
Bela menangis di kamar, sebenarnya apa yang mertuanya katakan tidak lah salah, dirinya memang hanya beban untuk Ray. sebagai seorang istri dirinya tidak bisa melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Bela sempat berpikir untuk kembali pergi, namun Bela ingat apa yang Ray dan Ulya katakan, jika seorang istri meninggalkan rumah, maka Alloh akan melaknat setiap langkahnya. Sedangkan bagi Bela yang baru berhijrah dan baru belajar tentang ajaran agama Islam yang benar. Tentu saja takut untuk melakukan hal itu lagi, tapi meminta ijin dari Ray, jelas tidak akan pernah di ijinkan. Apa lagi Ray sudah mengatakan tidak akan pernah meninggalkan dirinya.
Disisi lain Bela seneng, namun di sisi lain. Bela juga sedih. Bela menyadari selamanya dirinya hanya akan menjadi beban untuk Ray.
Disaat rasa cinta mulai hadir di dalam hatinya, kenapa dirinya harus berada di kursi kesakitan? Itulah yang ada didalam benak Bela.
"Maafkan aku Ray, aku hanya istri yang tidak berguna dan mungkin selamanya, aku hanya akan menjadi beban untuk kamu. Apa yang Mami katakan memang benar. Aku tidak seharusnya kembali bersama Ray setelah apa yang sudah aku lakukan. Apa lagi dengan keadaan ku yang seperti ini? Aku seperti orang yang tidak punya malu sama sekali, " batin Bela
Dikamar ini, Bela cukup lama merenungi apa yang dikatakan oleh Mami nya, hingga tak menyadari kalau Ray sudah sejak tadi memperhatikan Bela yang termenung menatap luar dengan tatapan kosong.
"Assalamu'alaikum," ucap Ray mendekat dan jongkok di depan Bela.
"Istriku kenapa? Apa ada yang mengganggu pikiran kamu lagi?" tanya Ray lembut.
"Tidak ada, Ray. Bela hanya sedang berpikir_" ucap Bela terputus.
"Kenapa? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Ray mengernyitkan dahinya.
"Bagaimana kalau Bela kembali ke Singapura bersama Papi?" ucap Bela ragu-ragu.
"Hai.. sini, lihat aku!" Ray memegang kedua pipi Bela dan mentap tajam mata Bela.
"Katakan! ini sebenarnya ada apa? Bukankah sebelumnya kita sudah pernah membahas masalah ini? Lalu kenapa sekarang seperti ini lagi? Kenapa Bela ingin pergi lagi? Apa aku melakukan sesuatu yang salah? Dan membuat Bela tidak nyaman?" tanya Ray lembut dan hati-hati, tidak ingin membuat Bela sakit hati.
"Tidak Ray, kamu tidak pernah punya salah sama aku. Hanya saja aku tidak mau jadi beban untuk kamu Ray, kamu berhak bahagia. Jangan korbankan diri kamu hanya untuk wanita seperti ku, aku tidak pantas mendapatkan semua ini," ujar Bela dengan mata berkaca-kaca.
"Siapa yang berkorban? Kenapa kamu selalu mengatakan hal itu? Bel lihat aku! Apa kamu melihat kalau aku seperti sedang mengorbankan diriku? Apa kamu melihat kalau aku tidak bahagia?" tanya Ray menatap mata Bela.
"Kamu salah, jika berpikir seperti itu! Justru aku akan sangat sedih, jika kamu pergi lagi. Yang perlu kamu jadikan pegangan dan kamu ingat! Aku bahagia bersama kamu, jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan aku lagi! Suami istri itu akan selalu ada dan saling melengkapi. Bela paham kan?" tanya Ray menatap Bela.
Bela menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Ray menyeka air mata yang membasahi pipi Bela.
__ADS_1
"Janji sama aku, kalau kamu tidak akan pernah berkata seperti itu lagi! Kamu mau kan berjanji tidak akan meninggalkan aku lagi?" tanya Ray
"Iya Ray, Bela. Janji." ucap Bela tersenyum ditengah tangis bahagia, karena ketulusan yang Ray berikan begitu terasa di hati Bela.
