Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 47


__ADS_3

Apapun penilaian kamu, aku akan menerimanya. Aku anggap ini sebagai ganjaran dari dosaku di masa lalu." ujar Bela dengan mata berkaca-kaca.


"Bel, maafkan aku. Bukan aku tidak percaya sama kamu, aku hanya bingung dengan semua ini," jelas Ray.


"Untuk apa kamu harus bingung? kamu tidak perlu bingung, aku wajar jika kamu tidak percaya denganku, Dengan semua kesalahan yang pernah aku lakukan, aku tidak menyalahkan kamu, jika kamu tidak mempercayaiku," ucap Bela.


"Sayang, maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk seperti itu, kamu mau kan memaafkan aku? Dan masalah acara perusahaan hari ini. Maaf, aku bukan sengaja tidak memberitahu kamu, aku hanya sangat sibuk dengan persiapan nya dan aku sengaja menyuruh Pak diman untuk menjemput dan memberikan kamu gaun itu, karena aku ingin memberi kamu kejutan," jelas Ray.


"Memberiku kejutan?" tanya Bela.


"Iya, aku ingin memberi kejutan untuk kamu, gaun itu sudah lama, aku pesan pada Aisyah kamu bisa bertanya pada Aisyah kalau tidak percaya," ucap Ray.


Bela tersenyum, Karena itu berarti pikirannya tidak lah benar, Ray masih menghargai dirinya sebagai seorang istri. Dan sekarang Bela sadar, ini semua bagian dari rencana Bu Santi.


"Ray, aku memang pernah menjadi orang yang sangat jahat, tapi aku sudah bertaubat. Aku tidak mungkin melakukan semua yang kalian tuduhkan, jujur Ray. Aku sedih saat kamu tidak memberiku kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan semuanya. Hanya karena aku pernah menjadi orang jahat." ucap Mita.


"Sayang, sungguh. Aku tidak ada maksud seperti itu. Saat itu, aku hanya mencemaskan keadaan Mami, saat aku kembali ke kamar. Kamu sudah tidur dan aku tidak tega membangunkan kamu untuk membicarakan kejadian yang sbenarnya.


Dan paginya aku harus buru-buru ke kantor, untuk persiapan lounching produk ini," jelas Ray.


"Jadi beberpa hari ini, kamu pergi pagi pulang malam bukan karena marah sama aku dan sengaja mendiamkan aku?" tanya Ray.


"Ya Alloh, sayang. Jadi kamu berpikir beberapa hari ini, aku pergi pagi dan pulang malam karena marah sama kamu?" tanya Ray


"Iya, aku pikir itu. Karena kamu marah sama aku?" ucap Bela.


"Astaghfirullah, maafkan aku sayang. Jika aku membuat kamu berpikir sejauh ini. Aku benar-benar tidak ada maksud mendiamkan kamu, aku hanya sedang fokus pada pekerjaannya." ujar Ray.


"Maafkan aku juga, karena aku sudah berpikir teralu jauh," ujar Bela.

__ADS_1


Ray mendekatkan wajahnya dengan wajah Bela, hingga tak menyisihkan jarak di antara mereka.


Cup. .


Sebuah kecupan mendarat di bibir manis Bela.


Ray membopong dan merebahkan tubuh Bela ke ranjang, memadu kasih hingga keduanya bersama meneguk manisnya surga dunia.


Keduanya tertidur karena kelelahan dan terbangun saat terdengar suara adzan dan mereka menjalankan sholat wajib dua rakaat.


Dan Pagi ini, Ray meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersama dengan Bela setelah sholat subuh, mereka banyak bercerita dan mengurai kesalah pahaman selamat beberapa hari ini, Bela bahagia, karena kini dia bisa melihat ketulusan cinta Ray yang sempat dirinya ragukan.


"Dari mana kalian? Dan apa maksud kamu semalam meninggalkan acara? pimpinan macam apa yang meninggalkan acara begitu saja," gerutu Bu Santi.


"Ray, pulang karena Ray kepikiran Bela di rumah sendiri Mi," jawab Ray.


"Hah.. dasar merepotkan saja. Lagi-lagi karena Bela." ucap Bu Santi.


