
Ray yang tidak tau kalau Mami nya ada di rumah, masih sibuk dengan pekerjaannya di kantor.
Sedangkan Bela segera pulang ke rumah setelah selesai terapi sesampainya di rumah Bela sangat terkejut begitu melihat ada Bu Santi yang duduk di ruang keluarga.
"Assalamu'alaikum, Mi." Bela mendekat dan mencium tangan Bu Santi.
"Walaikumsalam," jawab Bu Santi tanpa melihat Bela.
"Tante Santi," ucap Mita tersenyum dan mencium tangan Bu Santi.
"Kamu? Kamu kenal saya?" tanya Bu Santi berusaha mengingat, tapi tak sedikitpun Bu Santi ingat dengan Mita.
"Iya Tante, kita dulu sudah pernah ketemu sebelumnya. Saya Mita teman sekolah Ray SMP, saat itu kita bertemu, ketika Tante dan Om Yudha dipanggil pihak sekolah karena Ray ketahuan membawa rokok di dalam tas nya," jelas Mita.
"Oow.. iya tante ingat sekarang, kamu gadis kecil itu, gadis yang berusaha menyakinkan kami kalau itu bukan rokok Ray. Bahkan kamu sampai nangis kan karena kami tidak percaya kalau itu bukan rokok Ray?" ucap Bu Santi tersenyum mengingat kejadian itu.
"Iya Tante, karena rokok itu juga Tante dan Om menyekolahkan Ray keluar negeri." jawab Mita.
"Ya ampun, itu kamu. Apa kabar kamu Mit? Tante tidak menyangka kalau bertemu lagi dengan kamu. Lalu ini kenapa kamu bisa di sini dan seragam ini?" Bu Santi melihat Mita dan Bela sekilas.
"Kebetulan saya sekarang bekerja sebagai perawat di rumah sakit, dan pihak rumah sakit menugaskan saya untuk merawat mbak Bela di sini. Awalnya saya juga kaget banget dan tidak menyangka kalau ternyata saya di tugaskan merawat istrinya Mas Ray," jelas Mita tersenyum manis.
__ADS_1
"Hahaha.. kenapa kisah kalian ini lucu ya? Kalau diingat-ingat lagi, kamu ini termasuk salah satu mantan pacarnya Ray yang paling perhatian sama Ray dulu kan? Kok bisa, sekarang malah kamu jadi perawat untuk istrinya Ray?" ucap Bu Santi tertawa dan dengan sengaja memberitahu kalau Mita adalah mantan pacar Ray.
"Itu karena dulu, Ray. cinta pertama saya Tante, tapi itu sudah menjadi masa lalu," jawab Mita.
"Benarkah? Jadi Ray cinta pertama kamu? Hati-hati ya, Cinta pertama itu katanya susah dilupakannya lho," goda Bu Santi
"Tidaklah Tante, kan sekarang Ray sudah memiliki Mbak Bela, Oya Mbak Bela jangan salah paham ya, Tante Santi hanya bercanda," ucap Mita menutup mulutnya.
"Tidak apa-apa, Bela tau kok. Kalau Mami bercanda. Bela kan sudah tau kalau kamu itu pernah pacaran sama Ray saat kalian masih SMP. bukankah semua orang punya masa lalu, " jawab Bela tersenyum.
"Mit, kamu bisa tolong pergi dulu! Saya mau bicara sama Mami!" ucap Bela melihat Mita.
"Baik Mbak, Tante. Mita ke belakang dulu," ucap Mita pamit dan berjalan ke belakang.
"Huh.. Kamu pikir saya percaya dengan apa yang kamu ucapkan? Dan, kamu pikir dengan kamu menggunakan pakaian seperti itu, bisa membuat saya tertipu lagi dengan otak licik kamu itu," ucap Bu Santi sinis.
"Bela tau akan sulit untuk Mami bisa percaya lagi sama Bela. Setelah apa yang sudah Bela lakukan. Tapi Bela benar-benar menyesal Mi, Bela janji. Semua yang sudah Bela ambil dari Mami akan Bela kembalikan," ujar Bela menyesal.
