Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 84


__ADS_3

Sore ini Riza datang ke rumah Mita untuk bertemu dengan kedua orang tua Mita.


"Assalamu'alaikum," ucap Riza mengetuk pintu.


"Walaikumsalam, Nak Riza. sini masuk! sudah di tunggu Om, di dalam." ucap Ibu Mita.


"Iya Tante, Terima kasih," jawab Riza masuk rumah.


"Om," ucap Riza mencium tangan Ayah Mita.


"Nak Riza, Om kira kamu tidak jadi datang,"


"Maaf Om, tadi masih ada pekerjaan yang belum bisa saya tinggalkan," jawab Riza.


"Nak Riza ini kerja? Tapi kata Mita, kalau Nak Riza itu pengangguran?" tanya Ayah Mita.


"Begini Om, sebenarnya Mita salah paham dengan saya. Saya ini bukan pengangguran. Saya punya pekerjaan kok Om," ujar Riza.


"Tapi kenapa Mita bisa berpikir kalau nak Riza ini pengangguran? sebenarnya Om tidak mempermasalahkan kalau pun, Riza belum bekerja. Yang penting Riza ada niatan untuk mau berusaha bekerja. Om pasti akan mendukung jika Riza ingin menjadi suami Mita." ujar Ayah Mita.


"Uhuk.. Uhuk... " Riza tersedak.


"Nak Riza kenapa? Apa nak Riza baik-baik saja?"


"Baik Om, saya baik-baik saja," jawab Riza.


"Di minum dulu nak Riza," ucap Ibu Mita memberikan minum.


"Terima kasih, tante." jawab Riza.


"Begini Om, tente. Sebenarnya saya memang menyukai Mita. Dan saya serius ingin menikah dengan Mita." ujar Riza.


"Alhamdulillah, kalau seperti itu. Om tenang mendengarnya. Untuk masalah pekerjaan nak Riza, Om akan memberikan modal supaya nak Riza bisa membuka usaha, Om sudah dengar dari Mita kalau, Nak Riza selama ini hidup dari Bela istrinya Ray. Tapi sekarang nak Riza kan akan menikah dengan anak saya, tidak baik kalau masih menggantungkan hidup dari orang lain, apalagi dari istrinya Ray." ucap Ayah Mita.


"Iya nak Riza, tante tau. Kalau sejak kecil nak Riza hidup dari keluarga istrinya Ray, tapi karena sekarang kamu sudah memutuskan untuk menikah dengan anak kami sebaiknya kamu membuka usaha sendiri, Jangan menggantungkan hidup dari orang lain, Tante dan Om sangat senang dengan keseriusan nak Riza pada putri kami, kami tidak berharap banyak, hanya satu keinginan kami, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab untuk Mita." timpal Ibu Mita.


"Sebelumnya saya mau minta maaf untuk kesalahpahaman ini, Om, Tante. Sebenarnya Mita sudah salah paham dengan saya. Memang benar waktu saya kecil, Hidup saya bahkan sekolah saya keluarga Bela yang membiayai. Bisa dikatakan saya sangat berhutang budi pada keluarga Bela. Tapi semenjak saya lulus kuliah, Alhamdulillah saya bekerja dan berhasil membangun perusahaan saya sendiri. Dan tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Bela," jelas Riza.


"Membangun perusahaan? maksud nak Riza? Nak Riza ini_?" ucap Ibu Mita terputus.


"Iya Tante, saya pemilik perusahaan RR food. Dan perusahaan itu saya bangun dari hasil jeri payah saya sendiri," ucap Riza.

__ADS_1


"Pemilik perusahaan? Bukan pengangguran?" tanya Ayah Mita tercengang.


"Bukan Om," jawab Riza.


"Ja-jadi Mita juga tidak tau tentang hal ini?" sahut ibu Mita.


"Sepertinya begitu tante, sampai saat ini Mita taunya saya sopir di RR food," ucap Riza.


"Maaf ya Nak Riza, kami benar-benar tidak tau," timpal Ibu Mita.


"Tidak apa-apa Om, tante. Justru saya salut dengan keluarga ini, meskipun awalnya mengira saya seorang pengangguran, tapi kalian menerima saya dengan tangan terbuka. jika orang lain pasti mereka akan langsung menolak saya," ujar Riza.