"Gitu dong senyum, aku bahagia jika melihat senyum kamu yang begitu manis," ucap Ray mengusap pipi Bela lembut.
"Apa'an sih Ray, " gumam Bela malu dan menundukkan kepalanya.
"Cantiknya istriku," ucap Ray memandang Bela.
"Sudah dong Ray! jangan gombalin terus," ucap Bela menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kok, wajahnya malah ditutupi? kan suaminya lagi mandangin?" goda Ray tersenyum seraya menarik tangan Bela agar menunjukkan wajahnya dan hal itu berhasil membuat tawa Bela dan Ray pecah menggema di seluruh ruangan.
Bu Santi yang tak sengaja melintas kamar Ray, mendengar gelak tawa Ray dan Bela yang terdengar hingga luar.
Bu Santi berhenti sejenak dan berlalu menuju dapur.
Di sana Bu Santi melihat Mita yang sedang membantu Bik Siti memasak.
"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Bik Siti.
"Baik, Nyonya, " jawab Bik Siti.
"Biar saya saja yang buatkan Tante." Bela segera mencari bahan-bahan yang diperlukan.
"Kamu bisa membuat teh jahe Bel?" tanya Bu Santi.
"Bisa Tante, saya sering membuatnya Tante, " jawab Bela tersenyum.
"Ini tadi juga kamu yang masak?" tanya Bu Santi lagi.
"Hanya sedikit membantu Bik Siti saja Tante," jawab Bela.
"Ini semua masakan Mb Mita, Nyonya. Padahal sudah saya larang. Tapi Mbak Mita memaksa, " ucap Bik Siti
__ADS_1
"Iya maaf Tante, Mita sudah terbiasa mengerjakan semua pekerjaan rumah. Jadi kalau hanya berdiam diri, rasanya aneh hehehe... maaf ya Tante," ucap Bela tersenyum.
"Iya, tidak apa-apa. Lakukan saja apa yang Mita ingin lakukan, anggap seperti rumah sendiri." Bu Santi tersenyum melihat Mita yang begitu cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
"Oo..ya Bik, Ray sudah lama pulangnya?" tanya Bu Santi.
"Sepertinya belum lama nyonya. Tadi saya belum bilang Den Ray, kalau Nyonya pulang karena Den Ray sepertinya buru-buru ke kamar, " ucap Bik Siti.
"Ya sudah tidak apa-apa, nanti biar jadi kejutan saja saat makan malam," jawab Bu Santi tersenyum.
"Tante, sebaiknya Tante istirahat saja di kamar. Nanti kalau teh jahe nya sudah jadi. Biar Mita antar ke kamar," ucap Mita.
"Ya, sudah. Tante ngerepotin kamu ya Mit. Tente ke kamar dulu," ucap Bu Santi berlalu.
***
Setelah membuat teh jahe, Mita mengantarkan teh jahe ke kamar Bu Santi.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk saja, tidak dikunci," jawab Bu Santi yang bersandar di sandaran ranjangnya.
"Ini teh jahe nya sudah jadi Tante," ucap Mita meletakkan teh jahe di atas nakas.
"Saya permisi dulu tante, jika tante butuh apa-apa. Tante bisa panggil saya, " ucap Mita berlalu.
"Mita," panggil Bu Santi menghentikan langkah Mita.
"Ada apa, Tante? Apa tante butuh sesuatu?" tanya Mita.
"Tidak, Tante tidak membutuhkan apa-apa. Duduklah Tante hanya mau ngobrol saja sama kamu," ucap Bu Santi tersenyum.
Mita pun mendekat dan duduk di dekat Bu Santi.
"Bagaimana, hubungan kamu dengan Ray?" tanya Bu Santi
__ADS_1
"Hubungan? maksud Tante hubungan apa? Mita dan Ray hanya sebatas, Mita perawat yang merawat istrinya," jawab Mita
^Happy Reading^