High Voltage Love

High Voltage Love
Ep 11. Kehilangan


__ADS_3

Nafas Ridho terengah-engah dengan dada yang naik turun. Jantungnya berpacu dengan cepat sekali. Ia memandangi pria berjas yang bertepuk tangan tadi dengan tajam dan tak menyangka kalau semua ini adalah ulah pria yang disebut oleh Patricia sebagai kakak. Ya itu adalah Leonardo Bocchi.


“Ternyata kau cukup pandai juga!” ucap Leonardo sambil tersenyum sinis.


“Apa kau sengaja melakukan ini pada kami?” tanya Ridho memburu.


“Ya, itu hanya tes untukmu, jika saja adikku dalam bahaya,” jawabnya tersenyum.


“Dimana Patricia?” tanya Ridho berusaha untuk tidak terpancing emosi.


Leonardo mendekati Ridho yang masih berusaha menahan nyeri sekujur tubuhnya. Wajah pria bule itu terlihat sedih, lalu menunduk.


“Dimana Patricia?!” kali ini Ridho berteriak, karena sudah tidak tahan dengan permainan yang dilakukan oleh Leonardo.


“Tadinya kami hanya ingin mengetes kau saja. Sekuat apa dirimu untuk menyelamatkan Patricia. Hanya saja…, kami tertipu di permainan ini,” terang Leo.


Ridho mengernyitkan keningnya tidak mengerti.


“Patricia benar-benar diculik oleh orang-orang bayaran kami. Tetapi aku tidak tahu siapa dalang yang membuat pria-pria itu mengkhianati kami, sehingga Patricia benar-benar diculik.”


Ridho mengepalkan tangannya. Ia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Leonardo. Tubuhnya menubruk pria tinggi di hadapannya itu lalu masuk ke dalam sebuah ruangan, tetapi tidak ada siapa-siapa di sana kecuali sebuah kursi.


“Temuilah papaku, kita akan mencari Patricia bersama!” ucap Leo mengajak Ridho untuk mengikutinya.


Ridho menghembuskan nafasnya kasar, tidak menyangka kalau ternyata semua ini malah menjadi semakin rumit. Ia tidak akan mempercayai Leo atau Antonio dahulu saat ini, sampai ia sendiri mengetahui kebenarannya seorang diri.


Leo menaiki mobilnya diikuti oleh Ridho yang duduk di sampingnya. Kemudian Leo memberikan sebuah botol air minum dingin.


“Minumlah, atau kau bisa pakai itu untuk mengompres lukamu!” ucap Leo.


Ridho menerima itu dan langsung menempelkan botol dingin itu ke atas luka di bibirnya. Terasa nyeri dan perih, tetapi itu akan menghentikan laju darah yang keluar. Ia juga membukanya dan meminumnya kemudian. Pria yang wajahnya memar karena mendapat pukulan beberapa kali itu kini menyandarkan tubuhnya yang masih terasa sakit. Otaknya tidak bisa berpikir jernih saat ini. Leonardo benar-benar sudah keterlaluan.


Mereka tiba di sebuah gedung tinggi modern di kawasan Blackwall, London pusat. Gedung itu terletak tepat di samping Sungai Thames yang terkenal. Rupanya inilah gedung perkantoran milik Bocchi setelah pindah dari Italia. Mereka pun langsung turun di sana, dan menaiki lift. Dari lift dengan kaca transparan yang menghadap keluar, pemandangan Sungai Thames sangat terlihat jelas indah. Permukaan sungai terlihat berkilauan memantulkan cahaya matahari yang sudah naik. Kedua pria itu melangkahkan kakinya tepat di lantai 40, lantai dimana Tuan Antonio berada.


Beberapa orang pegawai terlihat membungkuk ketika Leonardo berjalan ke ruangan tempat ayahnya bekerja. Sesekali mereka juga tampak heran melihat Ridho dengan wajah memar kemerah-merahan. Leonardo membuka pintu, ketika seorang sekretaris wanita berusaha mencegahnya. Tuan Antonio terkejut melihat kedatangan putranya, bersama Ridho, ketika ia tengah berbicara dengan seorang klien.


“Keluarlah!” sergah Antonio.


“Ini tentang Paty, Pa!”

__ADS_1


Antonio meminta izin kepada kliennya lebih dahulu, lalu membawa kedua orang pria itu ke dalam ruangan lainnya.  Ia memandangi Ridho terkejut dengan wajahnya yang berantakan.


“Kau apakan dia?” tanya Antonio, yang memang tidak tahu menahu. Ia hanya menyerahkan semuanya pada Leonardo ketika memang akan memberikan ujian pada Ridho dan Patricia.