"Barusan kamu bilang apa? kamu akan kembalikan semau yang sudah kamu ambil dari saya? Kalau begitu kembalikan suami saya! kembalikan suami saya!" teriak Bu Santi.
Bela terdiam, air mata membahasi pipinya.
__ADS_1
Bela sadar, meskipun kematian adalah takdir. Namun karena keserakahan yang Bela lakukan bersama dengan Papi nya, Pak Yudha terkena serangan jantung hingga akhirnya meninggal. Bela pun sadar, tidak akan mudah bagi Bu Santi untuk bisa memaafkan dirinya.
"Kenapa diam? Tadi kamu bilang, akan mengembalikan semua yang sudah kamu ambil dari saya? Kenapa sekarang diam saat saya meminta kembalikan suami saya? Kamu tidak lupa ingatan kan? Kalau kamu penyebab kematian suami saya, kamu itu bukan hanya seorang pencuri tapi kamu juga seorang pembunuh," ucap Bu Santi meluapkan semua amarah yang ada dihatinya selama ini.
"Maafkan saya Mi," ucap Bela lirih dan terisak menunduk
"Setelah kamu bunuh suami saya, sekarang kamu kembali sama anak saya. Dulu saat kamu sehat, kamu tinggalkan Ray, dan bersama laki-laki lain. Kamu pikir saya tidak tau? Saya tau semaunya Bela. Saya tau kamu tidur dengan laki-laki lain. Dan sekarang saat kamu cacat seperti ini, kamu menjadi parasit untuk Ray. Apa kamu benar-benar tidak punya harga diri sedikitpun?"
"Bela tidak bermaksud untuk menyusahkan Ray, Mi. Bela juga tidak mau menjadi beban untuk Ray," tangis Bela.
"Kamu pikir saya percaya? Saya yakin ini semua bagian dari rencana kamu, karena laki-laki selingkuhan kamu itu, pasti meninggalkan kamu saat tau, kalau kamu lumpuh seperti ini kan?" ucap Bu Santi sinis.
"Mami benar, Bela tidak menampik semua yang Mami katakan. Bela memang salah karena sudah menghianati Ray dan orang itu pergi meninggalkan Bela saat tau keadaan Bela yang seperti ini, tapi sumpah demi Alloh, Mi. Tidak ada sedikitpun niatan Bela untuk kembali menjadi beban untuk Ray. Bela juga sebenarnya tidak mau menjadi beban Ray Mi,"
"Kalau begitu, kenapa kamu masih di sini? Kamu tau kan, kamu itu hanya beban untuk Ray. Tinggalkan rumah ini, kalau kamu memang tidak ingin menjadi beban untuk anak saya!" tegas Bu Santi.
"Saya ingin meninggalkan rumah ini, agar tidak menjadi beban untuk Ray, Mi. Tapi saya juga tidak bisa pergi dari rumah ini tanpa ijin dari Ray." Bela yang menyadari sepenuhnya kalau dirinya memang tidak akan bisa melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik dan Bela juga sebenarnya tidak ingin menjadi beban untuk Ray, tapi meninggalkan Ray juga akan berdosa baginya.
"Wow.. sandiwara apa lagi ini? Sekarang mau pura-pura menjadi istri sholehah yang kemana-mana harus dengan ijin suami? Biar bisa terus menjadi benalu untuk anak saya? hebat sekali kamu Bel, saya akui kamu benar-benar berbakat menjadi orang jahat."
Bu Santi memang pernah berusaha untuk bisa memaafkan Bela, karena Ray yang ingin mempertahankan Bela, namun setelah kembali melihat Bela, hatinya menjadi sakit dan teringat kembali dengan semua yang sudah Bela lakukan. Hingga Pak Yudha harus meninggal karena serangan jantung.
__ADS_1
^Happy Reading^