Hormat Gerak

Hormat Gerak
Menjemput Galung


__ADS_3

"Ma, kenapa lama sekali diluar?"


"Nggak apa-apa nak," Ucap mama sembari tersenyum.


"Mama bicara apa sama Dokter? "


Mama terdiam sejenak.


"Dokter tadi berpesan agar Galung istirahat yang cukup, itu aja"


"Apa lagi ma?" Tanya Galung penasaran.


"Owhhh iya, Alhamdulillah setelah menjalani pemeriksaan nanti, kalau hasilnya memungkinkan Galung untuk pulang, kita akan pulang"


"Alhamdulillah ma, Galung ingin cepat-cepat keluar dari sini"


"Iya Sayang, yang sabar ya. Nanti kita akan keluar"


"Galung, Ayah kembali kerja nanti Ayah bakal pulang lagi"


Galung tak menjawab sedikit pun.


Ayah berangkat kerja dengan wajah yang lesu. Ia tak mendapat senyuman hangat dari Galung. Ia berjalan luntai meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


Galung kembali memejamkan mata dan tertidur pulas. Mama merapikan kamar itu. Sampah dibuang di keranjang sampah. Mama merebahkan tubuhnya di bawah tempat tidur Galung. Mereka berdua tertidur.


Di Kantor PAK Umbargus sedang melaksanakan rapat.


"Pak, aku mau Garut kita jemput sekarang, karena dia sudah merusak citra kita" ucap Hendrik.


"Bener, pak"


"Bener, pak"


"Saya Juga setuju, karena belakangan ini citra kantor kita telah dirusak Galung. Kita harus tuntut kerugian materil dan formulir, kita sudah banyak kehilangan klien"


"Sebentar - sebentar, sabar ya kita tidak bisa begitu rahasia ada padanya, kalau kita gegabah bisa-bisa kita akan lebih banyak kehilangan klien"


Pak Umbargus terdiam sejenak.


"Sebenar aku ingin sekali memberi pelajaran padanya, tapi pertimbangan lain dia adalah anak dari sahabatku. Aku belum sanggup sepertinya. Kami sudah seperti saudara sendiri" Ucap Pak Umbargus dalam hati.


"Pak, kenapa diam, kalau bapak tidak mau menanggapi dia biar kami yang paksa dia kemari, soalnya aku dengar-dengar dia sudah sembuh"


"Iya biar kami yang akan selesaikan ini, karena dia klien berkurang berimbas sama pendapatan kita"


"Tunggu-tunggu, kasih saya waktu untuk menyelesaikan ini semua"

__ADS_1


"Baik pak, bukan kami melawan sama bapak tapi kami tidak mau Advokat yang sama-sama kita besarkan ini dirusak oleh orang yang baru masuk, apalagi bapak sebenarnya tidak mau "


"Baiklah, terima kasih sudah mau membesarkan advokat ini, tapi kasih saya waktu untuk menyelesaikan ini semua"


"Kami akan memberi sepenuhnya kepada Bapak, tapi kami tidak mau kantor Advokat ini rusak hanya gara-gara orang yang tidak mengerti arti Profesionalisme"


"Iya masalah ini akan selesai percayalah, terima kasih"


Satu persatu mereka keluar dari ruangan pak Umbargus.


"Kenapa ya berat sekali Pak Umbargus untuk menuntut si Galung? "


"Aku juga heran, kenapa ya"


"Tapi selama ini aku lihat Galung sudah dekat sekali dengannya dari awal"


"Tapi aku pernah dengan kala Pak Umbargus bersahabatan sama Bapaknya Galung"


"Bisa saja, tapi apakah pekerjaan dikesampingkan hanya gara-gara perusahaan"


"Kalau prinsipku, kawan, sahabat adalah ya kawan. Tapi kalau sudah menyangkut Pekerjaan aku milih Profesionalitas. Karena itu penting. Kalau tidak kita lihat dampaknya iya seperti ini, kita Bisa-bisa akan kehilangan pencarian kita"


"Aku setuju sekali, memang harus seperti itu jadi pekerjaan itu sangat penting dan Persawahan itu juga sangat penting. Tidak bisa disamakan"

__ADS_1


"Aku harap Pak Umbargus bijak untuk menyelesaikan masalah ini"


__ADS_2