"Karena dari awal Om yakin, kamu laki-laki yang bertanggung jawab. Om hanya butuh menantu yang bertanggung jawab, karena Om yakin selama Mita bersama dengan laki-laki yang bertanggung jawab dia, laki-laki itu pasti tidak akan membiarkan Mita hidup susah dan menderita," jelas Ayah Mita.


"Om, kalau bisa tidak usah memberitahu pada Mita tentang saya yang sebenarnya. Saya ingin Mita mengetahui dengan sendirinya," ucap Riza.


"Baiklah kalau itu yang nak Riza inginkan," jawab Ayah Mita.


***


Tok..! Tok.. ! Tok..!


"Pak Ray, nanti jam 10 kita ada meeting dengan klien dari Kalimantan," ucap sekertaris Ray.


"Jam sepuluh ya? Tolong di batalkan saja atau di undur jam 2 bagaimana? jam sepuluh saya harus mengantarkan anak saya mencari sekolah," ucap Ray.


"Tapi Jam dua bapak sudah ada janji dengan pak Winarko dari PT. Sejahtera Abadi," ucap Sekertaris Ray.


"Astaghfirullah kenapa bisa lupa begini? Bagaimana kalau sore saja?" ucap Ray.


"Baiklah Pak, akan saya coba hubungi beliau dulu," ucap Sekertaris.


Ray segera meninggalkan kantor untuk menjemput Bela dan Raynan.


"Assalamu'alaikum,"


"Walaikumsalam, Ray. Aku kira kamu tidak jadi datang." jawab Bela.


"Mana mungkin, tidak jadi. Aku juga ingin melihat sekolah Raynan. Di mana Raynan?" tanya Ray.


"Ada di kamar, di kira kamu tidak jadi datang. Jadi dia sedih di kamar," ucap Bela.

__ADS_1


"Kasihan anakku, biar aku ke sana dulu." ucap Ray berlalu.


"Anak Daddy kenapa ini? katanya mau cari sekolah, kok malah masih di sini?" tanya Ray masuk ke kamar Raynan.


"Daddy, hore Daddy datang," teriak Raynan berlari ke arah Ray.


"Jadi tidak kita cari sekolah?" tanya Ray.


"Jadi Daddy, tadi Raynan kira. Daddy tidak jadi mengantarkan mencari sekolah," ucap Raynan.


"Tentu saja jadi dong sayang, maaf tadi Daddy ada pekerjaan, makanya terlambat. Jangan marah lagi ya sayang," ucap Ray membujuk Raynan.


"Okay Dad," ucap Raynan memeluk dan mencium Ray.


"Ayo kita berangkat," ajak Ray.


Raynan terlihat bahagia ketika berada di sekolah, melihat begitu banyak teman.


"Jadi bagaimana pak, Apa bapak dan ibu akan menyekolahkan Raynan di sini?" tanya Bu Erni guru di sana.


"Iya Bu, kami akan menyekolahkan anak kami di sini, mohon bimbingan untuk anak kami," jawab Ray dan Bela.


Setelah selesai mencari sekolah, Ray Raynan mengatakan kalau kangen dengan Daddy Riza. Dan Raynan merengek untuk di antar ke tempat Daddy Riza.


"Tapi ini jam kerja sayang, Daddy Riza pasti sedang kerja. Bagaimana kalau nanti mommy telpon saja dan meminta daddy datang menjemput kamu hari minggu, " bujuk Bela.


"Tapi mommy janji kan?" tanya Raynan.


"Iya sayang, mommy janji. jawab Bela.


"Bela, Raynan. saat ini kita langsung pulang ke rumah dulu ya, daddy harus segera ke kantor ada meeting dengan klien, " ucap Ray.


"Iya Ray kita pulang saja, maaf ya Raynan agak rewel hari ini," ucap Bela.


"Kenapa harus minta maaf sayang, tidak apa-apa. Aku paham. biar bagaimana Raynan dan Riza memang sudah dekat sejak kecil jadi menurutku itu wajar. tidak apa-apa justru aku seharusnya berterima kasih pada Riza. "ucap Ray.


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang💕


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2