
Setelah mengetahui Raynan operasi berjalan dengan lancar, serta memastikan Raynan sudah dalam keadaan stabil, Ray memutuskan untuk kembali beristirahat di rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Ray sampai Rumah.
"Walaikumsalam, dari mana saja kamu Ray? kamu sadar tidak dengan apa yang kamu lakukan tadi siang? bisa-bisa nya kamu pergi begitu saja, di saat kita sudah sepakat kalau hari ini kamu akan melamar Mita," ucap Bu Santi dengan nada tinggi.
"Kamu tau, karena ulah kamu itu, Pak Bagas begitu marah dan merasa kita sengaja mempermainkan mereka, kurang sabar apa selama ini mereka menunggu kamu siap untuk datang melamar?" ucap Bu Santi.
"Ray, tidak pernah meminta mereka untuk menunggu Ray, Mi," ucap Ray.
"Ray, kamu sadar tidak dengan apa yang kamu katakan? Jangan pura-pura tidak tau apa-apa kamu, Ray. Jelas-jelas kamu tau, kalau Mita menyukai kamu," ucap Bu Santi.
"Tapi, Ray tidak pernah mencintai Mita, Mi. Harus berapa kali Ray mengatakan ini," ucap Ray.
"Ray, kkamu sudah berjanji sama Mami! Kamu tidak melupakan janji kamu kan?" tanya Bu Santi.
"Mi, Ray. Capek hari ini. Ray ingin istirahat dulu." ucap Ray yang merasakan tubuhnya sedikit lemah karena khawatir dengan Raynan, Ray sampai melupakan kalau dirinya belum makan apa-apa seharian, bahkan setelah melakukan donor untuk Raynan.
"Memang apa yang seharian kamu lakukan?" tanya Bu Santi..
"Ray, dari rumah sakit Mi. Ada anak kecil yang membutuhkan donor darah dari Raynan. Mami. tau kan, pemilik darah seperti Ray ini tidak mudah untuk mendapatkan donor darah," jawab Ray.
"Anak kecil yang membutuhkan darah kamu? memang siapa anak ini? kenapa kamu sepanik itu dan sampai mendonorkan darah kamu?" tanya Bu Santi.
"Mi, siapapun orangnya. Jika ada yang membutuhkannya pertolongan dari kita, sebisa mungkin Ray pasti akan membantunya. entah itu orang yang Ray kenal ataupun tidak! Ray istirahat dulu Mi," Jawab Ray berlalu dan Bu Santi hanya menatap punggung Ray yang kini sudah masuk ke dalam kamarnya.
Ray menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk dan mentap langit-langit, Pikirannya dan hatinya semakin tidak bisa untuk melupakan Raynan dan mempertanyakan siapa dan ada hubungan apa antara dirinya dan Raynan?
"Apa mungkin?" gumam Ray saat pikiran tentang Raynan melintas di otaknya.
Kembali Ray berpikir dan mengingat percakapan antara dirinya dan Raynan saat berada di desa S.
Ray mengingat dengan jelas kalau usia Raynan saat ini sekitar 4 tahun, jika Itu benar berarti ada kemungkinan Raynan adalah anaknya dengan Bela.
Ray segera duduk dan kembali berpikir
"Apa mungkin..malam itu?" gumam Ray kembali mengingat kejadian malam sebelum Bela pergi dari rumah dan Ray mengingat dengan jelas malam sebelum kepergian Bela, dirinya melakukan hubungan itu dengan Bela.
__ADS_1
"Apa mungkin saat_? Apa benar Raynan anakku? Apa aku benar-benar sudah mempunyai anak?" gumam Ray merasa tak percaya.
Tak ingin berpikir lebih jauh, Ray yang awalnya merasa lemah segera bangkit dan ingin kembali ke rumah sakit untuk menanyakan langsung kepada Bela tentang ayah Raynan yang sebenarnya. Apalagi di perkuat dengan Riza yang mengatakan kalau dirinya bukan Ayah kandung dari Raynan.
Kini Ray semakin yakin kalau kemungkinan besar, Raynan adalah anaknya.
Saat akan pergi, Tiba-tiba Ray merasa kepalanya begitu pusing dan hampir saja terjatuh.
"Den Ray.." teriak Bik Siti.
