Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 50


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap Niko datang ke kantor Danu ketika mengetahui istri Ray kabur dan Ray ada di kantor Danu.


"Walaikumsalam," jawab Danu dan Ray melihat kearah sumber suara.


"Bagaimana sudah ada kabar Bela di mana?" tanya Niko duduk di samping Ray.


"Belum ada Nik, entahlah kali ini aku bisa menemukan Bela lagi atau tidak," ucap Ray sedih


"Kamu yang sabar Ray, sebenarnya aku juga mau bilang sama kamu, tapi kemarin-kemarin aku lagi sibuk banget masalah kantor jadi belum sempat cerita sama kamu," ucap Niko


"Cerita apa?" Ray melihat Niko.


"Kamu harus hati-hati dengan Mita, sepertinya perginya Bela bukan hanya masalah Tante Santi, tapi juga ada hubungannya dengan Mita," ucap Niko.


"Mita? apa hubungannya dengan Mita?" tanya Ray mengerutkan dahinya tak mengerti.


"Mita sepertinya suka sama kamu dan hal ini di ketahui Bela, Karena Bela sudah ceritakan masalah ini pada Ulya, intinya Bela cemburu sama Mita," jelas Niko.


"Cemburu sama Mita? kenapa bisa cemburu sama Mita? Mita itu perawat untuk merawat dia," ucap Ray.


"Tapi Mita juga mantan pacar kamu kan?" sahut Danu.


"Itu kan dulu? sekarang aku sama sekali tidak ada perasaan apa-apa sama dia, sedikitpun tidak," ucap Ray.


"Ray, bukankah aku sudah bilang. Perempuan itu perasaan sensitif. Kamu sebagai suami yang harus peka dan memahami perasaan seorang istri," timpal Danu.


"Astaghfirullah, ternyata selama ini aku belum menjadi suami yang baik untuk Bela. Sekarang kemana aku harus mencarinya," gumam Ray.


"Jangan menyerah Ray, jika kalian memang berjodoh Alloh pasti akan mempertemukan kalian lagi, yang penting jangan putus do'a dan jangan menyerah untuk mencari Bela."


"Tapi jujur, aku masih memikirkan kata-kata kamu Nik, Apa iya Bela cemburu sama Mita? kenapa aku tidak menyadari itu ya? Astaghfirullah," ucap Ray mengusap wajahnya.


"Coba kamu posisikan diri kamu sebagai Bela, bahkan di acara perusahaan kamu, bisa-bisanya yang datang ke sana bukan dirinya tapi justru Mita. Anehnya, sesibuk apapun kamu, kenapa acara sepenting itu, Bela sampai tidak tau?" jawab Niko

__ADS_1


"Awalnya, aku hanya ingin membuat kejutan buat Bela, siapa yang sangka kalau jadinya seperti ini," ucy Ray.


***


"Jadi Mbak Bela kabur dari rumah Tan?" tanya Mita membulatkan matanya.


"Iya, Dia sudah pergi dari rumah. Dan tante rasa Bela tidak akan kembali lagi ke sini. Jadi kamu punya kesempatan," ucap Bu Santi.


"Kesempatan? Ma-maksud tante?" tanya Mita pura-pura tak mengerti.


"Tante tau kok, kamu menyukai Ray, kan? tidak perlu kamu tutup-tutupi, sangat jelas terlihat kalau kamu menyukai Ray,"


"Ternyata jelas banget, ya tan?" tanya Mita malu-malu.


"Tante merestui kalian, tapi tante hanya bisa memberi kalian restu. untuk masalah Ray mau tidak nya, itu tergantung kamu sendiri," ucap Bu Santi memberi semangat.


"Te-terima kasih, tante," ucap Mita.


"Assalamualaikum," ucap Ray masuk rumah.


"Tidak Mi, sekarang kalian pasti puas melihat Bela sudah pergi dari sini," ucap Ray berlalu.


"Ray, kenapa kamu bilang seperti itu? Apa hubungan Mbak Bela pergi denganku? ucap Mita menghentikan langkah Ray.


"Sudahlah tidak perlu bersandiwara lagi, aku sudah tau semuanya, Oiya. sebaiknya kamu pulang dan jangan kembali lagi, Bela sudah tidak ada di sini, jadi untuk apa juga kamu masih di sini?" ucap Ray.


