Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 45


__ADS_3

"Bela tidak bisa menghadiri acara kamu, dengan keadaan dia seperti itu, kamu pikir dia akan berani datang mendampingi kamu?"


"Dan masalah Mita, kamu jangan marah sama Mita, karena Mami yang memaksa Mita untuk menemani Mami ke sini. Kamu tau kan, karena istri kamu. Kaki Mami sakit, jadi Mami butuh Mita. karena Mami lihat Bela juga tidak terlalu suka dengan gaunnya, dari pada tidak terpakai lebih baik, biar Mita yang pakai kan?" ujar Bu Santi.


"Tidak mungkin, Bela tidak suka dengan gaun pilihan Ray, " ucap Ray.


"Ray, maaf. Soal gaun ini, Mita benar-benar tidak tau, kalau ini punya Mbak Bela. Tadi tante Santi memberikan ini sama Mita dan meminta agar Mita memakainya, Kalau Ray tidak suka. Biar saya ganti baju yang lain," ucap Mita dengan wajah memelas.


"Sudahlah," ucap Ray berlalu.


"Pak Ray, ke sini sendiri? Apa istrinya tidak ikut?" tanya Pak Emril rekan bisnisnya.


"Anak saya ke sini bersama dengan saya dan ini Mita namanya," sahut Bu Santi memperkenalkan Mita.


"Dia?" tanya Pak Emril menunjuk Mita.


"Oo.. namanya Mita, Mita ini teman dekat anak saya," jawab Bu Santi.


"Mami," ucap Ray mentap Mami nya.


"Maaf, Pak Emril. Mita ini kebetulan perawat yang menjaga istri saya, tapi karena istri saya saat ini sedang sakit dan tidak bisa ikut ke acara ini. dengan sangat terpaksa Mami harus datang ke sini sendiri, karena kaki Mami juga sedang sakit jadi harus mengajak perawat untuk menjaga Mami," balas Ray.


"Oo..! Maaf Pak Ray, hampir saja saya salah sangka," ucap Pak Emril tersenyum.


Mita tampak kecewa dengan perkataan Ray.


"Kenapa sih Ray tidak mengiyakan saja, kenapa harus menjelaskan kalau aku hanya di anggap perawat istrinya saja," batin Mita kesal.


Ray ingin segera kembali menemui Bela karena merasa ada yang tidak beras namun Ray, tidak mungkin pergi meninggalkan acara ini. Karena acara ini sangat penting untuk perusahaan.


"Om Ray..!" teriak Alka berlari memeluk Ray.


"Om Ray..!" teriak Fatin berlari memeluk Ray.


"Hay.. jagoan, princess..!" ucap Ray memeluk ke duanya.


"Fatin kangen Om Ray," ucap Fatin.


"Alka juga kangen sama Om Ray," ucap Alka.


"Maaf ya, sudah lama Om Ray, tidak main sama kalian." ucap Ray mencium pucuk kepala Alka dan Fatin.

__ADS_1


Semua tersenyum melihat anak-anak yang begitu manja dengan Ray, meskipun tak ada hubungan darah, tapi mereka begitu menyayangi Ray.


Hingga tatapan mata Aisyah tertuju pada wanita yang menggunakan gaun yang seharusnya digunakan untuk Bela. Ya, gaun itu memang sengaja di rancang Aisyah untuk Bela, karena akan digunakan di acara yang penting untuk Ray.


Walaupun gaunnya juga terlihat pas dan cantik di pakai Mita, karena kebetulan ukuran baju mereka sama, namun tetap saja, Aisyah merancang itu khusus untuk Bela, bukan untuk wanita lain.


Aisyah terlihat clingak clinguk mencari keberadaan Bela, namun Aisyah tak melihat adanya Bela di sana.


"Gaun ini? Maaf kamu siapa? Kenapa gaun Bela bisa kamu pakai?" tanya Aisyah melihat Mita dan Ray penuh dengan tanda tanya.


"Mita, kenapa kamu sendiri? Bela mana?" sahut Ulya melihat sekitar.


"Kakak kenal?" tanya Aisyah melihat Mita.


"Dia Mita, perawanya Bela." jawu Ulya.


Aisyah melihat Ray dan Danu dengan penuh tanda tanya.


"Nanti aku jelaskan," ucap Ray menggaruk pelipisnya.


Mita merasa dapat penghakiman dari beberapa teman Ray, yang seakan tidak suka dengan dirinya.


