Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Ingatan yang Terhenti


__ADS_3

INGATAN YANG TERHENTI


"Ok, cantik sini paman ganteng mu bersihkan dulu mulutnya", mulut Rossy berantakan penuh dengan sisa bubur


"Kau sudah bisa merespon makanan, paman yakin sebentar lagi kita akan berdansa! Kau mau aku ajari Rossy! Ha ha ha", senang sekali rasanya berinteraksi dengan manusia yang tak banyak berkomentar


"Kau sangat kecil sayang, hmmm..... sini paman benarkan posisi duduknya", posisi duduknya agak merosot ke bawah kelihatan tak nyaman


"Uhuk uhuk uhuk.....huh", luka di bagian dadaku belum sembuh. Luka di dadaku ini, membuat aku masih sangat lemah


"Oh ya kata Hannah kau suka sekali telepati, sekecil ini sudah bisa telepati pasti kau anak yang pengertian dan penyayang sepertiku ....Dulu sekali!"


Spain kecil tak boleh banyak menangis, padahal sangat jelas kelayakan publikku sangat tinggi. Rasanya dada ini seperti dihujam banyak tombak listrik, sedih sekali dilarang berekspresi.


Ayahku, punya nama yang mirip denganku Lord of Spain. Tentu saja panggilan kami sama. Tapi aku benar-benar tak suka dekat dengan dia, kepala nya sungguh berisik.


Ayah adalah orang kepercayaan My King yang kurasa dapat melakukan apa saja.


Aku besar tanpa ibu, menggelikan bahkan aku tak bisa mencari tahu siapa ibuku. Hanya nama diatas surat lahir, Moneta. Nama yang sangat indah


Aku besar dalam asuhan oma, yang bukan nenek atau ibuku atau bibiku. Dia bukan siapa-siapa hanya oma. Kalau bukan karena oma yang orang biasa mengasuhku, mungkin kini aku tak tahu cara tersenyum pada orang


"Ok Rossy sayang, aku sisir rambutmu dulu. Rossy kakakmu bertambah putih rambutnya. Tapi, kamu....mengapa rambutmu cenderung ke arah grey. Kau tak mengembangkan banyak potensi.? Hanya inner?", owh aku sudah gila bicara sendirian sekarang. Tapi...rambut Rossy....


"Rossy.... lihatlah paman! Kau bisa melihat paman?" Aku pegang bahunya. Lalu sedikit ku goyang aku ingin dia merespon


Mata Rossy tidak terbuka lebar, hanya saja pandangannya lurus ke depan, jarang berkedip


"Kau bisa telepati?", aku ingin membuka ruang telepati dengan Rossy


"Rossy?", suara telepatiku aku yakin masuk ke dalam pikiran Rossy.


Sial, tubuhnya tak merespon. Ah, Sudahlah. Mungkin memang tak ada harapan lagi.


Aku yang merasa kesal dengan diri sendiri, hanya bisa duduk didepan gadis cantik ini, dan bingung harus ngapain lagi


"Ok Rossy, paman pergi dulu ya, paman mau makan di dapur. Laparrr!", aku mencoba tersenyum dan bersikap wajar didepan Rossy, agar jiwanya tak terluka.


Baru beberapa langkah akan menuju pintu keluar kamar ada suara yang memanggil, "Mana ibu?"


***************


"Bagaimana Hannah, apa sudah semuanya?langit sudah hampir gelap!"


"Sebentar lagi, hanya tinggal tiga orang lagi"


Setelah wanita yang dipanggil omah oleh Spain, aku sudah melihat ingatan dua orang, sepasang suami istri. Mereka gelisah belum bertemu anaknya


"Silahkan pak!", tiga orang terakhir sangat gelisah. Mereka terus memandang langit yang bertambah gelap.


"Cepatlah nona!", salah satu dari mereka tak sabar


Saat sinar dari batuan permata menyinari kening mereka, ada gambar sebuah ruangan yang nampak seperti kamar operasi. Mereka disuntikan cairan berwarna hitam, dari belakang telinga. Kemudian ada suara, "Serang!"


Aku menghentikan sinar ke arah kening mereka, karena mata mereka bertiga mulai memerah. Mereka bertiga!

__ADS_1


Zombi....., aku mundur menepuk bahu John.


Kami bersiaga, tiga lelaki paruh baya ini, diam tak bergerak. Aku ingat kejadian di Tepian. Mereka bisa berkomunikasi tapi sangat sensitif.


"Nona! Apakah kami sudah bisa masuk gedung?", tanya salah satu diantara mereka


Aku diam dengan sikap waspada


"Nona, kenapa anda diam saja...,NONAAAAA!!!!"


Andy yang ada di dalam gedung, secepat kilat berlari dan berdiri tepat di sampingku


"Hati-hati Hannah, para zombi punya kekuatan yang bisa mematikan", Andy mengingatkan


"Aku tahu....."


Kami berdua dalam posisi siaga. Semakin malam para zombi hanya berjalan lambat, berkeliaran.


Aku perlahan mundur, John dan Wei long mengawasi tepat di pintu masuk utama gedung militer


Hanya tiga zombi, tak perlu total.


Di angkasa, langit mengeluarkan kilat dan petir secara bergantian. Suara petir tak baik untuk zombi. Mereka bisa sangat terganggu dan menjadi sangat ganas


Aku dan Andy perlahan melangkah kan kaki menuju pintu utama gedung militer


Tiba-tiba suara gemuruh, rombongan orang-orang berlari bergerak mendekat dari sisi timur dan barat jalan.


