
"Mit, tadi yang antar kamu pulang, Riza ya? kenapa tidak disuruh masuk?" tanya Ayah Mita.
"Iya, Yah. tadi Mita pulang sama Riza. Untuk apa juga sih yah harus di suruh mampir yah," ucap Mita.
"Jangan seperti itu, Ayah rasa. Riza laki-laki yang cukup baik kok. tidak ada salahnya kalau kamu coba menjalin hubungan dengan Riza."
"Ayah mau Mita punya suami pengangguran?" tanya Mita.
"Dari pada jadi perawan tua? masih bagus jika ada yang mau menikah dengan kamu, Mit. Ingat berapa sekarang usia kamu, Jangan terlalu banyak memilih. Kamu bukan lagi anak muda. Ayah malu para tetangga menggosipkan kamu sebagai perawan tua,"
Ya, Mita yang hidup di perumahan padat penduduk memang kerap kali jadi bahan gibahan para tetangga lantaran statusnya yang sampai sekarang masih melajang.
Bahkan kabar dirinya yang gagal menikah dengan seorang pimpinan perusahaan juga santer jadi bahan pembicaraan. Bahkan banyak yang mengatakan kalau dirinya halu tidak tau diri, bagai pungkuk merindukan bulan, itu lah yang sering tetangganya katakan.
Bahkan demi ingin menikah dengan orang kaya sampai rela menjadi perawan tua, itulah gibahan para tetangga.
"Sudahlah, Yah. Tidak usah mendengarkan kata tetangga. Mau seperti apapun mereka pasti akan tetap membicarakan Mita. mereka itu kan orang yang tidak punya pekerjaan. Mita belum menikah mereka heboh, Kalau pun Mita mau menikah dengan Riza mereka juga akan tetep heboh dan membicarakan Mita yah, karena punya suami pengangguran." ucap Mita.
"Masalah pekerjaan, tidak usah kamu pikirkan. Yang penting kalian menikah, nanti kita bisa bukakan usaha untuk Riza, yang penting anaknya baik dan sopon. Di banding Ray, Ayah lebih menyukai menantu seperti Riza." ucap Ayah Mita.
"Ya jauh lah Yah, mana bisa Ayah bandingkan Ray dengan Riza?" ucap Mita.
"Kenapa kamu masih saja membela Ray? Apa kamu masih mengharapkan laki-laki yang sudah mempermainkan kamu dan sekarang sudah jadi suami orang itu?" ucap Ayah Mita.
"Sudah-sudah, dari tadi Ibu perhatikan kalian ribut saja. Apa tidak malu jika di dengar tetangga. Kamu juga Mita, sekali-kali mengalah sama Ayah apa salahnya? Dan Ayah, Mita ini kan baru sampai rumah, kenapa langsung di omelin? biarkan Mita istirahat dulu, dia pasti capek semalam jaga di rumah sakit," sahut Ibu Mita.
***
"Jadi Mita ini, mengira aku pengangguran dan hidup dari Bela?" gumam Riza tersenyum seraya memegang setir membelah kemacetan.
"Menarik," gumam Riza lagi.
Sesampainya kantor Riza duduk di kursi kerjanya.
"Toni, apa menurut kamu aku ini terlihat seperti seorang pengangguran?" tanya Riza pada asisten.
"Maaf apa pak?" tanya Toni yang takut salah dengar apa yang atasannya katakan.
"Jadi menurut kamu, apa aku ini terlihat seperti pengangguran? Apa ini tidak terlihat sebagai seorang CEO?" tanya Riza berdiri dan berputar agar Toni melihatnya.
Toni yang bingung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kenapa bapak tanya seperti itu? dari atas sampai bawah tentu saja Pak Riza terlihat sangat berwibawa dan terlihat kalau seorang pimpinan. Sama sekali tidak seperti seorang pengangguran," jawab Toni.
__ADS_1
"Aku pun merasa seperti itu, tapi kenapa ada seorang wanita yang menganggap aku ini seorang pengangguran, bahkan tadi pagi dia bayarin sarapanku dan menyuruhku untuk menyimpan uangku," ujar Riza.
"Mungkin dia buta, Pak. Kalau tidak matanya pasti sudah rabun. Orang seperti bapak dari atas sampai bawah menggunakan barang branded masih di bilang pengangguran?" ucapan Toni.
"Mungkin apa yang kamu katakan benar, mungkin dia rabun." ucap Riza.
