
Ting..
Suara lift terbuka dan Ray segera masuk ke dalam begitu juga dengan Mita.
Ray menekankan tombol 30.
Begitu lift terbuka, Mita berjalan mengekori Ray.
Ray berjalan menuju meja sekertaris dan mengatakan ingin bertemu dengan Riza. Di sini, Mita sudah mulai di penuhi tanda tanya. kenapa untuk bertemu dengan Riza harus bertanya dulu pada sekertaris dan kenapa sekertaris harus bertanya sudah ada janji belum dengan Pak Riza.
Sungguh semua ini membuat Mita bingung, tapi Mita hanya diam menunggu Ray memberi aba-aba untuk ikut dengannya bertemu dengan Riza.
"Silahkan masuk pak, sudah di tunggu pak Riza di dalam," ucap sekertaris Riza
Kembali Mita mengekori Ray di belakangnya.
"Assalamu'alaikum, Pak Ray," Sapa Riza berdiri.
"Mita, kok bisa bareng sama Pak Ray?" Riza keget melihat Mita di belakangnya Ray.
"Hape kamu kenapa tidak aktif? katanya minta aku ke sini tapi hape tidak aktif. untung aku ketemu Ray di luar. Tapi sebentar, kenapa kamu duduk di kursi itu? Dan tadi aku tanya sama resepsionis, mereka bilang tidak ada sopir bernama Riza, kamu itu sebenarnya siapa sih? kita sebentar lagi menikah. Tapi kenapa aku seperti tidak tau apa-apa soal kamu?" cerca Mita masih bingung dengan kondisi yang sebenarnya.
"Pak Riza, jadi selama ini Pak Riza bilang sama Mita, kalau Pak Riza ini seorang sopir atau bagaimana?" sahut Ray, karena melihat Mita yang tampak bingung dengan posisi Riza.
"Bukan Pak Ray, saya tidak pernah menyebutkan kalau saya seorang sopir," jawab Riza tersenyum.
"Jadi kamu bukan seorang sopir? tapi kenapa dulu kamu bilang_" ucap Mita terputus.
"Aku bilang apa? Aku kan tidak pernah bilang kalau aku ini sopi," jawab Riza.
"Iya kamu memang tidak pernah bilang sih, ta-tapi_" ucap Mita terputus dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lalu kamu ini sebenarnya siapa?" kembali Mita bertanya.
__ADS_1
"Bukankah kamu sendiri yang selalu menyimpulkan kalau aku ini sopir? ingat gak, setiap kali aku berusaha memberi tahu kamu, pasti kamu selalu memotong pembicaraanku dan menyimpulkan kalau aku ini pengangguran lah, aku sopir lah, tanpa ada kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya," ucap Riza dan Mita pun semakin cengar-cengir malu dan bingung.
"Ja-jadi bukan sopir ya?" ucap Mita tersendiri malu. Riza dan Ray pun mengatupkan bibirnya menahan tawa.
"Iya, aku ini bukan seorang pengangguran bukan juga sopir. Kamu itu jangan asal motong pembicaraan seseorang, biar tidak terjadi kesalah pahaman, okay!" ucap Riza menyentil kepala Mita yang tertutup dengan jilbab.
"Awww.. sakit," teriak Mita dan Ray tertawa.
"Kalau bukan sopir, terus kamu ini sebagai apa di sini? tidak mungkin pemilik perusahaan kan?" ucap Mita tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih.
"Kalau ternyata aku ini pemilik perusahaan gimana?" tanya Riza asal.
"Hahahaha... kejatuhan durian runtuh dong aku, niat hati mau menikah dengan sopir dapat jackpot pemilik perusahaan, bisa aja kamu ini. udah agh.. bercandanya! cepet katakan kamu sebagai apa di sini? apa kamu asisten pribadi gitu ya? pasti iya kan? kali ini gak mungkin dong aku salah tebak lagi," ucap Mita tertawa.
"Sepertinya kebiasaan kamu asal nebak ini susah sembuhnya, sudah di kasih tau jangan asal nebak. masih saja asal nebak," keluh Riza melihat kearah Ray yang sejak tadi tertawa.
"Pak Riza ini memang pemilik perusahaan RR food ini, Mita." Ray menimpali.