"Itu semua demi kamu Ray, Mami tidak ingin kamu malu, semau rekan bisnis kamu sudah tau, kalau istri kamu ini pernah meninggalkan kamu dan pergi dengan laki-laki lain," ucap Bu Santi.


"Mi, tolong tidak perlu ikut campur dengan masalah rumah tangga Ray dan biarkan masa lalu Bela terkubur dalam-dalam, jangan Mami ungkit terus masalah itu," ucap Ray.


"Oo.. jadi sekarang, kamu sudah tidak mau mendengarkan Mami lagi? jadi kamu lebih memilih wanita yang sudah pernah mengkhianati kamu, di bandingkan dengan Mami? orang yang sudah susah payah membesarkan kamu?" tanya Bu Santi murka.


"Bukan, Mi. tidak seperti itu, sama sekali bukan seperti itu, maksudnya Ray. Mami jangan salah paham. Kalian wanita yang sangat Ray sayang dan berarti dalam hidup Ray. Jangan pernah meminta Ray untuk memilih Mi,"


"Ray, Mami tidak bisa hidup bersama dengan wanita yang sudah membuat Papi meninggal. Mami tau, sepertinya sekarang kamu sudah benar-benar mencintai Ray, Mami juga bisa melihat kalau sekarang Bela sudah benar-benar berubah. Tapi itu tidak merubah kenyataan kalau Bela menjadi penyebab kematian Papi." ujar Bu Santi dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan Bela Mi, maafkan Bela. tolong maafkan Bela" rengek Bela.

__ADS_1


"Bel, kamu tau kan? bagaimana dulu Mami menyayangi kamu, melihat perubahan kamu dan melihat kamu bahagia bersama Ray, jujur jauh di lubuk hati, Mami juga senang dan Mami juga tidak menutup mata, Mami bisa melihat kalau Bela sudah berubah. Tapi perubahan itu, juga tidak akan bisa mengembalikan Papi."


"Mami tau, kematian adalah takdir yang tidak bisa di hindari, Tapi setiap melihat Bela, Hati Mami merasa sakit dan teringat kembali kenangan bersama Papi, Mami sekarang sudah tidak punya siapa- siapa kecuali kamu Ray. Seandainya tidak mengingat semua itu, mungkin Mami memilih pergi jauh dari hidup kalian. Karena Mami tidak sanggup melihat Bela."


Kini air mata Bu Santi pecah, dan berlalu berlari keci ke kamar.


Bela pun ikut menangis dan menyadari apa yang di lakukan Bu Santi memang benar, mungkin seandainya dirinya yang ada di posisi Bu Santi, juga akan melakukan hal yang sama.


Di tinggal oleh pasangan yang kita cintai, memang bukanlah hal yang mudah, semakin Bela mencintai Ray, semakin Bela menyadari bagaimana perasaan Bu Santi saat ini.


"Bel, beri Mami waktu ya! kamu jangan bersedih lagi, bukankah kita sudah bahas semua ini? kasih Mami waktu, aku yakin. Seiring berjalannya waktu, Mami bisa menyayangi kamu kembali?" bujuk Ray menghibur Bela.


Ray saat ini berada di posisi yang sulit, di sisi lain. Ray paham apa yang Mami nya rasakan, tapi di sisi lain, Ray pun tidak ingin melihat istrinya terus di bayangi perasaan bersalah.


"Ray, aku ingin istiraha," ucap Bela menjalankan kursi rodanya ke kamar.


Ray menyusul dan memastikan kalau Bela tidak menangis lagi,


"Ray, ini sudah siang. sudah waktunya kamu berangkat kerja," ucap Bela.


"Biarkan saja, aku hari ini tidak masuk," jawab Ray.


"Jangan seperti itu, kamu itu seorang pimpinan. Harus memberi contoh yang baik. aku tidak apa-apa, barangkatlah! jangan karena aku, kamu jadi tidak bekerja." bujuk Bela.


"Kamu yakin, ingin aku bekerja?" tanya Ray .


"Iya, berangkat lah!"


^Happy Reading^

__ADS_1


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya. Terima kasih😘💕


__ADS_2