punya rekomendasi yang bagus, kerja saja di ruang utama, tapi.... yang penting jangan banyak bicara kalau mau tetap disini"


"Iya pak, saya mengerti"


"Ini, aturan kerjanya, ada di tablet kecil ini, tiap ada perubahan jadwal, akan ada pengumuman disini, dan akses masuk ke ruang utama, harus di print di lengan"


"Lengan pak?"


"Iya, kemarikan lenganmu"


Aku menggulung lengan kemejaku, lalu sinar akses diarahkan ke lengan kiriku, seperti gambar spiral lingkaran.


"Sudah masuk, begitu kau masuk pintu ruang utama, akses ini akan terbaca, hanya sampai dua tahun, nanti akan hilang sendiri. Kalau kau dipecat, aksesnya akan diambil paksa"


Aku mengangguk mengerti, diambil paksa, darah bercucuran, sekejam itukah?


******


Ruang utama adalah kantor kerja raja, aku bekerja di ruangan yang paling dijauhi oleh karyawan.


"Saya Merryl, saya baru ditugaskan, ke...." para karyawan didepanku tersenyum puas melihatku masuk ke ruangan mereka berkumpul, apa aku begitu dinantikan?


"Baruuuu, Nyonya Nyang i, akhirnya kita punya orang yang bisa menggantikan Nana melayani raja", lelaki gemulai langsung menanggapi kedatanganku


"Kau bertugas melayani urusan CS kantor raja!" kata perempuan tinggi yang dipanggil Nyang i oleh lelaki gemulai tadi

__ADS_1


"Ta ta pi....saya masih baru, sss saya be...", belum sempat menjelaskan, dia mendorongku mengambil kereta makanan yang berisi hidangan lezat.


" Kau bawa kereta makanan ke kantor raja diluar, kau tahu kan ruang kantor raja, petunjuk jalannya dimana-mana, hati-hati mood raja sedang tidak bagus hari ini", aku dipaksa keluar dari ruangan mereka berkumpul


Aku bingung tak tahu harus bagaimana, tapi aku juga tak bisa menolak, aku butuh pekerjaan ini


Raja, ini ruang utamanya, semua orang disini punya kesan yang membuatku merinding tentang raja. Dia pengganti My King, dia membangun Edges, harusnya tak seburuk itu, menurutku, menurut kami orang Edges, dia jauh lebih baik.


"Tok, tok, tok"


"Masuk"


Kantor ini sangat besar, dan raja sedang banyak tamu, berbagai macam warna rambut, dan ada banyak aroma kuat disini, mereka semua ber inner tinggi.


Celaka, mereka tidak memberitahuku, makanan dan minuman ini untuk banyak orang. Bagaimana aku harus menyajikannya.


Semua memandang ke arahku, mengapa? Seorang lelaki mendekat wajahnya tidak asing.


"Baru ya...., letakan makanan dan minuman nya disini, di meja ini, biar nanti mereka ambil sendiri, dan makanan raja letakkan di meja sudut itu". Aku ingat sekarang dia Sam


Aku tak berani melihat wajah-wajah petinggi ini, karena wajahku tinggal mata saja yang terlihat, mereka akan pikir aku kurang sopan, kalau mataku terlalu penasaran.


"Silahkan para tetua, saya tahu anda semua sangat merindukan masakan asli", apa aku tak salah dengar, suaranya berat dan lembut, ini suara .....


Andy.....


Aku kenal aroma tubuh ini, Andy adalah....


Hidupku, oh hidupku, Edward Rossy, aku tak merasakan kakiku, aku shock!


Half shield sangat membantu, wajahku tak akan ketahuan, tenang-tenang......hufffff tarik nafas...... semuanya akan baik-baik saja, hanya sampai aku bisa mengambil The First.


Berdiri mematung disamping meja sudut, berjam-jam, aku tahu ini yang membuat mereka tadi senang melihatku. Tugas ini terlalu membosankan.


Sebentar lagi jam makan siang, semua makanan yang aku bawa adalah cemilan, bukan makanan utama, jadi aku harus bagaimana?


