Hufflepuff Auror

Hufflepuff Auror
Troll dan Naga Kegelapan


__ADS_3

...BAB 21...


...TROLL DAN NAGA KEGELAPAN...


...a novel by youmaa...


...❝Jangan pernah membuat sang elang membentangkan sayapnya walaupun hanya untuk sementara.❞...


...Happy Reading♥...


...𓆝 𓆟 𓆜 𓆞...


Soobin langsung menarik Shaula menjauh. Suara bising itu datang dari tempat yang tadinya mereka tinggalkan. Namun beberapa detik kemudian, nampak El tengah mengendong Ankaa dipunggungnya.


Shaula menatap kedua laki-laki itu tidak percaya.


"Ternyata mereka bisa kompak juga," gumam Shaula.


"Memangnya mereka hanya bisa bertengkar?" imbuh Soobin.


El datang dengan Ankaa yang nampak memejamkan mata, membuat keduanya saling tatap satu sama lainnya. Karena hal itu, sempat membuat El mendengus kesal.


"Kenapa kalian malah menatapku seperti itu? Bantu dia bangun!" sungut El, ketus.


Shaula menggangguk, lalu merentangkan tangannya. Setelah beberapa detik, muncul sebuah cahaya jingga yang muncul dari telapak tangannya.


"Lihatlah tukang tidur itu akhirnya bangun," sungut El.


Ankaa membuka matanya secara perlahan, ketika penglihatannya terbuka sempurna lantas dia langsung menegakkan punggung.


"Hei, kenapa kalian menatapku seperti itu?" sambar Ankaa.


Soobin dan Shaula langsung berhambur pergi dari tempat tersebut tanpa memperdulikan Ankaa, setelah itu disusul dengan El yang mengekori. karena merasa ditinggal sendiri, sang empunya langsung berlari menyusul ketiga temannya.


Langkah itu membawa mereka menuju petaka, pasalnya tempat itu adalah sarang dari sang troll jahat. Jalan yang dilengkapi oleh jurang lava disisi kanan dan kirinya itu, membuat tempat ini semakin mencekam.


"Sepertinya kita salah jalan," gumam Shaula seraya bergidik ngeri.


Ketakutan menyerang gadis bersurai coklat itu. Melihat hal itu membuat El langsung merangkul Shaula erat, sedangkan Soobin yang hendak melakukannya langsung tertahan.


Ankaa hanya memutar bola matanya malas ketika dirinya menjadi nyamuk diantara ketiga temannya itu. Dia justru terjebak dalam cinta segitiga yang saat ini menyangkut ketiga temannya.


Ankaa berdahem keras. "Sepertinya kalian salah memilih tempat untuk bermesraan," desisnya.


Karena perkataan tersebut langsung membuatnya terkena panen sorotan tajam dari ketiganya sekaligus. Sedangkan sang empunya hanya mengerjapkan mata—seperti tidak memiliki salah sama sekali.


"Tunggu," potong Soobin.


Langkah ketiganya langsung terhenti ketika rentangan tangan dari Soobin. Arah tatapan laki-laki itu mendadak menjadi penuh kewaspadaan setelah kakinya menginjakkan kaki ditempat ini.


Pasti ada bahaya yang bersemayam dalam pintu masuk didepan sana.


GRAAA..


Mendadak terdengar secara samar suara eraman yang sepertinya muncul dari balik pintu masuk dengan akar pohon yang ada didepan mereka saat ini. Hal tersebut membuat mereka memasang sikap siaga dengan sentaja yang berada dimasing-masing genggaman.


Perlahan terdengar suara tawa yang menggelegar, muncul dari terowongan itu.

__ADS_1


"Troll," gumam Soobin, pelan.


Sosok makhluk bertubuh gempal yang diyakini troll, mendadak keluar dari tempat persembunyiannya saat ini. Karena kemunculan makhluk itu, sontak membuat keempatnya terkejut.


"Mau kemana kalian anak-anak manis," sahut sang troll.


Muka yang mengerikan dengan tubuh biru yang berasal dari sisik yang dia miliki, menambah kesan menyeramkan. Manik mata Shaula tercekat ketika dia melihat penampakan makhluk itu.


Perlahan dia mengeluarkan anak panahnya, namun terhenti ketika Ankaa mengeluarkan tongkat sihirnya.


"Expelliarmus!" seru Ankaa seraya mengarahkan tongkat sihirnya ke arah troll itu.


Dengan sigap sang troll berhasil menangkis serangan yang berasal dari Ankaa. Kekuatan yang dimiliki oleh troll itu membuat perpaduan elemen berbeda.


"Shaula keluarkan kekuatan itu!" seru Ankaa dengan menaikkan beberapa oktaf.


ZLAP!


Shaula langsung mengeluarkan kekuatan Avada Kedavra yang menimbulkan simbol petir ada didahinya. Kekuatan yang selalu digunakannya ketika keadaan genting seperti sekarang. Keduanya berusaha melawan troll itu dengan sekuat tenaga.


Karena perpaduan kekuatan itu, membuat tubuh dari troll itu tumbang. Setelah itu, Ankaa dan Shaula perlahan menurunkan tongkat sihir mereka dengan mata yang tak lepas dari sang troll.


"Akhirnya dia kalah juga," sahut Ankaa seraya memasukkan kembali tongkat sihirnya.


Dengan sisa tenaga yang sedikit, troll itu perlahan bangkit. Karena kebangkitan dari makhluk tersebut, membuat semua pasang mata membulat. Ternyata dugaan mereka jika makhluk itu telah dikalahkan adalah sebuah kesalahan.


