
Kak Misya baru saja pulang dari kantor. Jalan yang dilalui macet akibat konser musik yang akan digelar beberapa hari lagi. Konser musik ini mendatangkan artis lokal mau pun ibu kota. Pihak penyelenggara mulai membatasi kendaraan yang melintasi lapangan konser tersebut. Beberapa area pula di buat batas agar kendaraan tidak masuk ke area tersebut.
Tiba-tiba suara ledakan terdengar dari arah depan. Orang-orang berhamburan menjauhi ledakan tersebut. Kak Misya panik, ia dengan cepat keluar dari mobil. Suasana kota itu semraut sekali. Kaki kak Misya terjepit diantara plank mobil. Ia histeris menjerit.
Mobil pemadam kebakaran bersiaga memadamkan yang yang mulai meluas. Beruntung api tidak merambat kemana-mana. Perlahan-lahan orang mulai mendekati mobilnya kembali. Sepatu kak Misya yang harganya jutaan terpaksa dipotong agar kaki bisa terlepas. Ia sangat kecewa sebab itu sepatu kesayangannya. Pihak kepolisian menertibkan kendaraan yang tak bisa bergerak. Satu persatu mobil bisa keluar dari kemacetan tersebut.
"Beruntung pihak pemadam kebakaran cepat datang, kalau tidak sudah habis semua ini" cetus kak Misya.
" Owh sepatu. Ya Tuhan aku jadi kaki ayam. Sepatu kesayangan ku" keluh Kak Misya.
Kak Misya menuju ke rumah sakit. Ia teburu-buru menuju ruangan Galung. Ia pun mengampuni mama. Mama sudah tak bisa diajak bicara. Ia hanya terdiam dan menangis.
Sore giliran teman-teman kak Misya yang datang menjenguk. Mereka sama seperti penjenguk lain yang masih penasaran dengan Galung yang belum sadarkan diri.
__ADS_1
" Garut, kemarin baru keluar dari kamar mandi, tidak ada tanda-tanda sama sekali. Ia pokoknya makin sehat setiap harinya. Itu Jaya dokter yang memeriksa. Tapi setelah berbaring di atas tempat tidur hingga saat ia belum sadar. Semuanya normal. Dan detakan jantungnya juga normal." Ucap Kak Misya.
" Semoga tidak terjadi sesuatu pada Galung, dan cepat sembuh serta sadar. Yang sabar ya bu, kami tetap mendoakan yang terbaik "
" Terima kasih, nak. Kalian sangat berharga bagi kami, kami mohon doakan Galung, doakan agar ia cepat sembuh dan sadar, kami sudah tidak lagi pernah ke toko prabot. Cuma sembuh dan sadar yang kami inginkan, itu aja"
"Ibu tetap tenang dan sabar, dari keterangan dokter, Galung tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kesabaran sedang diuji bu"
Ruangan itu kembali sunyi seperti biasa. Hanya Kak Misya dan Mama sedang Ayahnya harus bekerja keluar kota.
"Ma, nggak usah khawatir. Dokter sudah bilang kita agar banyak-berdoa. Dok sudah mengecek kondisinya setiap saat tidak ada yang perlu dirisaukan, hanya saja kita tetap berdoa ya ma"
"Iya kak, mama udah nggak kuat lagi kak" Ucap mama menangis.
__ADS_1
"Mama nggak boleh bilang begitu, mama biasanya tegar mama nggak pernah nangis. Insha Alloh ma, Galung sembuh dengan izin Allah "
"Tapi sampai sekarang belum juga kak, apa mama harus mencari rumah sakit yang lebih lagi dari sini"
" Nanti kita bicarakan sama Ayah. Ayah juga sudah mulai mau diajak bicara untuk kebaikan Galung "
"Alhamdulillah, Ayahmu berubah banyak setelah Galung ini. Semoga Galung cepat sembuh dan sadar ya kak"
"Aamin. Iya ma"
"Sudah adzan magrib ma, nari kita shalat "
" Iya nak"
__ADS_1