John dan Wei long tak lagi di bagian dalam pintu masuk. Mereka sekarang bersiaga bersamaku dan Andy di luar pintu


"JANGAN BUNUHH!", suara kompak mereka bertiga. Tak ada satupun dari kami yang ingin membunuh penduduk sipil yang digunakan seperti boneka begini


"HANNAAAAAAAH, mana Hannah!!!" Mereka mulai mengendus ke segala arah, mencariku. Target mereka adalah aku


Andy tiba-tiba mengayunkan pedang My Love nya. Pedang tipis itu, sangat ringan dan bahan pembuatnya lumayan sangat solid. Ketika diayunkan akan terdengar seperti suara berdenging.


Denging suara seperti itu, akan sangat mengganggu telinga. Para zombi berlarian menuju suara pedang Andy.


Dan seketika, Andy menyarungkan kembali pedangnya, "Kita totok saja belakang telinga mereka, agar pusing dan pingsan". Saran teraneh yang pernah kudengar tentang cara menangani penyakit


Kami mengikuti saran Andy, menyarungkan pedang dan bergerak secepat kilat menotok titik di belakang telinga mereka


"Awas John, di belakangmu!!!", dari belakang zombi zombi itu berlari seakan ingin menerkam mangsa.


John membalikan badan, Andy loncat ke sisi John. Berusaha membantu serbuan zombi yang main keroyok.


"Andy, kalau mereka berhasil mengendusku, apa yang akan terjadi?", tanyaku


"Kau akan dibawa ke tempat sesuai dengan instruksi di awal masuknya racun", terang Andy


"Ini....? Jenis hipnotis...?", aku mulai mengerti asal kegilaaan manusia-manusia ini


"Bukan hanya hipnotis, tapi sengaja diracuni!!!!", John bicara sambil mengayunkan pedang bersarung kesana kemari


"RACUN!??", aku tak percaya

__ADS_1


"Kalau mereka gagal menjalankan misi. Otak mereka sakit teramat sangat karena sugesti hipnotis akan terus memerintahkan mereka, dan kerusakan parah mulai terjadi. Sampai gila dan meninggal!!!", terang Wei long panjang


Kami masih sibuk menotok titik belakang telinga. Akhirnya..... tinggal kelompok yang itu


Setelah berlari agak menjauh sedikit, kami mulai beradu cepat dengan para zombi. Mereka ingin membawaku pergi


Samar samar kudengar suara anak bertelepati "Ibuuuuu, mana ibu.....!


***********


Aku berlari cepat mendekat ke arah Rossy. Matanya masih sama tak menatap ke arahku.


"Rossy...!!!", kupanggil dia sekali lagi dengan telepati


Seketika bola matanya melirik padaku. Tangan gadis kecil ini, sekarang tepat berada di jakun ku. Matanya merah nanar


"Mana.....Ibu!", dia mendorong badanku dengan satu tangan kecilnya dan posisi tubuh melayang tanpa sayap. Aku tak kuat melepas cengkraman tangannya di leherku


"Rossyy......, lepaskan tangan mu, paman tak bisa bernafas", aku mencoba menggugah kegilaannya


Tapi Rossy malah lebih mencengkramku. Darah di leher ku seperti berhenti. Kakiku tak terasa, hentakan kakiku ke dinding tak dipedulikan lagi


"Jangan sakiti ibuku.....", Rossy terus menanyakan Hannah, apakah dia kembali ke dalam waktu dimana kejadian buruk menimpa Hannah dan dirinya!!!!!


Ingatan Rossy yang terakhir adalah itu, ketika perangkap jaring magnet mengenai Hannah


Rossy yang cantik ini sudah mengangkat tubuhku dan menghempaskannya ke dinding kamar


"Aku om Spain", apa-apaan aku bahkan Rossy belum kenal denganku saat itu


"Aku bukan Ayah Andromu!!!", kucoba bersiasat agar Rossy melepas cengkramannya


Dia melepas cengkramannya dari leherku dan menjauh dariku sambil melayang terbang, Bingung!!!!


BUUUK!!!


Aku terjatuh ke lantai, kulihat tatapan nanar Rossy yang terus melihat tajam le arahku. Kemudian dia gelisah dan berteriak tanpa telepati, "IBUUU, JANGAN KAU SAKITI IBUKU!!!!"


Rossy terbang cepat keluar dari rumah terasing ini ke bawah. Aku mengikutinya dengan sangat kepayahan. Dia terbang sangat cepat


"IBUUUUU.......!!", Rossy berteriak memanggil ibunya di sepanjang perjalanan terbangnya


"Rosssy......tunggu paman!", aku berteiak memanggilnya


Kemudian dia menukik terbang tajam ke arah kota Kingdom, diatas gedung militer kantorku. Gaya terbangnya luar biasa. Dia menukik menyerang tajam, sayap nya tak terlihat, dia hanya benar-benar terbang dengan dirinya sendiri


Kecepatan dia menukik, tak terkejar olehku. Tapi teriakan dari mulutnya berhenti. Dia beralih lagi ke telepati, "Mana ibuuuuu!!!! Jangan kau sakiti ibuku!!!"


Apakah Rossy sudah menemukan lokasi Hannah?


Aku bergeser ke atas agar tak sejajar dengan Rossy


Aku lihat, empat orang membawa pedang dikeroyok oleh banyak orang


"JANGAN KAU BUNUH IBUKU!!!!!"

__ADS_1


"ROSSY......ITU AYAHMU NAK, JANGAN!!!!!!"


__ADS_2