Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 64


__ADS_3

"Bela, Bukankah sekarang semuanya sudah jelas. Di antara kita juga ada anak. Apa kita bisa kembali bersama?" tanya Ray penuh harap.


"Maaf Ray, Tapi sebaiknya seperti ini saja," jawab Bela.


"Maksud kamu seperti ini itu apa?" tanya Ray tidak mengerti.


"Aku tidak bisa kembali bersama kamu, sekarang ini selain diriku sendiri aku juga harus memikirkan perasaan Raynan. Aku tidak ingin Raynan harus mengalami penolakan dari Mami. Raynan masih kecil, aku tidak ingin melihatnya terluka karena penolakan," ucap Bela.


"Aku yakin, Mami pasti bisa menerima kehadiran Raynan. Raynan cucu Mami dan selama ini Mami sangat menginginkan seorang cucu, Mami pasti akan bahagia jika mengetahui ternyata Mami sudah memiliki cucu, aku mohon Bela, aku ingin menebus kesalahan yang pernah aku lakukan di masa lalu. Aku ingin menebus hari-hari yang sudah aku lewati tanpa Raynan," ujar Ray.


"Apa yang membuat kamu seyakin itu?" Maaf Ray, bukan aku tidak percaya kamu, tapi kesalahan yang aku lakukan memang sangat membekas di hati Mami, aku pun tidak menyalahkan Mami, karena aku memang pantas untuk di benci. Tapi Raynan hanya anak kecil yang belum mengerti tentang kesalahan mommy nya. Aku tidak ingin Raynan akan menanggung imbas dari kesalahan yang aku lakukan, jadi aku mohon jangan libatkan Raynan dalam permasalahan kita." ucap Bela memelas.


"Tapi Raynan berhak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya." ucap Ray.


"Raynan sudah baik-baik saja seperti ini, jadi aku mohon, biarlah seperti ini, kamu lanjutkan saja hidup kamu seperti apa yang Mami inginkan, aku dan Raynan baik-baik saja," ucap Bela.


"Tapi aku tidak baik-baik saja, Bela." ucap Ray dengan nada tinggi.


"Pikiran kondisi Raynan, Ray. Apa kamu mau Raynan kebingungan dengan kondisi kita? dan mempertanyakan kenapa neneknya bisa begitu membenci mommy nya?" tanya Bela.


"Tapi ini tidak adil untuk ku Bel, aku ingin keluarga kecil kita kembali bersama! aku mohon Bela!" ucap Ray


"Keluarga kita ini berbeda dengan keluarga yang lain Ray, aku mohon tetep lah seperti ini," ikat Bela.


***

__ADS_1


Ray memikirkan apa yang Bela katakan, namun hatinya tidak bisa menerima keputusan yang Bela lakukan, Ray ingin keluarga kecilnya kembali bersama.


Keesokan harinya, di meja makan, Ray mengatakan kebenarannya pada Bu Santi.


"Maksud kamu anak apa?" tanya bu Santi tak mengerti.


"Ray, sudah memiliki seorang anak Mi, Ray sudah bertemu dengan anak Ray. Sebelum Bela pergi ternyata Bela sedang mengandung anak Ray," jelas Ray.


"Bagaimana kamu bisa yakin kalau itu anak kamu? kamu lupa? Bela wanita seperti apa?" ucap Bu Santi.


"Mi, Bela bukan tidak seperti apa yang Mami katakan. Dan Ray sangat yakin, kalau ini anak Ray, bahkan Ray yang mendonorkan darah saat anak ini kecelakaan. Apa itu masih belum bisa membuat Mami yakin kalau anak ini, benar anak Ray?" tanya Ray.


"Jadi anak yang membutuhkan donor darah itu, anaknya Bela?" tanya Bu Santi.


"Tetep saja, Mami tidak bisa sepenuhnya yakin dengan wanita itu," ucap Bu Santi.


"Mi, sepertinya apapun penilaian Mami, Ray yakin Raynan adalah anak Ray. Dan Ray ingin kembali bersama dengan mereka!" ucap Ray.


