
KURSUS MILITER KEGAWAT DARURATAN
Aku tak menyangka latihan hari pertama akan seberat ini. Karena kami diminta berlari mengelilingi lapangan bola. Aturannya adalah yang dibawah rata-rata akan dikeluarkan.
Andai saja larinya bersama para dokter muda itu, tentu tak masalah. Tapi kami bersama tentara, mereka lah yang menetapkan rata-ratanya.
Sudah 5 putaran. punggung kaosku ditempel angka 5. Di screen besar lapangan, terdapat tulisan raksasa
Rata Rata 10 kali putaran.
Kepalaku berkunang kunang, Tiba tiba ada suara seperti dalam ingatanku
Tidak usah cepat Hannah, semampumu saja.
Suara itu menenangkan sekali, berlari dengan stabil, tanpa perlu berusaha untuk terdepan.
Mata ku yang berkunang kunang tadinya akan pingsan, perlahan mendapat kecerahannya kembali.
Aku berhasil menyamakan putaran dengan para tentara itu. Setiap satu jam rata rata nya naik, saat latihan selesai rata ratanya 20 kali putaran. Bagi aku yang tidak suka berlari, bisa menyamakan dengan rata rata mereka berlari itu luar biasa. Aku bangga sekali dengan diriku.
Melelahkan sekali, dari pagi jam 6 sampai jam 10. Setelah semua peserta sudah makan dan segar kembali. Semua hologram kami berbunyi " beep beep beep".
Jam satu siang anatomi tubuh
Hanya satu jam, dikelas menggambar. Kami disuruh istirahat. Jam 3 sore ada kelas melatih konsentrasi.
Kami dilatih menggerakan benda benda disekitar, persis seperti film dokumenter tentang awal mula rock.
Susah sekali, semua teori tentang melatih konsentrasi tak ada yang bisa menggerakan satupun benda di ruangan ini. Dan bukan aku saja, 49 temanku yang lain juga mengalami hal yang sama. Belajar yang sia sia
Hari kedua ketiga kami dilatih dengan materi yang sama. Namun hari ketiga aku sudah tidak terlalu lelah. Mungkin sudah terbiasa.
Hari keempat, kakiku sudah terbiasa berlari, bahkan tidak di urutan paling belakang lagi.
Gambar anatomi diselesaikan tepat satu jam, biasanya masih banyak kekurangan sana sini.
Pelajaran melatih konsentrasi paling sulit, tetapi paling tidak aku sudah merasa nyaman dan tak terbebani.
Hari keempat, Praktek. Kami disuruh berkelompok, karena sibuk aku tak sempat berkenalan dengan siapapun. Di sebelahku tentara berambut hitam murni bernama Radiant. Kami satu kelompok. Dia tak banyak bicara, tapi cukup cerdas. Dan kita berdua bermasalah dengan pelajaran konsentrasi.
Hari keempat ini kami diajar oleh Pak Andy, teman Miss Brenda. Dia handal sekali dalam telekinetis. Sayang sekali kepalanya plontos, kami tak tahu apa warna rambutnya.
"Oke, sekarang giliran kalian mempraktekan kemampuan telekinetis. Yang suku hitam silahkan ke depan"
Radiant termasuk salah satu yang ada di depan.
" Suku hitam adalah suku yang paling mudah melakukan hal hal seperti telepatis, telekinetis dan teleportasi. Karena leluhur kalian memang menspesialisasi kan diri ke arah itu. Dan suku putih, kuning dan suku apapun akan berubah warnanya menjadi kehitaman bila fokus berlatih tentang ini"
Semuanya mengangguk, sepertinya kami semua mengerti yang Pak Andy katakan.
__ADS_1
"Siapa namamu?"
" Radiant"
" Ooo Radiant, seharusnya ini hal mudah untuk keluarga mu"
Radiant tak merespon hanya diam.
"Lihat buku itu, hanya sepuluh lembar, sangat ringan, angkatlah!"
Radiant melihat ke arah buku itu, kemudian dia menunjuknya dengan tangan seolah olah ingin mengambilnya.
" Haaaaaa" , semua terperangah.
Bukunya terangkat sedikit.
Kemudian bergantian semua suku hitam di depan kelas, hanya Radiant yang dapat mengangkatnya.
Pak Andy meletakan buku berisi sepuluh lembar, di depan meja kami.
" Fokus tak cukup, bayangkan buku itu adalah sesuatu yang berharga"
Aku bayangkan itu adalah toples berisi jamur putih kesukaan ku. Dan buku ku terangkat setinggi mataku. Aku duduk di meja belakang tak ada yang memperhatikan ku.
Setelah kelas berakhir, Pak Andy mendekatiku.
