
Di meja makan, suasana tampak hening. hanya sesekali terdengar suara dentuman sendok dan garpu pada piring. Tidak ada pembicaraan apapun pagi ini.
"Ray berangkat dulu, ada banyak pekerjaan di kantor." ucap Ray berdiri mencium tangan Bu Santi dan mencium kening Bela seperti biasanya dan Bela mencium tangan Ray, lalu Ray berlalu.
Bela kembali melanjutkan sarapannya.
"Mita," panggil Bu Santi.
"Iya tente," jawab Mita.
"Tolong antar tante ke dokter," ucap Bu Santi.
"Kenapa, sarapannya tidak dihabiskan dulu tan?" ucap Mita melihat piring Bu Santi yang masih terdapat banyak makan.
"Saya sudah tidak nafsu untuk sarapan, kamu lihat itu piring Ray! Ray saja merasa malas sarapan sama seseorang yang berbulu domba, apa lagi saya!" ucap Bu Santi dengan maksud membuat Bela sakit hati.
Bela terdiam mendengar perkataannya mertuanya dan Bela bersikap seolah tidak mendengar apa-apa. Bela tetep melanjutkannya menghabiskan makanannya tanpa menjawab perkataan Bu Santi.
"Bisa-bisanya menghabiskan makanan seolah tidak terjadi apa-apa, mungkin sekarang dia sudah berniat untuk menunjukkan wajah aslinya dan membuka topengnya." gumam Bu Santi.
Tapi lagi-lagi, Bela hanya diam tak menjawab dan kembali memasukkan sendok ke mulutnya.
Bu Santi pun akirnya pergi ke kamar untuk bersiap-siap ke dokter.
"Mbak Bela, hari ini saya temani tante Santi ke dokter dulu, ya Mbak. Karena Mas Ray meminta saya untuk menemani Tante Santi ke dokter." ucap Mita.
"Hu'um," jawab Bela hanya menganggukkan kepala dan kembali memasukkan makanan ke mulutnya.
Saat Mita dan Bu Santi sudah tidak ada di sana, kini air mata yang sedari tadi ditahan sekarang tak mampu lagi untuk di bendung hingga akhirnya pecah dan menggenangi sedut matanya.
Meski demikian, Bela tetap melanjutkan sarapan sendiri dengan berderai air mata.
__ADS_1
"Non Bela, kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya pada Den Ray? Non Bela tidak bersalah, Non Bela melakukan itu karena tidak sengaja," ucap Bik Siti yang tidak tega melihat Bela di perlakuan seperti ini.
Bela menggelengkan kepada "Bela pantas mendapatkan semua ini Bik," ucap Bela tersenyum meskipun air matanya tak berhenti menetes dan membasahi pipinya.
"Non, yang sabar ya Non," ucap bik Siti.
Bela tersenyum dan menjalankan kursi rodanya menuju ke kamarnya.
Sementara Bela menangis di kamarnya, Ray sedang sibuk dengan persiapan peluncuran produk barunya.
"Pak, untuk persiapan paling produk kita semua sudah siap dan sesuai jadwal besok malam kita akan mengadakan pesta peluncuran produk baru kita, apakah Pak Ray bisa datang beserta ibu untuk datang memberikannya sambutan." Tanya Leni, sekertaris Ray.
"InsyaAlloh, pasti saya dan Bu Bela akan datang, ini kan acara yang penting untuk perusahaan kita," jawab Ray.
Ray berjalan menuju kantornya dan menghubungi Danu, serta Niko untuk mengundang mereka ke acara peluncuran produk barunya.
"InsyaAlloh saya dan Aisyah akan usahakan untuk datang," ucap Danu dari sebrang telpon.
"Terima kasih ya bro, tolong ajak juga Alka. Udah kangen ni, sama tu bocah," ucap Ray.
"Kalau Alka pengen main, anterin aja Dan. buat Alka aku selalu ada waktu," jawab Ray.
