
"Sayang, maaf ya! semalam aku ketiduran," ucap Bela tersenyum.
"Tidak apa-apa, aku tau kamu juga capek seharian menguras rumah." jawab Ray menggenggam tangan Bela dan tersenyum.
Ray, Bela dan Raynan sarapan bersama.
Kehidupan yang selama ini Ray bayangkan, kini menjadi kenyataan. Hanya saja saat melihat kursi Bu Santi yang sekarang kosong hati ray terkadang masih ada rasanya sedih.
Namun, Ray sudah belajar iklas. Mengikhlaskan takdir yang Alloh sudah tetapkan.
***
"Assalamu'alaikum," ucap Riza di depan pintu rumah Mita.
"Walaikumsalam, nak Riza. Mari silahkan masuk, Mau bertemu dengan Mita ya?" tanya Ibu Mita.
"Iya tante, apa Mita masih di rumah?" tanya Riza.
"Masih, sedang persiapan jaga siang hari ini. Mari masuk, silahkan duduk dulu," ucap Ibu Mita.
"Ada siapa Bu, di luar?" Tanya Mita.
"Itu ada Nak Riza. Kamu temui dulu saja." ucap Ibu Mita.
"Riza kamu kenapa siang-siang ada di sini? ups.. sorry lupa, kamu kan gak punya pekerjaan. Jadi bisa di mana saja dan kapan saja main ke rumah orang," ucap Mita menutup mulut dengan tangan kanannya.
"Mita, kamu ini ngomong apa sih, " sahut Ayah Mita yang saat ini sedang duduk d bersama Riza.
"Tidak apa-apa, Om." ucap Riza.
"Ya kan memang benar, salah Mita di mana coba yah?" ucap Mita.
"Maaf ya, nak Riza. Mita ini suka asal kalau bicara, tidak di pikir dulu," ucap Ayah Mita.
"Nak Riza, Om senang lho nak Riza sering ke sini. Apalagi untuk mengantarkan Mita berangkat kerja. Nak Riza tau kan, Mita ini memang anaknya keras tapi sebenarnya hatinya lembut kok, tidak seperti yang terlihat, " ucap Ayah Mita.
"Iya, Om. saya tau itu," jawab Riza.
"Tidak seperti aslinya bagaimana? saya memang orang nya seperti ini, gak ada baik-baiknya." ucap Mita.
"Sudah-sudah, ini sudah siang. Sebaiknya kamu segera berangkat." ucap Ayah Mita.
"Nak Riza, kalau ada waktu nanti sore bisa tidak datang kemari lagi, ada yang mau om bicarakan,"
"Ya pasti Riza bisalah, kalau Riza pasti punya banyak waktu. Mau apa lagi memang nya. orang dia gak punya pekerjaan," celetuk Mita.
"Sudah nak Riza! Jangan dengar kan perkataan Mita!" ucap Ayah Mita.
***
Sepanjang perjalanan Mita dan Riza tak banyak bicara, keduanya saling terdiam.
Sampai akhirnya Riza membuka suara bdan memberanikan diri untuk bertanya perihal alasan Mita ketus pada dirinya.
"Apa kamu bersikap seperti ini, karena pekerjaan ku?" tanya Riza.
"Aku bukan tidak suka dengan kamu karena kamu pengangguran, hanya saja menurutku, sebagai seorang laki-laki yang masih di beri Alloh kesehatan, fisik lengkap dan tidak kekurangan apa-apa, sebaiknya jangan menggantung diri pada orang lain. Dari pada kamu hanya mengandalkan kekayaan orang lain, sebaiknya kamu mulai lah mencari kerja," ucap Mita.
"Tapi aku tidak perlu mencari kerja, karena aku_" ucap Riza terputus.
"Karena kamu sudah biasa menggantungkan hidup kamu sama Mbak Bela? aku tau, Mbak Bela orang yang baik. Tapi menurutku sebaik apapun seseorang pada kita, tetap saja lebih baik kita berdiri di atas kaki sendiri," ucap Mita.
"Mita, sepertinya kamu salah paham sama aku," ucap Riza.
__ADS_1
"Salah paham bagaimana?" tanya Mita.
"Aku tidak mengandalkan hidup dari Bela, iya dulu sewaktu aku kecil. Keluarga Bela sudah banyak membantuku dan Ibu, mereka juga menyekolahkan aku, tapi setelah lulus kuliah, aku tidak lagi bergantung finansial dari keluarga Bela. Aku bekerja di perusahaan RR food, tidak ada hubungannya dengan perusahaan Bela." jelas Riza.