" Hannah, gampang bukan ! Kekuatan suku putih adalah kuat, dan bisa mempelajari banyak hal sekaligus. Tenang saja, aku tak akan memberitahu yang lain tentang warna rambutmu".
Pak Andy tersenyum lembut sekali. Mengapa sepertinya wajah Pak Andy familiar sekali ya.
Di kamar, aku melatih kekuatan telekinetisku. Dalam waktu satu jam aku berhasil menerbangkan semua benda di kamar. Wow ternyata aku punya kemampuan telekinetis.
Hari hari selanjutnya diwarnai dengan latihan konsentrasi untuk telepatis dan teleportasi. Aku bisa melakukan semuanya, tapi dengan sembunyi sembunyi, karena semua temanku tak bisa melakukan nya dengan sempurna.
Kata Pak Andy, " Kita akan merahasiakannya ok!"
Senang sekali punya guru yang bisa mengetahui isi hatimu. Di hari terakhir Pak Andy bertanya padaku
"Hannah, bergabunglah dengan militer bersamaku!"
"Hmmm Pak Andy, aku tak siap membunuh siapapun?"
"OK, bergabunglah dengan tim medis saja, sama saja itu juga akan dihitung masuk dalam kelompok tentara nantinya"
Radiant jadi primadona di kelas, karena dia bisa melakukan semuanya dengan sedikit. Yang lainnya bahkan tak sedikitpun.
Dalam revolusi manusia yang telah berkembang sampai taraf sejauh ini seperti kami di Rock Collapse, kemampuan mengontrol benda disekitar kita dengan persepsi otak adalah hal yang logis dan dapat di pelajari, apalagi untuk keadaan darurat seperti perang. Dan untuk menguasainya syaratnya hanya satu seringlah berlatih.
Usai di asrama, aku banyak berlatih di rumah. Yang paling seru ketika berlatih telepatis bersama Miss Brenda.
__ADS_1
"Hannah, coba tebak berapa angka yang aku tulis di buku?!"
" Seratus"
" Sedikit lagi Hannah"
" Seratus satu?!!"
"Bukan Hannah, seribu"
"Yah Miss, katanya sedikit lagi Kok jauh bener"
"Kan tinggal ditambah satu nol lagi di belakang"
Kami tertawa bersama.
************************************************
Tak terasa sudah satu bulan aku ikut kursus. Badanku jadi lebih langsing dan berisi. Kursus ini lebih mirip sekolah militer. Dalam kondisi fisik yang sangat kelelahan kami disuruh melakukan banyak hal yang membutuhkan banyak konsentrasi menguras keringat. Itulah inti dari kursus ini.
Kemampuan Radiant meningkat pesat setelah satu bulan. Tapi sikap dinginnya tetap sama. Hanya sepatah dua patah kata yang dia ucapkan walaupun kita satu kelompok.
Sebelum ujian akhir bulan, ibu mengingatkanku untuk tetap menjaga agar aku tak terlihat terlalu menonjol. Alhasil aku hanya peringkat dua puluh lima.
"Andy memanggil"
"Andy memanggil"
"Hai Pak Andy, apa kabar?"
" Hannah kau tak apa?"
"Memangnya saya kenapa Pak Andy?"
"Kau tahu Hannah, kamu menyembunyikan kepintaran mu"
" Aku tak suka jadi pusat perhatian Pak Andy, lagipula memang aku selalu grogi kalau ada ujian. Pak Andy apa bapak masih disana?" Hologramnya mematung
"Oooh oh masih Hannah. Aku masih disini. Okelah kalau itu keinginanmu, aku ikuti saja".
Sejak telepon itu Pak Andy secara khusus memberi perhatian padaku, dan bahkan memberikan trik agar keahlianku tak terlalu nampak. Pak Andy selalu memberi dukungan terhadap semua keputusanku di kursus. Dia tak banyak bertanya.
Masuk bulan kedua Radiant tak lagi sekelompok denganku. Sekarang grup kami berisi 5 orang. Di akhir bulan kedua, sekitar sepuluh dari pihak sipil mengundurkan diri karena latihan fisik yang terlalu berat.
Dan diganti oleh peserta kursus dari seluruh inti rock.
" Ling ling Sandy!!!" Apa yang kalian lakukan disini!!"
Kami berpelukan melepas rindu. Lingling dan Sandy masuk ke kursus menggantikan mereka yang mengundurkan diri.
__ADS_1
"Kenapa gak kasih kabar kalau mau masuk kesini juga?"
"Kami juga gak tahu, Setelah penyerangan besar besaran ke Kingdom, seluruh pemuda di kota Nein diwajibkan ikut pelatihan militer, setelah satu bulan berlatih kami dibawa kesini".