"Tapi bapak menyukai cewek rabun itu ya?" goda Toni.
"Iya, eh.. entahlah.. cuma aku merasa cewek ini menarik," jawab Riza gugup.
"Sepertinya selama saya bekerja dengan bapak, baru kali ini bapak membicarakan soal wanita. Pasti wanita ini cukup spesial di hati bapak." ucap Toni.
"Di bilang spesial, menurutku dia juga tidak terlalu spesial. wajahnya standar, penampilan juga standar, tapi entah kenapa aku merasa dia menarik," jelas Riza.
"Itu tandanya, bapak jatuh cinta dengan wanita itu," ucap Toni.
"Jatuh cinta? benarkah? Memang jatuh cinta seperti ini rasanya?" tanya Riza yang belum pernah merasakan jatuh cinta yang sebenarnya.
Kalaupun selama ini dia pernah merasa tertarik dengan Bela, itupun hanya karena Raynan. Riza yang ingin memberikan keluarga yang lengkap untuk Raynan.
***
"Bagaimana hari ini di kantor, Ray?" tanya Bela naik ke atas tempat tidur menyusul Ray yang sedang bermain ponsel di atas ranjang.
"Mau aku pijitin?" tanya Bela.
"MasyaAlloh, Aku beruntung sekali mempunyai istri yang sangat pengertian," ucap Ray mencium tangan Bela.
Bela mulai memijat tangan Ray, tapi tiba-tiba saja Ray menariknya. Hingga membuat Bela terjatuh di atas tubuh Ray.
"Aww.. " pekik Bela terkejut.
"Sayang, sudah seminggu kita menikah. Tapi aku belum memberikan hak kamu sebagai seorang istri, maaf ya!" Bisik Ray di telinga Bela.
Ray memeluk erat istrinya dan_
"Mommy..! Daddy..!" teriak Raynan masuk ke kamar.
Bela yang panik segera bangun dari tubuh Ray.
"Mommy sama Daddy sedang main apa? kenapa Raynan tidak di ajak?" tanya Raynan duduk di pangkuan Ray.
"Em.. main.. main apa ya?" gumam Bela dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Main kuda-kudaan sayang, iya mommy dan daddy barusan main kuda-kudaan," sahut Ray tersenyum salah tingkah.
"Raynan mau ikut kuda-kudaan, Daddy jadi kudanya, Raynan mau naik. Sekarang Daddy!" rengek Raynan.
"Okey-okay, Raynan turun dulu! kita mainnya di bawah nya!" ucap Ray turun dari ranjang dan bersiap menjadi kuda.
"Ayo jalan, ayo jalan," teriak Raynan yang sudah duduk di punggung Ray.
"Hah.. kudanya sudah capek, Raynan turun dulu ya. Kudanya mau istirahat," ucap Ray.
"Gak mau! Gak mau! Raynan masih mau main kuda. Jalan lagi kudanya!" rengek Raynan.
Bela mengatupkan bibirnya menahan tawa.
"Hah.. ampun bos, kudanya benar-benar sudah tidak kuat lagi sayang," ucap Ray menjatuhkan tubuhnya di lantai.
"Raynan anak pintar sudah ya, kasihan Daddy nya capek. Ini juga sudah malam, ayo kembali ke kamar, sudah waktunya Raynan bobok," ucap Bela.
"Raynan maunya bobok sama mommy," rengek Raynan.
"Raynan kan sudah besar, harus berani tidur sendiri dong," jawab Bela.
"Gak mau, Raynan maunya bobok sama mommy. Ayo mommy ikut Raynan, tidur di kamar Raynan," rengek Raynan.
"Ray, aku temani Raynan dulu ya," ucap Bela.
"Iya deh," jawab Ray mengacak-acak rambutnya dan tersenyum.
"Hahaha.. " Bela tertawa melihat ekspresi suaminya.
"Jangan lama-lama," ucap Ray.
"Okay," jawab Bela mengedipkan matanya.
Setelah menunggu cukup lama ternyata Bela tak kunjung juga kembali, Ray bangun dari tempat tidurnya dan melihat Bela ke kamar Raynan. Ray tersenyum melihat Raynan dan Bela tidur saling berpelukan.
Ray yang tidak tega membangunkan istri, kembali ke kamarnya.
^Happy Reading^
Jangan lupa like, komen, vote ya sayang💕
Baca juga karya thor yang lain dengan klik Qurrotaayun. Terima kasih😘💕
__ADS_1