Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 69


__ADS_3

Hujan turun begitu lebat, hingga jarak pandang hampir tak terlihat oleh Ray, namun dalam keadaan kalut Ray tidak memperdulikan semua itu, tidak sedikitpun Ray mengurangi kecepatan mobilnya. Justru Ray terlihat semakin dalam menginjak gasnya.


BRAAK..!


Hantaman besar terjadi, Ray tidak bisa mengendalikan mobilnya yang saat ini menabrak pembatas jalan.


***


Mendapat telpon dari rumah sakit kalau Ray kecelakaan, malam itu juga dengan di antar pak sopir, Bu Santi segera ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Bu Santi selalu menangis dan berdoa untuk keselamatan Ray.


Doa dan Dzikir tak pernah berhenti terucap dari bibir Bu Santi.


Sesampainya rumah sakit, Bu Santi berlari menanyakan keberadaan Ray.


"Apa ini keluarga korban kecelakaan atas nama Rayhan?" tanya perawat.


"Saya Mami nya, di mana anak saya? bagaimana keadaan anak saya Sus?" ucap Bu Santi panik.


"Silahkan ibu urus administrasi nya lebih dulu, karena saat ini pasien harus segera mendapatkan tindakan operasi. terjadi benturan keras di kepalanya yang mengakibatkan adanya gumpalan darah di kepala. Dan harus segera dilakukan tindakan operasi." jelas perawat.


Bu Santi segera ke tempat administrasi untuk melakukan pembayaran. Tapi saat oprasi akan di lakukan, Dokter dan perawat kesulitan untuk mencari darah yang sesuai dengan Ray. Golongan darah Ray cukup sulit untuk dicari. Perawat sudah menghubungi bank darah dan setiap rumah sakit, namun lagi-lagi semuanya mengatakan kosong.


"Ambil darah saya Dok, ambil darah saya. golongan darah kami sama," ucap Bu Santi sangat ketakutan dengan kondisi Ray.


"Mari ikut saya, kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu ya bu," ucap perawat.


Namun setelah di lakukan pemeriksaaan, Dokter melarang Bu Santi untuk mendonorkan darahnya lantaran saat ini tekanan darah Bu Santi cukup tinggi.


"Saya tidak apa-apa Dok, tolong ambil darah saya. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan anak saya. Tolong Dok ambil darah saya! Ambil darah saya!" teriak Bu Santi.


"Begini Bu, tapi saat ini ibu benar-benar tidak bisa mendonorkan darah ibu untuk pasien, apalagi mengingat ibu juga memiliki riwayat pengangkatan tumor payudara sebelumnya. di tambah tekanan darah ibu saat ini sangat tinggi," ucap Dokter.


"Tapi bagaimana dengan anak saya, Dok? Apa dokter akan membiarkan anak saya begitu saja? anak saya butuh darah dari saya Dok," ucap Bu Santi menjerit.

__ADS_1


"Saat ini pihak rumah sakit, masih berusaha untuk mendapatkan pendonor yang tepat untuk pasien. jadi saya harap ibu tenang." ucap Dokter.


"Bagaimana saya bisa tenang Dokter, bagaimana saya bisa tenang sedangkan anak saya masih belum jelas nasibnya seperti itu," tangis Bu Santi pecah.


Bu Santi segera tersadar dan menghubungi pihak personalia kantor Ray, memintanya untuk mencari daftar riwayat hidup semua karyawan yang bekerja di sana dan melihat adakah di antara semua karyawan yang memiliki golongan yang sama dengan anaknya.


"Apa malam ini juga saya harus kembali ke kantor untuk melihat daftar riwayat hidup semua karyawan Bu?" tanyanya.


"Iya, cepat ya Sa. ini sangat penting, karena menyangkut nyawa pak Ray." jelas Bu Santi.


Akhirnya malam itu juga Bu Santi berhasil mencari pendonor untuk Ray, beruntung ada beberapa karyawan yang memiliki golongan darah yang sama dengan Ray.


Setelah mendapatkan pendonor darah yang sama, Dokter segera melakukan operasi untuk Ray.


