
"Ray," Gumam Bela.
"Iya, Ray mengalami kecelakaan dan sampai sekarang Ray belum sadar," ujar Bu Bela.
Bela terdiam dengan mata berkaca-kaca, Ray berpikir apa sekarang Mami sudah memaafkan dirinya?"
"Pegilah Bela, temuai Ray. Carilah kebahagiaanmu kalian," sahut Pak Bobby.
Bela menatap Pak Bobby dan melihat Bu Santi kembali.
"Mami janji Bela, Mami tidak akan menghalangi kebahagiaan kalian lagi," ucap Bu Santi.
"Apa Mami sudah bisa memaafkan Bela?" tanya Bela seakan tidak percaya.
"Mami sudah memaafkan kamu, Mami tau Ray begitu mencintai kamu. Mami tidak akan lagi menjadi penghalang kebahagiaan kalian," ucap Bu Santi dengan mata berkaca-kaca.
"Mami, Mami benar-benar sudah bisa menerima Bela?" tanya Ray dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Bel, sekarang kamu mau kan kembali bersama Mami ke Jakarta? Ray sangat membutuhkan kamu," ucap Bu Santi.
Bela akhirnya bersedia untuk kembali ke Jakarta bersama dengan Bu Santi dan juga Raynan.
Sedangkan Pak Bobby memilih untuk tetap berada di kota tempat kelahiran istrinya itu.
Sesampainya di rumah sakit tempat Ray di rawat, Bu Santi mengajak Bela dan Raynan untuk bertemu dengan Ray yang masih belum sadarkan diri.
"Daddy Ray, kenapa Daddy tidurnya lama sekali? Raynan ada di sini. Raynan ingin main sama daddy," ucap Raynan menggenggam tangan Ray.
mendengar perkataan Raynan, Bu Santi tak kuasa lagi untuk menahan air matanya.
Anak sekecil Raynan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya dan sekarang di saat bisa bertemu dengan ayahnya, jsutru Ray dalam kondisi tidak sadar seperti ini.
Bu Santi menyadari sepenuhnya itu adalah kesalahannya. Bu Santi merasa mungkin dosa-dosanya kali ini tidak akan termaafkan.
"Raynan sayang, maafkan nenek ya! Nenek sudah jahat sama kalian," ucap Bu Santi dengan derai air mata memeluk cucunya, Raynan.
__ADS_1
"Nenek, nenek jangan nangis. Daddy nanti sedih kalau lihat nenek nangis," ucap Raynan menyeka air mata Bu Santi.
"Kamu anak yang sangat baik Raynan. cucu nenek," ucap Bu Santi kembali memeluk Raynan.
"Ray, aku Bela. lihatlah Raynan anak kita begitu menyayangi neneknya. Apa kamu tidak ingin melihatnya? apa kamu juga tidak ingin bermain dengan Raynan? Sudah terlalu lama kamu tidur, sekarang kamu harus bangun untuk Raynan, aku dan Mami. Kita semua di sini ingin melihat kamu bangun," ucap Bela pada Raynan.
"Ray, Mami sudah berbaikan dengan wanita yang kamu cintai. Mami ijinkan kembali bersama dengan Bela, sadarlah Ray. Bangunlah! lihatlah Bela dan Raynan ada di sini," ucap Bu Santi dengan air mata membasahi pipinya.
Klek..
Pintu terbuka.
"Mita," gumam Bela melihat kearah pintu.
"Mbak Bela, kenapa mbak Bela ada di sini?" tanya Mita pada Bela lalu melihat kearah Raynan.
"Apa dia anak_?" tanya Mita terputus.
"Iya, Mita. Ini anaknya Ray." sahut Bu Santi.
"Kenapa memangnya kalau Mommy dan Raynan ada di sini nek? kenapa tante itu bilang seperti itu?" tanya Raynan.
"Tidak apa sayang," jawab Bu Santi.
"Mami, Mami pasti capek beberapa hari merawat Raynan sendiri dan baru pulang dari luar kota, bagaimana kalau sekarang sebaiknya Mami pulang bersama Raynan. biar Bela yang menjaga Ray di sini Mi," ucap Bela.
