
Melihat Mita yang sudah meninggalkan rumah sakit, Bela kembali masuk dan menemui Ray. Bela duduk di samping Ray dan memandang wajah Ray.
"Ray aku di sini, bangunlah! Apa kamu tidak ingin melihatku? Ada banyak sekali yang harus kita bicarakan! Bangunlah, Ray!" ucap Bela.
Melihat Ray yang belum merespon apa-apa, hatinya merasa sedih dan merasa bersalah.
"Maafkan aku Ray, aku sudah sering menyakiti hatimu. Sifat keras kepalaku sering kali membuat kamu tersakiti, tapi aku senang Ray, Mami sudah bisa memaafkan aku. Mami juga terlibat sangat menyayangi anak kita. Bangunlah Ray, aku mohon!" ucap Bela lagi.
Semalaman Bela berada di rumah sakit untuk menjaga Ray.
Bela yang kelelahan tertidur di kursi samping ranjang Ray. Dan Bela terbangun ketika merasakan ada gerakan dari tangan Ray.
"Ray, kamu sudah bangun? aku tidak sedang mimpi kan? Aku yakin, tadi aku merasakan tangan kamu bergerak," gumam Bela melihat kembali tangan Ray dan kini Bela melihat kalau jari-jari tangan Ray kemabli bergerak.
Bela yang merasa senang segera memanggil Dokter.
Dokter memeriksa keadaan Ray dan melihat memang saat ini keadaan Ray jauh semakin baik.
"Keadaan Pak Ray, sekarang ini jauh lebih baik! Kita berdoa semoga Pak Ray bisa segera sadar. ajak Pak Ray ngobrol, karena di dalam alam bawah sadar pasien sesungguhnya bisa merespon apa yang ibu bicarain. Jadi selalu ajak pasien untuk bicara!" ujar Dokter yang memeriksa.
"Alhamdulillah, Terima kasih ya Dok," ucap Bela.
Keesokan harinya Bu Santi dan Raynan kembali ke rumah sakit.
"Assalamu'alaikum," ucap Bu Santi.
"Walaikumsalam," jawab Bela.
"Mommy, Raynan kangen sama mommy. Kenapa tadi malam mommy tidak pulang? Raynan kan gak bisa tidur kalau tidak ada mommy," ucap Raynan.
"Mommy kan harus jaga Daddy, kalau mommy pulang terus siapa yang jaga daddy," ucap Bela.
"Oh, iya. ya sudah. Mommy jaga daddy saja, Raynan bisa bobok sama nenek kok," ucap Raynan.
"Anak pinter kamu, raynan," puji bu Santi.
__ADS_1
"Semalam, Raynan rewel tidak Mi?" tanya Bela pada Bu Santi.
"Tidak, Alhamdulillah Raynan anak yang pintar. Tidak rewel sama sekali. cuma sempat tanya kenapa mommy belum pulang saja," jawab Bu Santi.
"Maaf ya Mi, sudah merepotkan," ucap Bela.
"Tidak repot sama sekali, justru Mami senang bisa mendapatkan kesempatan untuk bersama dengan cucu Mami. Karena keegoisan Mami, Mami hampir tidak tau kalau Mami punya cucu sepintar ini," ucap Bu Santi menatap Raynan dan tersendiri.
Bela pun tersenyum, tidak pernah menyangka kalau mertuanya yang sudah pernah dia sakiti mau memaafkannya dirinya dan menerima Raynan dengan tangan terbuka.
"Bagaimana keadaannya Ray?" tanya Bu Santi.
"Alhamdulillah semalam, Ray. sempat menggerakkan tangannya Mi, Dan dokter bilang keadaan semakin membaik, kita do'akan saja semoga Ray secepatnya kembali sadar," jawab Bela.
"Benarkah? Ray menggerakkan tangannya? Alhamdulilah. semoga Ray segera sadar," ucap Bu Santi.
***
"Assalamu'alaikum," ucap Aisyah, Danu dan Alka
"Mbak Bela, kamu ada di sini?"tanya Aisyah.
"Hai.. ada jagoannya Ray juga, Hai.. Raynan.. " sapa Danu.
"Bingung ya om siapa? Om ini sahabat baik Daddy kamu, nama om Danu. Kalau ini anak Om, kesayangan Daddy kamu juga namanya kak Alka." jelas Danu duduk di samping Raynan.
