High Voltage Love

High Voltage Love
Ep 28. Petunjuk


__ADS_3

Panik. Itu yang Ridho rasakan ketika mengetahui Patricia tidak ada di kediamannya. Pria itu berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada di kediamannya. Kamar tidur, walk in closet, kamar mandi, hasilnya tidak ada Patricia di sana. Kini Ridho mendatangi dapurnya yang terhalang oleh tembok. Wajahnya terlihat terkejut mendapati sebuah panci tergeletak di atas lantai dengan isinya yang berhamburan, yaitu pasta yang masih terasa keras dan air yang bertumpahan kemana-mana membasahi lantai.


Tidak hanya itu, beberapa barang kecil seperti garam dan merica serta pisau dan sendok pengaduk terlihat berjatuhan. Patricia tidak mungkin meninggalkan rumah dengan kondisi seperti itu, ia sangat rapi dan teratur. Jika harus keluar dari huniannya, ia akan menutup dan mengunci pintu. Tetapi Ridho menemukan pintunya terbuka lebar. Apakah Patricia diculik?


Ridho kembali berjalan menuju ruang tengah di mana terdapat meja kerja miliknya dan milik istrinya. Ia mengambil ponselnya, mencoba menghubungi istrinya, siapa tahu wanita itu terburu-buru keluar. Hanya saja justru ponsel itu berbunyi di dekatnya, di atas meja kerja milik istrinya. Ridho menghampiri meja itu dan memandangi ponsel istrinya yang berdering karena teleponnya sendiri. Pria itu menghela nafas berat. Apa lagi yang terjadi? Ia benar-benar kehilangan akalnya. Jantungnya berdebar kencang, memompa darah ke seluruh tubuhnya, ia tidak dapat berpikir lagi. Tiba-tiba ia melihat sebuah sobekan kertas di atas meja itu, membuatnya mengernyit. Terdapat tulisan di atas kertas dengan bentuk tulisan sambung yang masih ia bisa baca. Tulisan itu berbahasa Inggris, Ridho mulai membacanya perlahan.


Kau ingin tahu dimana Patricia?


Tanyakanlah pada dua orang pria yang dianggap paling berjasa di negerimu.


Ia membawa kertas di tangannya, dengan seorang teman di sampingnya.


Bacalah apa yang telah diucapkannya, kamu akan menemukannya di sana.

__ADS_1


Kutunggu kau satu jam lagi


In bocca al lupo


Melihat petunjuk di kertas itu, membuat Ridho yakin istrinya itu telah diculik. Tetapi pria itu bertanya-tanya siapa yang telah menculik istrinya sekarang? Yang ia tahu hanyalah Dominic Bastille, apakah ada pria lain yang mengincar Patricia selain Dominic? Ataukah justru ini bagian dari balas dendam Keluarga Bastille terhadap dirinya dan Patricia? Pikirannya terus berputar mencari kemungkinan jawaban atas siapa saja yang berada di balik penculikan Patricia. Ia tidak akan bisa melacaknya karena ponsel Patricia berada di sini. Ridho kembali mengambil kunci motornya, lalu memasukan kertas berisi petunjuk itu ke dalam saku jaket kulitnya. Pria itu bergegas menuju ruang CCTV yang ada di gedung apartemen suite-nya, untuk memastikan bahwa asumsinya benar, sebelum ia pergi menuju petunjuk yang tertulis di kertas itu.


Ridho menemui seorang sekuriti, memintanya untuk mengantarkannya pada ruang CCTV. Segera keduanya melangkah menuju lantai bawah, di mana ruangan itu berada.


“Baik!”


Di layar menunjukan, ada tiga orang pria berbadan besar melewati lorong lantai dua puluh setelah keluar dari lift. Hampir sepuluh menit kemudian, Patricia datang dan keluar dari lift. Di layar tertera Patricia masih memasuki huniannya. Kemudian, 10 menit lagi, tiga pria itu membawa tubuh wanita berhijab dengan pakaian yang sama seperti yang Patricia kenakan. Ridho langsung berlari keluar, sambil mengucap terima kasih pada sekuriti. Hanya saja ia tidak mengerti, dimana posisi sekuriti berada ketika pria-pria berbadan besar itu membawa istrinya. Apakah mereka sedang beristirahat? Ah itu tidak penting sekarang, ia harus bisa memecahkan petunjuk itu.


Ridho terduduk di atas motornya. Ia mengambil kembali kertas itu dari saku jaketnya. Ada beberapa frase yang harus dipecahkan terkait petunjuk dimana Patricia berada. Pertama, frase dua orang paling berjasa di negerimu. Kedua, frase membawa kertas, dan ketiga frase seorang teman di sampingnya. Ridho tampak berpikir mendalam, meski kini hatinya tengah kalut dan panik. Apalagi si penculik hanya memberinya waktu satu jam, yang kini tersisa empat puluh lima menit lagi. Ridho mulai berpikir seperti pada saat kuliah ia berhasil menginterpretasikan sebuah prosa lama milik William Shakespeare.

__ADS_1


Siapa dua orang paling berjasa di negeri ini? Yang memiliki seorang teman di sampingnya? Dan sambil membawa kertas?


Pria itu terlihat frustasi.


\=\=\=\=\=


Bersambung dulu


Ayo ada yang bisa tebak?


Hihi, jangan lupa like, komen, dan vote yaa


Terima kasiiih

__ADS_1


__ADS_2