"Baiklah, Raynan kita pulang ke rumah ya. besok kita jenguk daddy ke sini lagi," ucap Bu Santi.
Setelah Bu Santi pergi membawa Raynan, Bela mendekat pada Mita agar tidak sembarangan bicara di depan anak kecil yang tidak tau apa-apa.
"Tapi, dia juga harus tau kalau kamu dan Ray sudah tidak ada apa-apa lagi." ucap Mita.
"Apa kamu pikir, anak kecil akan memahami permasalahan orang dewasa? Dia masih kecil, belum saatnya dia tau permasalahan apa yang terjadi pada orang tuanya. Jadi aku harap lain kali jaga bicara kamu!" tegas Bela .
"Apa maksud kamu Mbak Bela datang-datang memberi ancaman seperti itu? Mbak Bela sudah lima tahun meninggalkan Ray kesepian seorang diri dan aku lah satu-satunya wanita yang selama ini menghibur dan selalu ada untuk Ray. Lalu sekarang tiba-tiba Mbak Bela muncul dan akan merusak segala rencana kami?" tanya Mita
__ADS_1
"Aku ke sini bukan untuk merusak rencana yang barusan kamu maksud. Tapi aku ke sini karena Mami sendiri yang memintaku datang," jawab Bela.
"Tapi Mbak Bela suka kan di suruh Mami ke sini?" ucap Mita dengan tatapan mata sinis.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu, Mit?" tanya Bela.
"Mbak Bela, tau kan? aku dan Ray akan segera menikah, jadi jangan pernah muncul lagi di hadapan Ray dan sebaiknya sekarang Mbak Bela pergi dari sini!" ucap Mita yang merasa kedatangan Bela ke sana akan menjadi ancaman untuk dirinya.
"Maaf Mit, untuk saat ini aku tidak akan memperdulikan ucapan kamu, Mami sudah memintaku untuk menjaga Ray, jadi aku akan tetep di sini untuk menjaga Ray," ucap Bela.
"Atas dasar apa? Mbak Bela ada di sini? Ingat Mbak kamu yang sudah membuat Ray menderita selama ini, apa kamu tidak punya rasa malu, sehingga kamu masih berani muncul di hadapan Ray, menggunakan anak sebagai tameng!" ucap Mita sinis.
"Dan siapa kamu melarang aku untuk pergi dari sini?" ucap Bela berusaha bertahan dan tidak mau meninggalkan Ray lagi.
"Aku calon istri, Ray! Apa masih belum cukup jelas?" ujar Mita.
"Calon istri? kamu yakin?" tanya Bela.
"Mbak Bela meremehkan hubungan kami? Mbak Bela pikir setelah lima tahun Mbak Bela meninggalkan Ray, Apa Ray masih akan tetep mencintai Mbak Bela? Bangun Mbak, jangan mimpi!" ucap Mita.
"Sudahlah tidak perlu ribut di sini, Ray butuh ketenangan, Sebaiknya kamu pergi dari sini!" ucap Bela.
"Tidak salah, Mbak Bela meminta aku pergi dari sini? yang ada Mbak Bela yang pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi, Aku yang akan menjaga calon suamiku! jadi Mbak Bela tidak perlu repot-repot ada di sini!" ucap Mita.
"Baiklah, aku pergi dari sini karena aku tidak mau Ray terganggu dengan perdebatan kita." ucap Bela mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruangan Ray.
Bela pergi ke taman rumah sakit, untuk menghindari perdebatan dengan Mita. Bela lebih memilih untuk menghindar dari pada berdebat. Karena biar bagaimana Mita memang yang selama ini ada untuk Ray, di saat dirinya pergi meninggalkan Ray, lima tahun yang lalu.
Meskipun Bela tau, Ray masih mencintaimu dirinya, tapi untuk saat ini Bela juga tidak bisa mengabaikan perasaan Mita.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕
kasih rating bintang lima dan ikuti akun Qurrotaayun Terima kasih😘💕
__ADS_1