Lima jam Dokter beraada di ruang operasi hingga akhirnya keluar.


"Dok, bagaimana dengan keadaan anak saya? anak saya selamat kan Dok? anak saya tidak apa-apa kan Dok?" cerca Bu Santi.


"Alhamdulillah, operasi berhasil. tapi saat ini pasien masih harus menjalani observasi jadi untuk sementara pasien masih harus di rawat di ICU." jelas dokter .


"Ya Alloh, Terima kasih karena telah menyelamatkan Ray," gamam Bu Santi.


Keesokan harinya Mita yang kebetulan berada di rumah sakit itu untuk bekerja kaget melihat Bu Santi yang ada di sana.


"Tante Santi, kenapa tante ada di sini?" tanya Mita.


"Ray, Mit. Ray kecelakaan," jawab Bu Santi.


"Inalillahi wainnailaihi rojiun, lalu bagaimana keadaan Ray saat ini? Ray baik-baik saja kan tan?" tanya Mita panik.


"Ray Alhamdulillah baik-baik saja, semalam Dokter sudah selesai melakukan operasi pada kepala Ray." jawab Bu Santi.


"Kenapa tante tidak segera menghubungi Mita? seharusnya semalam tente langsung menghubungi Mita ketika Ray kecelakaan! Apa jangan-jangan tante sengaja tidak memberitahu Mita kalau Ray kecamatan? tante anggap Mita ini apa?" ucap Mita merasa kecewa.


"Bagaimanapun bisa tente ingat menghubungi kamu, semalam keadaan begitu rumit, Ray harus segera di operasi dan di mana-mana persediaan darah yang sesuai dengan golongan Ray tidak ada. Tante panik harus segera mendapatkan darah." jelas Bu Santi.

__ADS_1


Mita yang merasa kecewa segera ke ruang ICU untuk melihat keadaan Ray. Sebagai perawat yang ada di sana, Mita memiliki akses untuk masuk ruang ICU dengan leluasa.


Bu Santi merasa kaget dengan sikap Mita yang lebih berani kepala dirinya tak seperti biasanya.


***


Tiga hari pasca operasi, namun Ray belum juga sadarkan diri.


Bu Santi mulai panik dengan keadaan Ray yang sepertinya tidak ada kemajuan apa-apa selama tiga hari pasca operasi


"Dok, kenapa Ray belum sadar juga? Apa ada salah Dok? Dokter bilang semuanya stabil tapi kenapa Ray belum bangun juga? Sudah tiga hari tapi kenapa Ray sepertinya tidak menunjukkan kemajuan apa-apa Dok?" tanya Bu Santi sedikit menuntut.


"Secara medis saat ini Ray dalam kondisi stabil, tapi kami juga masih belum mengetahui kenapa sampai sekarang Ray belum juga bangun. padahal semuanya stabil." jawab Dokter.


Saat jam jenguk, Bu Santi masuk dan melihat keadaan Ray.


"Ray, bangun sayang! ini Mami. jangan tinggalkan Mami Ray, bangunlah nak, maafkan Mami. Mami tidak bisa kehilangan kamu Ray. Mami sudah kehilangan Papi, jika Mami juga harus kehilangan kamu, lalu bahagia Mami bisa menjalani hidup di dunia ini sendiri?"


Bu Santi menatap Ray dan terus saja menangis .


Penyesalan itu yang saat ini ada di dalam benak Bu Santi. pertengkarannya malam itu harus berakhir dengan kecelakaannya Ray.


"Tente, bagaimana keadaan Ray?" tanya Mita yang baru datang.


"Masih sama, belum ada perkembangan apa-apa." jawab Bu Santi.


***


"Kamu dapat informasi dari mana kalau pak Ray kecelakaan?" tanya Riza pada sekertaris nya dari sebrang telpon.


"Tiga hari yang lalu kantor heboh mencari donor untuk beliau pak," jawab sekertaris.


"Siapa yang kamu maksud kecelakaan?" sahut Bela yang tak sengaja mendengar percakapan Riza di telpon.


"Ray kecelakaan," jawab Riza.

__ADS_1


^Happy Reading^


__ADS_2