High Voltage Love

High Voltage Love
Bonus Episode (1)


__ADS_3

Matahari senja terlihat bercermin di ujung laut, merefleksikan cahaya keoranyean yang berpendar ke seluruh langit. Angin mendorong ombak untuk terus berkejaran, berlomba menepi pada pantai yang tenang dan lembut.


Melihat pemandangan sore itu dari sebuah kolam renang pribadi yang seolah menyatu langsung dengan laut biru nan jernih adalah sebuah anugrah. Ridho menaruh lengannya di atas pinggir kolam bebatuan, pandangannya mengarah ke laut lepas. Kedua kakinya bergerak di dalam air, memberi keseimbangan pada tubuhnya agar tidak tenggelam. Hatinya takjub pada pemandangan luar biasa di depan matanya. Ia benar-benar menikmati waktu liburannya kali ini tanpa ada pengejaran atau gangguan pada ia dan istrinya. Hatinya benar-benar bahagia dan lega.


Patricia membawa nampan berisi french fries dan salad buah, serta dua gelas jus buah segar dari dalam villa. Wanita itu mengenakan outer berbahan tipis dengan warna ombre untuk membalut tubuh rampingnya yang mengenakan bikini. Ini adalah villa pribadi milik Leonardo, dimana villa itu memiliki akses langsung pada pantai putih dan jernihnya laut biru yang bisa dinikmati pribadi, jadi tidak akan ada orang yang mampir ke pantai tersebut. Patricia bisa leluasa membuka auratnya di depan suaminya.


Wanita itu duduk di samping kolam sambil memainkan kakinya di dalam air, setelah menaruh nampan berisi makanan ringan dan jus itu di sebuah meja samping kolam.


“Honey, kamu mau jus?” tawarnya sambil menyuapkan kentang goreng ke dalam mulutnya sendiri.


Ridho menoleh padanya, ia menenggelamkan tubuhnya lalu berenang menghampiri istrinya, lalu muncul tepat di depan paha Patricia.


“Suapi aku!” ucapnya.


“Kamu bisa mengambil sendiri, Honey!” ucap Patricia, lelaki di depannya itu menggeleng.


“Ah, kamu manja sekali!”


Patricia mengambil nampan itu dan menyuapkan kudapan itu pada mulut suaminya.


“Minum, minum!” ucapnya menggunakan Bahasa Indonesia. Pria itu sepertinya tersedak dan tidak bisa menelan makanannya.


Patricia meraih jus mangga dan menyodorkannya pada suaminya.


“Ah… lega!” jawab Ridho.


“Duduklah dulu, kita masih punya banyak waktu untuk berlibur di sini!” ucap Patricia. Ridho mengangkat tubuhnya sendiri keluar dari kolam jernih itu. Ia mengambil kudapannya sendiri.

__ADS_1


Keduanya menatap lautan lepas yang indah. Kemudian, Patricia melihat ke arah suaminya yang masih asyik mengunyah kudapannya.


“Honey!” panggil Patricia.


“Hmm….”


“Apakah kamu tidak ingin tinggal di London?” tanya Patricia menatap tajam suaminya yang belum membalas tatapannya itu.


“Kenapa? Kamu ingin pulang?” Kali ini Ridho menoleh padanya.


Patricia tertegun dan terdiam. Hati kecilnya tidak bisa berbohong, ia ingin tinggal bersama ayahnya, meski Leonardo telah bebas.


Patricia mengangguk. Ia memang selalu menjadi gadis kecil untuk ayahnya itu. Sejak kecil dan ditinggali ibunya, Patricia selalu melihat perjuangan ayahnya yang keras untuk membahagiakan mereka. Ia berpikir mungkin ini saatnya membuat Antonio berbahagia.


Ridho yang tertegun kali ini. Kepindahan ke London sudah pernah ia pikirkan sebelumnya dan mungkin akan membuatnya sedikit canggung dengan mertuanya itu. Tetapi situasi sudah berubah, seharusnya ia bisa lebih akrab dengan Antonio bukan? Ia juga tidak terlalu khawatir dengan kondisi kedua orangtuanya yang kini tinggal dengan kakak tertuanya di Jakarta. Mereka hidup berbahagia di sana. Jadi sepertinya tidak akan ada masalah berarti, semoga saja hidupnya akan normal.


“Apa kamu serius?” tanya Patricia tidak percaya.


“Kamu ingin tinggal di sana bukan?”


Patricia mengangguk dengan matanya yang berbinar.


“Kita akan ke London setelah ini,” jawab Ridho lagi membuat Patricia menghamburkan tubuhnya pada tubuh suaminya itu. Hanya saja karena tubuh Ridho yang tidak siap mendapat pelukan itu menjadi tidak seimbang, dan mereka berdua tercebur ke kolam.


Keduanya tertawa-tawa setelah kepalanya menyembul ke atas permukaan air. Patricia kembali memeluk suaminya karena terlalu bahagia.


“Ada syaratnya!” ucap Ridho ketika keduanya tengah berpelukan di dalam air.

__ADS_1


“Apa itu?” tanya Patricia mengernyitkan kedua alisnya.


“Mendekatlah!” ucap Ridho dengan senyuman menyeringainya.


“Mencurigakan!” Patricia memicingkan matanya.


“Ya sudah kalau kamu tidak mau mengikuti syarat dariku, kita tidak akan pulang ke London!” ucap Ridho lalu berenang menjauhi istrinya menuju samping kolam yang mengarah ke laut. Patricia menyusulnya.


“Honey!” teriaknya.


“Apa syaratnya?!” tanyanya lagi menarik tangan suaminya dari dalam air.


Ridho menarik tubuh ramping istrinya sehingga menempel dengan tubuhnya. Patricia terkejut.


“Bercintalah denganku!” ucapnya lalu tertawa-tawa.


“Aku kira apa!”


“Bukan sembarang percintaan,” lanjut Ridho.


“Lalu?”


“7 hari 7 malam,” ucap Ridho tertawa-tawa lagi.


Patricia hanya tersenyum menggeleng-geleng mendengar permintaan konyol suaminya. Lalu wanita berenang menjauhi suaminya, tetapi dengan cepat Ridho menahannya. Pria itu menarik tengkuk leher istrinya dan melahap lembut bagian yang paling membuatnya candu.


“Kita mulai hari ini!” ucapnya terengah-engah, lalu membawa wanitanya keluar dari kolam dan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


\======


__ADS_2