Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 80


__ADS_3

Setelah melakukan semua persiapan pernikahan selma bebeb hari ini, tibalah hari yang sangat mereka nantikan.


Ya, hari ini Raya dan Bela akan melangsungkan pernikahan ke dua bagi mereka. pernikahan kedua ini tentu saja tidak sama dengan pernikahan pertama mereka, karena di pernikahan pertama mereka tidak ada cinta di antara kedua insan ini, berbeda dengan pernikahan kali ini, di mana mereka saling jatuh cinta satu sama lain.


Mereka sangat bersyukur bisa berada di titik ini, karena untuk menyatukan cinta mereka, begitu banyak hal yang harus mereka lalui. Tidak mudah untuk bisa berada di titik ini.


"Terima kasih, sayang. Kamu sudah memberiku kesempatan kedua," bisik Raya sesaat setelah kata"Sah" terucap dari para saksi.


"Selamat ya sayang, Akhirnya kamu bisa kembali bersama dengan laki-laki yang kamu cintai. Papi bahagia, kamu dan Raya bisa kembali bersatu," ucap Pak Bobby.


"Mami juga ucapkan selamat dan semoga ini menjadi pernikahan terakhir untuk kalian, semoga setelah ini tidak ada lagi kesedihan. Kalian sudah melalui ujian yang begitu banyak di awal, semoga kedepan kalian bisa mendapatkan kebahagiaan hingga surga Alloh," ucap Bu Santi.


"Aamiin, " ucap Ray dan Bela mengaminkan.


"Mommy cantik," ucap Raynan.


"Iya dong, mommy pasti cantik." sahut Ray menggendong Raynan.


"Om Ray, selamat ya semoga Om Ray bahagia," ucap Alka.


"Selamat ya Ray kami ikut bahagia dan kami do'akan yang terbaik untuk kamu," ucap Danu dan Niko berjabat tangan dengan Ray.


"Terima kasih," jawab Ray.


"Hai.. Alka, kapan-kapan kita agendakan main basket bareng, okay," ucap Ray tersenyum.


"Okay, Om Ray." jawab Alka.


"Di mana Fatin? kenapa tidak ada?" tanya Ray melihat sekeliling.

__ADS_1


"Fatin titip salam buat kamu, dia tidak bisa ikut karena ada acara di sekolah yang tidak bisa ditinggal. " jawab Niko.


"Bel, selamat ya. semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah," ucap Ulya dan Aisyah bergantian mencium pipi Bela.


"Terima kasih Ulya, Aisyah. meskipun kita bukan teman dekat. Tapi aku meradang dukungan dari kalian untuk kami selama ini, Aku seperti memiliki seorang saudara yang sangat menyayangiku," ucap Bela.


"Kita memang saudara, jangan ragu untuk bercerita apapun dengan kami. Dan jangan pernah menganggap kami sebagai orang luar, kami sudah menganggap Ray seperti saudara kami, begini juga dengan kamu," ucap Ulya.


"Bu Santi, saya ikut senang. Alhamdulillah Ray dan Bela bisa kembali bersama. Saya terkejut waktu tau kalau ternyata Ray sudah punya anak, MasyaAlloh, tampan sekali anak Ray," ucap Umi Zaroh.


"Iya, Abah juga terkejut. Rencana Alloh memang terbaik. Alhamdulillah sekarang ada Raynan yang InsyaAlloh akan menjadi penguat cinta mereka," sahut Abah.


"Iya, Umi, Abah. Saya bahagia melihat Ray begitu bahagia dengan Bela dan Raynan. Jujur saya menyesal sudah membuat mereka berpisah," ucap Bu Santi.


"Jadikan itu sebagai pelajaran kita ke depannya Bu Santi. Kita sebagai orang tua pastinya menginginkan kebahagiaan untuk anak-anak kita. Semoga dengan apa yang sudah mereka lalui selama ini, membuat cinta mereka semakin kuat kedepannya." ucap Abah.