***


"Iya aku yang merancang gaun itu, khusus untuk Bela," jawab Aisyah.


"Maaf ya mbak, kalau aku lancang. Tapi aku benar-benar tidak tau kalau gaun ini punya Mbak Bela, Andai aku tau, aku juga tidak akan mau menggunakan gaun ini Kak, jujur gaunnya cantik sekali, aku suka. Tapi aku tidak akan menggunakan gaun orang lain jika aku tau dari awal," ucap Mita yang ingin mencari simpati dari sahabat-sahabat Ray.


"Alhamdulillah kalau kamu paham soal itu," sahut Ulya.


"Maksud Mbak Ulya?" Mita tak mengerti dan melihat ke arah Ulya.


"Maksudnya, sebagus apapun kalau itu milik orang lain, kita tidak boleh menginginkannya. Karena itu bukan hak kita. " jawab Ulya.


"Ini maksud Mbak Ulya apa ya? Masalah gaun ini, saya benar-benar tidak tau kalau ini milik Mbak Bela," ucap Ulya.


"Iya, saya percaya kok. Hanya saja saya ingin mengingtkan, kita sesama perempuan, jangan saling menyakiti. Jangan pernah menginginkan sesuatu yang bukan hak kita," tegas Ulya.


Seperti tertampar, Bela tidak menyangka kalau dengan mudah mereka bisa melihat gelagatn yang menginginkan Ray.


"Assalamu'alaikum, Ulya, Aisyah," ucap Bu Santi mendatangi Aisyah dan Ulya.

__ADS_1


"Walaikumsalam, Tante." jawabnya.


"Abah dan Umi, apa kabar?" tanya Bu Santi.


"Alhamdulillah, Abah dan umi sehat" jawab Ulya.


"Sepertinya seru sekali, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Bu Santi melihat Mita.


"Tidak tante, kita hanya membicarakan masalah gaun saja," jawab Aisyah.


"Oo.. ini rancangan kamu Aisyah?" tanya Bu Santi.


"Iya, tante. Saya hanya sedikit heran. Kenapa gaun yang saya disain ucap Bela, bisa di pakai orang lain," ucap Aisyah.


"Bukankah gaunnya cantik, digunakan Mita?" Bu Santi tersenyum pada Mita.


"Secantik dan sebagus apapun, kalau itu milik orang lain, saya rasa tetep tidak akan baik tante" jawab Aisyah.


"Sebenarnya bukan salah Mita, tante yang memberikannya pada Mita. Karena kalian tau kan kondisi Bela seperti apa,? Sayang gaunnya kan kalau di pakai wanita seperti Bela. Bela itu tidak pantas memakai gaun seperti ini, hanya wanita sholehah yang pantas menggunakan gaun dengan hijab yang sangat bagus seperti ini, tante rasa Mita lebih cocok menggunakan gaun ini," ucap Bu Santi.


"Astaghfirullah, Tante. Maaf buknnya saya lancang. Hanya saja siapa kita, bisa menilai orang lain pantas atau tidak menggunakan pakaian yang menutup aurat? Alloh memerintah seluruh wanita muslimah untuk menutup aurat. bukan hanya wanita yang sudah sholihah tapi semua wanita muslim, wajib hukumnya menggunakan jilbab." jawab Aisyah.


QS Al Ahzab : 59


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا


Artinya “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)


"Kalain pasti tau, apa yang telah Ray alami selama dua tahun belakangan. Saya hanya tidak mau, Ray tersakiti lagi oleh Bela." jalas Bu Santi.


"Maaf, Tante. Saya tidak ada maksud untuk ikut campur, tapi seseorang berhak untuk mendapatkan kesempatan bertaubat. Sesungguhnya di dunia ini, tidak ada satu orang pun, yang luput dari dosa. Tapi jika seseorang itu, sudah mengakui kesalahannya dan bertaubat, kita juga harus bisa memaafkannya dan memberikannya kesempatan." ucap Aisyah.


‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ


اِلَّا  الَّذِيْنَ  تَا بُوْا  مِنْۢ  بَعْدِ  ذٰلِكَ  وَاَ صْلَحُوْا   ۗ فَاِ نَّ  اللّٰهَ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ


“Kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”


(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 89)


"Jika Alloh mau memaafkan kita, yang begitu banyak keslahan dan dosa. Kenapa kita tidak mau memberi maaf kepada seseorang yang sudah mengakui kesalahan dan sudah bertaubat?" ucap Aisyah lagi.

__ADS_1


^Happy Reading^


__ADS_2