
Kak Misya mencoba memberanikan diri untuk melihat adiknya itu. Ia perlahan-lahan mengusap-usap kening adiknya.
"Dik, ini kak Misya" Serunya.
Kedua mata Galung melirik kak Misya.
"Kak, Kakak kemana saja? "
"Kak Disini aja dik, nggak kemana-mana"
"Alhamdulillah,kakak senang sekali kamu sudah sadar, kamu sudah sembuh. Kamu harus banyak istirahat."
"Iya kak. Makasih ya kak"
"Oh iya, tadi sewaktu kakak mau kesini, ada perempuan yang menelpon kakak, ia bilang kenal sama kamu. Dia titip pesan agar kamu banyak yang istirahat dan semoga cepat sembuh"
"Amin. Makasih kakak siapa dia kak? "
"Namanya Dinda, dia minta maaf belum bisa menjenguk kamu"
Galung tersenyum mendengar kata Dinda
"Kak, kalau kakak ketemu nanti sama dia atau dia menelpon lagi sampaikan Galung baik-baik saja, insha Alloh Galung segera sembuh"
"Iya, dik Insha Alloh kakak akan sampaikan"
"Terima kasih kak"
"Kamu sudah bisa makan buah?"
__ADS_1
"Belum tanya dokter, tapi kayaknya kyaknya bisa sih kak"
"Ets, jangan dulu dik, kalau memang nggak boleh jangan dulu"
"Yaudah kaka"
Kak Misya bercerita banyak soal apa saja dengan Galung. Tanpa terasa satu jam kak Misya menemani Galung dan kak Misya kembali ke kantor.
"Kakak harus kembali ke kantor lagi ya dik"
"Iya kak nggak apa-apa, makasih ya kak"
"Sama-sama kak"
"Hati-hati di jalan kak"
Kak Misya beranjak meninggalkan kamar tersebut.
"Ma, Kakak harus kembali ke kantor lagi ya ma, Yah, Galung nanti juga akan terbuka hatinya memaafkan kita semua, termasuk Ayah, ayah jangan bersedih. Tetap menjadi ayah yang terbaik buat kami anak-anaknya"
"Iya kak, hati-hati di jalan"
Dokter Yoseop bersama perawat lainnya datang ke memeriksa Galung.
"Permisi, bu kami kembali memeriksa Galung, sebentar ya bu"
Dokter dan perawat tadi langsung memeriksa kondisi Galung.
"Perutnya sakit" Tanya Dokter sambil memegang perut Galung.
__ADS_1
"Nggak dok, "
"Kamu istirahat yang cukup, tubuh kamu belum sepenuhnya fit, jadi lebih banyak makan buah dan sayur"
" Iya dok, tadi barusan kakak saya membawa buah"
"Iya bagus itu, nanti langsung aja dimakan ya"
"Oke dok, terima kasih "
"Tetap semangat sehat, pemeriksaan sudah selesai kami harus memeriksa pasien yang lain ya"
"Iya dok, terima kasih dok"
Dokter Yoseop beranjak dari kamar. Di luar kamar Mama dan ayahnya menunggu dokter tersebut.
"Dok, bagaimana keadaan Galung dok? "
" Alhamdulillah bu, lebih baik dari sebelumnya hanya saja kondisi tubuhnya belum normal. Kami sarankan agar banyak mengkonsumsi buah dan sayur dan protein lain"
"Jadi dok, ini memang sudah nggak kenapa-kenapa, maksud saya tidak seperti yang dulu lagi tidak sadarkan diri"
"Insha Alloh, ini kalau dirawat kemudian asupan gizinya diperbaiki insya alloh tidak bu"
"Kalau begitu terimakasih banyak dokter "
" Sama-sama bu, kami harus ke kamar pasien yang lain bu, bila ada perlu segera saja ke pos pengaduan bu. Terima kasih "
Dokter Yoseop berjalan menuju ruang yang lain. Ia adalah satu-satunya dokter yang terkenal ramah kepada pasien rumah sakit. Banyak yang yang ingin berobat kepadanya. Sentuhan dingin tangannya membuat pasien merasa dilayani dengan sempurna dan segera mungkin sembuh. Ia masuk ke kamar dan keluar lagi kemudian masuk kembali ke kamar yang lain. Ia senantiasa berbincang kepada pasien dan keluarga pasien.
__ADS_1