
Seminggu setelah Bela dan Raynan selalu ada di sisi Ray, hal yang. selama ini di nanti terjadi. Kini Ray sadar dari komanya selama berminggu-minggu.
"Ray, kamu sadar?" tanya Bela dengan mata berkaca-kaca.
"Sebentar ya Ray, Aku panggil Dokter dulu," ucap Bela belari ke luar dan memanggil Dokter.
Dokter melakukan pemeriksaan pada Ray untuk memastikan kondisi Ray saat ini.
"Bagaimana keadaan Ray, Dok?" tanya Bela.
"Alhamdulilah, pasien sudah sadar. Tapi sebaiknya biarkan pasien istirahat dulu dan jangan terlalu banyak di ajak bicara." ucap Dokter.
"Baik Dok, terima kasih!" ucap Bela
perasaan Bela saat ini begitu bahagia, melihat Ray kembali sadar dari komanya.
"Ray, aku senang kamu sadar," ucap Bela tersenyum.
"Di mana Raynan?" tanya Ray lirih lantaran tubuhnya masih terasa lemah.
"Raynan ada, besok dia akan ke sini, saat ini Raynan sedang di rumah bersama Mami," jawab Bela.
"Bersama Mami?" tanya Ray seolah tidak percaya.
"Iya, Ray. Raynan di rumah bersama Mami. Alhamdulillah Mami sudah bisa memaafkan aku, Ray." ucap Bela tersenyum.
"Mami memafkan kamu? benarkah?" tanya Ray lirih.
"Iya, Ray. Alhamdulilah sekarang Mami bisa menerima aku dan Raynan," ucap Bela.
"Maafkan aku Bela. Aku laki-laki yang tidak berguna, aku tidak pernah bisa melindungi anak dan istriku. Karena aku kalian harus menderita," ucap Ray dan kini bulir-bulir air mata menggenangi sudut mata Ray.
"Ray, jangan berkata seperti itu. semua bukan salah kamu, aku yang salah. Aku bukan seorang istri yang baik," ucap Bela.
"Tidak Bela, kamu tidak salah. semua terjadi karena aku yang tidak pernah bisa menjadi seorang suami yang baik," ucap Ray.
"Sudah ya! jangan bicara seperti itu lagi, Dokter bilang kamu masih harus banyak istirahat. Sekarang kamu istirahat dulu ya," ucap Bela.
"Aku tidak mau istirahat lagi," jawab Ray.
"Kenapa? Tapi Dokter bilang, kamu harus banyak istirahat biar cepet kembali pulih." ucap Bela.
__ADS_1
"Aku takut," jawab Ray singkat.
"Takut? apa yang kamu takuti?" tanya Bela tak mengerti.
"Aku takut, jika ini semua hanya mimpi. Aku takut jika aku istirahat dan aku bangun nanti kamu sudah tidak ada lagi di sini! Jika ini adalah mimpi, biarkan aku merasakan kehadiran kamu di sisi ku sedikit lebih lama lagi," ucap Ray.
"Tapi ini bukan mimpi Ray, kamu tidak sedang bermimpi. Aku Bela, aku ada di samping kamu dan aku tidak akan meninggalkan kamu lagi," jelas Bela.
"Kamu bohong," jawab Ray tak percaya.
"Aku tidak bohong, aku mengatakan yang sebenarnya. Aku benar di sini dan ini bukan mimpi," ucap Bela menyakinkan.
"Kalau kamu tidak bohong, coba kamu cium aku," ucap Ray.
"Hah.. cium kamu? Mana boleh seperti itu? aku tidak bisa mencium kamu," jawab Bela.
"Berarti kamu bohong, kalau ini tidak mimpi, pasti Bela mau mencium ku," ucap Ray.
"Masalahnya kita sekarang tidak bisa berciuman," ucap Bela.
"Kenapa? apa kamu sudah tidak mencintai aku?" tanya Ray.
"A-aku selalu mencintai kamu, perasaanku untuk mu tidak pernah berubah, Ray!" ucap Bela.
"Karena kita kan sudah bercerai, kita bukan suami istri lagi, akan berdosa jika aku mencium kamu," jelas Bela.
"Astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa. maaf aku kira kamu masih istriku, aku lupa kalau kita sudah bukan siapa-siapa," ucap Ray nampak sedih.
"Sudah sebaiknya sekarang kamu istirahat, besok Raynan dan Mami akan ke sini, Raynan pasti bahagia banget kalau melihat kamu sudah bangun seperti ini, setiap hari Raynan selalu bertanya kapan Daddy nya bangun."ucap Bela Seraya membetulkan selimut Ray.
"Tapi kamu janjikan! Tidak akan pergi lagi?" tanya Ray menatap wajah Bela penuh harap.
"Iya," jawab Bela.
"Janji, saat nanti aku bangun. Kamu ada di depanku seperti ini?" tanya Ray.
"Iya, Ray. Aku janji!" ucap Bela menyakinkan.
Setelah di bujuk Bela, Ray pun akhirnya tertidur kembali.
Bela menatap wajah Ray dan meneteskan air mata kebahagiaan.
__ADS_1
"Maafkan aku Ray, karena selama ini kamu harus menderita. Maafkan semua kesalahan yang aku lakukan," gumam Bela menatap wajah Ray yang sedang tertidur.
Keesokannya hatinya, Bu Santi dan juga Raynan berjalan menuju lorong rumah sakit menuju kamar Ray.
"Tante Santi," panggil Mita.
"Mita, ada apa?" tanya Bu Santi.
"Hai.. Raynan.. ini buat kamu?" Mita memberikan coklat untuk Raynan.
"Maaf tante, Mommy melarangku makan coklat." jawab Raynan seraya memegangi Bu Santi.
"Tapi coklatnya ini enak lho, yakin tidak mau?" tanya Mita berusaha mengambil hati Raynan.
Raynan mundur selangkah dan berada di belakang neneknya.
"Jangan takut Raynan, Ini tante Mita. kelak kita akan sering bertemu," ucap Mita.
"Mita, sebaiknya kita bicara lagi nanti ya! Raynan masih belum nyaman dengan orang asing. Biarkan kami melihat keadaan Ray dulu," ucap Bu Santi berlalu seraya menggandeng Raynan.
"Tante..! Tante tidak melupakan janji tante kan?" ucap Mita menghentikan langkah Bu Santi.
"Mita, bukankah kita kemarin sudah membahas masalah ini?" tanya Bu Santi.
"Mita tetep akan menagih janji tante, Mita tidak akan terima jika Tante membohongi Mita," ucap Mita namun Bu Santi tetep berlalu dan tidak menghiraukan ucapan Mita.
Mita menjadi sangat marah, tapi berusaha untuk di tahannya, lantaran tidak ingin membuat keributan di rumah sakit.
Bu Santi juga sebenarnya tidak sampai hati untuk menyakiti hati Mita, biar bagaimana Mita sebenarnya orang baik, selama lima tahun ini, Mita selalu ada untuk Bu Santi dan Ray. Ini juga yang sebenarnya membuat Bu Santi bingung harus bagaimana menghadapi Mita. Karena di sisi lain kali ini Bu Santi tidak ingin lagi menjadi penghalang kebahagiaan Ray dan Bela, terlebih ada anak yang tidak berdosa di antara mereka.
Bu Santi pun sekarang menyadari apapun yang telah terjadi di dalam hidupnya adalah takdir, termasuk meninggalnya pak Yudha adalah takdir yang memang sudah Alloh gariskan.
Bu Santi tidak ingin menyalahkan Bela lagi, atas apa yang telah terjadi. Bu Santi menyadari mungkin ini cara Alloh menegur Bu Santi atas dosa-dosa yang telah Bu Santi lakukan di masa lalu.
"Assalamu'alaikum," ucap Bu Santi masuk ruang rawat Ray.
"Walaikumsalam," jawab Ray dan Bela bersamaan.
"Ray, kamu..? Kamu sudah sadar nak?" tanya Bu Santi dengan mata berkaca-kaca hatinya begitu bahagia melihat putra semata wayangnya kini sudah sadar dan tersenyum di hadapannya.
"Ray, Maafkan Mami nak, tolong maafkan Mami" ucap Bu Santi memeluk Ray, tak kuasa menahan air matanya.
__ADS_1
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan vote ya sayang💕 dukung kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih😘💕