Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 85


__ADS_3

Hari minggu yang Bela janjikan pun tiba, Ray dan Bela membawa Raynan ke rumah Riza.


"Kalian kok ada di sini?" tanya Riza di depan apartemen.


"Kami mau ke rumah kamu, Raynan kangen sama kamu," jawab Bela.


"Daddy, Raynan kangen," ucap Raynan memeluk Riza.


"Anak ganteng, Daddy juga kangen. Tapi daddy sudah ada janji hari ini," ucap Riza dan Raynan langsung menundukkan wajahnya yang sedih.


"Em.. ya sudah, bagaimana kalau Raynan hari ini ikut daddy saja," ucap Riza.


"Kalau kamu sudah ada janji, biar Raynan pulang saja sama kami," ucap Ray.


"Tidak apa-apa, biarkan Raynan bersama saya saja, Okay ganteng," ucap Riza menatap Raynan.


"Tapi aku benar tidak apa-apa, nanti malah mengganggu acara kencan kamu," goda Bela.


Riza tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi benaran kamu mau kencan?" tanya Bela membulatkan matanya.


"I-iya," jawab Riza tersenyum.


"Alhamdulilah, semoga segera melepaskan masa lajang kamu ya Za, Aku ikut seneng kalau akhirnya kamu memikirkan masa depan dan kebahagiaan kamu, aku tau selama ini kamu tidak pernah mau membuka hati kamu untuk wanita karena tidak ingin membuat Raynan bingung," ujar Bela.


"Iya Bel, Karena sekarang Raynan sudah bersama dengan Daddy nya, dan sudah memahami keadaannya. Jadi aku juga akan segera menikah, do'ain ya!" jawab Riza.


"Kita akan mendoakan yang terbaik untuk kamu, iya kan Ray?" ucap Bela melihat ke arah Ray.


"Iya, Pasti kita akan mendoakan yang terbaik untuk kamu. Pak Riza sebelumnya saya mau minta maaf, pernah terjadi kesalahpahaman di antara kita. Tapi saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih banyak pada pak Riza, Raynan tidak kehilangan kasih sayang seorang ayah karena adanya Pak Riza. Terima kasih juga Pak Riza sudah banyak membantu Bela dan Raynan," ucap Ray.


"Tidak perlu berterima kasih Pak Ray, karena saya melakukan itu semua karena saya tulus menyayangi Raynan dan menganggap Raynan seperti anak saya sendiri, kalau soal Mbak Bela, memang sudah sewajarnya saya baik dan melindungi Mbak Bela. tanpa jasa dari Mami dan nenek Mbak Bela, saya tidak akan pernah ada di titik ini," ucap Riza.


"Biar bagaimana saya tetep harus berterima kasih pada Pak Riza," ucap Ray tersenyum.


"Baiklah saya terima ucapan terima kasih dari Pak Ray dan saya akan menunggu traktiran dari Pak Ray," ucap Riza.


"Atur saja, kapan pun Pak Riza ada waktu, saya akan dengan senang hati jika di ijinkan untuk mentraktir Pak Riza makan, karena itu suatu kehormatan bagi saya," ucap Ray tersenyum.


"Kenapa jadi formal begitu konsepnya hahaha.. " Riza tertawa.


"Okay, kalau begitu kami pergi dulu, Raynan pamit sama mommy dan Daddy dulu," ucap Riza.

__ADS_1


"Raynan pergi sama daddy Riza ya mom," ucap Raynan.


"Iya sayang hati-hati ya," jawab Bela.


"Hati-hati ya Raynan, jangan nakal! nurut sama daddy Riza ya!" sahut Ray.


"Okay daddy, Assalamu'alaikum." ucap Raynan melambaikan tangan.


"Walaikumsalam," jawab Bela dan Ray.


Ray dan Bela menatap Riza yang sedang menggendong Raynan dengan tersenyum.


"Mereka itu benar-benar sudah seperti anak ada Ayah," ucap Ray.


"Kenapa Ray? kamu cemburu?" tanya Bela.


