
"Bel, Papi tau saat ini kamu tidak bisa tenang karena memikirkan Ray. Jangan bohongi diri kamu, pergilah! temuai Ray!" ucap Pak Bobby.
"Tidak Pi, Bela tidak bisa pergi ke sana, meskipun Bela ingin." ucap Bela menatap Raynan yang sedang bermain bola di halaman.
"Untuk apa kamu menyiksa diri kamu seperti itu? kalian masih saling mencintai. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terkadang kita juga harus sedikit egois untuk memberikan kebahagiaan pada diri kita," ucap Pak Bobby.
"Mana bisa seperti itu Pi? Bala tidak mau membuat Mami dan Ray kembali memanas hanya karena kehadiran Bela."
"Mommy..!" teriak Raynan berlari memeluk Bela.
"Jangan lari-larian dulu sayang. Raynan kan baru sembuh," ucap Bela.
"Raynan marah sama mommy," ucap Raynan melipat tangannya di dada dan memasukkan bibirnya.
"Kenapa Raynan marah sama mommy? memang apa salah mommy?" tanya Bela pada Raynan.
"Mommy bohong, kenapa Daddy Ray belum datang juga? Mommy bilang kalau Deddy akan datang ke sini," ucap Raynan.
"Daddy masih sibuk Sayang. Nanti kalau daddy Ray sudah tidak sibuk daddy baru bisa ke sini," kilah Bela.
"Mommy tidak bohong kan?" tanya Raynan memastikan.
"Tidak sayang, mommy tidak bohong," Ucap Bela.
"Hore.. Raynan akan bertemu Daddy Ray," ucap Raynan bahagia.
"Tapi sekarang Raynan harus segera minum susu dan istirahat," ucap Bela.
"Okay Mom," jawab Raynan berlalu.
"Kamu lihat ikatan batin antara Raynan dan Ray begitu kuat. Apa kamu tega memisahkan ayah dan anak ini lagi?" tanya pak Bobby dan Bela hanya terdiam memandangi punggung putranya yang berlari masuk ke dalam rumah.
***
Pagi ini Bu Santi datang ke perusahaan Riza dan meminta alamat Bela yang ada di kota S.
"Untuk apa Anda meminta alamat Bela? Apa Belum puas selama ini anda menyakiti hati Bela?" tanya Riza.
"Apa yang kamu ketahui tentang kami? Kamu hanya orang luar yang tidak tau apa-apa," ucap Bu Santi.
"Saya memang orang luar, tapi saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti hati Bela. Saya memang tidak tau ada masalah apa antara anda dan Bela sampai anda begitu membenci Bela, Tapi apapun alasannya Bela tidak pantas untuk anda sakiti. Apalagi dia adalah ibu dari cucu anda." tegas Riza.
__ADS_1
"Tidak perlu mengajari saya, bagaimana saya harus bersikap. Yang pasti saya ke sana bukan untuk menyakiti Bela, justru saya akan meminta Bela untuk kembali bersama Ray, karena biar bagaimana ada anak di antara mereka," ucap Bu Santi.
Cukup lama Riza diam dan berpikir sampai pada akhirnya, Riza memberikan alamat Bela yang ada di kota S.
Mendapat alamat dari Riza, Bu Santi di antar sopir segera pergi ke kota S, yang jarak tempuhnya lima jauh. Bu Santi terpaksa meninggalkan Ray seorang diri di rumah sakit bersama Bik Siti lantaran harus menemui Bela dan meminta Bela untuk kembali bersama Ray.
"Mommy, bunga mawar yang kita tanam sudah berbunga." teriak Raynan di halaman rumah.
Halaman rumah Bela yang begitu luas dan di penuhi berbagai macam jenis bunga yang di tanam Bela. Selama tinggal di desa, Bela memang rajin menanam bunga.
"Benarkah? coba mommy lihat." ucap Bela berjalan mendekati Raynan yang sedang asyik melihat bunga mawar yang mekar.
"MasyaAlloh cantik sekali bunganya," ucap Bela.
"Iya Mom, bunganya cantik seperti mommy," ucap Raynan tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang rapi dan putih.