"Perusahaan RR food? Itu kan salah satu perusahaan besar yang ada di Indonesia, bahkan produknya sudah sampai luar negeri, Kamu beneran bekerja di sana? Tapi kok sepertinya jam kerja kamu gak pasti gini? Dan mobil ini? Aku tau kamu sopir ya? Karena kalau kamu staf pasti terikat jam kerja, kecuali kalau kamu sopir. itu masih masuk akal. Kalau sopir kan hanya pergi saat di butuhkan bosnya, benatkan tebakan ku?" ucap Mita.
"Hehehe.. " Riza tersenyum dan memperlihatkan deretan giginya yang putih.
"Kamu terlalu banyak berpikir Mita," ucap Riza.
"Tapi benar kan tebakan ku? udah tidak usah malu, sopir di perusahaan RR food, juga cukup baik. dari pada pengangguran. setidaknya kamu laki-laki berpenghasilan," ucap Mita
Riza menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kemarin di kira pengangguran, sekarang dikira sopir, Hobbynya mengira-ngira tanpa mau mendengar penjelasan orang. Ya sudahlah, setidaknya dia tidak menganggap q laki-laki yang hanya bergantung hidup dari orang lain." batin Riza..
"Nanti malam pulang jam berapa?" tanya Riza.
"Jam sembilan, kenapa? Apa mau jemput lagi?" tanya Mita.
"Bolehkan aku jemput kamu? tanya Riza.
"Sebenarnya boleh saja, tapi aku punya permintaan," ucap Mita.
"Permintaan? Permintaan apa?" tanya Riza mengerutkan keningnya.
"Mulai sekarang kalau mau jemput aku, tidak usah menggunakan mobil bos kamu! jujur aku lebih bangga kalau kamu apa adanya saja, tidak perlu menggunakan mobil orang, bukan apa-apa! hanya saja aku tidak mau di kira orang terlalu halu, jujur aku tidak enak sama tetangga," ucap Mita yang sudah capek di gosibkan tetangga menunggu laki-laki kaya sampai di bela-belain menjadi perawan tua.
"Mobil ini maksud kamu?" tanya Riza mengerutkan keningnya.
"Iya, ini mobil bos kamu kan pasti? lagian apa kamu tidak malu menggunakan mobil atasan kamu untuk keperluan pribadi? Aku lebih senang kalau kamu jangan terlalu memaksakan diri, maaf tapi sepertinya yang kamu pakai juga semua semuanya tidak murah. Apa kamu tidak sayang dengan gaji kamu? dari pada harus memaksakan diri dengan barang-barang branded seperti itu lebih baik kamu tabung uangnya. Hidup di kota besar seperti ini harus pandai mengatur ke uangan!" ujar Mita.
***
"Raynan yakin pengen sekolah?" tanya Bela.
"Iya, mom. Raynan bosen di rumah. Raynan pengen sekolah," ucap Raynan.
"Ya, sudah. nanti mommy bicara dulu sama deddy ya sayang,"
"Terima kasih, mommy. Raynan sayang mommy," ucap Raynan mencium pipi Bela.
"Iya sayang," jawab Bela tersendiri.
Setelah Ray pulang kantor, Bela mengatakan apa yang menjadi keinginan putra mereka.
Ray pun dengan antusias berselancar di dunia maya untuk mencari informasi tentang sekolah terbaik yang ada di sana. Ray ingin memberikan sekolah yang terbaik untuk Raynan.
"Bagaimana kalau sekolah ini saja sayang?" tanya Ray menunjukkan profil sekolah di ponselnya.
"Sepertinya lima bagus, fasilitas juga lengkap. Dan yang penting jaraknya juga tidak terlalu jauh dari sini," ucap Bela.
"Ya sudah , besok aku temani kamu ke sana ya," ucap Ray.
"Besok kamu kan kerja Ray?" tanya Bela.
"Tidak apa-apa, ini kan pertama kalinya Raynan sekolah. Aku ingin bisa melihat dan memilih secara langsung sekolah untuk anak kita, selama ini aku sudah banyak kehilangan moment berharga pertumbuhan Raynan. Mulai sekarang aku ingin menebus semua itu," ucap Ray.
"Maafkan aku ya, Ray. Aku sudah membuat kamu kehilangan moment pertumbuhan Raynan," ucap Bela menyesal.