"Ray, Kamu lihat kan kaki Mami masih sakit? Mami masih membutuhkan Mita untuk merawat kaki Mami," ucap Bu Santi.


"Terserah Mami lah," ucap Ray berlalu.


***


"Tante, kenapa Ray bicara seperti itu? Apa Ray tau kalau Mita suka sama dia?" tanya Mita gelisah.

__ADS_1


"Sudah, kamu tenang saja. Saat ini pikiran Ray sedang kalut. Jadi sebaiknya kamu sekarang jangan terlalu dekat dulu, kamu kasih Ray waktu, nanti kalau dia sudah tenang. Baru kamu mulai dekati lagi," ucap Bu Santi.


"Iya, Tante. Terima kasih, tante sudah mendukung Mita," ucap Mita tersenyum.


***


Ray menjatuhkan dirinya di atas ranjang, membayangkan saat Bela masih berada di sana.


"Arrggg...... " teriak Ray yang merasa frustasi.


"Kenapa kamu pergi lagi bel? kamu sudah berjanji tidak akan pergi tapi kenapa kamu pergi juga? bukankah kita bisa membicarakan ini baik-baik? kenapa harus dengan cara pergi seperti ini lagi?" gumam Ray.


Setelah kepergian Bela, Ray menjadi laki-laki yang gila pekerjaan, brangkat pagi pulang malam selalu seperti itu selama beberapa bulan, Tapi sesibuk apapun Ray, dirinya tidak pernah melupakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang umat yang taat beribadah. Seperti malam ini, dimana Ray dan Bu Santi menghadiri kajian di pesantren.


Setelah acara kajian, Ray seperti biasa lebih memilih untuk curhat dengan Abah tentang isi hatinya, sedangkan Bu Santi sedang berbincang dengan Umi Zaroh.


"Terkadang saya kasihan melihat Ray, Umi. setiap hari selalu bekerja tanpa istirahat. pulang rumah hanya untuk tidur sebentar, selepas subuh sudah berangkat lagi ke kantor," ucap Bu Santi menghela nafas.


"Ujian yang Ray hadapi memang tidak lah mudah, harus ditinggalkan istri untuk ke dua kalinya, pasti sangat sulit untuk Ray melalui semua ini. Tapi selama Ray tidak melupakan kewajibannya pada Alloh, Saya yakin, ke depan pasti Ray akan mendapatkan kebahagiaannya kembali." ucap Umi Zaroh.


"Karena itu Umi, saya ingin Ray kembali membuka hatinya untuk orang lain, sudah berbulan-bulan, sejak Bela meninggalkan rumah. Bukanlah seharusnya Ray bisa menerima kenyataan kalau istrinya bukan wanita baik, ini bukan pertama kalinya Bela pergi, jika dulu Bela bisa berselingkuh dengan laki-laki lain, tidak menutup kemungkinan jika saat ini Bela juga sedang bersama dengan laki-laki lain." ucap Bu Santi.


"Astaghfirullah hal adzim, jangan suudzon dulu Bu Santi, tidak baik. takutnya jadi fitnah," ucap Umi Zaroh.


"Astaghfirullah, maaf Umi. saya hanya khawatir saja. Umi, kalau bisa saya mau minta tolong. Tolong Umi nasehati Ray, bukankah Ray sangat nurut sama Umi dan Abah, tolong bujuk Ray agar menceraikan Bela dan menikah dengan Mita. Mita wanita yang baik, saya yakin kali ini Ray akan bahagia jika menikah dengan Mita," ujar Bu Santi.


"Maaf, Bu Santi. Untuk hal ini saya tidak bisa membantu. Biarkan Ray mengambil keputusan sendiri. Ray bukan anak kecil lagi, Ray pasti tau yang terbaik untuk hidupnya." ucap Umi Zaroh.


Di dalam perjalanan pulang, Bu Santi mencoba membicarakan Mita pada Ray. Tapi Ray lebih memilih diam dan tidak menjawab.


"Mau menunggu berapa lama lagi kamu, Ray? sudah 4 bulan, Bela pergi. kenapa kamu belum juga sadar. Istri yang baik tidak akan mungkin meninggalkan suaminya selama itu!" ucap Bu Santi.


"Apa Mami lupa, Bela pergi karena siapa?" ucap Ray.

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dan vote ya, dukungan kalian sangat berarti bagi thor🙏 Terima kasih😘💕


__ADS_2