"Den Ray, ini mau kemana? MasyaAlloh badan Den Ray panas sekali," ucap Bik Siti membantu Ray kembali berjalan ke kasurnya.
"Ada apa bik?" tanya Bu Santi.
"Ini, Nyonya. Badan Den Ray panas sekali," ucap Bik Siti.
Bu Santi mendekat dan memegang kening Ray.
"Panggil Dokter Bik," ucap Bu Santi
"Baik, Nyonya." ucap Bik Santi segera menghubungi Dokter keluarga.
"Bu Santi tidak perlu khawatir, Pak Ray hanya kelelahan dan sepertinya belum makan, sehingga tidak memiliki energi dan dehidrasi. Ini saya buatkan resep dan saya seratkan vitamin juga," jelas Dokter.
"Baik, Dok. Terima kasih," ucap Bu Santi dan Ray yang masih lemas.
"Ini, bibik sudah buatkan bubur untuk Den Ray." ucap bik Siti masuk membawa nampan berisi semangkok bubur.
"Terima kasih bik," ucap Ray mencoba tersenyum.
"Kamu sebenarnya mau kemana Ray? udah tau badan sakit, tapi kata bibik kamu mau pergi tadi?" cerca Bu Santi.
"Ray mau kembali ke rumah sakit Mi," jawab Ray.
"Kamu kan baru saja pulang dari rumah sakit, apa kamu mau ke sana lagi? sepenting apa sih anak itu buat kamu? sampai kamu melupakan makan dan jadi sakit seperti ini!" gerutu Bu Santi.
"Penting, Mi. Anak itu sangat penting untuk Ray." jawab Ray.
__ADS_1
Bu Santi tidak curiga apa-apa, karena Bu Santi tau dari dulu Ray memang menyukai anak-anak.
"Mami tau kamu sangat menyukai anak-anak, tapi kamu juga harus memperhatikan diri kamu sendiri, Makanya segeralah menikah dengan Mita, Ray. kamu akan jauh lebih bahagia ketika kamu memiliki anak kamu sendiri," ucap Bu Santi.
"Mi, tolong jangan bahas itu lagi, Ray ingin istirahat dulu Mi," ucap Ray mengalihkan pembicaraan.
***
Keesokannya harinya, Ray yang sebenarnya masih sakit, memaksakan diri untuk tetep pergi ke rumah sakit, lantaran tidak bisa berdiam diri dan Ray pun sudah tidak bisa menunggu lagi, untuk mengetahui kebenarannya tentang siapa itu Raynan.
"Ray, kamu itu masih sakit. Mau pergi kemana lagi?" tanya Bu Santi saat melihat Ray yang sudah rapi dan terlihat mau pergi.
"Ray, ada urusan Mi," Jawab Ray singkat.
"Hari ini, kamu tidak usah kemana-mana, karena hari ini kamu harus istirahat. Mami sudah menghubungi sekertaris kamu, Mami juga sudah mengatakan kalau hari ini kamu tidak masuk kantor, jadi sebaiknya sekarang kamu kembali ke kamar dan istirahat.
"Ray, tetep harus pergi Mi, ini masalah hidup dan mati Ray," ucap Ray mencium tangan Bu Santi
"Assalamu'alaikum," ucap Ray berlalu.
"Walaikumsalam, dasar anak ini susah sekali di nasehati," gumam Bu Santi menggelengkan kepala.
"Apa tadi dia bilang? urusan hidup dan mati, memang apa sih yang sedang dilakukan?" gumam Bu Santi.
"Assalamu'alaikum, Tante," ucap Mita memberi salam.
"Walaikumsalam," jawab Bu Santi.
"Itu tadi, Ray mau kemana Tan? kenapa sepertinya buru-buru sekali, sampai tidak menyapa saat berpapasan dengan Mita," ucap Mita.
"Entahlah, padahal lagi sakit. Tapi tetap saja tidak mau istirahat," jawab Bu Santi
"Ray, sakit Tan? kenapa tante tidak bilang?" tanya Mita.
"Iya, semalam badannya panas banget. Tapi ya gitu, di suruh istirahat tetep tidak mau," Jawa Bu Santi.
^Happy Reading^
__ADS_1
Jangan lupa, like, comment dan Vote ya sayang, dukungan kalian sangat berarti bagi Thor Terima kasih😘💕