"Jangan gila kamu Ray, kamu berpikir lah yang jernih. ingat, wanita itu yang membuat Papi kamu meninggal. Apa kamu tega melihat Mami harus menderita lagi? Umur Mami juga sudah tidak lama lagi Ray, kamu tau kan, Mami ini sakit. Apa kamu ingin Mami mati lebih cepat?" ucap Bu Santi.


"Mi, tolong jangan berkata seperti itu. Mi, apa Mami tidak ingin melihat cucu Mami? apa Mami tidak ingin tinggal bersama dengan cucu Mami?" tanya Ray.


"Kita lakukan tes DNA. jika benar anak itu anak kamu, kita urus hak asuh anak kita, kita yang akan membesarkan anak itu. Wanita seperti Bela tidak pantas membesarkan anak kamu," ujar Bu Santi.


"Astaghfirullah, Mami kenapa punya pikiran seperti itu? Apa Mami tega memisahkan seorang anak dari ibu kandungnya?" tanya Ray.

__ADS_1


"Ini demi kebaikan anak itu, kita bisa membesarkan anak itu jauh lebih baik dan memberikan fasilitas yang jauh lebih baik," ucap Bu Santi.


"Bela, juga bukan orang yang kekurangan uang, Mi. meskipun semua asetnya sudah di kembalikan pada Mami, tapi Bela bukan orang yang kekurangan uang, dia bisa memberikan semua yang Raynan butuhkan," jawab Ray.


"Ingat Ray! kamu sudah berjanji akan menikah dengan Mita. Jangan menggunakan alasan anak ini untuk membatalkan janji kamu!" ucap Bu Santi.


"Setelah apa yang sudah Ray katakan, ternyata Mami masih juga tidak berubah dan masih tetep meminta Ray untuk menikah dengan Mita? ternyata benar apa yang Bela katakan. " ujar Ray.


"Apa yang Bela katakan? apa dia mau merusak hubungan kita lagi? Ray kamu jangan terpengaruh dengan wanita seperti itu lagi. Ingat Ray surga seorang anak ada pada telapak kaki ibunya!" ucap Bu Santi.


"Mi, Ray paham. Ray tau, surga Ray ada pada ridho Mami. tapi Ray ini juga seorang ayah Mi, Ray punya anak. Sejak dia lahir di dunia ini, Ray Belum pernah melakukan kewajiban Ray sebagai seorang ayah," ucap Ray dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau begitu, ikuti saran Mami. Lakukan tes DNA dan ambil hak asuh anak itu, kita sewa pengacara yang paling mahal untuk mengambil anak itu, Mami yakin Mita akan menjadi ibu yang baik buat anak kamu." ucap Bu Santi.


"Ray pergi ke kantor dulu Mi, Assalamu'alaikum." ucap Ray berlalu karena merasa kesal dengan Bu Santi, apapun yang dibicarakan tetap tidak merubah pendirian Bu Santi.


Dan saat Ray sudah pergi Bu Santi merenungi apa yang Ray katakan. Bu Santi pun menjadi penasaran dengan cucu yang Ray katakan.


Bu Santi diam-diam pergi ke rumah sakit dan mencari tau tantang kondisi Raynan. dari jauh Bu Santi melihat Raynan yang sedang di suapi Bela.


"Wajahnya sangat mirip dengan Ray ketika masih kecil, apa benar dia benar-benar anak Ray? tapi mereka memang terlihat begitu mirip," gumam Bu Santi berusaha mengingat kembali ketika Ray masih kecil. begitu mirip itulah yang saat ini ada dalam benak Bu Santi.


"Tapi laki-laki itu siapa? apa hubungan laki-laki itu dengan Bela dan anak iyu?" gumam Bu Santi saat melihat Riza yang juga ada di samping Raynan.


"Kenapa anak itu, memanggilnya Daddy?" gumam Bu Santi saat mendengar Raynan memanggil Riza dengan sebutan daddy.

__ADS_1


__ADS_2