"Sam, tolong sampaikan makanan kesukaan tamu kita ke dapur", Andy berbicara pada Sam untuk mendekat


"Maaf Tuan, saya ingin mencatat permintaan makan siang Anda"


"Makan siang?!", tentu saja tapi biarkan kami saja yang mencatat permintaan kami"


"Oh iya silahkan Tuan", Sam menyerahkan tablet kecil pada salah satu tamu yang rambutnya berwarna kuning.


"Raja yang baru menyambut kita dengan ramah, tak seperti gosip orang" , salah satu tamu berbicara dengan bahasa suku pengisi


Tamu ini tak tahu, Andy sangat tahu bahasa mereka.


Aku hanya bisa melihat Andy, Sang Raja, dengan cara begini, berdiri disamping meja sebagai pelayannya. Aku senang kau sehat...aku....air mata ini menetes. Cepat-cepat ku usap, semoga tak ada yang memperhatikan.

__ADS_1


Para tamu ini, berasal dari timur Edges, mereka ingin keadilan, agar timur Edges juga di beri fasilitas yang sama banyaknya dengan barat Edges.


"Tak masalah tuan- tuan, aku akan membuatnya hanya masalah waktu saja, karena barat lebih tertinggal maka ku bangun lebih dulu"


Yang lain mengangguk mengerti. Hanya patuh, tak banyak protes.


Aku ikut senang, Andy menjadi sangat disegani diantara para sesepuh Edges, memang begitu seharusnya Raja.


"Kamu nama kamu siapa?", tiba-tiba Sam mendekat berbisik.


"Merryl, Tuan"


"Nanti ketika makan siang layani raja dulu, jangan pergi"


Aku mengangguk mengerti


Sam pamit pergi menuju dapur, menyiapkan makan siang untuk para tamu


Waktunya makan siang, setelah pergi selama satu jam, Sam datang lagi dengan empat kereta makanan.


Di kantor ini, ada ruang khusus aula kecil untuk makan bersama para tamu.


Aku berdiri di samping Andy yang duduk sangat gagah, sebenarnya kakiku lemas sekali ingin pingsan, pertemuan dengan Andy sedekat ini, terlalu mendadak seperti ini membuatku lemas.


Makanan Andy, sangat biasa dia hanya makan sedikit dari semuanya. Tak seperti ayahnya, yang makanannya harus dengan jamur putih dan bunga perasa. Andy normal sama seperti dulu. Hanya sekarang dia memiliki rambut putih yang sangat indah.


Tak ada lagi pelayan dari cleaning service yang datang. Hanya aku dan Sam.


"Niar, aef shacg", ibu berambut merah minta air lagi pada Sam. Sam tak mengerti bahasanya


Aku bergegas datang membantu Sam. Aku pikir terkadang para sesepuh ini, sangat arogan. Mereka bicara seenaknya tanpa berpikir lawan bicaranya mungkin tak paham bahasa mereka yang hampir punah.


Aku mengambilkan air tanpa bicara. Seketika itu juga, semua dari mereka berbicara dengan bahasa asli masing-masing memerintahku mengambil ini dan itu.


Andy memperhatikan, tapi diam saja. Sam dengan sigap membantuku, sambil banyak bertanya apa saja mau mereka.


Benar-benar ramai seperti menjadi pelayan di kota Nein. Tapi didepan Andy aku tak berani bicara, sepatah katapun. Suaraku akan sangat mudah dikenali. Aku harus mencari perubah suara yang bagus.


Akhirnya mereka semua tenang setelah makan, aku takut Andy akan mengajak bicara, suaraku!


Di atas meja Andy, ada daun bunga perasa kuning, hanya hiasan. Tapi daun ini, bisa menghilangkan suara.


Aku ambil diam-diam lalu kugenggam, "Maaf Tuan", aku bicara berbisik pada Sam.


"Bolehkah saya ke kamar kecil sebentar", Sam mengangguk, aku mundur dari ruangan menuju toilet dalam ruangan.


Half shield ini tak bisa buat makan. Daun bunga perasa kuning, aku kunyah sehalus mungkin.


Mengapa ada di atas meja Andy, bagaimana kalau termakan, apa suara Andy akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2