"Kalian mau menyerangku dengan kekuatan itu?" kata sang troll.


Soobin menggeram dengan tangan yang mencekram kuat tongkat sihirnya. Dengan sigap laki-laki itu mengangkat benda itu diantara udara, lalu mengeluarkan kekuatan elemen angin yang dimilikinya.


"Kita harus melanjutkan langkah."


.........


"Bagaimana dia bisa melakukan hal itu?"


Ankaa berbisik pada El yang tidak mengerti apapun. Saat ini keduanya terlihat kompak satu sama lainnya hanya karena misi ini. Bahkan akhir-akhir ini keduanya jarang terlihat bertengkar.


Bentangan sayap elang yang tiba-tiba muncul dipunggung Soobin, hal itu membuat ketiga murid Hogwart itu menganga tidak percaya. Hal terlangka yang pernah mereka lihat sebelumnya, saat ini tengah perpampang nyata dihadapan mereka.


Kekuatan Ravenclaw yang benar-benar meresapi tubuh si penguasa kekuatan.


Perlahan sayap elang milik Soobin mengatup dan lenyap seketika. Soobin membalikkan tubuhnya dan menatap datar ketiga temannya yang masih membuka mulut.


"Kenapa?" tanya Soobin, singkat.


Bias suara berat dari Soobin membuat ketiga temannya lantas tersentak. Pada akhirnya mereka bertiga berdahem, lalu mencoba menetralkan sikap tercengangnya yang terlihat sedikit berlebihan.


"Troll itu benar-benar mati, bukan?" sahut El.


"Kamu pikir?" jawab Soobin tanpa menatap sang lawan bicara.


"Sepertinya begitu," balas El dengan nada ragu.


Mereka pun memasuki terowongan itu, hingga langkah mereka sampai pada ujung. Pemandangan yang pertama kali nampak adalah gerbang tinggi yang menjulang didepan mereka saat ini.


Langkah itu terhenti secara tiba-tiba karena tanah yang mereka pijak itu bergetar.

__ADS_1


GRRAA..


Erangan kuat menyeruak masuk ke dalam pendengaran mereka secara tiba-tiba. Ketiganya saling memunggungi dengan sikap waspada yang saat ini hinggap. Sorot mata waspada yang tidak lepas dari lingkungan sekitar membuat suasana menjadi tegang.


"Beraninya kalian menginjakkan kaki di istana Demon."


Suara menyeramkan itu terdengar bersamaan dengan munculnya makhluk berukuran raksasa dari bawah jembatan. Mereka semua tercekat karena kemunculan tiba-tiba dari makhluk raksasa yang nampak sangat mengerikan itu.


Dia adalah seekor naga.


"Lewati aku sebelum kalian memasuki istana," kata sang naga.


Soobin mengeluarkan sayap elangnya dengan sorot mata biru yang terlihat tajam. Jubah yang bertengger dibahunya mendadak terlepas begitu saja. Sedangkan Shaula siap membidik anak panah beracun yang berasal dari bunga Aconitum—bunga yang memiliki racun memarikan.


"Naga ini harus merasakan anak panah spesial ini," gumam Shaula seraya memusatkan bidikannya.


Soobin menghempaskan sayap hingga tubuhnya terangkat ke udara. Dia mengeluarkan tongkat sihirnya dan menyerang makhluk itu tanpa mengatakan apapun.


Setelah itu, Shaula melepaakan anak panah dari busurnya hingga mengenai tubuh dari sang naga.


Karena hal tersebut, membuat sang naga mengerang kesakitan. Semoga saja anak panah beracun itu dapat menghentikan pergerakan dari makhluk itu. Namun ada hal mengejutkan lainnya yang menarik perhatian semua ke naga tersebut.


Dengan kaki yang gemetar, naga itu mencabut panah menggunakan giginya. Setelah itu dia membuangnya ke sembarang arah.


"Dasar gadis bodoh!" teriak sang naga.


Sang naga yang hendak menghempas tubuh Shaula, mendadak terurung ketika El dan Soobin menyerangnya. Sedangkan Shaula langsung berlari menjauh dari tempatnya semula.


Setelah dirasa menggambil tempat yang sedikit aman, Shaula merentangkan tangannya hingga mengeluarkan cahaya jingga. Dibantu dengan Ankaa yang juga mengeluarkan mantra yang sebelumnya dia gunakan.


Soobin dan El juga nampak menggunakan mantra masing-masing elemen yang mereka miliki.


Pertarungan hebat terjadi diantara mereka dengan sang naga. Karena kerja sama yang mereka lakukan, membuat kekuatan sang naga melemah secara perlahan.


"Menyerahlah kau, naga sialan!" seru Ankaa.


SLING!


Soobin langsung menyerang naga itu menggunakan pedangnya, sehingga membuat kaki dari sang naga tergores cukup dalam karena gesekan pedang. Dalam hitungan detik, sang naga langsung mengerang kesakitan hingga tubuhnya ambruk.


Soobin menyerang tepat pada titik kelemahan sang naga.


SLAP!


Sihir Ravenclaw dari Soobin membuat tubuh sang naga tersebut mengeluarkan cahaya biru. Perlahan makhluk itu lenyap dalam hitungan detik.


Sekali lagi, kemenangan berada dipihak mereka.


Setelah mengalahkan sang naga, mendadak pintu istana terbuka lebar. Tanpa menunggu waktu yang lama, mereka langsung masuk ke dalam istana Demon.


SLAP!


Soobin tersentak ketika Shaula mendadak menghilang ditempat.


...𓆝 𓆟 𓆜 𓆞...


...See you next part~...

__ADS_1


__ADS_2