"Abah, Umi. Jika nanti saya sudah tidak ada lagi di dunia ini, Saya berharap Abah dan Umi bisa menggantikan saya sebagai orang tua Ray. Jika Ray membutuhkan seseorang untuk berbagi cerita, saya berharap Abah dan Umi mau mendengarkan keluh kesah, Ray, " ucap Bu Santi.


"Saya tau Bu, penyakit yang ada di dalam diri saya ini sudah tidak bisa lagi untuk di sembuhkan. saya tidak mau membohongi diri saya sendiri, jika memang harus pergi, InsyaAlloh saya siap Umi, melihat Ray dan Bela sudah kembar bersama, hati saya lega Umi," ucap Bu Santi menghela nafas.


*Flashback On*


Dua hari sebelum pernikahan, Bu Santi dan Ray datang ke rumah Mita untuk meminta maaf atas janji yang Bu Santi katakan selama ini.


"Saya tau, bapak, Ibu dan juga Mita pasti sangat kecewa dan marah dengan saya, tapi semua salah saya. dari awal sejak masih menikah dengan Bela saya berusaha memisahkan mereka dan menginginkan Mita untuk menjadi istri Ray. Saya yang meminta Mita untuk bersabar menunggu Ray. Padahal saya tau, Ray hanya mencintai istrinya. apalagi sekarang ada anak di antara Ray dan Bela. Meski saya tau, ini mungkin tidak adil untuk Mita.


"Tapi saya sangat berharap Mita bisa mengikhlaskan Ray untuk kembali bersama dengan anak dan istrinya. Umur saya sudah tidak lama lagi, kangker yang ada di tubuh saya sudah menyebar. Di sisa hidup saya, saya hanya ingin Ray bisa bahagia dengan keluarganya, Dan saya akan memberikan sebagai harta saya untuk Mita. Meskipun kamu tidak menikah dengan Ray tapi saya sudah menganggap kamu sebagai anak saya sendiri, " ucap Bu Santi.


"Tante Santi, tante tau. saya tidak menginginkan harta tante. saya hanya_" ucap Mita terputus.

__ADS_1


"Tante tau, kamu memang tidak menginginkan harta tante, karena itu tante sangat menyayangi kamu dan menganggap kamu seperti anak perempuan tante sendiri. Karena itu tante ingin memberikan sebagian harta tante untuk kamu. Jangan menganggap ini sebagai kompensasi. Ini murni keinginan hati tante. bagi tante kamu itu sudah seperti anak tante." jelas Bu Santi


Bu Santi merasa lega karena sudah mendapatkan maaf dari Mita dan juga keluarganya. Beban yang ada di hati Bu Santi kini sudah hilang. Bu Santi merasa jika memang harus meninggalkan dunia dalam waktu dekat, dirinya sudah siap.


"Ray, jangan membenci Bela. Bela dulu begitu terobsesi dengan kamu karena merasa kamu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari Bela, tapi sekarang InsyaAlloh Mami yakin dia pasti akan berubah lebih baik dan tidak akan lagi mengganggu hubungan kamu dengan Bela," ucap Bu Santi.


"Iya Mi, Ray paham, " jawab Ray singkat.


*Flashback Off*


"Selamat ya Ray, Mbak Bela," ucap Mita.


"Selamat Pak Ray, Bela, " ucap Riza.


"Kaliando, kenapa bisa datang bersama?" tanya Ray dan Bela saking bertukar tatap.


"Kalian saling kenal?" tanya Bela.


"Iya kami saling kenal. Dan InsyaAlloh kami juga akan menyusul kalian menikah," jawab Riza.


"Apa? kalian mau nikah? Pekik Bela tak percaya.


" Tunggu, tunggu. Memang sejak kapan kalian kenal dan kenapa tiba-tiba bisa_" ucap Bela terputus.


"Kami kemal memang belum lama. Tepatnya saat aku mengunjungi Ray di rumah sakit. tapi walaupun kami belum lama mengenal, kami sudah yakin dengan hubungan kami ini," jelas Riza.


^ Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dan vote ya sayang💕 jangan lupa juga baca cerita thor yang lain dengan klik Qurrotaayun.

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2