"Memang mommy cantik ya?" tanya Bela tersenyum.
"Iya mommy cantik," jawab Raynan.
Bela dan Raynan tertawa bersama dan Bela mengacak-acak rambutnya.
Dari kejauhan Bu Santi melihat Bela dan Raynan yang sedang tertawa lepas dan tampak bahagia.
"Assalamu'alaikum," ucap Bu Santi.
"Walaikum-sa-lam," ucap Bela menoleh ke arah sumber suara dan tercengang ketika melihat mantan mertuanya berdiri di belakangnya.
"Mami," gumam Bela tampak bingung kemudian memeluk putranya.
"Untuk apa Mami ke sini?" tanya Bela masih memeluk Raynan seolah takut Bu Santi akan mengambil putranya.
"Bela kamu jangan salah paham! Mami ke sini bukan untuk mencari masalah, Tapi Mami ke sini untuk meminta tolong sama kamu," ucap Bu Santi.
"Mom, nenek ini siapa?" tanya Raynan melihat Bu Santi.
"Kamu pasti Raynan ya?" tanya Bu Santi duduk berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Raynan dan memegang lembut pipinya.
"Iya, nek. Nenek siapa?" tanya Raynan dengan wajah polosnya.
Bu Santi menengadahkan wajahnya melihat Bela.
__ADS_1
"Ini nenek Raynan, Mami nya Daddy Ray," jelas Bela.
"Neneknya Raynan? berarti sekarang Raynan punya nenek?" tanya Raynan tidak mengerti.
"Iya," jawab Bela singkat.
"Hore.. Hore.. sekarang Raynan juga punya nenek, keluarga Raynan lengkap, Hore.. hore.. " ungkapan kebahagiaan Raynan.
Tanpa di sadari bulir-bulir air mata kini menggenangi sudut mata Bu Santi.
Bu Santi begitu terharu melihat ekspresi kebahagiaan Raynan saat mengetahui dirinya memiliki keluarga yang lengkap.
Seketika perasaan bersalah menyelimuti hati Bu Santi. Karena Bu Santi, seorang anak kecil darah dagingnya sendiri harus terpisah dari ayahnya dan tidak memiliki keluarga yang lengkap.
"Raynan, maafkan nenek! maafkan nenek Raynan." tangis Bu Santi pecah memeluk Raynan.
"Kenapa nenek menangis? nenek jangan menangis!" ucap Raynan menyeka air mata Bu Santi lembut.
Bu Santi memejamkan matanya seolah merasakan kehangatan dan ketulusan Raynan. Cucu yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya.
"Nenek bahagia, nenek bahagia bertemu dengan Raynan," ucap Bu Santi menatap Raynan lembut dengan air mata yang seolah tidak bisa berhenti mengalir.
"Nek, kenapa ke sini sendiri? Daddy Ray di mana? Raynan kangen sama daddy," ucap Raynan.
"Daddy, daddy saat ini sedang sibuk, jadi nenek ke sini sendiri," ucap Bu Santi bohong, lantaran tak ingin Raynan kepikiran.
"Raynan, mommy mau bicara sama nenek. Raynan masuk ke rumah dulu ya mainan sama grandpa dulu," ucap Bela.
"Iya mom, nenek. Raynan masuk ke rumah dulu ya," ucap Raynan.
"Ada apa Mami ke sini? Jika Mami ke sini untuk meminta Raynan ikut bersama Mami sebaiknya lupakan saja keinginan Mami itu!"ucap Bela.
"Bela, wajar jika kamu punya pikiran seperti itu sama Mami. Mami memakluminya, Karena perkataan Mami tempo hari. Tapi kali ini Mami datang bukan untuk mengambil Raynan. Tapi Mami ingin kamu dan Raynan ikut Mami ke Jakarta, Ray membutuhkan kalian!" ucap Bu Santi.
"Ray.." Gumam Bela.
"Iya, Ray mengalami kecelakaan dan sampai sekarang Ray belum sadar," ujar Bu Bela.
Bela terdiam dengan mata berkaca-kaca, Ray berpikir apa sekarang Mami sudah memaafkan dirinya?"
^Happy Reading^
__ADS_1