High Voltage Love

High Voltage Love
Ep 3. Siapa Bocchi


__ADS_3

Suara ribut dari kokokan ayam yang berada di halaman belakang rumah Pak Yusuf terdengar ramai pagi itu. Ayam jantan, ayam betina, dan anak-anak mereka berebut makanan, ketika Pak Yusuf menabur pakan. Pria tua bersarung itu tampak asyik memperhatikan hewan-hewan ternaknya mematuk-matuk tanah. Ridho memandangi punggung ayahnya yang mengenakan kaos putih.


“Sini Dho!” ujar Pak Yusuf ketika ia sadar anak bungsunya itu berdiri di samping pintu belakang.


Ridho berjalan mendekatinya, lalu duduk di sebuah papan kayu reyot. Ia menatap pemandangan di depannya yang tampak ramai dengan hewan-hewan yang sedang berebut rezeki itu.


“Kamu libur panjang, Nak? Tumben pulang ke sini,” ujar bapaknya masih menabur pakan-pakan ternak.


“Enggak, Pak! Ada yang mau Ridho obrolin sama Bapak juga Ibu,” terang Ridho.


“Apa itu?” kali ini Pak Yusuf duduk di samping Ridho.


Ridho menghela nafas, lalu mengeluarkannya perlahan. Ia khawatir bapaknya itu akan terkejut.


“Ridho mau nikah lagi, Pak!” jawabnya tidak berbasa-basi.


Pak Yusuf tertegun kemudian terkekeh mendengar ungkapan hati anaknya itu. Ia sadar betul, anaknya ini membutuhkan teman hidup yang bisa menguatkan bahkan menghapus dukanya. Bagi dirinya yang sesama lelaki tidak masalah mendengar keinginan anaknya itu.


“Sama siapa? Kapan kamu mau lamar dia?” tanya Pak Yusuf menatap mata anaknya.

__ADS_1


“Teman pelatihan waktu di Amerika dulu. Namanya Patricia, dia orang Italia. Kemarin kita ketemu, dan Ridho udah bilang sama dia,” jelas Ridho, nadanya terdengar ragu.


Mata Pak Yusuf terbelalak. Tidak menyangka anaknya bisa melamar seorang wanita berkebangsaan Italia. Mimpi dari mana?


“Kamu yakin, Dho?! Apa latar belakang keluarga dia?”


“Ridho belum tahu pasti apa latar belakang keluarganya. Yang jelas keluarganya adalah pebisnis seperti Pak Gunawan," terangnya.


Pak Yusuf mengangguk-angguk seperti tidak percaya.


“Muslim?”


“Hmm….”


Ridho memandangi wajah bapaknya yang terlihat ragu, tidak percaya, terkejut, dan perasaan yang mudah ditebaknya. Pria itu bergumam.


“Pikirkan baik-baik, Dho! Ingat, kita ini cuma keluarga pelayan, supir, dan kamu pegawai biasa. Kalau menikahi orang yang berbeda status pasti banyak tantangannya. Bapak gak bisa pastikan itu. Bapak cuma berharap yang terbaik untuk kamu. Kalau kamu yakin, kita dukung kamu,” ujar bapaknya itu berdiri sambil menepuk bahunya, lalu meninggalkan dia.


Kepala Ridho menunduk, dengan sekelumit pikiran yang bercampur di benaknya. Bapaknya itu benar, ia dan Patricia bagaikan langit dan bumi. Dia hanya berasal dari keluarga pelayan, sedangkan keluarga Patricia adalah pebisnis, meskipun ia belum tahu sesukses apa keluarga Bocchi itu. Tiba-tiba ia teringat, nama akhiran Patricia. Pasti nama keluarga Bocchi ada di internet. Ridho langsung bergegas menuju kamarnya, dan membuka laptopnya.

__ADS_1


‘Pebisnis Bocchi’ ia ketikan di kolom pencarian sebuah browser di internet. Banyak berita langsung memuat namanya di beberapa media internasional yang berbahasa Inggris.


Sir Antonio Bocchi, pemilik industri otomotif besar di Italia. Ia juga menjadi pemilik saham terbesar dari klub bergengsi di Liga Inggris.  Pria berusia 65 tahun itu memiliki dua orang anak, yaitu Leonardo Bocchi dan Patricia Bocchi. Pria paruh baya itu juga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang terkaya di dunia menurut majalah Forbest.


Ridho menelan salivanya, bahunya bergidik karena terkejut. Hatinya menciut seketika. Apalah dirinya hanya seonggok batu hitam dari jutaan permata yang berkilauan.


Rasa pesimis dan rendah diri membayanginya.


\=====


Bersambung


Klik favorite


Jangan lupa like, comment dan votenya


Support terus karya Author


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2