"Sayang, sudahlah. Itu sudah berlalu. Sekarang aku mohon, jika ada apa-apa. Selalu komunikasi! jangan pernah mengambil keputusan sendirisendiri, " ucap Ray.
"Aku janji, hal itu tidak akan pernah terjadi sayang! Aku juga menderita selama ini harus jauh dari kamu sayang," ucap Bela.
__ADS_1
Cup..
Sebuah ciuman manis mendarat di bibir Bela.
"Hari ini, aku menginginkan kamu sayang," bisik Ray setelah melepas ciuman.
Kembali Ray menghujani ciuman pada Bela, wanita yang sangat dia rindukan selama bertahun-tahun ini, perlahan Ray melepaskan satu persatu pakaian yang saat ini Bela kenakan dan membuangnya ke sembarang arah. Ray begitu merindukan Bela, bertahun-tahun terpisah dari Bela tak membuatnya melupakan cintanya pada Bela.
Malam ini menjadi malam yang panas untuk ke dua insan ini, melepaskan rindu yang begitu membara di hati mereka selama bertahun-tahun ini.
Keesokan harinya, mereka terbangun untuk mandi junub dan melakukan sholat subuh berjamaah.
"Sayang, sekarang kamu sudah banyak berubah ya?" tanya Ray.
"Berubah? apa yang berubah dari ku?" tanya Bela tak mengerti.
"Aku perhatian, Alhamdulilah sekarang kamu sudah pandai mengaji dan sholat, pemahaman kamu tentang agama juga sangat bagus, apa selama di desa S kamu belajar Agama?" tanya Ray.
"Iya, Selama di sana. Alhamdulillah ada seorang ustadzah yang mengajari aku semua itu," jawab Bela.
"Alhamdulillah, aku senang dengan perubahan kamu yang sekarang. Ya, sudah kita sholat subuh dulu," ucap Ray.
"Iya Ray, biar aku panggil Raynan dulu," ucap Bela berlalu.
***
"Raynan, bangun sayang! Kita sholat subuh dulu," ucap Bela membangun Raynan.
"Raynan masih ngantuk, mom." jawab Raynan masih malas membuka mata.
"Tapi sudah waktunya sholat subuh sayang, Daddy juga sudah nungguin kita, anak sholih bangun dulu ya," bujuk Bela.
Meskipun berat, tapi Raynan akhirnya tetep bangun dan mengambil air wudhu.
Bela tersenyum melihat putranya yang bejalan dengan mata stengah tertutup.
Ya, Bela memang mengajarkan Raynan untuk sholat sejak dini, karena Bela tidak ingin Raynan tumbuh seperti dirinya yang jauh dari agama. Bela sangat berharap Raynan bisa menjadi anak yang sholih dan taat beribadah.
"Raynan, sudah bangun?" tanya Ray saat Bela kembali ke mushola yang ada di rumahnya.
"Sudah, Ray. tadi sedang mengambil air wudhu," jawab Bela.
"Itu dia," ucap Bela tersenyum menunjuk Raynan yang sedang berjalan menuju mushola dengan menggunakan pakaian koko dan sarung yang sedikit berantakan.
"Ini kenapa kancing bajunya tidak sama sayang?" tanya Bela tertawa.
"Raynan ngantuk mom," jawab Raynan.
"Ya sudah, sini biar mommy bantu benerin," ucap Bela Seraya membetulkan kancing baju Raynan.
"Alhamdulillah, anak daddy sholih. Daddy bangga banget sama Raynan, di usia sekecil kamu, tapi mampu melawan rasa ngantuk dan malas kamu untuk melakukan sholat subuh, kamu benar-benar anak hebat sayang," puji Ray pada Raynan.
Setelah sholat subuh Bela dan Ray melafalkan ayat suci Al-Quran, sedangkan Ray yang masih ngantuk tertidur di pangkuan Ray.
Ray memandang Raynan yang tidur di pangkuannya.
"Rasanya seperti mimpi melihat kalian ada di sini, kita beribadah bareng dan sama-sama mencari ridho Alloh. MasyaAlloh, aku benar-benar merasa bersyukur dengar semua ini sayang," ucap Ray setelah mereka menutup Al-Quran nya.
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang💕
Dukungan kalian sangat berarti bagi thor, jangan lupa baca karya thor yang lain dengan klik Qurrotaayun dan klik ikuti ya. Terima kasih😘💕
__ADS_1