"Oiya Dan, tolong sampaikan Aisyah Besok siang baju yang aku pesan untuk Bela akan di ambil sopir ke butik." ucap Ray.
"Iya, nanti aku sampaikan. Sepertinya sudah jadi kok, semalam aku lihat sudah di siapkan sama Aisyah," ucap Danu.
"Terima kasih ya Dan," ucap Ray
Dan setelah selesai menghubungi Danu dan Niko, Ray kembali dengan pekerjaannya hingga Ray melupakan. Sikapnya yang semalam mungkin sudah kelewatan sama Bela.
Dan malam ini, Ray. juga harus lembur lantaran persiapan launching produk barunya dan kali ini Ray terjun langsung dalam acara persiapannya. Ray tidak ingin ada yang terlewat.
__ADS_1
Entah jam berapa, malam ini Ray sampai di rumah. Saat sayup-sayup terdengar suara adzan Bela segera membuka matanya dan melihat Ray masih tidur terlelap di sampingnya. Bahkan Bela tidak tau semalam jam berapa suaminya kembali ke rumah.
Seingat Bela, semalam dirinya menunggu Ray hingga jam 12, namun yang di tunggu tak kunjung datang, hinga akhirnya Bela sendiri tak menyadari kalau dirinya ketiduran saat menunggu Ray pulang dari kantor.
Melihat Ray yang tertidur masih lengkapnya dengan kemeja kantor serta dasinya yang masih terpasang, Bela tak sampai hati untuk membangunkan suaminya, karena Ray terlihat begitu capek, Bela membiarkan Ray tertidur sedikit lebih lama dan dirinya sholat subuh lebih dulu, dengan penuh perjuangan, Bela berusaha untuk naik ke kursi rodanya. Meskipun tidak mudah tapi sekarang Bela yang sudah bisa beradaptasi dengan keadannya, bisa melakukannya sendiri.
Bela menjalankan kursi rodanya hingga kamar mandi dan wudhu untuk melakukan sholat subuh.
Setelah sholat subuh, Bela dengan susah payah menyiapkan pakaian Ray. yang akan di gunakan Ray ke kantor hari ini. Lalu meletakkan di atas kasurnya, Bela juga menyiapkan jam tangan Ray pakaian dalam serta tas kerja Ray, semua sudah Bela siapkan di atas kasur, melihat semua sudah siap di atas kasur Bela pun tersenyum sendiri dan barulah membangunkan Ray.
"Ray, bangun sudah setengah enam" ucap Bela.
Mendengar jam setengah enam, Ray pun panik dan segera bangun.
"Kenapa baru sekarang kamu bangunkan aku?" ucap Ray bangkit dari ranjang dan segera berlari kecil ke kamar mandi, melihat Ray yang seperti itu, tiba-tiba hati Bela merasa sedih dan hanya bisa menatap punggung suaminya yang kini sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah mandi, Ray segera melakukan sholat wajib dua rokaat dan dengan cepat segera menggantikannya dengan pakaian yang tadi sudah Bela siapkan di atas kasur.
Sebenarnya, untuk sesaat Ray sempat tercengang melihat pakaiannya sudah siap di atas kasur namun Ray tak sempat mengatakan terima kasih lantaran harus segera sampai ke kantor pagi ini.
Setelah selasai mengganti pakaian Ray segera mencium kening Bela.
"Aku berangkat," ucap Ray pamit dan Bela mencium punggung tangan Ray.
"Ray_" ucap Bela terputus.
"Aku harus segera berangkat," ucap Ray yang tak menghiraukan apa yang akan Bela katakan.
Lagi-lagi, Bela hanya bisa menatap punggung suaminya yang kini sudah meninggalkan kamar.
"Apa kamu semarah itu sama aku Ray? Apa kamu sudah tidak percaya lagi padaku? Aku tidak melakukannya dengan sengaja Ray. Aku tidak tau, jika niat baik ku justru melukai Mami."Batin Bela
__ADS_1
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya! dukungan kalian sangat berarti untuk thor. Terima kasih😘💕🙏