"Tidak lah, untuk apa aku cemburu, kan kamu sudah menceritakan semuanyaa. yang ada rasa beryukur karena selama tidak ada aku di sisi kalian, tapi kalian di kelilingi orang-orang baik," jawab Ray.


"Mumpung kita lagi berduaan, bagaimana kalau kita pacaran saja?" ucap Ray.


"Pacaran? pacaran ke mana?" tanya Bela.


"Bagaimana, kalau kita nonton, makan, terus kemana lagi ya biasanya kalau orang pacaran?" ucap Ray seraya berpikir.


"Kenapa drama romantis? tidak seru Bela. bagaimana kalau kita nonton film action saja?" ujar Ray.


"Gak agh.. aku gak suka, aku maunya drama romantis," ucap Bela memayunkan bibirnya.


"Iya, iya, kita nonton drama romantis! tapi jangan ngambek lagi ya cantik," goda Ray.


"Hehehe.. gitu dong, sama istri harus mengalah," ujar Bela menjulurkan lidahnya membuat Ray gemas dengan tingkah Bela.


Sebelum masuk ke bioskop, mereka menyempatkan untuk membeli softdrink dan juga popcorn.


Kali ini Bela dan Ray di buat baper ketika menyaksikan acara drama yang mereka tonton.


Sesekali di dalam bioskop yang gelap, Ray mengecup pucuk kepala Bela yang tertutup dengan jilbabnya.


Sedangkan Bela tampak memenangi tangan Ray seolah tak ingin berpisah. Kedua insan yang saling jatuh cinta ini pun tak kalah membuat yang lain bapar di buatnya.


"Acaranya bagus ya, Ray?" tanya Bela.


"Gak ngerti, " jawab Ray singkat.

__ADS_1


"Kok gak ngerti?" Bela menatap Ray dan memicingkan matanya.


"Karena bagiku lebih menarik menatap kamu, dari pada menatap layar bioskop," Ray gombal.


"Bisa ya, ternyata gombalin cewek," ucap Bela.


"No..! kata siapa bisa gombalin cewek?" ucap Ray.


"Terus itu tadi apaa?"


"Itu gombalin istri namanya, karena aku hanya bisa berkata manis pada istriku saja, bukan pada sembarang cewek," ucap Ray.


"Paling bisa nyenengin hati istri," ucap Bela tersenyum manja.


Sepanjang perjalanan tangan mereka terus bergandengan tangan layaknya pasangan muda mudi yang sedang kasmaran.


Setelah menonton, mereka berdua memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang memiliki pemandangan yang sangat bagus ditambah dengan nuansa bunga di taman terbuka, membuat pemandangan semakin terlihat romantis.


"Gimana? Apa kamu suka tempatnya?" tanya Ray.


"Suka banget Ray, gak nyangka di ibu kota masih ada tempat seindah ini," jawab Bela mengagumi tempat tersebut.


"Bukan hanya tempatnya, tapi makanan di sini juga sangat enak." ucap Ray.


"Tapi bagaimana kamu bisa tau tempat ini Ray? bahkan kamu juga tau makanan di sini enak-enak! sebelumnya pasti kamu sering datang ke sini ya? Hayo dengan siapa kamu ke sini nya?" tanya Bela menyelidik.


"Iya, aku dulu sering banget datang ke sini," jawab Ray.


"Benarkan tebakan aku? jadi ceritanya saat ini kamu mengajak aku ke tempat yang dulu sering kamu kunjungi bersama mantan-mantan kamu ya?" ucap Bela memanyunkan bibirnya.


"Jangan suudzon dulu, dosa lho berpikir buruk sama suami," goda Ray.


"Kalau bukan itu? Lalu bagaimana kamu bisa tau tempat ini dan tau soal makanan di sini?" tanya Bela.


"Cemburu ya?" goda Ray.


"Siapa juga yang cemburu," jawab Bela.


"Padahal cemburu juga tidak apa-apa, aku malah seneng kalau kamu cemburu, karena itu tandanya kamu cinta sama aku," ucap Ray.


"Restoran ini sebenarnya miliknya keluarga Niko. karena itu dulu kami sering banget datang ke sini," ucap Ray lagi.


^Happy Reading^

__ADS_1


__ADS_2