"Hai.. Raynan, aku kak Alka," ucap Alka memperkenalkan diri.
"Aku Raynan," jawab Raynan.
"Sekarang kamu jadi adik aku ya, karena aku sudah menganggap Om Ray seperti ayahku sendiri, jadi mulai sekarang kamu adik aku," ucap Alka.
"Hore.. Raynan punya kakak," teriak Raynan senang dan semuanya tertawa.
"Ray, lihatlah ada Bela, ada anak kamu. Dan lihatlah bagaimana anak kamu bahagia, Bangunlah Ray! anak kamu membutuhkan kamu," ucap Dane menatap Ray.
__ADS_1
"Iya Om Ray, Alka juga kangen pengen main sama Om Ray." ucap Alka yang juga sangat menyayangi Ray.
"Kak Alka, Daddy Raynan kenapa tidur nya lama sekali? dari kemarin Raynan di sini Daddy gak bangun-bangun. Padahal Raynan pengen main sama daddy," tanya Raynan pada Alka.
"Iya, kamu yang sabar ya dek Raynan. kalau kamu pengen main kak Alka bisa menemani kamu main," ucap Alka.
"Mommy, Raynan gak mau balik desa lagi, Raynan mau tinggal di sini, di sini Raynan punya keluarga lengkap. jangan pulang ke desa lagi ya mom!" rengek Raynan.
Bu Santi tak kuat lagi menahan air matanya mendengar perkataan Raynan. Bagaimana tidak, Bu Santi membayangkan kehidupan seperti apa yang Raynan jalani di desa terpencil tanpa ada saudara yang lain. dan semua itu di lakukan Bela agar demi bu Santi yang selalu mengatakan kalau dirinya akan kembali mengingat almarhum suaminya setiap kali melihat Bela.
"Mi, ada apa?" tanya Bela memegang tangan Bu Santi.
"Bela, maafkan Mami. Maafkan Mami. Karena Mami Raynan harus hidup jauh dari orang-orang yang menyayanginya." ucap Bu Santi.
Bela memeluk Bu Santi "Kita lupakan semuanya ya Mi, kita buka lembaran hidup yang baru," ucap Bela.
Aisyah dan Danu saling pendang tersenyum. Akhirnya benang kusut yang selama bertahun-tahun ini menjadi hambatan di dalam hubungan mereka, kini berhasil di urai dengan baik. hubungan yang awalnya retak kini kembali terjalin dengan baik.
"Ray, kamu harus segera bangun! lihatlah hal yang paling kamu rindukan selama ini sudah terwujud, di mana Mami dan Bela bisa kembali saling menyayangi. Kamu pasti akan sangat bahagia melihat orang-orang yang kamu sayangi bisa rukun seperti ini, mereka sama-sama berdiri di samping kamu dan mendoakan kesembuhan untuk kamu, Bangunlah Ray!" batin Danu.
***
"Aisyah senang melihat tante Santi dan Mbak Bela bisa kembali rukun seperti tadi," ucap Aisyah di dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.
"Iya, sayang. Aku juga senang. Seandainya Ray sudah bangun, pasti dia juga sangat bahagia melihat pemandangan seperti tadi," ucap Dan.
"Kita do'akan, semoga Mas Ray segera sadar. percaya dan yakinkan di setiap kejadian pasti ada hikmah. Seperti Mas Ray yang mendapatkan musibah seperti sekarang, tapi hikmahnya Bu Santi dan Mbak Bela bisa kembali saling menyayangi dan menguatkan. Di tambah ada Raynan sekarang di tengah-tengah mereka." ucap Aisyah.
"Kamu benar sayang, Intinya Alloh tidak mungkin memberikan ujian kecuali untuk mengangkat derajat umatNya. mungkin terlihat berat tapi ada hikmah luar biasa, Bu Santi yang awalnya sama sekali tidak mengenal agama, Alhamdulillah sekarang sudah mau belajar agama, meskipun butuh waktu yang cukup lama tapi Alhamdulillah sekarang semua sifat-sifat egois Bu Santi mulai terkikis." ucap Danu.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, comment dan vote ya sayang💕
Terima kasih atas dukungan readers semua, dukungan kalian sangat berarti bagi thor😘💕
__ADS_1