“Hanya sedikit tes kecil. Tetapi aku bodoh, karena setelah itu Paty diculik!”


Antonio menatap tajam pada anaknya, terlihat tidak percaya.


“Apa yang kau lakukan?!” tanya Antonio geram.


“Aku menyuruh beberapa orang untuk menculiknya, agar pria ini bisa membuktikan kalau ia memang layak untuk Paty. Tetapi ternyata mereka bekerja untuk orang lain sebelum aku membayar mereka. Aku tidak tahu siapa dalang di balik ini semua. Aku ingin kau menyuruh informan untuk melacak keberadaan Paty,” terang Leonardo.


“Kau melakukan itu dan sekarang Paty diculik?! Dasar bodoh!” geram Antonio, ia menampar keras pipi anaknya itu.


“Maafkan aku, Pa! Aku hanya tidak ingin Paty jatuh ke orang yang salah!” ucap Leo melirik pada Ridho.


“Sialan!”


Ridho hanya memandangi kedua orang pria di depannya. Ia tidak tahu apa-apa mengenai Keluarga Bocchi. Mungkin memang ada yang mengincar Patricia karena memiliki dendam pada Antonio. Bodohnya, Leonardo bukan orang yang pintar untuk merencanakan sesuatu.


“Aku akan menyelidikinya. Hanya saja ada satu nama yang kucurigai!” ucap Antonio.


“Dominic Bastille!” sebut Antonio.


“Pengusaha wine itu?! Memangnya ada hubungan apa kau dan dia?” tanya Leo.


“Aku pernah akan menjodohkan Patricia dengannya. Namun melihat kelakuan pria berdarah dingin itu, aku mengurungkan niatku. Dia juga memiliki dendam pribadi karena perusahaan kita mengalahkan perusahaannya untuk sebuah proyek besar untuk olimpiade di Brazil tahun lalu.”


“Aku akan menyuruh Alfonso untuk menyelidikinya. Apa ponsel Patricia dibawanya?” tanya Antonio melirik pada Ridho.


“Aku melihatnya, ketika ia memasukan ponselnya ke dalam saku celananya,” jawab Ridho.


“Bagus, setidaknya kita bisa melacak keberadaan dia lewat gps. Aku akan mempersiapkan orang-orang terbaikku. Dan kau, buktikanlah kalau kau layak untuk anakku!” ucap Antonio menatap tajam pada Ridho.


Ridho membalas tatapan itu dengan dingin. Ia akan bertindak sendiri, karena belum sepenuhnya mempercayai kedua pria di hadapannya ini. Ia khawatir ini adalah jebakan untuknya.


“Aku pinjam mobilmu!” ucap Ridho pada Leo.


“Untuk apa?”

__ADS_1


“Mencari Patricia!”


Tanpa pikir panjang, Leo memberikan kunci mobil mewahnya pada pria asing yang baru ia temui kemarin. Ridho keluar dari gedung itu untuk berpikir, strategi untuk mencari Patricia. Ia tidak mau bekerja sama dengan Antonio. Ia harus menemukan Patricia. Ditekannya sebuah nomor kontak di dalam ponselnya. Ia akan menghubungi Damian.


“Halo Bang!” tanya Ridho.


“Ada apa, Dho?”


“Aku butuh bantuan Abang sekarang. Patricia diculik seseorang, dan aku minta tolong agar informan Abang melacak keberadaannya.”


“Apa?! Kau sudah bertemu Antonio?”


“Sudah, tetapi aku tidak mempercayainya. Dia dan Leonardo sempat menjebakku barusan, dan kini Patricia menghilang.”


“Hmm...baiklah! Aku akan hubungi seorang agen di Inggris. Apa ada satu nama yang kau curigai?” tanya Damian.


“Dominic Bastille. Antonio mencurigainya.”


“Baik, akan aku hubungi lagi secepatnya," ucap Damian. Lalu sambungan telepon mereka terputus.


Ridho mengirim nomor Patricia kepada Damian, agar nomor itu bisa dilacak. Sehingga keberadaan bisa diketahui. Kalaupun memang ponsel Patricia sudah dibuang, setidaknya itu masih membantunya melacak jejaknya.


Ridho kembali ke kediaman Bocchi untuk mengambil semua barang dan berkas identitasnya. Ia akan meninggalkan mansion mewah itu untuk mencari Patricia. Berbekal gps dan aplikasi penunjuk jalan, ia memacu mobil milik Leo kembali menuju Barnet.


\=====


Bersambung....


Jangan lupa LIKE, COMMENT, & VOTE yaa


Thank youu


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2