"Iya aku ini CEO sekaligus pemilik perusahaan, aku yang mendirikan perusahaan ini," jelas Riza sontak membuat Mita tercengang.
"Ja-jadi ini benaran? Aku tidak sedang bermimpi kan? mau menikah dengan seorang CEO? kenapa hidupku seperti cerita-cerita dalam novel ya?" ucap Mita menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat Ray dan Riza tertawa.
"Kamu ini kenapa lucu sekali sih?" ucap Riza tertawa.
***
Sesampainya di rumah, Mita masih termenung memikirkan kalau sebentar lagi dirinya akan menikah dengan seorang CEO.
Rasanya Mita masih belum bisa mempercayai semuanya, pasalnya Mita yang sudah pernah gagal mengejar cinta Ray yang seorang CEO sudah menurunkan standarnya, tapi saat dia iklas menerus takdirnya, tiba-tiba laki-laki yang di kira hanya seorang sopir ternyata seorang CEO.
"Kamu kenapa sayang? Ibu perhatian sepertinya kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu," tanya Ibu Mita.
"Bu, sini deh! Mita mau cerita. Ini terdengarnya memang seperti tidak masuk akal, Mita sendiri awalnya juga tidak percaya, tapi ternyata ini itu, benar apa adanya," ucap Mita menepuk sofa di sebelahnya, sebagai isyarat agar ibunya duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Ada apa sih, Ta? Ibu jadi kepo gini," ucap Ibu Mita.
"Jadi, tadi siang itu Mita ke kantor Riza. selama ini Mita taunya Riza itu sopir kan? ternyata tadi pas Mita ke sana, tidak ada sopir bernama Riza. Dan ternyata, Ibu tau tidak? kalau Riza itu sebenernya bukan sopir melainkan seorang CEO. coba Ibu bayangkan, apa Mita tidak syok mengetahui kenyataan ini? udah seperti cerita di novel-novel saja kan buk, kisah cinta Mita?" cerita Mita menggebu.
"Pantas saja selama ini apa yang di gunakan semuanya branded, Mita kira itu pemberian Mbak Bela, tapi ternyata bukan. ternyata Riza itu benar-benar orang kaya, bukan kaleng-kaleng Bu," tambah Mita lagi.
Ibu hanya tertawa mendengar Mita bercerita.
"Kenapa ini malah ketawa? kenapa ini tidak terkejut dengan cerita Mita? ibu pasti mengira Mita ini berkhayal atau Mita bohong ya? Mita ini serius Bu, Mita tidak bohong!" ucap Mita menyakinkan pasalnya ibunya sepertinya tidak terlalu kaget dengan cerita Mita.
"Iya, tentu saja ibu percaya kamu, siapa yang bilang kalau kamu bohong. ibu tau kamu tidak bohong," ucap Ibu menahan tawa.
"Tapi kenapa Ibu malah menertawakan Mita? Ibu mengira Mita halu ya?" tanya Mita lagi yang tidak puas dengan jawaban ibunya.
"Ibu percaya kamu tidak halu juga. Ibu percaya semua yang kamu ceritakan benar, Ibu bahagia karena sebentar lagi anak ibu akan menikah dengan laki-laki yang baik, seorang CEO lagi," ucap Ibu Mita kembali tersenyum.
"Sebentar, melihat ekspresi Ibu. Kenapa Mita jadi curiga ya?" Mita menatap mata ibunya.
"Curiga gimana?" Ibu Mita menahan tawa.
"Jangan-jangan ibu sudah tau ya kalau Riza itu bukan sopir tapi seorang CEO?" tanya Mita.
"Iya, Ibu sudah tau," jawab ibu singkat.
"Astaghfirullah, jadi benaran ibu sudah tau kalau Riza bukan sopir? Apa ayah juga sudah tau Bu?" kembali Mita bertanya.
"Iya, ayah juga sudah tau hehehe..." ibu tertawa melihat ekspresi Mita yang kebingungan.
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang๐
Dukungan kalian sangat berarti bagi thor, jangan lupa baca karya thor yang lain dengan klik Qurrotaayun dan klik ikuti ya. Terima kasih ๐๐
__ADS_1